Jumat, 11 September 2015

Khotbah Epistel : Mazmur 116 : 1 – 9 Tema : YA TUHAN, LUPUTKANLAH AKU Nama Minggu : 15 Set Trinitas (Tritunggal) Rabu, 16 September 2015


A. Pengantar
Mazmur 116 ini merupakan doa permohonan kepada TUHAN untuk meluputkan pemazmur dari genggaman kematian. Dalam pengalaman kesaksian pemazmur  ini dia tidak memiliki daya lagi untuk melepaskan diri, dia sudah diikat oleh tali tali maut dan dunia orang mati yang menggemgamnya bahkan sudah pasrah pada kematian dengan memahami bahwa kematian orang benar berharga di mata TUHAN.  Dalam keadaan terpuruk pemazmur berdoa memhon pertolongan agar Tuhan meluputkannya.
B. Penjelasan Nas
1. Keyakinan Pemazmur
Hal pertama yang kita perhatikan dari Nas ini adalah pengakuan dan keyakinan iman pemazmur kepada TUHAN. Dia memiliki hubungan yang baik dengan TUHAN. Keyakinan pemazmur yang kita temukan dalam perikop ini menunjukkan kekuatan iman pemazmur. Dia memiliki hubungan yang baik dengan TUHAN. Percaya bahwa TUHAN adalah mengawasi dan memilihara hidup orang yang sederhana dan lemah dan sekaligus menjadi pembela. Bagi pemazmur TUHAN itu adil dan segera menjawab doa orang yang mengalami pergumulan berat.
2. Keadaan Pemazmur
Ayat 3 – 6, menunjukkan bahwa pemazmur sangat terpuruk dan nampaknya tidak ada celah baginya untuk keluar dari permasalahan. Celah itu hanya ada pada satu titik saja yaitu doa dan permohonan agar TUHAN meluputkannya. TUHAN itu baik, penyayang dan pemelihara semua hidup orang. Dia bertindak pada waktu yang tepat. Tidak dibiarkanNya orang orang yang dikasihiNya tertindas dan ditenggelamankan oleh beban.

 3. pertolongan TUHAN dan Respon Pemazmur
Hal yang ketiga yang kita lihat dalam Mazmur 116 ini adalah pertolongan TUHAN dan respon pemazmur. Pemazmur merasakan sendiri pertolongan TUHAN dalam ketidakberdayaannya, TUHAN meluputkan dan menyelamatkannya. Pemazmur dapat keluar dari pergumulan bukan karena kekuatannya sendiri atau kerena kemampuan untuk mengelola konflik yang terjadi dalam kehidupannya melainkan karena TUHAN sendiri. TUHANlah yang memelihara, TUHAN yang mendengar doa permohonannya dan TUHAN sendiri yang bertindak meluputkan dan menyelamatkannya.
C. Refleksi
1.    Jika mengalami pergumulan berat tetaplah memiliki hubungan yang baik kepada TUHAN dan berharap akan pertolonganNya
2.    Yang membuat pemazmur berani berseru memanggil nama TUHAN ialah pengenalannya akan TUHAN dan karakterNya . Dari seruan yang terjawab itulah muncul seruan seruan Seruan pemazmur ialah pernyataan tekadnya untuk membalas pertolongan TUHAN

3.   Dalam keadaan terhimpit sekalipun tidak akan memutus hubungan kita dengan TUHAN, karena TUHAN dpat disapa dan dihubungi sejauh doa. AMIN 

Tidak ada komentar: