Rabu, 24 April 2019

Khotbah Jumat Agung 19 April 2019 Mark 15:22-32 Yesus Terkutuk Karena Dosa2 Kita


Jika kita mengikuti perjalanan salib, mungkin akan ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benak kita. Dia mati dengan hinaan dan olok-olok dan juga mati dengan siksaan yang kejam. Mengapa Yesus membiarkan semuanya itu terjadi dalam diriNya? Namun demikian Firman Tuhan ingin menyapa kita, bahwa pertanyaan itu sejak lama sebelum Yesus disalibkan sudah dijawab. Bahwa kasih setia Tuhan adalah kekal dari mulanya. Penderitaan Yesus yang kita saksikan itu adalah pernyataan perasaan yang dialamiNya ketika manusia yang dikasihiNya jatuh kedalam berbagai penderitaan karena dosa. Maka dapatlah kita lihat melalui penderitaan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus atas penderitaan kita, bahwa kasihNya mengatasi segala sesuatunya.
Bisa juga akan muncul pertanyaan berikutnya, “Mengapa harus kematian jalan yang dilakukan Yesus menyelamatkan manusia, apakah tidak ada jalan lain?” Inilah yang hendak kita lihat, bahwa Firman Tuhan itu kekal dari mulanya bahwa setiap orang yang berdosa akan mati (Kej. 2:17). Karena kasihNya yang begitu besar, maka Ia memberikan diriNya menjadi tebusan banyak dosa. Karena manusia tidak lagi dapat lepas dari dosanya jika hanya mengandalkan kekuatannya.
Maka jika kita mengikuti perjalanan penderitaan Yesus dengan seksama, maka akan ada banyak adegan-adengan yang mengarahkan kita untuk memberikan penilaian tentang penyebab Yesus mati tersalib. Mungkin ada yang mengatakan itu karena Pontius Pilatus, itu karena para Imam Yahudi, itu karena Yudas Iskariot dan lain sebagainya. Namun apa yang dialami Yesus dalam penderitaanNya bukanlah karena itu semua, sebab kita dapat mengacu sebagaimana apa yang dikatakan oleh Yesus kepada Pilatus “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas” (Yoh. 19:11).
Walaupun Yesus memberikan diriNya disiksa dan mati tersalib, bukan artinya bahwa Dia tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi Allah mengijinkan semuanya itu terjadi supaya genaplah segala rencana Tuhan atas dunia ini. Maka terjawablah segala pertanyaan olok-olok yang disampaikan kepada Yesus “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!”. Namun itulah yang sebenarnya terjadi, bahwa Yesus tidak dapat melepaskan diriNya dari kasihNya yang besar kepada manusia sehingga Dia harus menanggung segala dosa manusia.
Ketika Yesus bersuara dari salibNya yang mengatakan “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Kita dapat melihat, bahwa yang disuarakan Yesus itu tidak lagi memakai kata “Bapa” tetapi “Allah”. Sebab apa yang terjadi padaNya saat itu bukan lagi perbuatan seorang bapa kepada anaknya, tetapi perbuatan Allah yang berkuasa yang menghukum seorang yang berdosa. Allah yang telah memalingkan mukaNya terhadap seorang pendosa. Suara Yesus di kayu salib itu adalah rintihan dosa manusia yang dibawa oleh Yesus di kayu salib. Sakit dan derita karena dosa itu telah dipikul Yesus.
Saat kematian Yesus itu tiba, sesuatu yang dahsyat telah terjadi. Momen titik pembaharuan kehidupan manusia sedang terjadi, yaitu tabir bait suci terbelah dua. Tabir itu adalah pemisah tempat yang kudus ke tempat yang paling kudus dalam bait suci. Siapapun tidak ada yang dapat masuk kedalamnya kecuali Imam, itupun hanya sekali dalam setahun untuk membawa korban pengampunan dosa. Tabir itu adalah seperti yang dikatakan Yesaya “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu” (Yes. 59:2). Namun saat ketika Yesus mati, tabir itu terbelah dua, itulah tabir dosa yang memisahkan manusia dengan Allah. Maka terbukalah jalan untuk memasuki kekudusan Tuhan, tidak lagi ada dosa yang menjadi pemisah manusia dengan Allah. Seperti yang Yesus katakana di kayu salib “Sudah selesai” (Yoh. 19:30). Maka berakhirlah kuasa dosa yang memisahkan kita dengan Allah.
Setelah Yesus mati, kita juga melihat muzijat lain terjadi, bahwa kepala pasukan yang melihat kematian Yesus berkata “Sungguh orang ini adalah Anak Allah”. Ini adalah suatu pengakuan banyak orang yang kemudian percaya kepada Yesus. Dan ini juga menjadi pengakuan kita akan apa yang kita saksikan tentang kematian Yesus. Bahwa dengan memperingati dan merenungkan kematian Yesus, iman kita akan semakin bertumbuh untuk lebih giat dan semangat karena kita menyaksikan perbuatan Allah yang luar biasa atas kehidupan kita.
Apa yang kita saksikan tentang penderitaan dan kematian Yesus, Dia tidak melawan, tidak berkuasa dan melawan atas apa yang diperbuat terhadap diriNya. Namun inilah yang hendak kita lihat, sesungguhnya kelemahan kitalah yang hendak diperlihatkan oleh Tuhan, bahwa tidak ada kekuatan kita melawan dosa. Kita diarahkan untuk melihat betapa hinanya, bodohnya, menderitanya kita karena dosa itu. Namun di sisi lainnya kita dapat melihat seperti itulah besarnya kasih Tuhan atas diri kita, yang mau menanggung semua penderitaan itu, bahwa hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita.  

injil Markus 15:22-41 menjelaskan tentang kebenaran firmannya, Ada beberapa Poin yang perlu kita akui bahwa Yesus adalah Anak/Utusan Allah, antara lain:
1. Dia di salibkan walaupun tidak berdosa (Jam sembilan pagi)
Menurut Nats kegenapan Alkitab, bahwa saat anak manusia disalibkan (Yesus), Dia berada di tengah-tengah atau diantara kedua orang penyamun dan durhaka yang disalibkan pada waktu itu. Alasan mengapa Yesus di hukum dan disalibkan sesuai dengan tulisan yang terpasang diatas kayu salib adalah “sebagai Raja Orang Yahudi” (Markus 15:26). Itu memberikan pembuktian bagi setiap kita umat yang percaya kepada Yesus, bahwa walaupun Yesus tidak melakukan pelanggaran, kesalahan seperti orang-orang penyamun dan durhaka, tapi dia rela disalibkan untuk melaksanakan kegenapan firman Tuhan.

Dalam proses penyaliban Tuhan Yesus, banyak sekali yang menghujatnya, dan ingin mencoba-cobai Dia supaya dapat membebaskan diriNya dari penyaliban, dan juga imam-imam kepala bersama-sama ahli taurat, mengolok-olok Dia, mereka mengatakan bahwa ”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” (markus 15:31). Tetapi walaupun Yesus sebenarnya bisa melakukannya seperti yang mereka katakan tetapi ImanNya Kepada Tuhan tetap Teguh, dan selalu menjalankan misinya sebagai Anak Allah untuk menggenapi Firman Tuhan itu sendiri, karena jika Yesus tidak di salibkan dan mati maka umat manusia di dunia ini, tetap memiliki jarak yang jauh untuk berhubungan dengan Tuhan dan sekaligus manusia tetap orang berdosa di hadapan Tuhan.
Inilah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan juruselamat dunia, Dia rela disalibkan untuk menebus dosa umat manusia melalui darahnya yang tertumpah dikayu salib karena hanya melalui darahNyalah, dosa kita akan terampuni oleh Tuhan.

2. Setelah Yesus disalibkan,  Jam dua belas Siang kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai tiga jam (markus 15:33)
Ini adalah membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah/Utusan Allah, pada saat yesus disalibkan jam
Kesaksian Alam Saat Yesus Disalibkan
sembilan pagi ada banyak Iblis yang ingin mencobai dia tapi Yesus tetap teguh dalam menjalankan misinya sebagai anak manusia untuk tidak membebaskan diri dari penyaliban, dan pada saat yesus diatas kayu salib tepatnya jam dua belas siang, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai tiga jam, ini membuktikan bahwa dunia ini sudah dikuasai oleh kegelapan dan manusiannya sudah terikat dengan kelakuan-kelakuan yang penuh dengan dosa dan gelap iman, dan tidak memiliki mata hati untuk melakukan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan.
3. Yesus Menyerahkan Nyawanya dan Saat itu Tabit Bait Suci terbelah dua dari atas sampai kebawah jam tiga sore(markus 15:37-38)
Inilah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah/Utusan Allah selain peristiwa yang terjadi pada jam dua belas siang saat yesus di atas kayu salib dan kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai tiga jam, pembuktian dan pengakuan serta kesaksian yang dinyatakan oleh setiap yang ada pada saat itu adalah setelah yesus menyerahkan Nyawanya kepada Tuhan, Yesus mengatakan “Ya Tuhan kepadamulah kuserahkan hidupku”, ketika itu tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai kebawah (Markus 15:38). Ini menandakan bahwa tidak ada lagi pembatas atau pemisah hubungan kita dengan  Tuhan karena Yesus telah menyucikan kita dari belenggu dosa melalui kematiaanNya diatas kayu salib, pengorbananNya untuk menanggung semua dosa-dosa kita umat manusia merupakan kegenapan firman Tuhan saat Yesus di Dunia supaya hubungan kita dengan Tuhan tidak ada jarak pemisah dan supaya tidak ada kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dengan Tuhan.
Kemudian yang menjadi kesaksian lagi pada saat Yesus mati diatas kayu salib, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia (Yesus) melihat matinya demikian, berkatalah Ia “Sungguh orang ini adalah anak Allah” (Markus 15:39). ini menandakan Yesus disalibkan dan mati membuktikan bahwa Dia anak Allah.
APA YANG PERLU KITA AMBIL SIKAP DARI PROSES YESUS DISALIBKAN DAN MATI MEMBUKTIKAN BAHWA DIA ANAK ALLAH (MARKUS 15:22-41)? Setelah kita mengetahui bahwa Yesus adalah anak Allah yang mengorbankan diriNya disalibkan untuk menebus Dosa-dosa kita, harus kita kita sadari bahwa kita adalah manusia yang terbelenggu dengan dosa, patut kita sembah sujud dihadapanNya karena pengorbanan dan kemurahan hatinya kepada setiap kita umat yang percaya kepadanya dan maupun dunia. Melalui kegelapan kita menjadi terang oleh darahnya yang tertumpah di kayu salib.Tidak ada lagi jurang pemisah antara saya, anda dan kita semua untuk berhubungan dengan Tuhan Allah. Amen

1 komentar:

achachakquesenberry mengatakan...

Why does the minimum wage rise so dramatically in New Jersey?
by 구미 출장안마 JS 여수 출장마사지 Miller 전주 출장샵 · 2011 · Cited by 8 — If you think the minimum wage is $10, you might be wrong, according to your The minimum wage is 양산 출장안마 based on the number of workers employed 충청남도 출장안마 at a casino and resort.