Jumat, 13 Januari 2017

Khotbah Minggu 15 Januari 2017 Yesaya 49:1-7 Thema: “Menjadi Terang Bagi Bangsa2”



Pendahuluan Yesaya berarti “Tuhan adalah keselamatanku”. Kitab Yesaya ini ditulis dalam tiga kurun waktu yaitu: tahun 740-700 s.M, Masa pembuanga (587-535 s.M). dan masa pasca pembuangan (sekitar 530 s.M). Yesaya memberitakan penghukuman Allah atas kejahatan Israel, kaena bangsa Israel tidak hidup dalam kekudusan Allah. Allah itu adalah Allah yanng Mahakudus maka Israel  mestilah hidup kudus, beribadah yang benar, menegakkan keadilan, kesetiaan, dan hidup dengan kekudusan sesuai hukum Taurat. Yesaya menyerukan pertobatan sebagai satu-satunya jalan untuk dapat diselamatkan. Yesaya juga menekankan tentang pengharapan baru tentang keselamatan Israel yang mengalami pembuangan. Peristiwa pembuangan menimbulkan keputusasaan Israel. Namun Yesaya mengajak umat yang terbuang supaya ber-pengharapan, Tuhan masih mengasihi dan akan menyelamatkan Israel melalui seorang “hamba” yang dipahami sebagai Mesias. Yesaya juga menekankan dan menegaskan kedatangan Mesias dari keturunan daud sesuai janji Allah. Mesias menjadi terang dunia yang menyelamatkan seluruh bangsa-bangsa yang hidup dalam kegelapan. Mesia sebagai Hamba Tuhan yang dimaksud ialah tertuju kepada Tuhan Yesus sebab dalam perikop ini seorang hamba yang dimaksud ialah seorang yang dipersiapkan sejak semula, sebelum ia dilahirkan. Ia seorang hamba yang datang dengan perkataan seperti sebilah pedang tajam yang menembus hati nurani orang yang mendengarkannya, bahkan ia mempunyai anak panah yang melambangkan hukuman Allah bagi setiap orang yang tidak menerima Firman Allah tersebut. Ia adalah seorang hamba yang di dalam diriNya kelak menyatakan keangungan Allah. Seorang hamba yang sanggup memenuhi segala tuntutan Allah dari bangsa Israel bahkan mengembalikan Israel sejati yakni membawa setiap orang menjadi umat percaya dan menjadi umat yang mengenal Tuhan sampai ke ujung dunia. Ia juga adalah seorang hamba yang ditolak, dikecewakan, dimusuhi, dihina, dijijikkan semua orang dan pada akhirnya kepadanya bangkit segala bangsa memberi hormat dan pembesar-pembesar dunia sujud menyembahnya.
Hamba Tuhan yang mempunyai tugas mulia yakni menjadi Terang bagi bangsa-bangsa agar keselamatan dari Allah diterima oleh seluruh dunia. Untuk tujuan ini Tuhan memanggil, hambanya. Pemilihan adalah Otoritas Tuhan, pemilihan adalah Inisitif Tuhan, bukan kemauan atau prestasi seseorang. Tuhan menyertai dan memberi kuasa kepada hambaNya. Tuhan menyertai dan melindunginya seperti anak panah yang disembunyikan dalam tabung panahnya. Karena itulah hamba Tuhan tersebut sanggup melakukan tugasnya dengan baik, memberitakan perkataan Tuhan dengan tajam dan tepat sasaran seperti pedang yang tajam dan anak panah yang runcing. Ia tidak takut terhadap apa pun sebab Tuhan yang telah memilih dan memanggilnya, maka Tuhan pula yang akan menyertainya.
 Menerima Yesus berarti menerima terang hidup. Kesediaan kita hidup dalam terang itulah yang membuat jalan hidup kita tetap  terarah ke depan untuk menjalani tahun yang baru ini. Menerima Yesus sebagai hamba Tuhan berarti menyadari diri juga sebagai hamba Tuhan dalam arti tertentu. Menjadi hamba Tuhan berarti mengakui otoritas Tuhan sebagai sang pemilik hidup ini sehingga mau tidak mau kalau Allah mau kita harus menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan. Hamba Tuhan memikirkan kepentingan orang lain (persekutuan) dan bukan kepantingan diri sendiri. Ia bukan menganggap diri ‘kurang’ tapi ‘kurang’ memikirkan kepentingan diri, tetapi kepentingan Allah. Seorang hamba Tuhan tidak berusaha ‘memanfaatkan’ Allah demi tujuan-tujuan mereka, tetapi mereka membiarkan Allah memakai mereka demi tujuan-tujuan Allah. Mereka berpikir sebagi hamba yang menyenangkan tuannya di Sorga dan bukan menjadi tuan yang menuntut kesenangan dari orang lain. Hamba Tuhan yang baik mempertanyakan apa yang ia kerjakan dan bukan menyelidiki apa yang orang lain kerjakan. Hamba Tuhan terpanggil membawa terang dan bukan sumber kegelapan. Hamba Tuhan yang baik mendasarkan identitasnya di dalam Hamba Tuhan yang sejati yakni Kristus. Bagaimana dengan kita? 
 Didalam Kitab Yesaya ada empat nyanyian tentang hamba Tuhan. (Fsl. 42:1-4; 49: 1-7 ; 50:4-9; 52:13-53:12) . Fasal 49 ini merupakan nyanyian kedua dari empat nyanyian tersebut yang menceritakan tentang karakter, karya dan pengalaman seorang hamba Tuhan.
Dari nyanyian ini kita melihat ada 3 peranan Tuhan yang digambarkan, yaitu:
 (1) Ia telah memilih dan memanggil orang-orang yang telah ditentukanNya untuk menjadi hambaNya;
Pemilihan adalah Otoritas Tuhan, pemilihan adalah Inisitif Tuhan, bukan kemaauan atau prestasi seseorang.
Yesus berkata didalam Yohanes 15:16; ”bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu…..dst.
  (2) Ia yang akan melindungi, menyertai serta memberi kemampuan kepada hamba-hambaNya untuk melakukan tugas yang sudah Allah tentukan bagiNya; Tuhan tidak pernah membiarkan kita, melepaskan kita ketika kita diutus untuk memberitakan berita kesalamatan. Ada janji, ada jaminan, bukan hanya kemenangan sementara tapi kemenangan yang kekal.
Tuhan menyertai dan melindunginya seperti anak panah yang disembunyikan dalam tabung panahnya. Karena itulah hamba Tuhan tersebut sanggup melakukan tugasnya dengan baik, memberitakan perkataan Tuhan dengan tajam dan tepat sasaran seperti pedang yang tajam dan anak panah yang runcing. Ia tidak takut terhadap apa pun sebab Tuhan yang telah memilih dan memanggilnya, maka Tuhan pula yang akan menyertainya.
Ketika masih anak-anak, dan terjadi perkelahian dan ada ketakukan menghadapi lawan, Jika saat itu Bapa kita mengatakan, jangan takut, hadapilah dia, aku akan membantumu, biasanya kata-kata seperti ini menjadi sugesti yang memberikan kekuatan untuk menghadapi lawan tersebut. Apalagi tugas kita adalah: “Maju tak gentar membela yang benar” hati dengan kalimat ini, jangan sampe salah diucapkan apalagi dijalankan; “Maju tak gentar membela yang bayar”.
 Dengan mengingat bahwa semua kemampuan yang kita miliki dalam melayaniNya adalah karena penyertaan Tuhan, itu juga berarti panggilan harus kita gunakan dengan baik untuk Tuhan, bukan menyombongkan diri.
 (3) Allah juga menentukan tugas hamba yang dipilihNya;
Ada 3 Tugas penting seorang hamba:
Pertama: Menyatakan keagungan Tuhan (ay-3)
Tugas ini menuntut kita untuk menceritakan kebesaran dan keagungan Tuhan yang layak diandalkan.
Kata “memceritakan” = memberikan kesaksian, Rasul di dalam I Korintus 9:16 menuliskan: ”……sebab itu adalah keharusan bagiku.Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil” (“keharusan”)
Bandingkan juga Kesaksian Yeremia didalam Yeremia 20:9; ”Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup”.
 Kedua: Mengembalikan Yakub kepadaNya(ay-5)
Artinya melalui Yesaya Israel dipanggil untuk mengutamakan Tuhan sehingga restorasi rohani akan berdampak pada tegaknya suku-suku Yakub. Panggilan kita sebagai hamba kini juga untuk menegakkan “suku-suku Yakub”, bangsa yang terpilih, Imamat yang rajani, bansa yang kudus (I Pet 2:9).
 Ketiga:Menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ay-6)
Ketika Israel dipulihkan bangsa-banghsa lain akan terheran heran dan turut mengakui kedaulatan Allah yang disembah Israel.
Menjadi terang seperti Yohanes pembaptis yang tampil menunjuk kepada Yesus (Bacaan; Yohanes 1:29-42). Yohanes Pembaptis, yang merendahkan dirinya, ia adalah “seorang Pelopor yang bersedia dilupakan”.
Menjadi terang juga berarti kita bertanggung-jawab atas “kegelapan-kegelapan “ yang ada disekitar kita.
Amen. Dari Berbagai Sumber



Tidak ada komentar: