Sabtu, 27 Oktober 2018

Khotbah Minggu 16 Sep 2018 Rut 2:8-16. Solidaritas Kepada Sesama”


Dalam Alkitab hanya 2 kitab saja yang diberi nama wanita: Rut dan Ester.Namun keduanya mempunyai ciri yang bertentangan. Rut adalah wanita bukan Israel, kemudian bersuamikan seorang Israel yang termasuk leluhur raja Daud. Sedang Ester adalah wanita Israel, yang hidup ditengah-tengah orang kafir, bersuamikan raja bangsa kafir. Baik Rut maupun Ester, keduanya adalah orang besar dan berbudi. Namun Kitab Rut adalah unik, karena inilah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang seluruhnya menceritakan riwayat seorang wanita.
a)    Kisah tentang Rut terjadi di tengah-tengah zaman kekerasan yang dikisahkan dalam kitab Hakim-Hakim. Walaupun suaminya, seorang Israel sudah meninggal, ia tetap menunjukkan kesetiaannya terhadap ibu mertuanya yang berbangsa Israel itu, dan selalu beribadat kepada Tuhan umat Israel. Pada akhir kisah ini Rut mendapat seorang suami baru dari antara sanak saudara mendiang suaminya. Melalui pernikahannya yang kedua ini Rut menjadi nenek buyut Daud, raja Israel yang terbesar. Kisah-kisah dalam buku Hakim-hakim menunjukkan kesukaran-kesukaran yang terjadi karena umat Tuhan meninggalkan Tuhan. Sebaliknya, kisah Rut menunjukkan berkat-berkat yang diberikan Tuhan kepada seorang asing yang meninggalkan agamanya untuk percaya kepada Tuhan Israel. Oleh sikapnya itu ia menjadi anggota umat Tuhan.
c) Cerita dalam kitab ini bukanlah sekedar cerita roman, namun berisi tipologi atau lambang; yakni Tipologi penebusan; itulah pokok dari kitab ini yakni ada dua: pertama penebusan terhadap orang kafir; yakni Rut yang berlatar belakang kafir dan masuk dalam keluarga Israel bahkan sebagai nenek moyang raja Daud yang mereka sangat hormati dan kagumi. Bahkan Bangsa Israel juga mengetahui dari nubuat, bahwa Mesias yang mereka nantikan adalah keturunan Daud, berarti juga keturunan Rut, seorang wanita kafir. Kedua. Penebusan sebagai mempelai; merupakan penebusan tingkat tinggi. Rut sebagai bayangan gereja Tuhan yang asalnya dari bangsa kafir merupakan
fakta dari rencana Allah yang tersembunyi dalam kitab Perjanjian Lama . Melalui Rasul Paulus misteri Allah itu diungkapkan (Ef.3:6) bahwa dengan Berita Injil yang bukan Yahudi turut serta menjadi ahli waris Kerajaan Allah dalam Yesus Kristus.

b) Dalam perikop ini kita melihat pembicaraan pribadi dan langsung antara Rut dan Boas; suatu dialog antara penebus dan orang yang akan ditebus. Inilah suatu tipologi yang indah bagaimana kita harus mempunyai dialog dengan Tuhan kita, Yesus Kristus. Seringkali kita mendengar bahwa hubungan antara mertua dan menantu sangatlah sulit dan rentan konflik. Tetapi dari kisah Rut, kita dapat belajar bahwa pandangan tersebut tidaklah seluruhnya benar. Justru dalam kisah Rut, kita dapat belajar bahwa hubungan mertua dan menantu ternyata dapat begitu menyentuh dan mengharukan. Di antara Rut dan Naomi terjalin ikatan kasih yang sangat mendalam. Rahasianya Rut dan Naomi memiliki kedewasaan kepribadian yang ditopang oleh imannya kepada Tuhan. Tidaklah berkelebihan jikalau dalam kepribadian Rut terpancarlah ”inner-beauty” (kecantikan yang terpancar dari dalam batinnya), sehingga dia dipilih oleh Tuhan untuk menurunkan keturunan seorang raja besar yaitu Daud. Bahkan Rut dipilih oleh Tuhan untuk kelak menurunkan diri Tuhan Yesus. Walaupun Rut seorang wanita Moab, tetapi dia diberkati oleh Tuhan sehingga dia dapat memiliki kepribadian dan spiritualitas iman yang menakjubkan.
c) Latar belakang masa lalu, harta, status dan kehebatan manusia tidaklah cukup kuat untuk membuat kita kepada sebuah karakter terhormat. Rut mendapatkannya dengan kesetiaan kepada Allah. Langkah imannya yang teguh kepada Allah yang belum lama ia kenal membuat dirinya hidup penuh pengharapan, tidak bersungut-sungut, rendah hati dan berbudi pekerti. Dan itu semua membuatnya menjadi sosok wanita terhormat yang diakui oleh orang lain, bahkan berkenan pada Tuhan sehingga lewat dirinyalah Sang Penebus lahir di dunia ini. Hidup ini tidaklah mudah. Setiap saat ada banyak keinginan yang bisa menjerumuskan kita kepada kemerosotan moral hingga berujung pada dosa. Ada begitu banyak penderitaan yang mungkin saat ini belum terlihat jalan keluarnya. Tapi kita diingatkan untuk tidak bersandar pada kekuatan diri sendiri, melainkan bergantunglah pada Allah dengan pengharapan tanpa henti. (2 Korintus 1:8-9). Mata Tuhan tetap melihat segala yang kita lakukan, dan Dia selalu lebih dari siap untuk melimpahkan berkat kepada siapapun yang selalu taat dengan sungguh-sungguh kepadaNya. "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Tawarikh 16:9a). Terang Tuhan akan terpancar lewat kita jika kita mengijinkanNya hidup di dalam kita, dan kita hidup di dalamNya. Langkah iman tidak akan pernah sia-sia, karenanya hiduplah selalu sesuai firman Tuhan !. Bukti bahwa saudara dan saya adalah umat yang telah ditebus dengan darah Yesus adalah penyertaan Tuhan. Sekarang, mari kita perhatikan, pelajari tentang sikap Boas terhadap Rut. Sikap Boas terhadap Rut: 
a.    Boas langsung memperhatikan Rut (ay 5) Mungkin sekali Rut adalah seorang yang cantik, sehingga Boas langsung memperhatikan Rut. Juga pesan Boas dalam ay 9,15,16 yang melarang pekerja-pekerja lelaki mengganggu Rut, secara implicit (tidak langsung) menunjukkan bahwa Rut adalah seorang yang cantik.
b.    Boas mengajak Rut bicara (ay 8) 
Mungkin sekali saat itu ada kebiasaan bagi orang-orang yang memunguti bulir-bulir jelai / gandum yang tersisa itu untuk berpindah-pindah dan mencari pemilik ladang yang baik (cf ay 2: ‘orang yang murah hati kepadaku’) Boas menasehati Rut untuk tidak pindah ke ladang lain, tetapi tetap saja memunguti jelai di ladang Boas. Ini ia katakan jelas supaya ia bisa sering bertemu dengan Rut! 
c. Boas melindungi Rut dengan memberi pesan kepada pegawai-pegawainya (ay 9,15,16)
d. Boas berdoa untuk Rut (ay 12) 
Doa ini akhirnya dijawab oleh Tuhan melalui diri Boas sendiri 
e. Boas mengajak Rut makan (ay 14)
Boas memberi makanan yang begitu banyak sehingga berlebihan dan akhirnya diberikan kepada Naomi (ay 18) 
f. Boas memberikan hak khusus kepada Rut (ay 15) 
Ia jelas tak memberikan hak seperti ini kepada para pemungut yang lain!
g. Boas memberi perintah kepada para pegawainya untuk mempermudah pekerjaan Rut (ay 16) 
Dari semua ini terlihat dengan jelas bahwa Boas tertarik kepada Rut! Suatu perhatian penuh kasih sayang dan belas-kasih itulah yang terjadi dalam diri Boas terhadap Rut.
1) Kalau ditinjau dari sudut manusia, maka munculnya titik terang dalam kehidupan Rut itu, terjadi secara kebetulan!
2) Kalau ditinjau dari sudut Allah, maka tidak ada kebetulan! Dari sejak semula, Allah sudah menentukan / merencanakan semuanya dan Allah lalu mengatur segala sesuatu sehingga semua terjadi sesuai dengan Rencana Allah yang kekal!
a. Bacalah ayat-ayat KS ini: Amsal 16:9 19:21 21:1
Rut mungkin memikir-mikir ke ladang mana ia akan pergi. Tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya (Amsal 16:9 19:21).
Ruth berani untuk meninggalkan masa lalunya dan memulai sesuatu yang baru. Persoalan banyak orang di zaman ini adalah ketidakmampuan kita meninggalkan kesedihan, persoalan kehidupan masa lalu yang selalu membayangi diri. Ketidakmampuan itu membuat banyak orang lari dari kenyataan dan akibatnya, persoalan demi persoalan melanda kehidupan, sementara persoalan yang satu belum selesai, persolan lain telah datang. Rut berani untuk meninggalkan masa lalunya dan beranjak ke depan untuk memulai sesuatu yang baru, yang walaupun belum diketahui bagaimana keadaannya nantinya.
Maka dapat kita simpulkan beberapa dari sikap Rut untuk kita renungkan bersama, yaitu:
1. Bersikeras mengikuti Tuhan dan jangan mendua hati di tempat persimpangan.
2. Meninggalkan masa lampau saudara dan hidup dengan iman.
3. Bersikeras memulai hidup baru dengan Allah dan memegang semua instruksiNya, peraturanNya.
4. Jangan malas untuk melakukan pekerjaan yang hina dan kecil. Ayub 8:7,“Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.” Yang penting bukan bagaimana awalnya tapi bagaimana akhir saudara ikut Tuhan.
5. Jangan mencari kehormatan. Seperti Ruth berkata, “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” (Rut 2:2).
6. Hidup berintegritas. Apa itu integritas? Karakteristik dari Ruth adalah seseorang yang loyal dan tidak egois.
7. Hormati mertuamu, orangtua, otoritas, pemimpin Anda.
Amin.


Tidak ada komentar: