Rabu, 24 April 2019


BUKU ACARA
PEKAN KELUARGA
GKPI JEMAAT KHUSUS CILIWUNG BANDUNG
TAHUN 2018


Kata Sambutan Pendeta Resort
Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Raja Gereja, karena kasih-Nya yang memberi kesempatan kepada seluruh warga jemaat untuk mewujudkan kebersamaan melalui Pekan Keluarga dan kegiatan olahraga antar sektor, semua ini kita programkan bukan semata untuk memperoleh hadiah atau mencari kejuaran tetapi dengan madsud agar semua warga jemaat saling mengenal dan tumbuh kebersamaan/cinta kasih, terutama di antara keluarga agar terbentuk hubungan yang baik, sebab firman Tuhan berkata dalam Mazmur 133: 1 – 3 “Sungguh alangkah baik dan indahnya, apabil saudara saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala yang meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab kesana TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Ibadah itu sangat berguna dan bermanfaat dalam Ibrani 10: 25 “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati,  dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Karena itu marilah kita mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, dan jangan sampai ada keluarga yang melewatkannya. Tuhan pasti memberkati setiap keluarga.
Dan melalui Pekan Keluarga ini setiap warga jemaat hendaknya terpanggil untuk:
1. Setia mengikuti Kebaktian di Gereja,
2. Setia dan proaktif memenuhi tanggung jawabnya sebagai warga jemaat yang baik,
3. Setia membaca Alkitab dan berdoa,
4. Setia mensyukuri berkat Tuhan yang telah diterima oleh setiap keluarga.
Tuhan Memberkati.
Bandung. -------------- 2018


Pdt. R. H. L. Tobing, S.Th., MA



TATA IBADAH PEKAN KELUARGA
Senin, ---------------- 2018
Thema:  “Keluarga yang Berbahagia”
1. Panggilan Beribadah :
P          : Beribadah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorai-sorai, masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya.
AK      : Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun (Mzm 100:2).
2. Pujian Menghadap Tuhan : Bernyanyi KJ. No. 15: 1-2
1. Berhimpun semua menghadap Tuhan dan pujilah Dia, Pemurah dan benar. Berakhirlah segala pergumulan, diganti dengan kedamaian yang besar.
2. Hormati namaNya serta kenangkan mujizat yang sudah dibuatNya. Hendaklah t'rus syukurmu kau nyataka,n di jalan hidupmu seluruhnya.
3. Berdoa (Salah seorang peserta ibadah)
4. Bernyanyi  : KJ. 454 : 1- 2
1. Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku: kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega. Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan Segar; ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh.
2. Indahnya saat yang teduh, dengan bahagia penuh, Betapa rindu hatiku, kepada saat doaku. Bersama orang yang kudus, kucari wajah Penebus; Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.
5. Khotbah (Dibaca kepala keluarga)
The Saturday Evening Post pernah menerbitkan sebuah artikel berjudul “True Love”. Demikian petikannya: “Untuk membuktikan kesungguhan cintanya, seorang suami membuktikannya dengan mengarungi sungai yang terdalam, melintasi gurun pasir yang terluas, dan melintasi gunung yang tertinggi. Tetapi apa hasilnya? Istrinya menceraikannya. Karena apa? Karena sang suami tidak pernah dirumah”. Sang istri tidak merasakan “true love” dari suaminya.
Tatkala Yosua bersama umat Israel menyeberangi Laut Teberau, melintasi gurun pasir, mengintari Kanaan, menyeberangi sungai Yordan, bahkan sampai memasuki negeri Kanaan, semuanya itu, baik peristiwa besar maupun kecil, mereka tetap melihat Tuhan selalu hadir dan menyerati mereka. Mereka sungguh melihat “true love” Tuhan secara nyata. Ini yang membedakan “True love” manusia dengan Allah. True love Allah sangat tidak terbatas oleh tempat dan waktu, sedangkan manusia sangat terbatas. Sungguh patutlah kita bersyukur. Demikianlah true love Allah sungguh nyata dengan kehadiranNya di tengah tengah umatNya. Karena itu jugalah di akhir hidupnya, Yosua kembali menantang bangsa Israel untuk tetap menyembah Tuhan “……. Pilihlah kepada siapa kamu akan beribadah hari ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24: 15 b).

Pertanyaan Diskusi :
Baca Mazmur 136 : 1. Apa makna ayat tersebut bagi saudara? Dan bagaimana saudara menerapkan itu dalam keluarga saudara?
Seandainya saudara berada di tenagh-tengah umat Israel pada zaman Yosua, mendengar bagaimana Yosua mengajukan pilihan (Yosua 24: 15), mana saudara pilih? Jelaskan!
Dalam kehidupan kita, dalam segala hal yang sudah kita lalui, apakah kita merasakan betul kasih dan penyertaan Tuhan? Pada saat kapan? Sharingkan!
6. Bernyanyi  : KJ. 410 : 1- 2
  1. Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.
    Di tiap saat dan kerja, tetap kurasa tanganNya.
Refrein: Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.
  1. Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,
    di taupan dan di laut tenang, tetap tanganku dipegang.
Refrein: Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

7. Persembahan : (Ay. Roma 12: 1), dibaca oleh yang membawa Firman
8. Doa Persembahan dan Doa Bapa Kami

---------------- Selamat Beribadah Tuhan Yesus Memberkati -----------------














Tata Ibadah Pekan Keluarga
Selasa, …………….. 2018
Thema : Jangan Cari Kesalahan Orang lain.
1. Panggilan Beribadah :
P          : Pujilah Tuhan hai jiwaku, Pujilah namaNya yang kudus hai segenap batinku.
AK      : Pujilah Tuhan, hai jiwaku dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya
P          : Dia yang mengampuni segala kesalahanmu
AK      : Yang menyembuhkan segala penyakitmu.
2. Pujian menghadap Tuhan : KJ. 10 : 1 – 2
1 Pujilah Tuhan sang Raja yang maha mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia Datang berkaum,
b'rilah musikmu bergaung
Angkatlah puji-pujian
2. Pujilah Tuhan segala kuasa pada-Nya
Sayap kasih-Nya yang aman mendukung anak-Nya
Tiada ter'pri yang kepadamu dib'ri
Tidak kah itu kau rasa

3. Berdoa (Salah seorang anggota keluarga)
4. Bernyanyi : KJ. 439 : 3
Bila kau memandang harta orang lain, ingat janji Kristus yang lebih permai Hitunglah berkat yang tidak terbeli, milikmu di Sorga tiada terperi, Ref: Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau 'kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.

5. Khotbah :
Bacaan: Matius 7:3 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu ..." Sebuah puisi menulis seperti ini : Jangan mencari kesalahan orang yang timpang Atau tersandung-sandung di sepanjang jalan kehidupan, Kecuali engkau sudah mengenakan sepatu yang dipakainya, Atau menanggung beban yang dipikulnya Mungkin ada paku dalam sepatunya yang melukai kakinya, Meski tersembunyi dari pandanganmu, beban yang ditanggungnya, bila kaupikul di punggungmu, mungkin 'kan membuatmu tersandung pula. Jangan terlalu keras pada orang yang melakukan kesalahan Atau melempari dia dengan kayu atau batu Kecuali engkau yakin, ya, sangat yakin, Bahwa kau sendiri tak punya kesalahan. * Saya memiliki kebiasaan buruk, yang hampir semua dari Anda memilikinya juga. Menilai orang lain dengan poin yang sangat rendah. Dengan mudah kita akan berkata, begitu saja tak bisa, tak becus, dasar o'on, bodoh, tolol dan perkataan menyakitkan lainnya. Saat melihat orang lain melakukan kesalahan, dengan mudahnya kita mengetokkan palu layaknya hakim dan menundingnya dengan sinis, tanpa kita pernah mau tahu apa alasannya atau hal-hal apa yang membuat ia melakukan hal itu. Giliran kita mengalami apa yang ia alami. Atau merasakan apa yang ia rasa. Atau melakukan apa yang ia lakukan. Belum tentu kita bisa melakukannya dengan baik, atau jangan-jangan poin kita justru ada dibawahnya. Lihat saja para penonton bola yang bisanya cuma teriak-teriak dan memaki-maki pemain yang sedikit saja melakukan kesalahan. Sesekali turun ke lapangan dong, dan tunjukkan permainan bola Anda!, demikian saya akan menantangnya. Tak perlu menilai orang lain, sebab kita tidak pernah tahu seperti apa kita seandainya berada di posisinya. Belajar memahami orang lain jauh lebih baik daripada kita mengecamnya. Kita bukan manusia yang anti kesalahan, lalu mengapa kita begitu mudah mencaci kesalahan orang? Paling tidak kita harus pernah mengalaminya sendiri lebih dulu, barulah kita boleh berkata-kata. Stop menilai orang lain sebelum kita mengalaminya lebih dulu.

6. Bernyannyi KJ: 26:1-2
1. Mampirlah dengar doa ku, Yesus Penebus,
Orang lain kau hampiri, jangan jalan t'rus
Ref: Yesus- Tuhan, dengar doa ku, Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t'rus
2. Dihadapan tahta rahmat, aku menyembah,
Tunduk dalam penyesalan, Tuhan tolonglah
Ref: kembali ke reff.
Atau boleh dari BE: 212: 1-2,4
1. Haholongonna badia, Sian Tuhan Jesus i
Sai songgopi, sai bongoti, Roha dohot tondingki
2. Hasonangan hadadameon, Na ro sian Jesus i
Sai pahosa au na loja, Asa bulus rohangki
4. Sai palambas ma rohangku, dompak angka dongan i
Asa tung ringas rohangku, lao manesa do sai

7. Doa Persembahan dan Doa Bapa Kami


~ Selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati -













TATA IBADAH PEKAN KELUARGA
Rabu, --------------- 2018
Thema: Team Work


1. Panggilan Beribadah:
P : Aku hendak mengagungkan, ya Allahku Ya Bapa, dan aku hendak memuji
nama-Mu untuk seterusnya, dan selama-lamanya
AK: Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan Hendak memuliakan namaMu dan selamanya.
P : Besarlah Tuhan dan sangat terpuji
AK: Dan kebesaran-Nya tidak terduga

2. Pujian Menghadap Tuhan: KJ.3: 1+4
1. Kami puji dengan riang, Dikau Allah yang besar
Bagai bunga f'rima siang hati kam ipun mekar
Kabut dosa dan derita, kebimbangan t'lah lenyap
Sumber suka yang abadi, b'ri sinar-Mu menyerap
4. Mari kita pun memuji, dengan suara menggegap
Menyanyikan kuasa kasih, yang teguh serta tetap
kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang
Ikut mengagungkan kasih, dalam lagu pemenang

3. Berdoa ( salah seorang anggota keluarga)

4. Bernyanyi KJ: :249: 1-2
1. Serikat persaudaraan, berdirilah teguh
Sempurnakan persatuan, didalam Tuhan -mu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera, dengan pengasihan
2. Serikatmu tetapteguh, diatas alasan
Yaitu satu Tuhanmu, dan satulah iman
Dan satu juga baptisan, dan bapa satulah
Yang oleh mu sekalian, di puji disembah

5. Khotbah:
Bacaan: Yohanes 17:21
"...Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau..." Saya selalu berpikir bahwa sebuah tim olahraga yang bertaburan dengan bintang, pasti akan mendulang sukses dan menjadi juara. Memang tak dapat disangkal lagi bahwa kemampuan dan keahlian individu sangat berpengaruh pada potensi tim, namun ternyata itu bukan segala-galanya. Ada satu hal lagi yang lebih penting dari pada sekedar skill individu, yaitu kerja sama dalam tim! Bagi Anda yang suka sepak bola, mungkin masih membekas kuat di benak kita kejuaraan euro-champion pada tahun 2004. Sang juara bukanlah Italia, Inggris, Perancis, Belanda ataupun Spanyol yang bertebaran bintang, tapi justru Yunani yang sama sekali tidak diperhitungan dan dianggap sebagai tim underdog. Tidak salah juga jika tim Yunani sama sekali tidak diperhitungkan, sebab mereka memang tak punya pemain yang sangat menonjol, namanya saja kita hampirhampir tidak pernah mendengarnya. Lalu apa kunci kesuksesan mereka sehingga mereka berhasil mempecundangi tim-tim unggulan? Kerja sama tim! Untuk meraih kesuksesan, kerja tim yang solid mutlak diperlukan. Jika tak ada kerja sama yang bagus, ini akan sangat memperlambat kinerja keseluruhan. Menjadi tugas seorang pemimpin untuk membuat sebuah tim kerja yang solid, ini akan berdampak besar bagi kemajuan perusahaan. Saya cuplikan kata-kata bagus dari Michael Jordan, bintang NBA "Ada banyak tim dalam setiap olahraga yang memiliki pemain-pemain hebat tetapi tidak pernah memenangkan pertandingan. Seringkali, pemain-pemain tersebut tidak mau berkorban untuk kebesaran tim yang lebih baik. Hal yang menggelikan adalah, pada akhirnya keengganan mereka untuk berkorban hanya membuat tujuan-tujuan pribadi lebih sulit dicapai. Satu hal yang saya percayai adalah jika Anda berpikir dan mencapai sesuatu sebagai sebuah tim, penghormatan pribadi akan datang dengan sendirinya." Kerja sama tim itu kunci kesuksesan kita. Unsur individu memang penting, namun tidak ada yang bisa menggantikan kerja sama tim!Satu orang dapat menjadi unsur dalam sebuah tim, tetapi satu orang tidak dapat membuat tim.

6. Bernyanyi KJ: 388:1-2
1. S'lamat ditangan Yesus,aman pelukan-Nya,
Dalam teduh kasih-Nya, aku bahagia
Lagu merdu malaikat oleh ku terdengar
Dari ne'gri mulia, damai sejaht'ra
Ref: S'lamat ditangan Yesus aman pelukan-nya
Dalam teduh kasih-nya, aku bahagia
2. S'lamat ditangan Yesus, aku tent'ram penuh
Dosa pun dan cobaan, jauh dari diriku
Duka cemas dan bimbang, kuasanya tak tetap
Goda dan air mata akan se'gra lenyap
Ref: kembali ke reff

7. Persembahan:

8. Doa Penutup dan Doa Bapa Kami


~ Selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati ~








TATA IBADAH PEKAN KELUARGA
Kamis, --------------- 2018
Thema : Persaingan

1. Panggilan Beribadah:
P : Bersyukurlah kepada Tuhan serukanlah nama-Nya
AK: Perkenalkanlah perbuatan-Nya diantara bangsa-bagsa
P : Bernyanyilah bagi-Nya bermazmurlah bagi-Nya
AK: Percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib
P : Bermegahlah didalam nama-Nya yang kudus
AK: Biarlah bersuka cita, orang-orang yang mencari Tuhan
P : Carilah Tuhan dan kekutan-Nya
AK: Carilah wajah-Nya

2. Pujian Menghadap Tuhan: Bernyanyi KJ. No. 29: 1-2
1. Andaiku punya banyak lidah, dan punya suara yang besar
Akan kugubah madah indah, dan kubernyanyi bergemar
Memuji kasih Allah ku, yang dicurahkan padaku
2. Janganlah diam hai jiwaku, dan kau ragaku bangunlah
Nyatakanlah kegiranganmu, atas berkat anugerah
Karena selama hidupku, akan kupuji Allahku

3. Berdoa ( salah seorang peserta ibadah)

4. Bernyanyi KJ: 407:1-2
1. Tuhan Kau gembala kami, tuntun kami, domba Mu
B'rilah kami menikmati, hikmat pengurbanan Mu
Tuhan Yesus Juru selamat kami ini milkimu
Tuhan Yesus Juru selamat kami ini milik Mu
2 Kau pengawal yang setia, kawan hidup terdekat
Jauhkan kami dari dosa panggil pulang yang sesat
Tuhan Yesus juru selamat, kami mohon b'ri berkat
Tuhan Yesus juru selamat, kami mohon b'ri berkat.
Atau Boleh dari BE: 211: 1-2
1. Tuhan Jesus siparmahan,au biru-biru na do
Jesus gok di ho rohangku, sai ihut tononku Ho
Sai ihut tononku Ho, Sai Ihuttononku Ho.
Jesus gok di Ho rohangku, sai ihuttononku Ho
2. Jumpa masa sori mago, Tung pangapul Ho gogo
Ia bogas Mi hu ida, Sai ihuttononku Ho
Sai ihuttononku Ho,sai Ihuttononku Ho
Ia bogas mi huida, sai ihuttononku Ho
5. Khotbah
Bacaan: I Korintus:9:24-27 Tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu lari begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Inilah waktu untuk berkompetisi. Di era global ini jarang dan hampir tak ada yang bisa menjadi pemilik pasar. Semua lobang sudah terisi oleh persaingan vang ketat. Jika tak siap dalam dunia bisnis yang makin kompetitif, bisa dipastikan kita akan tereliminasi. Hal yang sama juga berlaku bagi kita sebagai pekerja. Jika potensi kita tak berkembang, atau prestasi kita sangat minim stau produktifitas kerja kita jauh dari kata efisien dan efektif, maka siapsiaplah kita meninggalkan kursi dan sebaliknya mempersilakan orang lain yang akan menempatinya. Namun sungguh bijak seandainya kita tidak membenci situasi yang mengharuskan Kita untuk berkompetisi, apalagi harus membenci pesaing kita. Sebab ada banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dalam sebuah kompetisi jika kita bisa menyikapi dengan sudut pandang yang positif.
Pertama, persaingan bisa menjadi bahan bakar untuk memacu perusahaan kita. Tanpa persaingan mungkin kinerja kita sangat biasa, namun setelah ada ancaman dari kompetitor mau tidak mau kita harus meningkatkan kinerja kita sebaik mungkin. Kalau tidak, kita akan mati! Kedua, persaingan membuat kita tahu posisi kita. Keberhasilan pesaing bisa kita gunakan sebagai barometer atau tolak ukur. Paling tidak kita akan tahu apakah kita jauh tertinggal, ataukah sekarang ini kitalah yang jadi pemimpin pasar. Jika kita menyadari bahwa kita tertinggal, maka kita akan dengan cepat mengejar ketertinggalan itu.
Ketiga, persaingan akan membuat kita makin kreatif dan inovatif. Tak ada istilah puas setelah mencapai titik tertentu. Bahkan ketika kita sudah menjadi market leader sekalipun, jika kita tak ingin posisi kita didahului oleh pesaing kita. Mau tidak mau kita akan terus berupaya untuk terus kreatif dan inovatif.
Keempat, khusus bagi Anda yang hidup dalam persaingan di antara sesama rekan kerja, yakinlah bahwa dengan adanya persaingan maka Anda bisa memunculkan potensi terbaik yang Anda miliki. Anda akan terus melakukan personal improvement karena sebuah persaingan. Bukankah persaingan itu baik? Tanpa persaingan maka kita akan menjadi statis, dan gagal mencapai yang terbaik dalam diri.

6. Bernyanyi: KJ.402: 1-2
1. Kuperlukan Juru s'lamat, agar jangan ku sesat
S'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat
Ref: Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan
Bila Tuhan ku membimbing, ku di jalan pun ten t'ram
2. Kuperlukan juru s'lamat, karena imanku lemah
Hiburan-Nya menguatkan, sungguh tiada bandingnya
Ref: Maka...

7. Persembahan

 8. Doa Penutup dan Doa Bapa Kami

~ Selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati ~




TATA IBADAH PEKAN KELUARGA
Jumat, ----------------- 2018
Thema: Mengampuni Itu Indah

1. Panggilan Beribadah:
P : Bersorak-soraklah bagi Allah hai seluruh bumi
AK: Mazmurkanlah Nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian
P: Katakanlah kepada Allah betapa dahsyatnya karya-Mu
AK: Oleh kekuatan-Mu yang besar, saat ini kami dapat, seperti pada saat ini
P: Kami bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, Jadilah kehendak-Mu ditengah keluarga kami
AK: Agar keluarga kami menjadi keluarga yang berjati diri, yang diwujudkan nyatakan dalam kehiduapan bergereja dan kehidupan sehari-hari

2. Pujian menghap Tuhan: Bernyanyi KJ. 355:1-2
1. Yesus memanggil mari seg'ra ikutlah jalan s'Imat baka
Jangan sesat dengar sabdaNya,hai marilah se'gra
Ref : Sungguh nanti kita 'kan senang,bebas dosa hatipun tentram
Bersama Yesus dalam terang dirumah yang kekal
 2. Hai marilah, kecil dan besar, biar hatimu girang benar
Pilihlah Yesus jangan gentar, Hai mari datang lah Ref: kembali ke reff

3. Berdoa ( salah seorang peserta ibadah)

4. Bernyanyi KJ: 64: 1-2
1. Bila Kulihat bintang gemerlapan, dan bunyi guruh riuh kudengar
Ya Tuhan ku tak putus aku heran, melihat ciptaan-Mu yang besar
Reff : Maka jiwaku pun memuji-Mu sungguh besar Kau Allahku
Maka jiwaku pun memuji-Mu sungguh besar Kau Allahku
2. Ya Tuhan ku pabila kurenungkan pemberian-Mu dalam penebus
Kutertegun bagi ku dicurahkan oleh putra-Mu darah-Nya kudus
Reff : Maka....

5. Khotbah:
Seorang guru membawa sekeranjang kentang ke dalam kelas. Setiap anak diminta untuk mengambil kentang. Masing-masing satu kentang untuk setiap orang yang pernah membuat mereka sakit hati. "Bawalah kentang ini kemanapun kalian pergi ke sekolah, ke gereja, mandi, tidur. Pokoknya jangan dilepas. Sampai minggu depan," perintah sang guru. Para murid melakukannya. Seminggu kemudia mereka kembali ke kelas. Sang guru bertanya, "bagaimana perasaan kalian dengan kentang itu?". Para murid komplain. Ada yang bilang tidak enak. Bikin repot. Kentangnya jadi busuk dan berbau tidak sedap. Pokoknya semua murid sangat terganggu dengan kehadiran kentang itu Gurunya berkata, "begitulah juga kalau kita terus memendam rasa sakit hati.  Kita sendiri yang tidak enak. Seperti membawa kentang-kentang itu.
Pernah dibuat kesal sama seseorang? Pernah merasakan sakit hati sampai ke ubun-ubun? Pada saat seperti itu, kata Kebencian? Amarah yang sampai ke ubun-ubun? Pada saat seperti itu, kata maaf  seolah lenyap dari kamus hidup kita. Tiada maaf bagimu. Seperti diungkap oleh grup  musik Chicago: "It's hard to say I'm sorry". Tidak jarang yang lintas malah keinginan untuk balas dendam. Bahkan kerap menggunakan istilah  yang rohani: "biar Tuhan yang membalas semua perbuatan jahatnya". Tuhan malah diajak "berkolusi" dalam dendam.
Kekecewaan, kesedihan, kebencian, amarah, dan sakit hati adalah rasa yang paling mengobrak-abrik jiwa. Ada sebuah ungkapan bernada canda dalam sebuah lagu: lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati. Sakit fisik seolah lebih mudah dihadapi daripada sakit batin. Konon orang lebih gampang kurus kalau makan hati.
Dalam doa Bapa Kami, ada bagian "dan ampunilah kami atas segala kesalahan kami, seperti kamu juga telah mengampuni yang bersalah kepada kami". Mungkin sakina terbiasanya orang mengucapkan doa Bapa Kami, termasuk bagian ini. Sehingga kurang terhayati. Terucap tanpa tekad untuk melaksanakan.
Tapi ada juga yang rada "sadar diri". Karena masih punya dendam dengan sesama, masih tidak bisa memaafkan saudara, kolega, atau sahabatnya, maka ketika diajak mengucapkan doa Bapa Kami, dan sampai pada bagian tersebut, ia memilih tidak menyebutkannya. Biar tidak merasa berdosa kepada Tuhan.
Padahal megampuni adalah panggilan kita orang percaya. Mengapa? Karena Tuhan sudah lebih dulu mengampuni. Dengan kata lain, kalau saat ini kita tidak dapat mengampuni orang lain, maka pastikan dulu diri kita adalah orang yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa.

6. Bernyanyi: BE. No.227: 1-2
1. Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho nama diringku, rodi na sa langkaki
2. Lam tangkas ma patuduhon, tu au on pangkop-kopmi
Asa i hu haluhunghon, Hot ma au di lambung -Mi
Atau boleh diganti dengan KJ.33: 1-2

7. Persembahan

8. Doa Persembahan dan Doa Bapa kami


~ Selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati~










TATA IBADAH PEKAN KELUARGA
Sabtu, ---------------- 2018
Thema: Nilai Waktu

1. Panggilan beribadah:
P : Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara hidup rukun
AK: Seperti minyak yang baik, diatas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan gunung Sion,
AK: Sebab kesanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan selama lamanya.

2. Pujian menghadap Tuhan: Bernyanyi KJ. 318: 1-2

1. Berbahagia tiap rumah tangga, dimana Kaulah tamu yang tetap
Dan merasakan tiap suka cita, tanpa Tuhan -nya tiadalah lengkap
Dimana hati girang menyambut Mu, dan memandang Mu dengan berseri
Tiap anggota menanti sabdaMu, dan taat akan Firman yang kau beri
2 Berbahagia rumah yang sepakat, hidup sehati dalam kasihMu
Serta tekun mencari hingga dapat damai kekal didalam sinar Mu
Dimana suka duka kan dibagi, ikatan kasih semakin teguh
Diluar Tuhan tidak ada lagi, yang dapat memberi berkat penuh

3. Berdoa ( salah satu peserta ibadah)

4. Bernyanyi KJ. 392: 1-3
1. Kuberbahagia yakin teguh, Yesus abadi kepunyaan ku
Aku waris-Nya ku ditebus, ciptaan baru Rohul Kudus
Ref : Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya
Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya
3. Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhan ku hatiku teduh
Sambil menyongsong kembalinya,kudiliputi anugerah
Ref : Aku bernyanyi...

5. Khotbah:
Bayangkan ada suatu bank yang setiap pagi memasukkan uang sejumlah Rp 86.400 ke rekening Anda. Anda harus menggunakan seluruhnya hari itu, tak ada saldo yang tersisa hari itu. Setiap malam bank itu menghapus saldo yang tersisa. Apa yang Anda lakukan? Tentu saja Anda berusaha menggunakan seluruhnya agar tak tersisa sesen pun!!! Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya adalah WAKTU. Setiap pagi, bank itu memberikan pada kita 86.400 detik. Setiap sore seluruhnya dihapus. Bila Anda tidak memanfaatkannya maka Anda mengalami kerugian. Anda tidak bisa meminta sisa yang tidak Anda manfaatkan. Setiap pagi jumlah yang sama ditambahkan lagi ke rekening Anda, setiap malam semuanya dihapus. Berapa pun yang tersisa Anda tidak dapat menggunakannya lagi esok. Anda harus hidup dari apa yang tersedia hari ini akanlah sebanyak-banyaknya untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda! Jarum jam berjalan terus. Manfaatkan sebaik-baiknya hari ini Setiap waktu memiliki nilai!!
·         Untuk mengetahui nilai SATU TAHUN, tanyakan pada mahasiswa yana acogl dalam ujiannya.
·         Untuk mengetahui nilai SATU BULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan secara dini.
·         Untuk mengetahui nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
·         Untuk mengetahui nilai SATU JAM, tanyakan pada orang yang sedang menunggu kedatangan kekasihnya.
·         Untuk mengetahui nilai SATU MENIT, tanyakan pada orang yang baru saja ketinggalan kereta.
·         Untuk mengetahui nilai SATU DETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar kecelakaan.
·         Untuk mengetahui nilai SATU MILIDETIK, tanyakan pada atlit yang baru saja memenangkan medali pada pertandingan olimpik.
Hargailah setiap saat yang Anda miliki. Dan hargailah lebih bila Anda dapat berbagi dengan orang yang khusus bagi Anda. Ingat waktu tidak akan menunggu siapapun. Kemarin adalah sejarah. Esok adalah misteri. Hari ini adalah anugerah. Hari ini adalah anugerah, oleh karena itu disebut "present" (yang bisa berarti "kini" atau "hadiah"). Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Matius 6:34).

6. Bernyanyi KJ. 421: 1-2
1. Yesus saja kawan ku musafir, dengan Yesus jalan ku senang
Jalan dan tujuan dalam Dia, Hati dan hidup ku pun tenang,
hati dan hidupku pun tenang,
2. Dijalanku menempuh lautan, Melintasi gunung dan lembah
Jika bukan Dia memandu ku, Tak kucapai rumahNya baka
Tak kucapai rumahNya baka

7. Persembahan

8. Doa persembahan dan Doa Bapa Kami

~ Selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati~









PESAN PEKAN KELUARGA
MAJELIS GKPI JEMAAT KHUSUS CILIWUNG BANDUNG
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan"
Josua, 24: 14

Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Maz.136:1) Itulah ungkapan yang patut kita dengungkan de hati dan kehidupan kita, khususnya pada saat ini dimana kita ada seperti saati Kita patut merenungkan akan perjalanan kehidupan kita, bagaimana tuntud Tuhan terhadap kita, kita dapat melangkah dalam pergurulan kehidupan di tenoch negara yang ditimpa bergabai krisis.
Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan. Ayat ini adalah merupakan bagian dari kata-kata perpisahan Yosua dengan bangsa Israel dimana seperti yang kita ketahui, bagaimana Tuhan menuntun bangsa tersebut keluar dari perbudakan di tanah Mesir, demikian juga bagaimana Yosua melanjutkan tongkat kepemimpinan dari Musa untuk melanjutkan perjalanan bangsa tersebut ketanah yang penuh madu dan susunya.
Josua dengan tegas mengatakan bahwa saya dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan Allah Israel, bukan kepada Allah lain. Dimana dalam hal ini Yosua adalah pemimpin yang tidak diktator melainkan demokratis hal ini terlihat dari sikapnya yang memberikan pilihan kepada bangsa tersebut untuk memilih ilah yang disukai oleh bangsa tersebut. Untuk itulah ayat ini haruslah kita formulasikan dengan keluarga kita saat ini, bahwa kita dan anggota (anak dan penghuni rumah kita) hanya kepada Tuhan lah kita beribadah.
Ditengah-tengah gejolak pergerakan sosial yang sedang melanda bangsa kita saat ini, kita selaku umat Kristen yang merupakan umat minoritas, sering mengalamai kesulitan, dan penderitaan, yang kadang kala membuat kita tawar hati. Sama seperti bangsa Israel baru sebentar di tinggalkan oleh Musa, bangsa tersebut sudah menyembah ilah lain. Selain itu saat ini tanpa dapat kita bendung bahwa globalisasi telah mempengaruhi semua aras kehidupan, tanpa kita bisa melawannya. Tidak rahasia lagi telah banyak terjadi didalam rumah tangga kristen bahwa antara bapa dan ibu tidak satu persekutuan lagi (satu gereja), antara ayah dan ibu dan anak-anak tidak lagi satu ibadah yang sama. Khususnya kalangan anak muda, lebih senang untuk beribadah di mall, ketimbang bersekutu di gereja, dan bahkan sudah banyak generasi Kristen yang pindah agama lain (menjadi murtad). Selain itu jika kita melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi di bidang komunikasi, yang menyebabkan terjadinya dekandensi moral, seperti yang dialami bangsa kita saat ini, untuk itu peran kepala keluarga sangat di butuhkan.
Oleh sebab itu jika memperhatian istilah dibawah ini adalah masih sangat relevan didalam pembangunan jati diri kita yaitu:
1. When Wealth is lost, Nothing is lost (apabila kita kehilangan banta sebanarnya tidak ada yang hilang)
2. When Health is lost, somesthing is lost (apabila kita kehilangan kesehatan, ada sesuatu yang hilang)
3. When Character is lost, everythings is lost (apabila kita kehilangan watak, segalanya akan hilang)
Di dalam perjanjian Lama banyak keluarga yang dapat kita jadikan contoh di Dalam kesetiaan dan ketaatan terhadap Tuhan misalnya perjalanan kehidupan Ruth dan Mertuanya Naomi. Jika kita kembali kebelakang, apa yang tertulis di Dalam Ruth 1:16 " Allahmulah Allahku", yang merupakan perkataan yang keluar dari lubuk hati seorang perempuan yaitu Ruth, yang memiliki kesetiakawanan yang amat dalam terhadap penderitaan yang amat dahsyat, yaitu Naomi. Mereka adalah dua ibu yang berasal dari dua latar belakang sosial budaya dan agama yang berbeda. Tetapi mereka di persekutukan dengan amat mendalam dalam pergumulan hidup yang memilukan. Dalam diri Naomi yang amat tabah, menghadapi penderitaan yang bertubi-tubi, Ruth menemukan penampakan diri dan kasih Allah. Ya,ia menemukan Allah, yaitu Allahnya Naomi lalu runtuhlah tembok-tembok pemisah diantara keduanya. Allahmulah Allahku, berarti ada suatu tali ikatan yang jauh lebih kuat dan dalam, yaitu dalam ikatan kasih Allah, dibandingkan dengan tali yang rapuh primordialisme dalam berbagai bentuk dan penampakannya.
Dalam konteks kehidupan kita sebagai angota jemaat, sebagai majelis Resort dan sebagai BPH Resort Khusus, Allahmu adalah Allahku, berarti suatu kesempatan yang besar yang dapat merubuhkan tembok-tembok pemisah untuk memasuki suatu persekutuan, sehingga tidak akan terdapat kelompok-kelompok didalam persekutuan dalam suatu jemaat sehingga Doa Syafaat Yesus "Supaya mereka menjadi satu" akan terwujud didalam kehidupan berjemaat.
Untuk mewujudkan jemaat yang kokoh dan kuat, kita harus menjadikan pribadi yang siap menjadi panutan dan berkarakter. Untuk itu pembentukan karakter adalah proses tanpa henti "Character Building is Never Ending Process", yang kita dapat melalui pendidikan keagamaan dan persekutuan. Ada ungkapan yang mengatakan:
1. Mengapa repot-repot mencari panutan, lebih baik berani menjadi panutan
2. Mengapa repot-repot mengubah orang lain, ternyata yang diubah adalah justru diri kita sendiri 3. Mengapa repot-repot menyuruh orang lain berbuat baik, lebih baik kita mulai dari diri kita sendiri
Karena itu pesan pada Pekan Keluarga tahun ini adalah :
1. Hendaklah saudara-saudara menjadi pelopor-pelopor pendamaian dilingkungan kehidupan saudara-saudara. Jauhilah kekerasan dan upayakanlah pendamian dengan semua orang. "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu,hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang" (Rom 12:18).
2. Hormatilah kebebasan setiap orang untuk mewujudkan jatidirinya sebagai manusia. Junjung tinggilah harkat dan martabat sesama manusia, sebab setiap orang mempunyai kedaan sosial, ekonomi, budaya yang berbeda.
3. Hendaklah bertekun dalam doa, untuk memohon tuntunan Tuhan didalam perjalanan kehidupan keluarga, jemaat/gereja, bangsa dan negara.
4. Tingkatlah persekutuan dalam keluarga sebagai suatu cara untuk membentengi putra/putri dan seisi rumah kita dari dampak negatif globalisasi.

Tidak ada komentar: