Senin, 21 Desember 2015

Khotbah Seksi Pria GKPI Jemaat Khusus Helvetia Thema; “JADILAH TELADAN BAGI ORANG-ORANG YANG PERCAYA”


Surat ini memuat nasihat atas kegiatan pemberitaan Injil dan sejumlah wejangan pribadi. Di dalam pasal 4:12, Paulus menasihatkan Timotius agar melalui perkataan, tingkah laku dan kesetiaannya, ia dapat menjadi teladan bagi banyak orang. Timotius bisa menjadi seorang pribadi yang berintegritas baik, setia dan sanggup mengaplikasikan firman Allah dalam hidupnya sehari-hari, sehingga tidak ada alasan bagi orang lain untuk memandangnya rendah karena dirinya masih muda.
Meskipun ia muda, belum banyak pengalaman, belum terlalu dewasa, dan kalau kata orang jaman sekarang menyebutnya “anak masih bau kencur” tetapi ia dapat menjadi teladan di dalam perkataan, tingkah laku, kesetiaan, dan kesuciannya sehingga orang lain atau orang yang lebih tua darinya tidak memandang rendah akan dirinya. Ini yang menjadi Problem  sering di tengah2 jemaat Pendeta, Majelis, Penatua tidak menjadi Teladan baik dalam perbuatan maupun dalam perkataan. Kalau Pendeta, Penatua tidak punya etika berbicara, mau kemana warga jemaat ini dibawa.
Sudahkah kita mengeluarkan perkataan yang membangun orang lain (Amsal 16:24)? Sudahkah perkataan kita sesuai dengan apa yang Yesus kehendaki untuk kita miliki? Yakobus 3:5 berkata, “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”
Marilah kita belajar menjadi seorang muda yang dapat menjadi teladan di dalam perkataan, tingkah laku dan kesucian hidup. Kita bisa mulai dari perkataan kita. Milikilah perkataan-perkataan yang penuh kejujuran, dapat membangun dan dapat dipercaya. Perkataan seperti ini membangun kepercayaan dan tidak bisa dijadikan alasan bagi orang lain untuk merendahkan kita. 
JADILAH TELADAN
Dengan demikian maka orang muda dapat menjadi teladan bagi orang-orang dewasa. Bukan karena pengalaman, tetapi karena Firman Tuhan yg tertanam dalam hatinya.
PERKATAAN
“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1Petrus 4:11).
Firman Tuhan itu harus selalu berada di hati dan di mulut kita senantiasa (Roma 10:8). Setiap kali kita berkata-kata, ingatlah selalu bahwa Firman Allah telah di taruh Tuhan di mulut kita (Yeremia 1:9). Tidak pantas kita berkata-kata kotor, cabul, dusta dan fitnah (Efesus 5:3-4). Ingatlah kita diberi kuasa di mulut kita, jangan sembarang bicara.
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”. (Efesus 4:29)
Orang dibenarkan atau dihukum bisa karena perkataannya (Matius 12:36-37, Amsal 18:21). Karena itu berhati-hatilah dengan perkataan kita, biarlah kita selalu ingat bahwa Allah berdiri didepan mulut kita setiap kali kita berkata-kata (Mazmur 141:3).
TINGKAH LAKU
“Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya”. (Amsal 1:32)
Orang muda sering kali lalai dalam mengerjakan suatu tanggung jawab, tidak jarang mereka sering kali enggan mengerjakan atau berbuat sesuatu. Pada hal disini kita belajar menjadi teladan bagi orang-orang dewasa. Kita telah tahu, lewat Firman dan pimpinan Roh Tuhan saja kita dapat lebih dari mereka yang berpengalaman.
Jangan suka enggan melakukan sesuatu. Pengkotbah 9:10 mengatakan, “segala sesuatu yang dijumpai tangganmu kerjakanlah itu!” Jangan suka menunda suatu pekerjaan dan juga jangan takut gagal, sebab jika Tuhan beserta kita apa saja yang kita kerjakan Tuhan akan buat menjadi indah (1 Samuel 10:6-7, Roma 8:28).
KASIH
“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8)
Jadilah teladan didalam kasih. Jangan pernah membenci siapapun yang bersalah kepada kita, orang yang menjahati kita berbuat jahil ataupun kurang ajar (Matius 5:46-47). Kasih menutupi banyak dosa, bukan menutup-nutupi. Dosa harus dibereskan, siapa yang bersalah dia yang dihukum (Kolose 3:25), tetapi karena kasih kita “menutupi” dosa tersebut dengan mengenalkan Kristus kepada mereka, dengan menegur kesalahan mereka agar bertobat dan berbalik, itu seperti menyelamatkan mereka dari maut (Yudas 1:22-23).
Jadilah teladan dengan menunjukan kasih kepada semua orang tanpa pilih-pilih. Baik itu teman, saudara, kerabat maupun musuh kita. Jangan pandang bulu, suku, ras, jenis kelamin, jenis baju, jenis dompet dll.
KESETIAAN
“Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” (Amsal 19:22)
Orang yang setia dijaman ini sudah susah mencarinya (Amsal 20:6), siapa yang setia? Banyak orang berkianat, banyak orang menipu, berbohong dan mencelakakan orang lain, bahkan teman baik ataupun saudara. Sudah hampir dibilang tidak ada orang setia di dunia ini kecuali anak-anak Tuhan. Jadilah teladan didalam kesetiaan bagi orang-orang dewasa.
KESUCIAN
“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” (2 Korintus 6:17)
Jangan bergaul dengan orang berdosa, jangan ikuti satupun dari jalannya (Amsal 4:14-15, Mazmur 1:1). Tunjukanlah teladan kita kepada orang-orang dewasa dengan hidup didalam kesucian. Tidak ikut-ikutan arus dunia ini, mode dunia ini dan segala sesuatu yang duniawi yang membuat dosa mudah masuk. Ingat pergaulan yang jahat merusakan kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33).

Tidak ada seorang manusiapun yang sanggup melawan dosa. Jangan lawan dosa, tetapi buang jauh-jauh dosa itu, jangan jamah. Kita masih hidup didalam bungkus daging dan daging ini sangat lemah dan tidak mungkin menang melawan dosa (Roma 7:22-24). Hanya dengan Tuhan Yesus saja kita dapat menang bukan dengan kekuatan kita melawan keinginan dosa, tetapi karena telah dilepaskan. Karena itu jangan dilawan tepi jahui.

Tidak ada komentar: