Sabtu, 15 April 2017

Inti Khotbah RT. Tgl. 24-25 April 2017 Quasimodogeniti. 1 Petrus 1:3-9



Kita mengetahui bersama bahwa penolakan kepada orang-orang Kristen masih terus berlangsung hingga saat ini, baik itu yang dialami orang orang Kristen mula-mula sampai kepada kita saat ini, mulai dari tindakan diskriminasi, susahnya mendirikan rumah ibadah dan pengerusakan tempat ibadah.
Dalam surat Petrus ini mengingatkan kita bahwa ternyata itu adalah kebahagiaan dan sukacita kita. Mengapa kita harus bersukacita: Pertama, bahwa ternyata bagaimanapun hambatan yang dialami oleh gereja ternyata tidak dapat menghambat Firman Allah menyebar ke seluruh dunia. Kedua, Kekuatan Allah memelihara kita karena iman kepadaNya. Ketiga, penderitaan dan pergumulan yang kita hadapi diizinkan Allah untuk memurnikan iman kita. Keempat, hambatan dan tantangan yang di hadapi oleh Gereja adalah bukti bahwa orang Kristen memegang iman yang benar sebab kuasa duniawi pasti akan menolak kebenaran yang sesungguhnya. Sehingga patutlah kita bersukacita, sebab iman yang kita miliki adalah sungguh adalah benar-benar jalan keselamatan. Pengharapan kita yang kuat di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus adalah karena kebangkitanNya dari antara orang mati. Bahwa kita kita memiliki iman yang sejati yaitu kepada Kebenaran yang berkuasa atas kehidupan dan kematian. Sehingga kita memperjuangkan iman di dalam dunia ini adalah untuk keselamatan jiwa. Karena itulah kita percaya, bersukacita yang walaupun kita tidak melihatNya.
Hidup kita saat ini adalah hidup karena anugerah Allah yang melahirkan kita kembali menjadi kepada hidup yang penuh pengharapan. Dengan kelahiran baru di dalam Yesus Kristus kita akan menerima: Suatu bagian yang tidak dapat binasa, Yang tidak dapat cemar, Yang tidak dapat layu, Yang tersimpan di sorga bagi kamu (ay. 4). 
Maka bagaimana kita hadir ditengah-tengah dunia sebagai orang-orang yang lahir baru? Paulus mengatakan pada Timoteus yaitu sebagai “manusia Allah”. Bagaimana selama kita hidup iman kita tetap murni tanpa noda sebagaimana Kristus telah menyelamatkan kita. Bagaimana kita tampil ditengah-tengah kehidupan orang yang belum diselamatkan oleh Kristus kita tampil sebagai ciptaan baru sebagai manusia Allah.
Diharapkan dari kita tidak asal-asalan dalam mengikut Kristus, tidak asal-beriman asal-percaya. Hal inilah yang perlu kita bangun ketika kita beriman diantara orang-orang yang menolak bahkan membenci  Kekristenan. Semakin mereka membenci kita harus semakin terbuka kepada mereka bahwa kita adalah manusia Allah ditengah-tengah dunia ini. 
Disinilah sukacita kita, bahwa ketika penolakan, kebencian yang kita hadapi dari orang-orang yang membenci orang yang beriman kepada keselamatan Kristus justru menuntut iman kita untuk memperlihatkan kualitasnya yang terbaik bukan malah sebaliknya membuat kita semakin takut untuk beriman. Dalam 1 Petrus 2:20 dikatakan “Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah”. Amen

Khotbah Minggu Quasimodogeniti 23 April 2017 “Beritahukanlah Kepadaku Jalan Kehidupan” Mazmur 16:1-11



Mazmur ini adalah suatu doa permohonan dan pengakuan iman yang sangat menyentuh realitas kehidupan sehari-hari. Dapat kita melihat bagaimana kita diajari bagaimana untuk mengaplikasikan iman dalam realita kehidupan nyata. Hanya ada satu sumber kebahagiaan, perlindungan, pengajaran, keselamatan dan kehidupan yaitu pada Tuhan Allah. Tidak ada sumber yang kekal di luar dari Tuhan Allah. Inilah yang ingin disampaikan oleh pemazmur kepada kita. Bagi pemazmur, tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain menjadi milik kepunyaan Tuhan. Sebagai milik kepunyaan Tuhan, maka apapun yang dimiliki adalah dari Tuhan, untuk Tuhan, karena hanya oleh karena Tuhanlah manusia berada di dalam dunia ini dan dapat berkarya. Hanya ada satu sumber kebahagiaan, perlindungan, pengajaran, keselamatan dan kehidupan yaitu pada Tuhan Allah. Tidak ada sumber yang kekal di luar dari Tuhan Allah. Inilah yang ingin disampaikan oleh pemazmur kepada kita.
Di luar Tuhan bisa saja kita mencari kebahagiaan, kehidupan, keselamatan namun yang kekal hanya ada pada Tuhan Allah, karena mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di luar Tuhan justru sebaliknya akan memperbesar kesedihan (ay.4). Pemazmur ini mengatakan juga bahwa, “Tuhan adalah bagian warisanku dan pialaku…”(ayat 5), “aku senantiasa menempatkan Tuhan di hadapanku…”(ayat 8), “Engkau akan menyatakan kepadaku aluran kehidupan.”
Bagi orang-orang yang mengandalkan Tuhan, begitu banyak kebahagiaan seindah yang Tuhan lakukan: “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa” (ayat 11), dan itu semua akan hadir kepada orang-orang yang peduli untuk membangun kehidupannya di atas dasar pondasi rohani yang kuat, yang sungguh menempatkan Tuhan menjadi dasar kehidupannya
Di luar Tuhan bisa saja kita mencari kebahagiaan, kehidupan, keselamatan namun yang kekal hanya ada pada Tuhan Allah, karena mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di luar Tuhan justru sebaliknya akan memperbesar kesedihan (ay.4).
Harta dan kepemilikan kita yang paling besar adalah memiliki iman kepada Tuhan Allah, sebab bagaimana tidak, bahwa hanya karena Allah sajalah yang dapat membuat:
 HATI bersukacita,
JIWA bersorak-sorak dan
TUBUH diam dengan tentram
Tidak ada barang sesuatu apapun yang boleh membuat hidup kita seperti itu selain karena Tuhan. Inilah harta yang paling berharga yang akan dirasakan oleh setiap orang yang berlindung kepada Tuhan. 
Hal terbesar lagi yang boleh menguatkan kita bahwa keselamatan itu adalah untuk selama-lamanya, bahwa orang yang beriman dan berpengharapan kepada Tuhan akan diselamatkan dari dunia orang mati dan dari kebinasaan namun kehidupan kekal adalah bahagiaan dari orang yang setia beriman kepada Tuhan. Sebab sengat maut telah dipatahkan oleh Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya dari kematian, sebab: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yoh. 3:36).
Apapun yang boleh kita miliki baik itu harta kekayaan emas perak uang jika kita tidak memiliki harta yang sesungguhya tidak akan menjamin sukacita kita. Namun kalaupun kita hanya cukup makan nasi campur garam jika kita bersama Tuhan tidak akan menghilangkan sukacita kita. Dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita melihat bahwa kepemilikan harta benda tidak menjamin seseorang boleh hidup dengan tenang, nyaman dan senang justru ada sebaliknya membuat dia tidak dapat lagi menikmati apa yang dimilikinya. Seperti yang difirmankan oleh Tuhan Yesus bahwa jika kita menuruti perintahNya dan tinggal di dalam kasihNya maka: “Sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh. 15: 11).
Semuanya itu boleh nyata kepada kita jika kita dapat meniru apa yang diperbuat oleh pemazmur ini dalam kehidupannya, yaitu penyerahan diri secara total kepada Tuhan, bahwa ia menyerahkan hidupnya dikuasai oleh Tuhan. Dapat kita perhatikan hidup yang dikuasai oleh Allah:
          Ia berdiri disebelah kananku: Maka Aku tidak goyah
          Ia depan: Ada sukacita berlimpah-limpah
          Di tangan kananNya: Ada nikmat senantiasa
Tidak ada apapun yang boleh membatasi sukacita anak-anak Allah, apapun yang boleh terjadi dalam hidup kita tidak akan menggoyahkan kita sebab Allah bersama kita, biarpun saat ini kondisi kita “sepiring berdua” atau apapun yang boleh terjadi baiklah kita selalu mengingat janji Tuhan Yesus “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:20).
"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."  Mazmur 16:11
Momen apa yang paling membuat Saudara merasakan sukacita?  Ada berbagai alasan seseorang mengalami sukacita dalam hidupnya:  seseorang bersukacita saat ia mendapatkan lotere;  ketika merayakan valentine's day dengan teman-teman;  saat berada di kursi pelaminan dengan orang yang dicintainya;  ketika memiliki uang banyak;  ketika lulus ujian atau diwisuda sebagai sarjana;  ketika dianugerahi anak;  ketika bertemu dengan kawan lama dan sebagainya.  Seseorang yang menderita sakit akan bersukacita ketika dokter menyatakan bahwa ia sudah sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit;  seorang atlet mengalami sukacita yang luar biasa ketika ia mampu merebut medali emas dalam suatu kejuaraan;  seorang petani bersukacita tatkala musim panen yang ditunggu-tunggu itu tiba, sehingga rasa-rasanya semua kerja keras yang selama ini ia lakukan, baik itu membajak, mengairi dan merawat tanaman telah terbayar sudah.  Begitu pula seorang karyawan akan bersukacita ketika tiba waktu menerima gaji atau mendapat promosi jabatan dari pimpinan.
     Namun, berapa lama sukacita itu akan bertahan?  Sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama.  Lalu, di manakah kita menemukan sukacita yang sejati dan berlimpah-limpah itu?  Sukacita yang melimpah dan yang tak lekang oleh waktu hanya akan kita temukan di dalam Tuhan Yesus.  Sukacita yang dari Tuhan tidak bergantung pada situasi dan kondisi yang ada di sekitar kita karena sukacita itu berasal dari dalam, yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
     Jadi, kita mendapatkan sukacita yang berlimpah oleh karena ada Roh Kudus di dalam diri kita.  Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihati,  "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!  Sekali lagi kukatakan:  Bersukacitalah!"  (Filipi 4:4).  Mungkin kita berkata,  "Teorinya gampang.  Prakteknya?  Bagaimana bisa bersukacita jika kita sedang dalam masalah, sakit, punya banyak utang, toko sepi, perusahaan lagi bangkrut dan sebagainya?"  Rasul Paulus menulis surat himbauan kepada jemaat di Filipi ini bukan saat ia sedang bersenang-senang karena menerima berkat dari Tuhan, tapi justru saat ia berada di dalam penjara alias dalam penderitaan dan kesesakan.
"Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!"  (Nehemia 8:11b).



Khotbah Paskah Subuh di Jem. Khusus Ciliwung 1. Korint 15:1-4. “Kristus Bangkit Kita Menang”



.bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;"  1 Korintus 15:3-4
Berita tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian adalah hal yang sangat menakutkan bagi Iblis dan merupakan kebencian bagi orang-orang yang sesat.  Sudah sejak zaman para rasul Kristus banyak ahli Taurat dan pemuka agama yang menyangkal kebangkitan Kristus ini.  Dan sampai hari ini pun Iblis terus berusaha meyakinkan manusia yang ada di bumi ini bahwa Yesus Kristus itu tidak bangkit dari kematian sebab Dia tak pernah disalibkan.  Memang banyak pendapat dan teori manusia yang dipaksa-paksakan untuk memutarbalikkan fakta tentang penyaliban dan juga kebangkitan Yesus Kristus.  Yang pasti, teori penyangkalan manusia akan kebangkitan Yesus Kristus itu didalangi oleh roh Iblis karena Iblis tahu benar bahwa apabila manusia mengerti kuasa kebangkitan Kristus, manusia dapat menggunakan kuasa itu untuk mengalahkan semua tipu muslihat Iblis yang berusaha untuk membinasakan setiap segi kehidupan manusia.  Mengahadapi semua itu biarlah kita tetap bersikap tenang dan tak perlu menanggapi teori-teori atau berita yang bertentangan dengan firman Tuhan.  Jangan sedikit pun ragu akan kebenaran Injil.
     Rasul Paulus berkata,  "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."  (1 Korintus 15:14).  Umumnya gereja-gereja hanya membahas dan membicarakan soa kebangkitan Kristus pada hari Raya Paskah saja.  Salib dan kebangkitan merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dan saling terkait.  Tanpa kebangkitan, salib tak punya arti apa-apa.  Tanpa kebangkitan Kristus, salib hanya merupakan suatu tragedi memilukan dan sebuah kekalahan belaka.  Jika Kristus terus terbaring di dalam kubur dan tidak bangkit, dunia tetap berada di dalam kegelapan dan hidup manusia tidak berarti apa-apa.
     Itulah yang dilakukan Iblis yaitu meracuni pikiran manusia sehingga manusia tidak percaya bahwa Kristus disalibkan dan pada hari yang ketiga telah bangkit.
Dengan ketidakpercayaannya kepada Kristus manusia pasti akan mengalami kebinasaan kekal.  Sebaliknya, barangsiapa yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan!
Aku mau mengingatkan kamu kepada Injil … Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya” (ayat 1-2).Injil yang dimaksudkan di sini berisi berita “kematian dan kebangkitan Yesus.” Ini adalah inti Injil, yaitu apa yang Allah lakukan di dalam dan melalui Yesus, melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Kis 2:22-24; 10:38-40).
Kristus telah mati dan telah dibangkitkan
“Ia mati – Ia telah dikuburkan; Ia telah dibangkitkan – Ia telah menampakkan diri” (ayat 3-5).Ada empat peristiwa yang terdiri dari dua pasangan. Klausa kedua dalam masing-masing pasangan menetapkan kebenaran dari yang pertama.
Ia telah dikuburkan mengukuhkan kenyataan tentang kematian-Nya. Menyatakan bahwa ini bukan berita bohong. Sama halnya dengan dengan penguburan Daud membuktikan bahwa ia benar-benar telah mati (Kis 2:29). Yesus bukan mati suri dan juga bukan pura-pura mati. Yesus memang benar-benar mati. Ia tidak akan menjadi tidak mati hanya karena orang tidak percaya bahwa Ia tidak mati. Bahkan walaupun tidak ada yang percaya bahwa Ia mati, Ia tetap telah mati, dan ini adalah fakta objektif.
Karena Ia benar-benar mati, akibatnya kebangkitan-Nya sungguh-sungguh berarti bahwa Ia kembali hidup. Ia telah menampakkan diri kepada para rasul dan murid-murid yang lain. Membuktikan bahwa Ia benar-benar bangkit. Jika Yesus tidak bangkit (hanya mati saja) maka kepercayaan kita tidak berbeda dengan cerita-cerita kepahlawanan, di mana seseorang berkorban untuk orang lain. Ia hanya menggerakkan perasaan sentimental umat manusia. Ia tidak menjanjikan harapan apa-apa. Namun yang benar adalah, Ia telah mati tetapi kini Ia adalahTuhan yang hidup. Kebangkitan-Nya untuk membenarkan mereka yang percaya (Rom 4:25). Ia menampakkan diri untuk membuktikan bahwa sengat maut telah dicabut (1 Kor 15:55). Kematian dan kebangkitan-Nya memberi kemenangan dan pengharapan. Andaikata Kris tdk Bangkit Sia2lah kepercayaan kita dan Tdk ada arti Injil.
John Owen (Kematian yang menghidupkan) menjelaskan bahwa ada dua tindakan historis yang dilakukan oleh Kristus: pengorbanan-Nya di masa lalu, dan pengantaraan-Nya di masa sekarang. Yesus Kristus disebut sebagai pendamaian / korban kita dan sekaligus pembela / wakil kita (1 Yoh 2:1-2). Ia disebut sebagai yang mempersembahkan darah-Nya sendiri sebagai korban (Ibr 9:11-14) maupun sebagai pengantara bagi kita (Ibr 7:25). Berjumpa dengan Allah sejati menghasilkan perubahan hidup:
- Kebangkitan memberikan pengharapan.-Membangkitkan Keberanian - Membangkitkan semangat dalam pelayanan. !. Kor 15: 58. Tdk sia2 Pekerjaanmu
Ada 3 hal yang dilakukan Kristus secara supranatural:
- Ayat 54, Maut, kematian dan semua bayang2nya telah ditelan dalam kemenangan.
- Ayat 57, Kristus memberi kemenangan atas tabiat yang lama, dosa yang lama, kehidupan yang lama.
- Ayat 51, Kebangkitan Kristus memberikan perubahan yang total dalam diri kita selama di dunia. Dibangkitkan dalam keadaan yang tidak binasa (ay 52)
- Paulus menegaskan bahwa Kristus sudah benar2 bangkit.
- Kebangkitan Kristus mengubah kehidupan para murid
- Pekerjaan yang dikerjakan sekarang tidak sia-sia, karena Kristus telah bangkit
Kebangkitan Kristus menghasilkan kebangkitan-kebangkitan kita:
- Kebangkitan akan pengenalan dan penerimaan diri
- Kebangkitan akan konsep anugerah yang lebih benar
- Kebangkitan untuk mengenal konsep pelayanan yang lebih baik
 Kebangkitan Kristus adalah hal yang terpenting, fakta sejarah yang membedakan dengan agama lain.
- Kebangkitan Kristus menegaskan bahwa iman kita tidak sia-sia.
- Kebangkitan Kristus memberikan semangat untuk selalu giat melakukan pekerjaan Tuhan
Paskah terjadi karena Kristus telah mati.
- keep the gospel in memory.  hidup tidak dalam kekosongan.
Karena itu penting berarti harus diberitakan:
- Kematian Kristus bukan akhir dari segala-galanya.
- Penguburan Kristus bukan hal yang memalukan
- Kristus bangkit. Amen

Khotbah Jumat Agung 14 April 2017 Markus 15:22-41 Yesus Menyelamatkan Kita







Proses yesus disalibkan dan mati di kayu salib adalah misi terakhir keberadaanNya di dunia sebagai anak manusia, yang memiliki tujuan untuk menyelamatkan umat manusia yang terbelenggu dengan Dosa-dosa.
Sebelum kita lanjutkan pada pembahasan renungan firman tuhan Markus 15:22-41 Yesus telah menjadi teladan yang baik sebagai hamba yang taat kepada Tuhan Menyampaikan Kebenaran Firman Tuhan di dunia Melakukan firman tuhan dalam kehidupanNya
Rela menderita, di salibkan dan mati untuk menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa.
Keteladanan Yesus sebagai Hamba yang taat, kita jadikan prinsip hidup dan kepribadian yang benar sebagai umat kristiani untuk kita teruskan dan lanjutkan seperti yang telah dilakukan Yesus selama Dia di Dunia, karena dalam firmannya berkata “ Apabila kita percaya kepada Yesus dan meyakini bahwa dia adalah anak allah-utusan allah, maka kita siap menyangkal diri, memikul salib dan mengikut yesus” dan Dia mengatakan “Barang siapa mengikut aku, dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” Itulah jaminan hidup kekal orang yang percaya kepada Yesus.
Baiklah, untuk mengetahui bahwa yesus disalibkan dan mati membuktikan bahwa Dia anak allah, injil Markus 15:22-41 menjelaskan tentang kebenaran firmannya, Ada beberapa Poin yang perlu kita akui bahwa Yesus adalah Anak/Utusan Allah, antara lain:
1. Dia di salibkan walaupun tidak berdosa (Jam sembilan pagi)
Menurut Nats kegenapan Alkitab, bahwa saat anak manusia disalibkan (Yesus), Dia berada di tengah-tengah atau diantara kedua orang penyamun dan durhaka yang disalibkan pada waktu itu. Alasan mengapa Yesus di hukum dan disalibkan sesuai dengan tulisan yang terpasang diatas kayu salib adalah “sebagai Raja Orang Yahudi” (Markus 15:26). Itu memberikan pembuktian bagi setiap kita umat yang percaya kepada Yesus, bahwa walaupun Yesus tidak melakukan pelanggaran, kesalahan seperti orang-orang penyamun dan durhaka, tapi dia rela disalibkan untuk melaksanakan kegenapan firman Tuhan.
Dalam proses penyaliban Tuhan Yesus, banyak sekali yang menghujatnya, dan ingin mencoba-cobai Dia supaya dapat membebaskan diriNya dari penyaliban, dan juga imam-imam kepala bersama-sama ahli taurat, mengolok-olok Dia, mereka mengatakan bahwa ”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” (markus 15:31). Tetapi walaupun Yesus sebenarnya bisa melakukannya seperti yang mereka katakan tetapi ImanNya Kepada Tuhan tetap Teguh, dan selalu menjalankan misinya sebagai Anak Allah untuk menggenapi Firman Tuhan itu sendiri, karena jika Yesus tidak di salibkan dan mati maka umat manusia di dunia ini, tetap memiliki jarak yang jauh untuk berhubungan dengan Tuhan dan sekaligus manusia tetap orang berdosa di hadapan Tuhan.
Inilah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan juruselamat dunia, Dia rela disalibkan untuk menebus dosa umat manusia melalui darahnya yang tertumpah dikayu salib karena hanya melalui darahNyalah, dosa kita akan terampuni oleh Tuhan.
2. Setelah Yesus disalibkan,  Jam dua belas Siang kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai tiga jam (markus 15:33)
Ini adalah membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah/Utusan Allah, pada saat Yesus disalibkan jam

Kesaksian Alam Saat Yesus Disalibkan
sembilan pagi ada banyak Iblis yang ingin mencobai dia tapi Yesus tetap teguh dalam menjalankan misinya sebagai anak manusia untuk tidak membebaskan diri dari penyaliban, dan pada saat yesus diatas kayu salib tepatnya jam dua belas siang, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai tiga jam, ini membuktikan bahwa dunia ini sudah dikuasai oleh kegelapan dan manusiannya sudah terikat dengan kelakuan-kelakuan yang penuh dengan dosa dan gelap iman, dan tidak memiliki mata hati untuk melakukan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan.
3. Yesus Menyerahkan Nyawanya dan Saat itu Tabit Bait Suci terbelah dua dari atas sampai kebawah jam tiga sore(markus 15:37-38) Inilah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah/Utusan Allah selain peristiwa yang terjadi pada jam dua belas siang saat yesus di atas kayu salib dan kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai tiga jam, pembuktian dan pengakuan serta kesaksian yang dinyatakan oleh setiap yang ada pada saat itu adalah setelah yesus menyerahkan Nyawanya kepada Tuhan, Yesus mengatakan “Ya Tuhan kepadamulah kuserahkan hidupku”, ketika itu tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai kebawah (Markus 15:38). Ini menandakan bahwa tidak ada lagi pembatas atau pemisah hubungan kita dengan  Tuhan karena Yesus telah menyucikan kita dari belenggu dosa melalui kematiaanNya diatas kayu salib, pengorbananNya untuk menanggung semua dosa-dosa kita umat manusia merupakan kegenapan firman Tuhan saat Yesus di Dunia supaya hubungan kita dengan Tuhan tidak ada jarak pemisah dan supaya tidak ada kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dengan Tuhan.
Kemudian yang menjadi kesaksian lagi pada saat Yesus mati diatas kayu salib, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia (Yesus) melihat matinya demikian, berkatalah Ia “Sungguh orang ini adalah anak Allah” (Markus 15:39). ini menandakan Yesus disalibkan dan mati membuktikan bahwa Dia anak Allah.
Apa Yang Perlu kita ambil Sikap dari Proses Yesus disalibkan dan mati membuktikan bahwa dia anak Allah (Markus 15:22-41)?
Setelah kita mengetahui bahwa Yesus adalah anak Allah yang mengorbankan diriNya disalibkan untuk menebus Dosa-dosa kita, harus kita kita sadari bahwa kita adalah manusia yang terbelenggu dengan dosa, patut kita sembah sujud dihadapanNya karena pengorbanan dan kemurahan hatinya kepada setiap kita umat yang percaya kepadanya dan maupun dunia.
Melalui kegelapan kita menjadi terang oleh darahnya yang tertumpah di kayu salib
Tidak ada lagi jurang pemisah antara saya, anda dan kita semua untuk berhubungan dengan Tuhan Allah
Melalui Kesaksian Kepala Pasukan dan Orang-orang yang ada pada saat itu, kita harus mengakuinya sebagai Anak Allah dan juruselamat dunia.
Untuk itu saudara yang seiman kepada Tuhan Yesus, jangan sia-siakan pengorbanan Yesus kepada kita, kita harus meneladaninya di dunia ini sebagai pengikut yang setia kepadanya, berkata yang benar sesuai dengan kehendak tuhan, melakukan firman dan rela berkorban untuk kemuliaan namanya, supaya kepribadian kita nampak sebagai umat pengikut yesus yang patut diteladani dan bersaksi serta menjadi contoh di dunia ini karena kebesaran NamaNya. Sebab Yesus datang kedunia telah melakukannya terlebih dulu sehingga dapat kita lihat hingga akhir hayatnya Yesus disalibkan dan mati membuktikan bahwa Dia anak Allah yang melakukan misi dari Tuhan  untuk menggenapkan FirmanNya. Amen