Minggu, 18 Mei 2014

"GERAKAN ZAMAN BARU THE NEW AGE MOVEMENT"


Salah seorang profesor Seminari Teologi di Dallas, Norman L. Geisler, menyatakan bahwa New Age Movement (NAM) adalah musuh Kekristenan yang paling berbahaya. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu apa sebenarnya NAM itu sehingga banyak yang terjebak kedalamnya. Mungkin ada yang beranggapan ini adalah kepercayaan baru, padahal hanya sedikit yang baru pada gerakan ini. Ternyata pengajaran New Age mulai dikenal sejak tahun 1960an dimana banyak terjadi kegairahan untuk menggali filsafat timur, khususnya agama-agama mistik timur seperti Hinduisme, Budhisme dan Taoisme.
Ada 6 ciri utama pemikiran New Age, antara lain : all is unity, all is divine, humanity is divine, a change in consciousness, all religion are one, dan cosmic evolutionary optimism. Manusia adalah ukuran untuk semua hal, lebih mulia dari hewan, dan keselamatan dunia bergantung  pada manusia. Keselamatan itu adalah aktualisasi diri dan dosa adalah ketidaktahuan. Melalui proses kelahiran kembali yang lama (reinkarnasi), manusia akan mencapai kesempurnaan.
Pada prinsipnya, segala bentuk penyebaran NAM itu menonjolkan usaha manusia dalam penyatuan dirinya dengan alam. Dan tugas manusia adalah menyatukan diri dalam kekuatan dan keseimbangan alam itu. Bagi NAM, Tuhan tidak menciptakan dunia. Dia (Tuhan) menjadi dunia. All is unity menegaskan bahwa hanya ada satu esensi di alam semesta, setiap orang dan apapun menjadi bagian dari esensi itu (disebut juga monism).Tuhan adalah sebagai kekuatan impersonal hidup atau energi. Landasan filosofinya sendiri adalah Gnotisme dan Okultisme. Di tengah-tengah pengaruh rasionalisme dan materialisme yang tidak manusiawi di masa modern, NAM menawarkan pengubahan / transformasi tatanan masyarakat, ekonomi dan politik melalui pengalaman yang bersifat alami.
Bagaimana pendapat NAM tentang Yesus Kristus? NAM memaknakan Kristus sebagai Kesadaran Kristus (Christ Consciousness). Yesus dianggap hanya sebagai salah satu Kristus yang memperlengkapi dirinya untuk menerima kesadaran Kristus seperti yang dilakukan nabi lain seperti Buddha, Krisna, dan Muhammad. Oleh karena itu, jika pengikut New Age menyebut Tuhan dan Kristus maka mereka tidak sedang membicarakan Tuhan dan Kristus di dalam Alkitab.
Pemikiran New Age hampir sudah menyentuh semua area kehidupan, antara lain pendidikan, sejarah, kebudayaan, agama, politik, psikologi, ilmu pengetahuan dan kesehatan. Percaya adanya UFO, adanya anak indigo (anak-anak dengan kekuatan khusus dan aura warna ungu), adanya karma, aura yang dianggap sebagai energi yang dipancarkan oleh tubuh, dan 666 yang dianggap sebagai nomor alkitabiah oleh Alice Bayley  termasuk pemikiran New Age. Hati-hati ! Jangan terjebak dengan nama. Organisasi seperti Church Universal & Triumphant, Christian Science, dan The Unity School of Christianity termasuk organisasi New Age.
Beberapa praktek New Age adalah astrologi, bioenergi, spritualisme, reinkarnasi, yoga, meditasi, kegiatan okultisme, dsb. Adapun tokoh New Age yang terkenal adalah The Beatles, Jeremy Rifkin, Alice Bailey, Alvin Toffler, Shirley MacLaine, Abraham Maslow, Marilyn Ferguson, dan David Spangler. Musik bernuansa mistik mewarnai lagu-lagu The Beatles setelah mereka berguru pada Mahareshi Mahesh Yogi, seorang guru kebatinan India dan belakangan musik New Age dipopulerkan oleh musikus Jepang, Kitaro. Film New Age, khususnya film anak-anak menekankan kekuatan tenaga dalam atau tenaga batin yang digambarkan seperti sinar yang keluar dari pukulan seseorang, seperti Stars Wars dan Pokemon. Dalam film seri Star Wars diperlihatkan bahwa ucapan yang populer di kalangan Kristen, yaitu 'May God be with you' diganti menjadi 'May the Force be with you'. NAM juga secara praktis dipraktekkan dalam bisnis dengan pelatihan-pelatihan Gerakan Pengembangan Diri/Pribadi (Human Potential Movement). Kekuatan batin di sini dianggap sebagai bejana yang tak terhingga isinya atau potensi diri yang harus diaktualisasikan (menurut Abraham Maslow) dan direalisasikan (menurut Carl Jung), agar seseorang menjadi lebih percaya diri, misalnya 7 habis dan Asia Works. Ucapan terkenal yang menggambarkan falsafah ini adalah: 'If it is going to be, it is up to me."
Kekristenan juga mulai terpengaruh dengan gerakan ini. Hal ini dapat dilihat dalam munculnya teologi kemakmuran, kecendrungan untuk mengunjungi ‘holy land’, persekutuan yang cenderung hiruk pikuk di permukaan tetapi tidak mendalam, leburnya batas pendeta dengan jemaat, pembabtisan berulang-ulang, dan formalitas ibadat yang tidak lagi dipentingkan.
Bagaimana seorang Kristen menanggapi hal ini ? Kita telah diberikan Tuhan akal budi untuk bisa mengkritisi apa yang salah dan melihat apa yang benar di mata Allah. Salah satu yang dapat Anda kritisi adalah pernyataan Shirley MacLaine dalam bukunya 'Out on a Limb' bahwa 'I am God', suatu pandangan yang menjadikan manusia sebagai allah dan menurunkan allah dari takhtanya, bergeser dari theosentris kepada anthroposentris. Sebagai pengikut Kristus kita percaya percaya bahwa Alkitab adalah kebenaran yang objektif dan diinspirasi oleh Tuhan (baca 2 Tim 3:16; 2 Pet 1:21;Mat 5:18). Jadi, tidak ada individu yang boleh menjadikan dirinya dan perasaannya sebagai puncak otoritas. Alkitab harus menjadi standar objektif. Untuk melihat kebenaran dalam Alkitab yang bertentangan dengan ciri pemikiran dan prinsip New Age di atas, saudara-saudara dapat membaca Keluaran 3:14,20; Roma 3:23,5:12,6:23,1:18, Ef 2:8-9,Kis 4:12 dan 1 Kor 8:12.
Dari pengalaman 'batin yang bermasalah' dan 'berpotensi memberontak', para nabi selalu mengingatkan umat Tuhan. Difirmankan bahwa: "Bukan karena jasa manusia mereka menang, tetapi karena kuasa Allah" (Ulangan 9:5-6). Demikian juga penulis kitab Amsal mengatakan: "Percaya dan takutlah kepada Allah dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri" (Amsal 3:5-8). Dalam kitab Yeremia difirmankan bahwa: "Terkutuklah mereka yang mengandalkan kekuatan sendiri ... diberkati mereka yang mengandalkan Tuhan" (Yeremia 117:5-8).
Pdt. Herlianto, Mth, ketua Yabina ministry, dalam salah satu makalahnya mengingatkan agar kita waspada menghadapi filosofi yang didasarkan tradisi mistis kuno dan harus kembali kepada firman Allah yang benar agar kita tidak mencampuradukkan faham kekristenan dengan faham mistik. Kita juga harus mendoakan pengikut New Age agar mereka percaya kepada Kristus.

Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.(Kolose 2:8-9)
Karena ...
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:6-7). 


Tidak ada komentar: