Senin, 21 Desember 2015

Khotbah Natal PP GKPI Helvetia Thema; All For Jesus (Roma 12: 1) Agar Pelajar Sidhi/Remaja/PP Selalu Mempersembahkan Talentanya Untuk Tuhan.


All for Jesus, all for Jesus!
All my being’s ransomed powers:
All my thoughts and words and doings,
All my days and all my hours.
Refrain
All for Jesus! All for Jesus!
All my days and all my hours;

All for Jesus! All for Jesus!
All my days and all my hours.
Let my hands perform His bidding,
Let my feet run in His ways;
Let my eyes see Jesus only,
Let my lips speak forth His praise.

Sdr/I yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus Dalam semua suratnya, Paulus selalu mengakhiri Pesannya dengan suatu daftar Kewajiban-kewajiban Praktis yang didasarkan pada Doktrin. Dalam kehidupan Kristen, Doktrin dan Kewajiban selalu berjalan bersama.
Apa yang kita percayai menolong kita untuk menentukan bagaimana kita bertindak. Tidak cukup kalau kita hanya mengerti Penjelasan Paulus tentang doktrin, tetapi kita harus mewujudkan pengetahuan kita dalam Hidup kita dan dengan kehidupan kita sehari-hari kita menunjukkan bahwa kita percaya kepada Firman Allah.
Salah satu dari kewajiban itu adalah Melayani Tuhan, karunia yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada kita harus kita gunakan dengan Iman. Karena karunia rohani itu adalah alat untuk membangun, bukan mainan dan harus kia sadari bahwa Melayani Kristus biasanya berarti Pertentangan dengan iblis; karena itu Rasul Paulus memperingatkan para pembaca; agar menjaga Semangat Rohani merea, karena mereka sedang Melayani Tuhan dan bukan manusia. Itulah sebabnya maka Paulus menyambung Nasehatnya dalam ayat 12: “BERSUKACITALAH”
Sdr/I yang dikasihi Tuhan Yesus: Persekutuan Kristen lebih dari sekadar Pernyataan rasa simpati dan jabatan tangan. Persekutuan Kristen berarti saling membagikan Beban dan Berkat, sehingga kita semua bertumbuh bersama-sama dan Melayani Tuhan bersama-sama.
Bekerja adalah suatu unsure dari hakekat manusia, yang dijadikan Allah menurut gambar-Nya. Karena itu wajarlah jika bekerja adalah merupakan Panggilan dan Perintah Allah, manusia yang tidak mau bekerja sebenarnya sedang membunuh kemanusiaannya, dan ini jelas melanggar perintah Allah.
Rasul Paulus berkata dalam Filipi 1 : 21- 22; Sebab bagiku hidup…..dst Jika aku harus hidup…….bekerja memberi buah. Dari ungkapan ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa: menurut Paulus, bekerja itu adalah suatu tuntutan yang harus membuahkan hasil yang baik. Memang ada dua dilemma (blessed dilemma) bagi Paulus, hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan. Kalau kita hidup di dunia ini harus didalam Kristus membuahkan buah yang baik, bukan menikmati hidup (enjoy life) tetapi untuk melayani Kristus, dan memberi buah dalam pelayanan Tuhan.
Mempersembahkan tubuh yg dimaksud disini adalah; Seluruh pikiran, perkataan, dan perbuatan, pokoknya seluruh kemampuan dan kegiatan kita, harus dipersembahkan kepada Tuhan, jangan setengah-setengah atau sisa-sisa waktu, uang dsb.
Nasehat Paulus untuk mempersembahkan tubuh sebagai implikasi dari iman yang adalah esensi dari ibadah yang sejati harus terlebih dahulu terlihat dari kehidupan sesama mereka yang percaya kepada Kristus (ay.3). Implikasi iman kepada Kristus akan nyata terlihat dalam kehidupan jemaat dengan adanya satu tujuan hidup yang jelas, yakni walaupun memiliki karunia yang berbeda-beda dari Allah, kita sedang berbuat dalam satu tubuh di dalam Kristus.
Ada 3 prinsip yang harus dijalankan dalam kehidupan jemaat:
1.   Kita adalah anggota seorang terhadap yang lain
Setiap jemaat memiliki karunia yang berbeda-beda, semuanya memiliki keunikan dan peran tersendiri dalam tubuh Kristus. Sehingga setiap anggota adalah sama di hadapan Tuhan. Maka tidak ada alasan untuk memegahkan diri ataupun menyombongkannya menganggap diri lebih dari yang lain.
2.   Karunia itu adalah untuk dilakukan sesuai dengan iman
Tuhan karuniakan berbagai bakat dan kemampuan yang berbeda-beda dalam jemaat, dan karunia itu diberikan bukan untuk disimpan ataupun dinikmati sendiri, namun Tuhan memberikannya supaya dapat dipergunakan untuk saling menolong dan membantu. Maka kita mempersembahkan hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Tuhan. Kita melakukan yang terbaik kepada Tuhan sesuai dengan karunia yang diberikan bagi kita.
3.    Melakukan karunia itu dengan hati yang iklas, rajin dan penuh sukacita
Apapun karunia yang kita miliki lakukanlah dengan iklas, rajin dan penuh sukacita. Jangan lakukan dengan terpaksa ataupun karena alasan-alasan tertentu kita melakukan sesuatu.
Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan kita adalah bekerja dan berbuat untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23). Dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan selalu ada saja yang namanya hambatan dan tantangan, disinilah kita juga akan dikuatkan untuk mampu menghadapi semuanya sebab kita berbuat adalah untuk Tuhan. Jika kita bekerja dan berbuat apapun itu, jika kita melakukannya untuk manusia kita pasti akan putus asa dan mundur ketika ada halangan dan tantangan, namun karena kita melakukan segala sesuatu adalah untuk Tuhan, Amen RHLT


Minggu, 06 Desember 2015

HIDUP YANG BERKUALITAS Efesus 4: 11 – 16


“Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak aLlah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus…..di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala.” (Efesus 4:13-15)
Dalam situasi kehidupan yang telah mengglobal seperti sekarang ini akibat kemajuan teknologi dan perkembangan pasar bebas antar negara sering kita mendengar istilah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kualitas kehidupan. Dalam kehidupan kita sekarang ini seseorang dikatakan mempunyai sumber daya apabila ia bermanfaat dan berguna bagi proses produksi suatu barang atau jasa tertentu. Semakin baik, semakin terampil semua orang mencarinya. Tetapi ketika ia tidak lagi mampu berfungsi untuk bekerja pada suatu bidang pekerjaan yang menghasilkan uang maka ia akan dibuang dan dilecehkan. Oleh sebab itulah dalam jaman sekarang ini pandangan umum terhadap kelompok manusia usia lanjut (manula) dan mereka yang cacat anggota tubuhnya sering dinilai sudah tidak lagi bersumber daya.
Di dalam kehidupan sekarang ini juga terjadi perendahan makna kualitas hidup manusia. Hidup seseorang dikatakan berkualitas hanya jika ia sukses dalam pekerjaan, sukses pelajaran di sekolah atau kampus, berhasil mendapatkan uang sebanyak mungkin atau ketika seseorang dapat mengikuti gaya hidup modern, yaitu mampu membeli dan mengikuti produk-produk keluaran terakhir yang mahal. Beberapa iklan di TV juga turut mengembangkan pemahaman ini dimana iklan-iklan itu mendorong pembeli membeli produk-produk tertantu dengan embel-embel supaya hidupnya dinilai berkualitas. Jika tidak memakai produk yang ditawarkan maka dinilai belum berkualitas hidupnya.
Apa sebenarnya makna dan ukuran kualitas hidup kita sebagai orang-orang beriman di tengah dunia yang terus berubah yang merupakan milik Allah ini?
Alkitab kita tidak pernah melihat dan memahami kualitas kemanusiaan kita seperti yang menjadi kecenderungan sekarang ini. Khususnya dalam bacaan kita hari ini, Efesus 4: 11 – 16, kita dapat melihat bahwa  Paulus mempunyai pandangan dan penilaian yang lain dalam menilai kualitas sumber daya dan kulaitas hidup seseorang. Setidaknya Paulus mengatakan ada tiga hal yang patut kita perhatikan untuk melihat dan menilai kulaitas hidup kita sendiri dan hidup orang lain. Ketiga hal itu ialah sebagai berikut:
Pertama, hidup seseorang dikatakan berkualitas apabila mempunyai kedekatan hubungan pribadi yang mendalam dengan Tuhan Allahnya. Atau dengan kata lain apakah kita mempunyai ikatan emosional dengan Tuhan kita. Pengertian emosional disini jangan diartikan kalau berdoa harus menangis, apabila bernyanyi harus bertepuk tangan, kalau berdoa harus berteriak-teriak atau tertawa. Tetapi yang dimaksudkan disini ialah apakah kita merasa begitu dekat dan selalu ingin menaati segenap perintahNya. Sehingga apabila berdoa itu benar-benar keluar dari hati kita yang paling dalam, pada saat menyanyi kita menyanyi dengan sungguh-sungguh dan penghayatan yang penuh. Apa yang kita lakukan tidak dibuat-buat.
Paulus dalam ayat berikutnya mengatakan kalau kita mempunyai kedekatan atau hubungan emosional seperti ini maka kita tidak akan terombang-ambingkan oleh berbagai macam rupa angin pengajaran yang dapat menyesatkan kita dari hadapan Tuhan. Saudara ada banyak ajaran baru yang dikemas dengan sangat menarik sehinga orang tertarik. Tetapi kalau kita teliti maka apa yang mereka ajarkan sebenarnya menyesatkan kita. Misalnya ada ajaran yang mengatakan bahwa kalau ikut Tuhan semua persolan beres, tidak akan menemui kesulitan, semua urusan bisnis pasti lancar, kaya dan berkelimpahan. Tetapi kalau kita tidak mengalami itu semua maka berarti iman kita belum beres dan belum sungguh-sungguh terima Tuhan sebagai Juruselamat. Saudara, menarik apa yang diajarkan tetapi sebenarnya menyesatkan. Mengapa? Sebab dalam firman Tuhan dikatakan bahwa setiap orang mengikut Tuhan pasti memikul salib. Ini berarti tidak semua urusan akan selalu berjalan mulus. Tidak selalu sukses dalam dagang dan mungkin suatu saat kita merugi. Tuhan tidak menjanjikan langit selalu cerah atau matahari selalu bersinar dengan terangnya bagi para pengikutNya. Yang Tuhan janjikan ialah kekuatan, penghiburan dan kemampuan dalam menghadapi semua tantangan kehidupan yang kita hadapi.
Di samping itu, mereka yang mempunyai ikatan emosional dengan Tuhan Allahnya akan melibatkan dirinya dalam pengembangan gereja. Ia tidak berpikir apa yang dapat gereja berikan baginya melainkan apa yang dapat dilakukannya bagi pertumbuhan gereja dimana ia menjadi anggotanya.
Akibat lain apabila mempunyai hubungan yang emosional dengan Tuhan Allahnya ialah mereka selalu mengucap syukur dalam segala hal. Dalam susah dan senang mereka tidak melupakan Tuhannya. Dalam kegagalan mereka tidak undur diri dai hadapan Tuhan melainkan mencari letas penyebab kegagalannya itu dan berupaya memperbaikinya. Mereka menyakini bahwa Allah akan turut bekerja dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.
Kedua, hidup seseorang dikatakan berkualitas apabila memiliki kedewasaan dan kematangan dalam menjalani kehidupannya. Saudara, sekarang ini tampaknya budaya instant sudak merasuki kehidupan manusia. Ada kopi instant, susu instant, ijazah instant dan lain sebagainya. Orang pada umumnya tidak mau repot-repot. Semuanya ingin serba cepat. Karena itu jangan heran kalau kita melihat atau mendengar ada orang yang menghalalkan segala cara untuk cepat meraih kedudukan, kekayaan dan sebagainya. Seseorang yang memiliki kamatangan dan kedewasaan tidak melakukan hal itu. Sebab ia menyadari bahwa untuk meraih suatu keberhasilan diperlukan waktu, tenaga, kesabaran, ketekunan dan kerja keras.
Selain itu, seseorang yang mempunyai kematangan dan kedewasaan dalam hidup menyadari bahwa ia tidak dapat hidup tanpa kehadiran orang lain. Ia menyadari dirinya tidak berarti tanpa orang lain berada di sekitarnya. Mereka yang menyadari ini tentu akan bersikap mau menerima kepelbagaian suku bangsa dan agama seseorang. Ia juga akan menyadari dan menerima orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Seperti dirinya sendiri mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Ketiga, hidup seseorang berkualitas ketika ia mampu mengetahui kebenaran dan melakukan kebenaran dalam hidupnya. Saudara, apa ukurannya kalau dikatakan bahwa kita mampu mengetahui suatu kebenaran dan melakukan kebenaran itu? Dalam Yesaya 32: 17 dikatakan, “Dimana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan, dan ketentraman untuk selama-lamanya.” Dengan demikian jika apa yang kita pikirkan dan perbuat itu mendatangkan damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman bagi  mereka yang ada di sekitar kita apakah di tengah keluarga, temnpat kerja, sekolah dan pergaulan lainnya; maka dapat dikatakan bahwa apa yang kita pikirkan dan perbuat itu adalah sebuah kenaran. Tetapi sebaliknya jika mereka yang ada di sekitar kita justru merasakan ketakutan, kecemasan, kekuatiran; itu berarti apa yang kita pikirkan dan lakukan adalah sebuah ketidak benaran.
Dunia kehidupan kita sedang berubah dan akan terus mengalami perubahan. Ada perubahan yang mendatangkan kebaikan, misalnya kemajuan teknolgi; tetapi juga ada perubahan yang tidak baik, yaitu melihat dan menilai kualitas manusia dari sudut fungsi, manfaat, kesuksesan dan kemwahan. Sebagai umat beriman kita jangan terjebak dalam pola penilaian seperti itu.  Tetapi marilah kita dalam kehidupan sehari-hari dan khususnya ditengah keluarga kita masing-masing memperlihatkan sikap yang mempunyai kedekatan hubungan dengan Tuhan, kematangan dan kedewasaan dalam hidup serta mampu melihat dan melakukan kebenaran. Sehingga mereka yang berada dekat dengan kita merasakan damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman.
Di akhir renungan ini saya ingin menyampaikan petikan sebuah puisi yang bertutur demikian:
Yang dunia butuhkan
Seorang yang rendah hati yang menyadari keterbatasannya
Seorang yang yakin bahwa dirinya akan lumpuh jika tidak ditopang oleh sesamanya
Seorang yang sudi menjadi penopang sesamanya
Seorang yang lebih rindu memberi daripada meminta
Seorang yang tetap tersenyum walau kesuksesan terasa jauh dari hidupnya
Seorang yang dapat menghargai perbedaan yang ada
Seorang yang tetap mengasihi sesamanya yang tidak lagi mampu berbuat apa-apa
Dunia membutuhkan orang yang berkualitas demikian
Tuhan memberkati Saudara. Amin


Khotbah Lukas 1:26-38 “Bagi Allah tidak ada yang Mustahil”


 Berita kelahiran Yesus disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Maria. Melalui Nats ini kita akan belajar dari Maria bagaimana hidup bergembira dalam rencana Allah, sekalipun rencana tersebut adakalanya membuat hidup kita terasa berat.
1. Ayat 31-33: Berita baik apa yang diterima oleh Maria?
2. Ayat 27, 34: Pergumulan apa yang dihadapi oleh Maria pada saat mendengar kabar baik tersebut?
3. Bagaimana respon Maria terhadap berita itu pada akhirnya? (ay.46)
4. Mengapa dalam pergumulan yang demikian berat, Maria tetap dapat memuliakan Tuhan dan hatinya bergembira? (ay. 35-36)
5. Belajar dari Maria, bagaimana caranya kita dapat bergembira dalam rencana Allah?
Penjelasan:
Kabar baik yang diterima Maria adalah kehadiran seorang bayi bernama Yesus, yang nantinya akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Ia adalah Raja untuk selama-lamanya dan KerajaanNya tidak berkesudahan. Ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa dan mencengangkan. Sudah sepantasnyalah semua orang bergembira dengan kabar baik ini. Tetapi sebagaimana umumnya yang terjadi dalam keseharian kita, tidak semua kabar yang dinilai baik bagi seseorang akan menjadi kabar baik pula untuk orang yang lain. Demikian pula yang terjadi pada Maria. Berita yang sangat istimewa ini tidak membuat Maria lupa bahwa walau ia yang dipercaya untuk mengandung dan melahirkan bayi itu, tetapi ia tetap adalah seorang perawan yang masih terikat status pertunangan dengan Yusuf. Ada risiko besar yang harus ditanggungnya bila sampai masyarakat mengetahui tentang kehamilannya. Kabar baik itu sepintas lalu memang sepertinya tidak baik untuk seorang Maria. Tetapi tidak demikian kenyataannya. Maria bersukacita, bergembira karena kabar tersebut. Bagaimana bisa itu terjadi dalam hidup kita? Bisa saja! Asalkan kita mau memilih jalan yang dipilih Maria, yaitu jalan kerendahan hati. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Hingga hari ini Tuhan terus menggemakan kabar baik bagi setiap kita yang hidup di dalamNya. Namun sayang, tidak semua orang Kristen mau bergembira di dalam kabar baik rencana Allah. Ada orang-orang yang lebih percaya kepada rencanaNya, kepada jalan hidupnya sendiri. Sehingga kabar baik dari Allah tidak pernah dirasakan baik olehnya, melainkan ditolak, dihindari, dan bahkan diabaikan. Untuk bisa merasakan kegembiraan seperti Maria, maka marilah kita belajar merendahkan diri di hadapan Allah kita yang besar. Karena Allah terlalu besar, terlalu tinggi untuk kita selami pikiranNya, karena itu cukuplah dengan percaya kepada kesetiaanNya dan merendahkan hati. Sama seperti Maria yakin bahwa situasi yang sulit bisa ia hadapi karena ‘kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi’ (ay.35), maka kuasa Allah yang sama juga sedang menaungi kita melewati perjalanan hidup kita sehingga kita sungguh dapat bergembira di dalam Dia.
Orang yang menerima anugerah adalah orang yang diberkati di antara kaumnya.
a. Baca Luk 1:26-28 !!!
Kata ‘MALAIKAT’ di situ diambil dari kata ‘AGGELO’ (pengucapan: angelo) yang punya arti utusan atau pembawa pesan Allah. Pesan apa yagn dibawa oleh malaikat Gabriel ini kepada Maria?
Kata ‘DIBERKATI’ di situ berasal dari kata ‘EULOGEO’ yang punya arti DIBUAT MAKMUR, DIBUAT BERBAHAGIA, DAN DILIMPAHI DENGAN BERKAT.
c. Jadi dari ayat ini kita mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa ORANG YANG MENDAPAT ANUGERAH BESAR DARI TUHAN HIDUPNYA AKAN MAKMUR, BERBAHAGIA, DAN BERKELIMPAHAN BERKAT MELAMPAUI ORANG-ORANG DI SEKELILINGNYA.
Lihat kehidupan Maria: Pada awalnya dia adalah seorang gadis biasa yang sederhana dan polos. Tidak banyak orang yang mengenal dia, bukan berasal dari keluarga kerajaan yang punya kekuasaan besar atau kekayaan yang besar. Mungkin dia seperti kebanyakan dari kita yang hadir pada saat ini. Tapi perhatikan baik-baik: Ketika dia mendapatkan anugerah Allah yang besar itu, hidupnya disertai Tuhan, langkah-langkahnya diatur oleh Tuhan, dan dia dipakai secara luarbiasa untuk melahirkan bayi Yesus, namanya harum dicatat dalam Alkitab, dan melalui hidupnya banyak orang-orang yang diberkati. INILAH ANUGERAH BESAR ITU!
d. Apa artinya bagi kita? Tidak peduli seberapapun sederhananya keadaan kita saat ini, tidak peduli seberapapun rendahnya kedudukan kita sekarang, tidak peduli seterbatas apapun kita – kalau anugerah Tuhan turun atas hidup kita, maka hidup kita tidak akan tetap sama, kita akan melihat tingkap-tingkap langit terbuka, bahkan pintu gerbang Surga terbuka dan hidup kita dilimpahi dengan kemakmuran, kebahagiaan dan berkat yang luarbiasa. JADI TERIMA ANUGERAH ITU PADA HARI INI.
e. Kalaupun saat ini rumah tangga anda sedang berantakan dan keluarga terasa porak poranda – tidak ada lagi kerukunan dan keharmonisan, yang ada setiap hari ada kata-kata kasar yang saling menyakiti, pandangan mata yang curiga, amarah, kebencian dan kekecewaan satu dengan yang lain – jangan pernah menyerah, jangan biarkan Iblis menang dengan perceraian, tapi biarlah hari ini hati kita terbuka lebar sehingga kasih karunia Allah bisa turun dalam rumah tangga dan keluarga kita. ANUGERAH itu ibaratnya seperti TERANG KEMULIAAN ALLAH – Bangkitlah menjadi teranglah sebab kemuliaan Tuhan telah terbit atasmu. Kalau kemuliaan Tuhan terbit atas keluarga kita, maka kita akan melihat malaikan Tuhan bekerja dan memulihkan keluarga kita menjadi indah kembali.
f. Jika sakit penyakit terus menggerogoti tubuh anda dan dokter berkata yang begini harus operasi dan biayanya sangat tinggi. Mungkin saat ini saudara datang dalam keadaan putus asa, rasanya tidak ada lagi harapan, tidak ada lagi yang bisa menolong, hanya tinggal menunggu waktu saja. Saya katakan pada saudara saat ini, ada yang lebih tinggi dari dokter, ada yang lebih berkhasiat dari obat, ada yang lebih hebat dari rumah sakit – itu namanya anugerah Tuhan. Terimalah anugerah itu sekarang dan lihat tubuh kita akan dipulihkan kembali.
Masalahnya seringkali kita tidak menyadari kalau anugerah Tuhan itu sedang datang dalam kehidupan kita. Ini masuk dalam poin kedua:
2. Seringkali kita tidak sadar kalau Allah sedang memberikan kasih karuniaNya kepada kita.
a. Baca Lukas 1:29-33 !!!
b. Pertama kali Maria mendengar pesan anugerah yang disampaikan itu, Maria TERKEJUT – Alkitab bahasa Inggris menulis Maria TERGANGGU, GELISAH, TAKUT, TIDAK MENGERTI. Ini adalah respon pertama kalau anugerah Tuhan turun atas hidup seseorang. Seringkali kita punya pandangan tersendiri tentang anugerah sehingga kita berpikir: kalau anugerah Tuhan turun, pasti yang ada hanyalah berkat, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Padahal Allah katakan: JalanKu bukan jalanmu, caraKu bukan caramu; sejauh langit dari bumi, demikian bedanya racanganKu dengan rancanganmu. Supaya YUSUF bisa mendapatkan apa yang sudah dijanjikan melalui mimpi (keluarganya tunduk dan menghormati Yusuf), terlebih dahulu Tuhan harus membawa dia ke Mesir. Dan proses menuju janji Tuhan yang luarbiasa itu terasa sangat menyekitkan bagi Yusuf: dia harus hidup jauh dari keluarga dan orang tuanya, dia dijual sebagai budak, dia difitnah dan diperlakukan tidak adil, dia ditipu dan dilupakan.
Mungkin saja respoon Yusuf sama dengan Maria pada waktu pertama kali menarima anugerah Tuhan itu: YUSUF BINGUNG, TIDAK MENGERTI, GELISAH, TAKUT, DST. Akan tetapi karena dia tetap setia kepada Tuhan, maka apa yang sudah dijanjikan Tuhan diberikan dalam hidupnya – dalam sekejab nasibnya berubah menjadi orang besar yang berkuasa dan sangat berpengaruh, bahkan keluarganya tunduk kepadanya.
c. Jangan-jangan anda tidak menyadari bahwa situasi yang tidak menyenagkan yang sedang anda rasakan pada saat ini adalah JALAN ANUGERAH TUHAN. Jangan-jangan anda mengeluh, bersungut, dan menyalahkan Tuhan. Jangan-jangan anda mulai berpikir untuk pergi dan meninggalkan Tuhan. Jangan-jangan anda sudah mulai undur dalam pelayanan. Jangan-jangan anda capai untuk berdoa, mendengar Firman, apalagi memberitakan Injil.
Hari ini dengarkan baik-baik: Janganlah jemu-jemu berbuat baik, karena kalau kita tidak menjadi lemah, maka kita akan menuai pada waktunya.
3. Anugerah adalah pemberian cuma-cuma.
b. Sewaktu Maria mendengar tentang berita anugerah tersebut respon berikutnya yang muncul adalah PERTANYAAN – Bagaimana mungkin itu terjadi, bukankah aku belum bersuami? Mana mungkin aku hamil, aku masih perawan?! Kok bisa, tidak masuk akal!
Seringkali kita juga bertanya-tanya kepada Tuhan: Apa iya Tuhan berikan masa depan yang indah bagiku? Masak sih keluarga saya masih bisa dipulihkan? Mana mungkin orang tua saya dipersatukan kembali? Rasanya mustahil studi saya selesai! Bagaimana caranya membayar utang yang sudah menggunung ini! 7 keturunanpun rasanya tidak mungkin selesai!
c. Pada saat Maria bertanya seperti itu, malaikat tersebut menjawab: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Artinya tanpa benih laki-laki, Maria bisa hamil karena Tuhan memberi benih ilahi dalam rahimnya, dan benih tersebut yang menjadikan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tanpa benih ini, mustahil Maria hamil, tapi dengan benih ilahi, Maria hamil dan melahirkan bayi Yesus. Jadi bukan dengan benih kekuatan manusia, tapi melalui benih kekuatan Allah.
Tuhan tau dengan keadaan kita yang sekarang tidak mungkin bagi kita sendiri untuk menggenapi rencana Tuhan dan mewarisi kepenuhan janji FirmanNya dalam hidup kita. Ada hal-hal tertentu yang tidak mungkin kita alami hanya dengan keberadaan kita sekarang ini. Oleh karena itu, perlu campur tangan eksternal / pihak luar. Kalau itu tidak mungkin bagi manusia, itu porsinya Allah – waktunya untuk Allah bergerak dan memberikan benih ilahi / kekuatan ilahi tersebut dalam hidup kita – itulah yang disebut dengan anugerah. Dengan anugerahNya, ada perkara-perkara mustahil yang terjadi dalam hidup kita. Jadi belajarlah hidup dalam anugerah.
d. Anugerah bukan sesuatu yang kita terima sebagai upah / hasil kerja kita. Anugerah adalah sebuah pemberian cuma-cuma dari Tuhan. Mengapa? Karena Allah tau bahwa berusahapun tidak mungkin bagi kita untuk mendapatkan hal tersebut, sebagai Bapa yang baik, Dia memilih untuk memberikannya sebagai anugerah kepada kita. Allah tau sekeras apapun manusia berusaha, tetap saja akan binasa dalam api neraka, oleh karena itu, Yesus menyerahkan nyawaNya untuk memberikan keselamatan kepada kita, itulah anugerah.
Daud adalah orang yang sederhana, setiap hari dia di padang menggembalakan domba, masa depan sebaik apa yang bisa dia harapkan. Kalau sampai dia bisa menjadi raja, itulah anugerah Tuhan.
Tadinya kita hidup dalam dosa dan jauh dari Tuhan, sekarang kita bisa terlibat dalam pelayanan, beribadah tiap minggu, bertumbuh kehidupan rohani kita, dan menyelematkan jiwa-jiwa – itupun anugerah Tuhan. Amen



Selasa, 24 November 2015

MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN TUHAN


Membangun hubungan dengan Tuhan bukanlah sebuah langkah yang sulit. Sebab firman Tuhan berkata, Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu (Yak 4:8). Di dalam bahasa Inggris, pesan firman ini lebih jelas. Dikatakan bahwa draw near to God and he will draw near to you. Di dalam pengertian aslinya, draw near menggambarkan tangan kita yang mendekat, menyambut uluran tangan Tuhan, yang sudah terlebih dahulu terulur pada kita. Kalimat ini amat jelas tujuannya yaitu sebuah hubungan persekutuan di dalam doa antara manusia dan Allah, menggambarkan gairah dan keinginan bersekutu denganNya. Inisiatip hubungan itu adalah Allah sendiri dan bagian kita adalah menyambut inisiatipNya. Kita harus memberi respon. Saya suka membayangkan anak saya sewaktu bermain layangan. Ketika ia berusaha menarik turun layangan itu dengan benang, maka layang-layang tersebut makin dekat kepadanya. Berarti, di dalam hubungan dengan Tuhan, usaha untuk mendekat kepada Allah harus dimulai di dalam diri kita. Semakin kita menginginkanNya, bergairah, maka sikap itu akan menjadi sinyal bagi Allah untuk menjawab kegairahan kita kepadaNya.
Bahwa aturan di dalam membangun hubungan dengan Tuhan, ada di dalam diri kita. Bukan di dalam diri orang lain atau pengalaman orang lain. Gagalnya kita membangun hubungan dengan Tuhan seringkali terjadi karena kita terlalu terfokus pada pengalaman orang lain dan secara alamiah menjadikan itu sebagai sebuah standard yang juga harus kita alami. Ini jebakan iblis yang mau menggagalkan hubungan kita dengan Tuhan. Perhatikan aturan ini. (a) Setiap kita punya hubungan yang khas dengan Tuhan yang tidak harus sama dengan pengalaman orang lain. Tuhan kita sangat kreatif. (b) Hubungan dengan Tuhan tidak pernah dapat dimetodakan. Seringkali cara Tuhan intim dengan seseorang berbeda secara radikal dibandingkan caranya dengan orang lain.
Tuhan pasti punya cara berhubungan dengan kita. Di dalam Alkitab dengan jelas Yesus mengatakan, "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Matius 6:5-6). Doa merupakan sebuah hubungan intim yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam kamar sewaktu sepasang suami isteri sedang berada di dalam. Keintiman dengan Tuhan seperti itu. Setiap orang punya cara yang khas untuk terhubung dengan Tuhannya di dalam “kamar”nya masing-masing. Tapi coba kita lihat apa yang terjadi hari-hari ini. Banyak orang justru memamerkan bagaimana ia cinta Tuhan dan berhubungan dengan Tuhan secara emosional di hadapan orang lain. Orang seperti ini biasanya tidak berakar di dalam hubungan intim. Bahkan apa yang mereka tampilkan bukanlah hubungan yang sejati. Mereka menyembah Tuhan tidak dengan roh tetapi di jiwa. Yesus mendeteksi kehadiran orang-orang ini disekelilingnya dan mencerca mereka dengan sebutan munafik! Orang seperti ini hanya memakai topeng di dalam setiap pekerjaan pelayanan yang dilakukannya. Saya banyak menjumpai orang-orang di dalam pelayanan saya yang memang terlihat sangat rohani dan antusias di depan jemaat dan orang lain, menyatakan kecintaannya kepada Tuhan. Tetapi dikemudian hari terungkap bahwa orang ini ternyata tidak seperti itu. Dia suka menceritakan kerinduannya untuk terhubung dengan Tuhan tetapi pada kenyataannya apa yang ditampilkannya adalah sesuatu yang emosional. Sesuatu yang ingin dilihat oleh orang lain.
Ada satu contoh kasus di dalam gereja. Pada waktu Yesus sedang berada di dekat kotak persembahan, Dia dengan jelas mengamati seseorang yang memberikan persembahan dalam jumlah besar agar orang di dalam gereja melihat siapa dia. Sesaat setelah itu, seorang janda miskin juga memasukkan persembahannya. Tetapi Yesus berkata maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. (Markus 12:43). Itu sebabnya saya seringkali berkata kepada teman-teman di dalam pelayanan, hati-hati menerima persembahan dari orang yang secara emosional tidak stabil. Hatinya dengan cepat dapat berubah dari mendekatimu menjadi membenci atau menjauhimu hanya karena kita – hamba hamba Tuhan – tidak mau menuruti apa yang menjadi keinginannya. Kekacauan di dalam gereja seringkali dipicu oleh ulah sejumlah orang yang secara finansial kuat tetapi mengatur gembala atau hamba Tuhan. Penyembahan, kerinduan dan hubungan yang sejati ada di dalam kamarmu! Bukan apa yang kamu tampilkan di depan orang banyak. Bukan persembahan persembahan materi yang engkau berikan kepada orang lain. Bukan gayamu saat memuji dan menyembah yang menarik perhatian orang lain. Tetapi ditentukan oleh bagaimana hatimu dengan sungguh-sungguh mencari wajahNya, pada saat engkau sedang terhubung denganNya di dalam kamar secara pribadi.
Perjumpaan di dalam kamar adalah sebuah intimacy. Allah bergairah terhadap setiap keintiman. Alkitab pernuh dengan firman yang bersifat janji. Perhatikan, janji selalu berhubungan dengan pemberian Allah kepada sdr dan saya. Dimana ada penyembahan, disanalah Allah hadir sebab Dia menginginkan penyembahan dan tentu saja penyembah. Penyembahan adalah sesuatu yang menyenangkan hatiNya. Ketika Daud memburu Tuhan dan berkeinginan berada di dekatNya setiap saat, Daud membentuk dirinya menjadi seorang penyembah. Dia bahkan membangun komunitas penyembahan disekeliling tabut Tuhan, duapuluh empat jam, imam-imam musik bergiliran menari, memuji dan menyembah Tuhan. Hadirat Allah hanya dapat ditarik dan dipertahankan melalui penyembahan. Rupanya ini kuncinya! Penyembahan adalah kunci keintiman kita dengan Tuhan. Alkitab berkata, Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel. (Mazmur 22:3) .
Rasul Paulus mengingatkan kita untuk menyala-nyala terlebih dahulu sebelum melayani Tuhan. Penting sekali bagi kita untuk menyala terlebih dahulu. Itu akan membuat roh kita peka dan melayani bukan dengan kekuatan daging atau jiwa kita. Roh yang peka diperlukan untuk memutuskan apakah kita masuk ke dalam sebuah pintu yang terbuka atau tidak. Ingat sdr-sdr, tidak semua pintu yang terbuka harus kita masuki. Kita tidak pernah tahu siapa yang ada dibalik pintu itu. Terutama di dalam hal persembahan. Kalau kita membawa hadirat Tuhan, maka banyak pintu akan terbuka di depanmu. Orang akan berbondong-bondong mendatangi dan melekat kepadamu dengan motif yang berbeda-beda. Ada yang tulus dan ada yang punya kepentingan khusus. Saya mau jujur kepada sdr sebagai sesama hamba Tuhan. Saya banyak menemukan tipe-tipe orang dalam membangun motifnya saat mengatakan menjadi pendukung pelayanan. Hati-hati sdr. Orang yang semula bermuka manis dapat berbalik mencerca kita karena motivasinya di dalam memberi kurang baik. Oleh sebab itu, kita harus tetap memposisikan diri sebagai hamba Tuhan dan bukan hamba uang! Saya pernah punya pengalaman seperti ini. Seseorang yang mendekat kepadamu akan diuji dan dibuktikan motivasinya seiring dengan waktu. Bukan diuji oleh besar persembahannya kepadamu. Jangan lupa, hati manusia bisa berubah! Jika orang-orang ini kecewa dan tidak menerima sesuatu yang mereka harapkan dari pemberian persembahan kasih kepadamu, mereka bisa berbalik mencelamu dihadapan orang lain. sekali lagi berhati-hati. Tidak setiap orang yang ingin terhubungan dengan kita memiliki motivasi yang benar sampai kelak itu teruji dengan waktu.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk masuk di dalam keintiman? kita perlu mendekat kepada Tuhan melalui penyembahan dan hubungan pribadi. Aplikasi praktisnya sangat sederhana. Saya selalu memposisikan diri di depan Tuhan pada waktu saya berdoa atau cuma sekedar duduk diam menikmati hadiratNya di manapun saya pergi. Saat-saat paling menyenangkan adalah ketika menuju ke kantor di dalam mobil. Saya bisa merasakan urapan dan jamahanNya selama perjalanan dari rumah ke gereja. Kamar kita adalah ruang doa kita. Kita harus punya ruang privacy bersama Tuhan. Ruang privacy tidak melulu bicara tentang kamar (atau tempat) tetapi menyangkut waktu atau saat-saat berhubungan denganNya. Ada titik dimana saya sedang berada ditengah komunitas, saya merasa Dia sedang memberi sinyal untuk terhubung denganNya, maka saya akan langsung menyambut uluran tanganNya saat itu juga. Saya pergi menyingkir dan intim dengan Dia. Itu saat-saat yang indah dimana Dia sedang meminta sesuatu yang pribadi dengan kita. Jadi hal ini tidak berbicara tentang elevasi waktu belaka! Tetapi kualitas perjumpaan. Sama seperti Ester berjumpa dengan Raja, yang hanya berlangsung beberapa menit. Tetapi perjumpaan yang sesaat itu, mampu membuat hati raja terikat kepadanya. Itulah kualitas perjumpaan yang selalu menjadi kerinduan saya di dalam terhubungan dengan Tuhan baik saat memuji, menyembah, berdoa atau membaca firmanNya. Terlebih saat melakukan sejumlah aktifitas lainnya. Amen

RENCANA PROGRAM PELAYANAN DAN KEGIATAN JEMAAT GKPI JEMAAT KHUSUS PERUMNAS HELVETIA TAHUN 2016






https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xtp1/v/t1.0-9/11873525_10203225945608294_8721880659391495298_n.jpg?oh=124de93c051e34e86d4373564c786edb&oe=56528C88

















PENDAHULUAN
Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus, Bapa Gereja dan Bapa orang percaya atas segala berkat dan kasih karunia-Nya yang berkelimpahan dalam hidup kita. Khususnya pada hari ini kita dalam keadaan sehat dan dapat berkumpul di gereja ini untuk melaksanakan “Sidang majelis Jemaat”
Pengurus Harian Jemaat (PHJ) GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia mengucapakan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran kita semua. Tuhan Yesus Bapa Gereja pasti akan memperhitungkan  setiap pelayanan kita.
Sesuai dengan Peraturan Rumah Tangga (PRT) GKPI pasal 7 tahun 2103 bahwa Sidang Majelis Jemaat dilaksanakan untuk mengevaluasi dan membahas “Program dan Kegiatan Jemaat”
Sehugungan dengan hal tersebut maka gereja kita melaksanakan Sidang Majelis Jemaat untuk membahas “Rencana Pelayanan dan Kegiatan Jemaat” tahun 2016.  Hasil pembahasan sidang majelis ini akan disampaikan dan kita usulkan pada “Sidang Umum Jemaat” untuk  disahkan sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan di GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia. 
Untuk itu, izinkanlah kami untuk menyampaikan dan memaparkan “Rencana Program dan Kegiatan Jemaat” tahun 2106 sesuai dengan usulan yang kami rampung dari Pengurus Harian Jemaat dan seluruh Seksi-Seksi yang ada di Jemaat ini.Dan kami sangat mengharapkan segala masukan dan saran dari peserta sidang untuk perbaikan.
Dengan sepenuh hati kami mohon maaf kepada seluruh perserta sidang atas kesalahan dan kekurangan penulisan serta panyampain kami pada Sidang Majelis ini. Tuhan Yesus Kristus, Raja gereja yang memberikan hikmad bijaksana kepada kita semua sehingga “Sidang Majelis Jemaat” yang kita laksanakan dapat menghasilkan dan menetapkan “Rencana Program Pelayanan dan Kegiatan” tahun 2016.
Salom..

--- SELAMAT  BERSIDANG ---




RENCANA PROGRAM
PELAYANAN DAN KEGIATAN JEMAAT
GKPI JEMAAT KHUSUS PERUMNAS HELVETIA
TAHUN 2016
I. BIDANG APOSTOLAT (PEKABARAN INJIL)
    1. IBADAH / KEBAKTIAN MINGGU :
Ibadah / Kebaktian Minggu pada tahun 2016 masih sama dengan tahun 2015, yaitu ; Ibadah Sekolah Minggu, Ibadah Minggu Pagi dan Ibadah Minggu Siang.
1.1. Ibadah Sekolah Minggu
a.  Ibadah Sekolah Minggu dilaksanakan setiap hari Minggu dan dimulai  pukul 7.30 s/d 08.45 WIB yang dilayani oleh guru-guru Sekolah Minggu dan Vikar.
b.   Ibadah Sekolah Minggu dilayani oleh 8 orang Guru Sekolah Minggu dan setiap Ibadah Sekolah Minggu dilaksanakan pengelompokan sesuai dengan  tingkatan umur.
c.   Ibadah Sekolah Minggu dibuka oleh Guru Sekolah Minggu dan ditutup oleh Penatua dan Pendeta.
d.  Bahan Renungan/Kotbah berdasarkan Buku Panduan yang dikeluarkan oleh Kantor Sinode GKPI.
1.2. Ibadah Minggu Pagi (Tata Ibadah Bahasa Indonesia)
a. Ibadah Minggu pagi dilaksanakan setiap hari Minggu dimulai pukul 08.50 WIB s/d pukul 10.15 WIB
b. Lagu Pujian dalam Tata Ibadah diambil dari Buku Kidung Jemaat (KJ), Buku Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ), Buku Nyanyian Kidung Baru (NKB) dan lagu rohani lainya yang sesuai dengan tema Ibadah Minggu.
c. Setiap Minggu I, Tata Ibadah didahului dengan menyanyikan Hymne GKPI “Yesus Tuhanku”.
d.           Setiap Minggu IV, Tata Ibadah didahuli dengan menyanyikan “Mars GKPI”.
e. Pelayan Firman / Pengkotbah :
    - Yang melayani Firman Tuhan/Kotbah adalah Pendeta GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia 3 (tiga) kali dalam sebulan dan Pendeta dari luar lingkup PGI 1 (satu) kali dalam sebulan.
-  Pada Minggu V   yang melayani Firman Tuhan/Pengkotbah adalah Pndeta dari Luar lingkup GKPI ataupun Pendeta GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia.
-  Petugas Pengumpul Persembahan adalah Penatua dan pemuda-Pemudi setiap Minggu II dan Minggu IV .
-  Singer/Songleader adalah dari kalangan seksi pemuda-pemudi (PP).
1.3. Ibadah Minggu Siang (Tata Ibadah Bahasa Batak Toba)
a. Ibadah Minggu Siang dilaksanakan setiap hari Minggu dimulai pukul 11.30 WIB s/d selesai.
b. Lagu Pujian dalam Tata Ibadah diambil dari Buku Ende sesuai dengan Almanak GKPI.
c. Setiap Minggu I, Tata Ibadah didahului dengan menyanyikan Hymne GKPI “JESUS TUHANKU DI HO MA AU ON”.
d.           Setiap Minggu IV, Tata Ibadah didahuli dengan menyanyikan “Mars GKPI”.
e. Pelayan Firman / Pengkotbah :
    - Yang melayani Firman Tuhan/Kotbah adalah Pendeta GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia 3 (tiga) kali dalam sebulan dan Pendeta dari luar lingkup PGI 1 (satu) kali dalam sebulan.
-  Pada Minggu V   yang melayani Firman Tuhan/Pengkotbah adalah Pendeta dari Luar lingkup GKPI ataupun Pendeta GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia.
f. Petugas Pengumpul Persembahan adalah :
    - Penatua
    - Seksi Perempuan setiap Minggu I.
    - Seksi Pria setiap Minggu III             
               g. Singer/Songleader adalah :
              - Penatua
    - Seksi Perempuan setiap Minggu I.
                   - Seksi Pria setiap Minggu III   

    2. IBADAH / KEBAKTIAN KATEGORIAL :
        Yaitu Ibadah/Kebaktian yang dilaksanakan oleh masing-masing seksi dan  perkumpulan Koor yang ada di gereja ini, antara lain :
        2.1. Kebaktian Sekolah Minggu
        - Kebaktian Sekolah Minggu dilaksanakan dalam bentuk Pendalaman Alkitab (PA) yang dilayani oleh Guru-Guru Sekolah Minggu dan Vicar.
        -  Tempat kebaktian bergantian di rumah anggota jemaat orangtua dari anak Sekolah Minggu.


        2.2. Kebaktian Remaja
        - Kebaktian Remaja dilaksanakan sekali dalam ...... yang dilayani oleh Pendeta, Vicar dan Penatua.
        -  Tempat kebaktian bergantian di rumah anggota.
        -  Tata Ibadah adalah Bahasa Indonesia.
        2.3. Kebaktian Pemuda-Pemudi (PP)
        -  Kebaktian Pemuda-Pemudi (PP) dilaksanakan sekali dalam sebulan setiap Minggu I di rumah anggota atau di gereja yang dilayani oleh Pendeta, Vicar dan Penatua.
        -  Tata Ibadah adalah Bahasa Indonesia.
        2.4. Kebaktian Seksi Perempuan
        - Kebaktian Seksi Perempuan dilaksanakan sekali dalam sebulan setiap hari Kamis Minggu I di gereja yang dilayani oleh Pendeta dan Vicar.
        -  Tata Ibadah adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak Toba.
        2.5. Kebaktian Ina Par Ari Kamis
        -  Kebaktian Ina Par Ari Kamis dilaksanakan setiap hari Kamis bertempat di gereja yang dilayani oleh Pendeta, Vicar dan Penatua Perempuan.
        -  Tata Ibadah adalah Bahasa Indonesia.
        -  Setelah selesai Kebaktian dilanjutkan dengan latihan Koor
        2.6. Kebaktian Ina Naomi
         - Kebaktian Ina Naomi dilaksanakan sekali dalam sebulan setiap hari Sabtu Minggu terakhir bertempat di gereja yang dilayani oleh Pendeta, Vicar dan Penatua Perempuan. Kebaktian dimulai pukul 17.00 WIB.
        -  Tata Ibadah adalah Bahasa Batak Toba.
               -  Latihan Koor dilaksanakan setiap Hari Sabtu pukul 17.00 WIB untuk dinyanyikan pada Ibadah Minggu dan pelayanan lainnya.
        2.7. Kebaktian Ibu Theresia
        -  Kebaktian Ibu Theresia dilaksanakan setiap hari Jumat bertempat di gereja yang dilayani oleh Pendeta, Vicar dan Penatua Perempuan. Kebaktian dimulai pukul 17.00 WIB.
        -  Tata Ibadah adalah Bahasa Batak Toba.
               -  Latihan Koor dilaksanakan setiap Hari Sabtu pukul 17.00 WIB untuk dinyanyikan pada Ibadah Minggu dan pelayanan lainnya.

        2.8. Kebaktian Lansia
        2.9. Kebaktian Malam di weyk
    3. PELAYANAN SAKRAMEN
        3.1. Perjamuan Kudus
                   - Perayaan Jumat Agung
                   - Peneguhan Sidi
                   - Perayaan Natal I
                   - Atas permintaan Jemaat
        3.2. Baptisan Kudus
                   - Minggu,  Juni 2016
                   - Natal II,
                   - Atas Permintaan Anggota
        3.3. Peneguhan Sidi
                   - Peneguhan Sidi TA. 2015/2016
                   - Ajaran Baru Belajar Sidi TA. 2016/2017, dimualai
- Pemberian/Cenderamata Alkitab Kepada Pelajar Sidi Pada Saat Peneguhan Sidi 
II. BIDANG PASTORAT (PENGGEMBALAAN)
1. SEKSI KEROHANIAN
1.1. ---
1.2. –
2. SEKSI PEKABARAN INJIL
    2.1. ---
    2.2. ----
3. SEKSI SEKOLAH MINGGU SEKSI PEMUDA-PEMUDI (PP)
    3.1. ---
    3.2. ----
4. SEKSI PEREMPUAN
    4.1. ---
    4.2. ----
5. SEKSI PRIA
    5.1. ---
    5.2. ----
6. SEKSI PRIA
    5.1. ---
    5.2. ----

III. BIDANG DIAKONI (PELAYANAN/MELAYANI)   
          1. SEKSI DIAKONI
IV. RENCANA PROGRAM/KEGIATAN YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN
      1. PEMBACAAN / PENEGASAN WARTA JEMAAT
Sesuai dengan kritik dan saran beberapa anggota jemaat dan juga melihat/ mengamati pelaksanaan Tata Ibadah di beberapa GKPI khususnya tentang Warta Jemaat, maka Pengurus Harian Jemaat (PHJ) mengusulkan agar warta jemaat khususnya “Berita Umum” mengenai Pelayanan dan Pelaksanaan Kegiatan tidak lagi dibacakan.  Namun untuk beberapa hal warta jemaat yang perlu penegasan untuk mengingatkan dapat dibacakan oleh petugas warta jemaat. Warta jemaat yang perlu penegasan akan dibicarakan/ditentukan pada sermon Penatua dan Pelayan.  
      2. BIAYA PEMAKAIAN  AC
Pengadaan AC Gereja GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2015 dan sudah dipergunakan selama 18 bulan sampai dengan saat ini. Melihat biaya pemeliharaan AC (Beban Listrik, Servis dan Kerusakan) sangat besar maka diusulkan agar pemakaian AC untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti :
-      Ibadah Perjanjian Pra Nikah
-      Ibadah Pernikahan
-      Perayaan Natal
-      Dan lai-lain
bagi  anggota jemaat GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia ataupun jemaat dari luar yang memakai gereja agar dibebankan biaya pemeliharaan sebesar Rp. 300.000.- (Tiga Ratus Ribu Rupiah).   
      3. PENGADAAN RAK BUKU
Untuk menata seluruh arsip gereja maka sangat dibutuhkan lemari arsip berupa Rak Buku.  Sedangkan lemari yang ada dapat dipergunakan untuk penyimpanan arsip kumpulan Koor dan Sekolah Minggu, Pemuda-Pemudi.
Rak Buku tersebut akan ditempatkan di ruang komputer / Kantor Gereja.

      4. TRANSPORT PENATUA
Untuk tahun 2016 diusulkan pemberian transport kepada Penatua yang melayani Kebaktian Pemuda-Pemudi (PP), Remaja dan Sekolah Minggu. Uang transport ini sama besarnya dengan uang transport Penatua yang melayani di Kebaktian Malam di weyk yaitu sebesar Rp. 50.000.-
      5. INVENTARISASI HARTA BENDA GEREJA
Inventarisasi / pendataan ulang segala harta benda milik GKPI Jemaat Khusus Perumnas Helvetia supaya dapat dilaksanakan pada tahun 2016.  Waktu pelaksanaan agar ditetapkan oleh Sidang Majelis Jemaat ini khususnya seksi Sarana Prasarana.
Inventarisasi harta benda gereja dilaksanakan oleh Seksi Sarana/Prasarana bersama dengan PHJ.  Untuk memudahkan pelaksanaan Inventarisasi tersebut, Seksi Sarana Prasana disarankan agar dapat membentuk tim.
      6. PENAMBAHAN PENATUA
Untuk meningkatkan Pelayanan kepada Jemaat maka perlu penambahan Penatua khususnya di :
-  Weyk 5 (Lima) ; Pentua hanya 1 (satu) orang yaitu Pnt. Drs. T. Parhusip.
-  Weyk Sukadono; Penatua 2 (dua) orang  yaitu Pnt. W.L. Tampubolon dan Pnt. D. Sinaga. Namun demikian Pnt. W.L. Tampubolon tidak dapat melayani karena kesehatan.
    “Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan penjaringan Calon Penatua di weyk tersebut”.
      7. PENAMBAHAN GURU SEKOLAH MINGGU
Untuk meningkatkan Pelayanan kepada anak-anak Sekolah Minggu maka perlu penambahan Guru Sekolah Minggu tahun 2016. Penambahan guru Sekolah Minggu berdasarkan kebutuhan pelayanan setiap minggunya yaitu  :
-  2 (dua) melayani kelas....
-  2 (dua) orang melayani
-  2 (dua) melayani kelas....
-  2 (dua) orang sebagai Song 
        8. PEMBERIAN ALMANAK
        9. PEMBERIAN SUARA GKPI
        10. PENAMBAHAN SPEAKER
          11. PENAMBAHAN MANEJEMENT SOUND
          12. SIDANG UMUM JEMAAT
          13. SOUND SYSTEM LAMA
          14. PANITIA NATAL
          15. SIDANG UMUM JEMAAT

16. PEMBERIAN KALENDER