Rabu, 24 April 2019

Khotbah Paskah Subuh 21 Apr 2019 Yoh 11:17-27. Yesus Kebangkitan Dan Hidup


 Berita tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian adalah hal yang sangat menakutkan bagi Iblis dan merupakan kebencian bagi orang-orang yang sesat.  Sudah sejak zaman para rasul Kristus banyak ahli Taurat dan pemuka agama yang menyangkal kebangkitan Kristus ini.  Dan sampai hari ini pun Iblis terus berusaha meyakinkan manusia yang ada di bumi ini bahwa Yesus Kristus itu tidak bangkit dari kematian sebab Dia tak pernah disalibkan.  Memang banyak pendapat dan teori manusia yang dipaksa-paksakan untuk memutarbalikkan fakta tentang penyaliban dan juga kebangkitan Yesus Kristus.  Yang pasti, teori penyangkalan manusia akan kebangkitan Yesus Kristus itu didalangi oleh roh Iblis karena Iblis tahu benar bahwa apabila manusia mengerti kuasa kebangkitan Kristus, manusia dapat menggunakan kuasa itu untuk mengalahkan semua tipu muslihat Iblis yang berusaha untuk membinasakan setiap segi kehidupan manusia.  Mengahadapi semua itu biarlah kita tetap bersikap tenang dan tak perlu menanggapi teori-teori atau berita yang bertentangan dengan firman Tuhan.  Jangan sedikit pun ragu akan kebenaran Injil.      Rasul Paulus berkata,  "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."  (1 Korintus 15:14).  Umumnya gereja-gereja hanya membahas dan membicarakan soa kebangkitan Kristus pada hari Raya Paskah saja.  Salib dan kebangkitan merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dan saling terkait.  Tanpa kebangkitan, salib tak punya arti apa-apa.  Tanpa kebangkitan Kristus, salib hanya merupakan suatu tragedi memilukan dan sebuah kekalahan belaka.  Jika Kristus terus terbaring di dalam kubur dan tidak bangkit, dunia tetap berada di dalam kegelapan dan hidup manusia tidak berarti apa-apa.
     Itulah yang dilakukan Iblis yaitu meracuni pikiran manusia sehingga manusia tidak percaya bahwa Kristus disalibkan dan pada hari yang ketiga telah bangkit.
Dengan ketidakpercayaannya kepada Kristus manusia pasti akan mengalami kebinasaan kekal.  Sebaliknya, barangsiapa yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan!
Betani adalah sebuah desa kecil tiga kilometer dari Yerusalem. Lazarus sahabat Yesus tinggal di sana. (Yohanes 11:18) Beberapa minggu sebelum Yesus dipantek, sebuah tragedi terjadi. Lazarus tiba-tiba sakit parah dan akhirnya meninggal.
Sewaktu Yesus mendengarnya, ia memberi tahu murid-muridnya bahwa Lazarus sedang tidur dan ia akan membangunkannya. (Yohanes 11:11) Namun, murid-murid tidak mengerti apa maksudnya, jadi Yesus mengatakan dengan terus terang, ”Lazarus telah mati.”—Yohanes 11:14. Yesus tiba di Betani empat hari setelah Lazarus dimakamkan. Ia segera menemui Marta, adik Lazarus, untuk menghiburnya. ”Seandainya engkau ada di sini,” kata Marta kepada Yesus, ”saudaraku tidak akan mati.” (Yohanes 11:17, 21) Yesus menjawab, ”Akulah kebangkitan dan kehidupan. Ia yang memperlihatkan iman akan aku, meskipun ia mati, ia akan hidup.”—Yohanes 11:25.
”Lazarus, marilah ke luar!”
Untuk membuktikan kata-katanya, Yesus mendekati makam Lazarus dan berseru, ”Lazarus, marilah ke luar!” (Yohanes 11:43) Dan keluarlah Lazarus, disaksikan orang-orang yang tercengang dan terbelalak.
Sebelumnya, telah dua kali Yesus membangkitkan orang mati. Salah satunya adalah putri Yairus. Persis sebelum membangkitkannya, Yesus juga mengatakan bahwa anak perempuan itu sedang tidur.—Lukas 8:52.
Menarik, Yesus menyamakan kematian Lazarus dan putri Yairus dengan tidur. Mengapa kematian itu cocok disamakan dengan tidur? Sewaktu tidur, seseorang beristirahat dalam keadaan tidak sadar. Sama seperti itu, orang mati tidak tahu apa-apa dan sedang ”beristirahat” dari rasa sakit dan penderitaan. (Pengkhotbah 9:5; lihat kotak  ”Kematian Seperti Tidur Nyenyak”.) Murid-murid Yesus masa awal memahami keadaan orang mati. Encyclopedia of Religion  and Ethics menyatakan, ”Para pengikut Yesus percaya bahwa kematian adalah tidur, dan kuburan adalah tempat beristirahat . . . bagi mereka yang mati dalam keadaan beriman.” *
Kita pasti lega setelah tahu bahwa orang mati seperti sedang tidur dalam kubur dan tidak menderita. Kematian bukan lagi suatu misteri yang menakutkan bagi kita.
Menjelang hari raya Paskah Yesus tiba di Betania, dan didapat-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya itu. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya. Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya, "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Yesus menjawab, "Akulah kebangkitan dan hidup; Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta, "Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
 YA, TUHAN, AKU PERCAYA
Kematian merupakan sesuatu yang menakutkan bagi setiap orang. Bahkan ketika hal itu terjadi pada anggota suatu keluarga seakan dunia gelap bagi seluruh keluarganya. Apalagi jika yang meninggal itu masih muda bahkan yang tua sekalipun.  Iman keluarga orang yang meninggal itu pun seakan ikut mati seiring dengan meninggalnya sanak keluarga mereka. 
Peristiwa serupa terjadi dalam Injil hari ini. Ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Orang-orang Yahudi pun datang kepada Maria dan marta untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan seandainya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati, dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya." Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
Apakah kita percaya pada jawaban Yesus itu? Jika kita percaya maka kita tidak perlu takut pada kematian. Maka percayalah seutuhnya pada Yesus sang pemberi kehidupan dan kematian. Dengan mengucapkan "Ya, Tuhan, aku percaya" kita telah meyakini dan mempercayai bahwa Yesus sungguh berkuasa atas diri kita. Jika demikian, masihkan kita takut akan kematian?. Amen



Tidak ada komentar: