Kamis, 19 November 2015

"TATA IBADAH PUKUL 00.00 MENYAMBUT TAHUN 2016"


(DI RUMAH Keluarga MASING-MASING)


A.   Persiapan      : 
Ø  Anggota keluarga mempersiapkan diri...saat teduh (+ 3 menit )
Ø  Ajakan beribadah

B.    Ibadah

1.      Bernyanyi : KJ 3 : 1+3 “ KAMI PUJI DENGAN RIANG ”
Ø  Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;
      bagai bunga t'rima siang, hati kami pun mekar.
      Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t'lah lenyap.
      Sumber suka yang abadi, b'ri sinar Mu menyerap.
Ø  Semuanya yang Kau cipta memantulkan sinar Mu.
      Para malak, tata surya naikkan puji bagi Mu.
      Padang, hutan dan samud’ra, bukit, gunung dan lembah,
      margasatwa bergembira, 'ngajak kami pun serta.

2.      P    :     Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan yang suka                    melakukan kehendakNya setiap saat
            J    :     Sebab Tuhan berkenan kepada orang-orang yang setia dan taat pada hukum- 
                        hukumNya
      P  :     Ya, Tuhan…..banyaklah yang telah Kau lakukan, perbuatanMu yang                   ajaib dan maksudMu untuk kami..  Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau
      J    :     (Menyanyikan) KJ 331 : 1+6 “ SIANG, MALAM, MUSIM, TAHUN ”
      P    :     Beginilah firman Tuhan : “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
   J    :     Syukur kepada Tuhan yang tidak pernah lupa dan ingkar akan janji-janjiNya.  Haleluya…..
      P    :     Kita berdoa : Ya Bapa, hari telah berganti…tahun pun berganti lagi…Banyak hal yang telah Engkau berikan-banyak rahmat yang telah Engkau curahkan atas hidup kami.  Bagaimana mungkin kami tidak bersyukur dan memujiMu selalu?  Di tahun yang baru ini, ya Tuhan- seperti tahun-tahun yang lalu, kami pun percaya bahwa Engkau telah merencanakan hari-hari yang penuh dengan damai sejahtera.  Karena kami ini anak-anakMu dan kami menaruh harapan sepenuhNya kepadaMu.  Di dalam Kristus Yesus, kami berdoa.  Amin.

3.    Bernyanyi : KJ 380 : 1-4  “ASAL YESUS JUA TUHAN HIDUPKU”
Ø  Asal Yesus jua Tuhan hidupku, oleh janjiNya semua rasa  jiwaku teduh. Sampai waktu mati aku bersyukur, bersuka hati.
Ø  Asal Yesus jua Tuhan hidupku, oleh sabdaNya semua suka citaku penuh. Biar kusetia dan dijalanNya kuikut Dia.
Ø  Asal Yesus jua Tuhan hidupku, penghiburanNya semua meringankan susahku. Apa yang kubuat, dalam dia juga aku kuat.
Ø  Oleh Yesus jua dunia sembuh. Hai saudaraku semua, Yesus juga Tuhanmu ! Mari ikut Dia: s’lamat kerajaanNya sedia.

4.    Renungan Singkat ( dibacakan salah seorang )
Bacaan         : Mazmur 23 : 1-6

       Tema  : ALLAH BESERTA KITA


RENUNGAN :
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Raja Gereja karena Dia memberi waktu dan kesempatan bagi kita menjalani tahun 2015 dan masih diberi kesempatan untuk menikmati perjalanan hidup di tahun yang baru  2016. 01 Januari 2015 s/d 31 Desember 2015 telah kita lewati dengan beragam peristiwa/tantangan, baik ditengah-tengah gereja keluarga dan masyarakat,baik Nasional maupun masyarakat Internasional, gempa bumi, sunami sampai kepada penembakan Terorisme di Paris Prancis. Namun tahun 2015 kita lewati dengan penuh sukacita.  Banyak hal yang tidak pernah kita harapkan harus terjadi…akhirnya terjadi juga.  Lalu, saat tahun 2015 kita tinggalkan, dengan lega dan lapang dada  kita mungkin berucap “ Syukur dan terimakasih Tuhan tahun 2015 berakhir – syukurlah tahun yang pahit itu berlalu…”  Sementara itu, bagi beberapa orang mungkin berucap, “ Mudah-mudahan tahun 2016”, keberuntungan tetap menjadi milikku, seperti tahun sebelumnya – atau tahun 2016, kutunggu kebahagiaan yang akan Engkau berikan padaku…”  Inilah kalimat-kalimat yang menjadi perenungan kita untuk menampakkan kepada dunia, apakah kita cukup bersyukur….atau menjadi pesimis akan hidup selanjutnya.
Saudara-saudara yang terkasih, pemazmur 23 malah menceritakan sesuatu hal yang patut kita ketahui – sesuatu hal yang sangat penting.  “Tuhanlah Gembalaku, takkan kekurangan aku…kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan, sepanjang masa.”  Mungkin kita bertanya-tanya, “ Mengapa tahun 2015 merupakan tahun yang buruk bagiku kalau memang benar Tuhan menyertaiku…atau, Mengapa hidupku hancur di tahun 2015 kalau memang Tuhan menjanjikan seperti apa yang Ia firmankan dalam Mazmur 23 ini?…atau, apalagi bencana yang akan kuhadapi di tahun 2016 nanti???
Saudara-saudara yang terkasih, memang benar, sulit untuk memahami rencana Tuhan kalau semuanya itu kita tempatkan sesuai pemikiran/kehendak kita.  Dan, tepat sekali, kalau sesungguhnya tidak satu manusiapun menginginkan yang buruk terulang/lebih parah terjadinya di tahun 2016.  Yang pasti, selama kita masih hidup di dunia ini, …persoalan..tantangan…bahkan peristiwa apapun…semuanya harus kita hadapi.
            Hanya tak perlu cemas dan takut.  Bukankah Allah sudah membuktikan penyertaanNya di                   sepanjang tahun 2015  Setidaknya, kita tidak dipermalukan – karena Dia – Allah Immauel,                   selalu beserta kita.  Sebab itu, janganlah takut!  Hadapilah tahun 2016 ini dengan iman yang               kuat dan teguh.  Percayalah selalu kepada Dia dan setialah bersekutu kepadaNya.  Sebab                    Dialah, Gembala yang baik, yang tidak pernah meninggalkan domba-dombaNya, sedetikpun                di dalam hidup para dombaNya.  Karena Ia kasih pada domba-dombaNya dan Dialah pemilik               kita Maz 100:3.
Selamat datang tahun 2016, kusambut engkau dengan penuh sukacita karena kami punya Yesus yang selalu menyertaii kami, baik suka maupun duka sebab Roma 8 : 28 menjanjikan.


5.    Bernyanyi : KJ 280 : 1-3 “AKU PERCAYA “
Ø  Aku percaya Allah yang kekal, yang oleh sabda kita kenal ;Bapa pencipta alam semesta.
Ø  aku percaya Putra tunggalNya yang disalibkan di Golgota, yang dari kubur bangkit dan menang, naik ke-Sorga dalam terang.
Ø  Aku percaya pada Roh kudus yang mendiami kita terus. Aku percaya G’reja yang Esa ‘ku jadi suci di dalamnya.


6.    Doa syafaat :

7.    Bernyanyi : KJ 457 : 1-2 “ YA TUHAN TIAP JAM “
Ø  Ya Tuhan, tiap jam ku memerlukanMu, Engkaulah yang membri sejahtra penuh. Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan ; kudatang, juruslamat, berkatilah.
Ø  Ya Tuhan, tiap jam dampingi hambaMu ; jikalau Kau dekat enyah penggodaku.
             A.   Kata-kata nasehat dari orangtua
      Bernyanyi : KJ 457 : 3-4

B.    Kata-kata harapan dari anak-anak

      Bernyanyi : KJ 457 : 5-6

      Sambil mengumpulkan persembahan


8.    Doa penutup

9.    Bersalaman








 


PENDETA, MAJELIS JEMAAT, DAN SEGENAP WARGA JEMAAT MENGUCAPKAN :

SELAMAT TAHUN BARU 2016
SEJARAH SINGKAT GKPI JEMAAT KHUSUS
PERUMNAS HELVETIA MEDAN
I.              PENGANTAR
Segala hormat dan puji patut kita persembahkan kepada Allah  Bapa Sang Pencipta, kepada Yesus Kristus Sang Kepala Gereja dan kepada Roh Kudus yang membimbing perjalanan hidup kita serta yang memimpin perjalanan GKPI Resort Khusus Perumnas Helvetia yang kita cintai ini.  Pada tanggal 28 September 2015, Gereja kita ini genap berusia 35 tahun.  Pada usia yang tidak singkat ini, sudah banyak jalan yang sudah kita lalui, suka dan duka silih berganti, seiring bertambahnya usia.  Semuanya itu kita jadikan pemacu pertumbuhan Iman kepada Yesus Kristus Raja Gereja.
II.            LATAR BELAKANG BERDIRINYA GKPI RESORT KHUSUS PERUMNAS HELVETIA
Setelah Pemerintah membangun Perumnas Helvetia tahun 1975, beberapa penduduk yang tinggal di Perumnas Helvetia adalah anggota jemaat GKPI yang pindah dari GKPI wilayah Medan, sementara GKPI hanya ada di Desa Teladan Resort Medan Utara I.  Sekitar awal tahun 1979 keluarga St. A.M. Sipahutar yang beralamat di Jl. Cempaka VIII No. 35 Blok 15, mendaftar menjadi anggota Jemaat GKPI Desa Teladan sekaligus melayani sebagai Penatua.  Melihat semakin banyaknya anggota jemaat GKPI yang tinggal di Perumnas Helvetia, timbul kerinduan untuk mendirikan GKPI di Perumnas Helvetia, maka langkah selanjutnya adalah mendata / menghimpun anggota jemaat GKPI yang tinggal di Perumnas Helvetia, dan beberapa hari kemudian, dibuatlah take hand list, saat itu terhimpun 54 KK yang setuju mendirikan GKPI Perumnas Helvetia.  Pada tanggal 12 Mei 1979 diajukan permohonan pertapakan gedung Gereja kepada Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat melalui Direksi Perum Perumnas, yang ditanda tangani 54 Kepala Keluarga dan disponsori oleh 3 (tiga) orang, antara lain :
1.      St. M. Tarihoran (Almarhum)
2.      St. A.M. Sipahutar (Almarhum)
3.      Djusman. Aritonang, S.H.
Pada tanggal 12 Februari 1980, diadakan Pertemuan di rumah St. M. Tarihoran, di Jl. Anggrek Raya No. 213 Blok X, dan dihadiri 22 orang mewakili jemaat GKPI yang ada di Perumnas Helvetia mencari jalan memperlancar permohonan pertapakan gereja.  Pada tanggal 12 Mei 1980, terbentuklah BADAN DELEGASI dengan anggota sebagai berikut :
1.        St. M. Tarihoran                                   sebagai Ketua merangkap anggota
2.        St. M. S. Lubis                         sebagai Sekretaris merangkap anggota
3.        St. Drs. A. Lubis                                   sebagai Anggota
4.        St. A.M. Sipahutar                                sebagai Anggota
5.        St. H. Hutabarat                                   sebagai Anggota
6.        T. H. F. Panggabean                             sebagai Anggota
7.        G. M. P. Lumbantobing                        sebagai Anggota
8.        R. Panggabean                                      sebagai Anggota
9.        J. Aritonang, SH                                   sebagai Anggota
10.    St. Drs. Y. M. Hutagalung                     sebagai Anggota


dengan tugas :
1.      Menghubungi instansi terkait untuk memperoleh tanah pertapakan gereja di kawasan Perumnas Helvetia Medan.
2.      Mengurus Izin Pendirian Gereja dari Pemerintah, Walikota Medan.
3.      Mendirikan Gedung Gereja GKPI di Perumnas Helvetia Medan.
Untuk merealisasi segala urusan diberikan tugas kepada 3 orang, yaitu :                                                
1.      St. M. Tarihoran
2.      St. A. M. Sipahutar
3.      J. Aritonang, SH
Setelah bekerja dengan penuh perjuangan dan keyakinan akan pertolongan Tuhan Yesus Raja Gereja, Badan Delegasi memperoleh izin lisan dari Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat.
Dengan izin lisan tersebut Badan Delegasi mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat I Sumatera Utara agar diberikan izin memakai salah satu gedung SD Inpres Perumnas Helvetia Medan sebagai tempat beribadah dan diberi izin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan SD Inpres Jl. Mawar Raya.  Pada tanggal 7 September 1980 Badan Delegasi mengadakan rapat untuk membentuk jemaat (Huria) dan memilih Pengurus Harian Jemaat sementara, yaitu :
1.      Pjs. Guru Jemaat                      : St. M. Tarihoran
2.      Pjs. Sekretaris Jemaat               : St. M. S. Lubis
3.      Pjs. Bendahara Jemaat  : R. Panggabean

Tanggal 7 September 1980 menjadi hari lahir GKPI RESSORT KHUSUS PERUMNAS HELVETIA MEDAN.
Tanggal 26 September 1980 diadakan Evangelisasi sebagai pertemuan pertama di rumah  Keluarga St. R. Tampubolon di Jl. Akasia Raya No. 31.   Pada hari Minggu tanggal 28 September 1980, diadakanlah Kebaktian pertama di SD Inpres Jl. Mawar Raya Perumnas Helvetia yang dipimpin oleh Pdt. K. M. Lumbantobing (Pendeta GKPI Resort Medan Utara I) masuk pukul 10.00 WIB.  Maka pada hari Minggu 28 September 1980, resmilah berdiri Jemaat GKPI Perumnas Helvetia Medan sebagai Jemaat Persiapan di GKPI Resort Utara I yang berkedudukan di Sei Agul dengan jumlah Jemaat adalah 60 KK yang terdiri 300 jiwa.

III.        PERKEMBANGAN GKPI PERUMNAS HELVETIA
1.        Seiring dengan pertambahan anggota Jemaat, pada tanggal 5 Oktober 1980, diadakan Sidang Jemaat I untuk memilih Pengurus Harian Jemaat yang devinitive dan disahkan oleh Pimpinan Pusat GKPI dengan Surat Penetapan Jemaat No. 1415/13/4/81, dan menetapkan :
a)         Pengurus Harian :
1.    Guru Jemaat                      : St. M. Tarihoran
2.    Sekretaris Jemaat              : St. M. S. Lubis
3.    Bendahara Jemaat : R. Panggabean
b)        Seksi-seksi                             : 7 Seksi
c)         Penasehat                               : 9 Orang
d)        Penatua                                  : 15 Orang

2.         Surat Pendaftaran dari Pimpinan Pusat GKPI No. 616/13/4/81, bahwa GKPI Perumnas Helvetia terdaftar di GKPI dengan Register No. 533//I/6/1/S.
3.        Pengurus Jemaat terpilih selanjutnya menjumpai Walikota Medan DPRD TK I dan DPRD TK II, Prof. A. Panggabean dan Bapak G. M. Panggabean memohon dukungan rencana pembangunan Gereja GKPI Perumnas Helvetia.
4.        Salah seorang anggota jemaat Bapak E. V. Tambunan yang kala itu sedang bertugas ke Jakarta menjumpai Menteri Muda Perumahan Rakyat Bapak Drs. Cosmas Batubara, menyetujui permohonan pertapakan/pembangunan gereja dengan Surat Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat No. BU.05.08 tanggal 13 Oktober 1980.
5.        Tanggal 22 Januari 1981 surat dari Perum Perumnas Helvetia dengan No. Cab.Md/443/I/81; melengkapi usulan yang diajukan sebelumnya.
6.        Melalui Bapak P. Panggabean S.H. (Sekda Kotamadya Medan) pada waktu itu mengeluarkan Surat Rekomendasi No. 2982/452/MD tanggal 3 Februari 1981 yang berisi tidak keberatan mendirikan Gereja GKPI di Perumnas Helvetia dengan harga Rp. 8000/m dan didiscount menjadi Rp. 4000/m
7.        Pada tanggal 7 Mei 1981 didirikan gedung gereja darurat dengan ukuran 9x20 m dengan biaya Rp. 1.300.000,- dari sumber dana sukarela jemaat, dan pembangunan dikerjakan secara gotong-royong dan selesai pada hari sabtu tanggal 9 Mei 1981.
8.        Tanggal 7 Juli 1981 diajukan permohonan peresmian jemaat kepada Pimpinan Pusat GKPI dan pada hari Minggu, 13 September 1981 diresmikan oleh Bapak Pdt. R. M. G. Marbun, S.Th sebagai Sekretaris Jendral GKPI dengan Surat Ketetapan No. 1415/13/9/81 tanggal 12 September dengan anggota jemaat 146 KK dan 971 jiwa.
9.        Surat pimpinan Proyek Perum Perumnas Helvetia Medan tanggal 29 September 1981 No. Kw. Medan/846/9/81 bahwa Direksi Perum Perumnas menyetujui permohonan GKPI Perumnas Helvetia.
10.    Tanggal 1 Oktober 1981 diadakan pengukuran tanah pertapakan dengan panjang 49 meter dan lebar 21 m dengan luas 1.029 m2.
11.    Tanggal 5 November 1981 terbit Surat Keputusan Direksi Perum Perumnas No. Dir.4/0992/KPTS/28/81 dengan harga tanah Rp. 4.000/m2 atau seharga Rp. 4.116.000,-.
12.    Pertengahan tahun 1983 pembangunan Gereja Permanen. Ketua Pembangunan yaitu St. Drs. A. Lubis.
13.    Pada hari Minggu, 20 Maret 1983 diadakan Majelis Jemaat memilih Badan Pengurus Harian Jemaat periode 1983-1988 dan disahkan oleh Pimpinan Pusat GKPI dengan Surat No. 1636/H5/340/8/83 tertanggal 20 Agustus 1983 dengan susunan sebagai berikut :
a)         Pengurus Harian :
1.    Guru Jemaat                      : St. M. Tarihoran
2.    Sekretaris Jemaat              : St. M.S. Lubis
3.    Bendahara Jemaat : St. R. Panggabean
b)        Seksi-seksi                             : 9 Seksi
c)         Penasehat                               : 5 Orang
d)        Penatua                                  : 13 Orang



14.    Tanggal 7 September 1983 jumlah Anggota Jemaat  sebanyak 175 KK dengan 1.068 jiwa.
15.    Tanggal 19 Februari 1985, St. M. Tarihoran mengundurkan diri sebagai Guru Jemaat karena mengalami sakit dan usia lanjut, dan digantikan menjadi :
Guru Jemaat                      : St. M.S. Lubis
Sekretaris Jemaat              : St. H. Hutabarat
Bendahara Jemaat : St. R. Panggabean

16.    Tanggal 6 Oktober 1985 dilaksanakan Sidang Majelis Jemaat untuk meneruskan Periode 1985-1988, dan terpilih diantaranya :
Guru Jemaat                      : St. J. Tinambunan, Sm.Th.
Sekretaris Jemaat : St. Drs. DJ.M. Siregar
Bendahara Jemaat : St. W. Siregar

17.    Pada hari Sabtu, tanggal 24 Mei 1986 terjadi bencana, dimana angin dan hujan keras menerbangkan atap seng Gereja, Tiang kolom dan kuda-kuda. Untuk membangun kembali Gereja, diadakan Rapat Jemaat, mengangkat dan menetapkan Panitia Penanggulangan Bencana, terdiri dari :
Ketua I                         : Mayor M. Simanjuntak
Ketua II                       : St. Ir. N.Y. Tambunan
Sektetaris I                   : Drs. S. Sihotang
Sekretaris II                 : P. Hutauruk
Bendahara I                  : P. Sibuea
Bendahara II                : Drs. Dj. Simbolon

18.    Hari Minggu, tanggal 13 Maret 1988 dilaksanakan Sidang Majelis Jemaat Periode 1988-1993 dan menetapkan yakni :
Guru Jemaat                                  : St. K. Simatupang
Sekretaris Jemaat                          : St. H. Hutabarat
Bendahara                         : St. W. Siregar
Seksi-seksi                                    : 7 Orang
Penasehat                                      : 3 Orang

19.    Minggu, 12 Mei 1991 dilaksanakan Pesta peletakan Batu Ojahan dan Pesta Pembangunan.
20.    Dilaksanakan pemilihan Pengurus dan Majellis masa bakti 1993-1998
Guru Jemaat                      : St. K. Simatupang
Sekretaris Jemaat              : St. S.H. Purba
Bendahara                         : St. F.H. Parapat, SE

21.    Pengurus Harian Jemaat Periode 1998-2003 :
Guru Jemaat                      : St. Drs. A. Lubis
Sekretaris Jemaat              : St. Drs. M. Panggabean
Bendahara Jemaat : St. F.H. Parapat, SE

22.    Tanggal 17 Desember 1999 dengan No. 686/P.7/XII/99 ditetapkan menjadi GKPI Resort Khusus Perumnas Helvetia Medan.
23.    Peresmian menjadi menjadi Resort Khusus oleh Sekjen GKPI, Pdt. S.P. Hutagalung, S.Th pada hari Minggu, 19 Desember 1999, dan pelantikan Badan Pekerja harian dan Majelis Resort Khusus Perumnas Helvetia Medan Periode 1999 – 2003 :

Pendeta Resort                  : Pdt. J. Lumbantobing, S.Th
Sekretaris                          : St. Ir. M. Panggabean
Bendahara             : St. F.H. Parapat, SE / St.T.H. Sibarani.
Dilengkapi dengan seksi-seksi dan BPK, serta Penasehat

24.    Periode 2003-2005
Pendeta                 : Pdt. J. Lumbantobing, S.Th
Sekretaris              : St. S.H. Purba
Bendahara : St. L.P. Silalahi

Masa Bakti 2005-2010
Pendeta                 : Pdt. J. Lumbantobing, S.Th/Pdt. B. Siadari
Sekretaris              : St. S.H. Purba
Bendahara : St. L.P. Silalahi

Masa Bakti 2010-2015
Pendeta                 : Pdt. G. Aritonang, S.Th – Pdt. R. br. Sipahutar, M.Th-Pdt. RHL. Tobing
Sekretaris              : St. B. Panggabean
Bendahara : D. br. Sitompul
Dan saat ini Masa Bakti 2015-2020
Pendeta                  : Pdt. R.H.L. Tobing, S.Th. MA
Sekretaris               : J. Malau, Am.D
Wakil Sekretaris     : Pnt. M. Pasaribu
Bendahara              : Cln. Pnt. Ir. R. Simanjotang
     Dengan selesainya pembangunan Gereja antara lain rumah Penjaga Gereja, penggantian Atap Gereja dari seng biasa menjadi seng spandeck, yang kita lihat saat ini, maka kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus dan tentunya pelayanan rohani kita memuji dan memuliakan Tuhan Yesus Raja Gereja. GKPI Resort Khusus Perumnas Helvetia Medan pada ulang tahun yang ke- 35 jumlah anggota sebanyak : 398 KK; 1.481 jiwa.

IV.         PENUTUP
Demikian sejarah singkat GKPI Perumnas Helvetia ini kami perbuat, dengan harapan Gereja GKPI Perumnas Helvetia Medan semakin maju dan diberkati untuk mewujudkan tugas panggilan Gereja di tengah-tengah dunia yang semakin berkembang.  Kami memohon maaf jika kami tidak dapat menyebut nama-nama yang turut serta dalam pendirian dan pembangunan GKPI yang kita cintai ini.


TIM SEJARAH HUT KE- 35 GKPI RESORT KHUSUS
PERUMNAS HELVETIA MEDAN - TAHUN 2015







Jumat, 23 Oktober 2015

Khotbah Minggu 25 Oktober 2015 Markus 10: 46-52 “Kuasa Yesus Menyelamatkan Orang Beriman”


Sdr/i yang dikasihi Tuhan Yesus
Dewasa ini orang buta seperti Bartimeus banyak yang sudah memperlengkapi diri dengan keterampilan sehingga mereka dapat hidup lebih layak. Tetapi pada zaman Yesus, tidak ada pekerjaan lain yang dapat dilakukan oleh orang yang buta selain mengemis. Hal ini menempatkan mereka pada posisi yang sangat rendah dalam jenjang sosial. Davis O.Dykes mengatakan, “Pengemis saat itu hanya sedikit lebih berharga daripada anjing.” Ini artinya bahwa mereka nyaris dipandang sama seperti anjing. Tidak ada perlindungan atau jaminan social bagi para pengemis seperti Bartimeus. Jika tidak ada keluarga atau orang yang mau menanggung hidupnya, maka ia harus mengemis dan mengharapkan belas kasihan orang. Inilah situasi menyedihkan yang dialami Bartimeus.
 Bartimeus memang buta, tetapi seperti kebanyakan orang buta lainnya, ia memiliki pendengaran yang tajam. Kemungkinan besar ia sudah lama mendengar tentang Yesus, Sang Pembuat Mujizat itu; ia mendengar bagaimana Yesus telah membuat orang lumpuh berjalan dan orang buta melihat serta berbagai tanda ajaib yang sudah dilakukan-Nya. Bartimeus memang tidak pernah melihat Yesus dan bagaimana Ia melakukan tanda-tanda ajaib itu, namun ia percaya bahwa Yesus berkuasa. Ketika Yesus lewat, ia berteriak, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”   Ia percaya bahwa Yesus juga berkuasa mencelikkan matanya. Istilah “Anak Daud” yang dipakainya, menunjukkan pengharapannya tentang Mesias yang akan datang sebagai Raja.
 Satu pelajaran penting yang dapat kita lihat di sini bahwa Bartimeus memang buta secara jasmani, tetapi tidak secara rohani. Mata rohaninya jelas terbuka, ia dapat melihat Yesus sebagai Mesias yang berkuasa. Bandingkan dengan orang banyak yang masih meminta tanda kepada Yesus sekalipun mereka sudah berkali-kali menyaksikan Yesus melakukan mujizat (Yohanes 6:30). Di sisi lain, para imam dan ahli-ahli Taurat yang adalah pengajar firman Allah justru masih mempertanyakan kuasa Yesus (Markus11:27-33)
 Sungguh kenyataan yang memprihatinkan bagi orang-orang yang celik secara jasmani, namun tidak pernah mempercayai Yesus dan kuasa-Nya. Ada-ada saja dalih yang dikemukakan untuk menolak-Nya. Berkali-kali mereka menyaksikan bahkan mengalami mujizat, namun tetap saja mereka tidak mau menerima dan percaya kepada Yesus sepenuhnya. Mintalah agar Tuhan memberikan iman percaya dan mata rohani yang terbuka kepada Anda.
Iman kepada Tuhan memampukan seseorang melihat segala sesuatu dengan mata batin yang jernih, pemikiran yang terang. Di balik penderitaan yang dialaminya, ia mampu melihat celah kekuatan batin untuk mengalami, menyelami serta memaknai penderitaan itu sebagai sebuah perjalanan hidup penuh arti. Sekalipun perjalanan hidup menjadi misteri, tetapi bersama pertolongan Tuhan Allah, ia mampu berharap ada keindahan di balik perjalanan yang penuh liku itu.
Setiap orang pasti mempunyai harapan dalam hidupnya. Bisa berupa kehidupan yang layak, kedudukan atau karier yang mantap, relasi yang baik, dan sebagainya. Kalau boleh memilih kita “ingin masa muda bisa berfoya-foya, masa tua bahagia, matipun masih masuk surga, enak to! Mantep to!” (kata almarhum Mbah Surip). Jika disuruh memilih: kita cenderung memilih mahkota daripada salib. Kita memilih yang enak dan mapan ketimbang memilih perjuangan, apalagi penderitaan. Tetapi apa yang dialami Ayub dan Bartimeus tidaklah demikian. Mereka berdua hidup dalam penderitaan –bergumul dalam penderitaan– bergumul dalam pengharapan– dan bergumul dalam keimanannya kepada Tuhan. Seandainya kita yang mengalami hal seperti Ayub atau Bartimeus, mungkin kita akan mudah berkata: ‘di saat saya sudah berusaha untuk saleh dan taat, ternyata saya masih menderita. Di situ terkadang saya merasa sedih’
Lalu apa yang menjadi harapan orang menderita seperti Bartimeus yang buta, Bagi Bartimeus tentu yang diharapkan adalah pemulihan. Bagi Bartimeus tentu keinginannya agar dia dapat melihat sebab selama itu ia hidup dalam kegelapan. Ia hanya bisa mendengar cerita orang tentang cerahnya sinar matahari, tanpa bisa melihatnya.
Bartimeus Bergumul Dalam Penderitaan.
Kisah penderitaan Bartimeus yang mengharukan ini menunjukkan bahwa pada akhirnya Bartimeus puas. Yang menarik adalah, Bartimeus puas bukan karena telah mendapatkan jawaban, tetapi karena wawasan yang baru bahwa hak-hak manusia bukanlah yang terpenting di dalam desain Allah. Kehendak dan kedaulatan Allah, itulah yang terpenting.  Bartimeus seorang buta, miskin, sendiri, hidup dari belas kasihan orang lain. Ada apa dengan Bartimeus? Apakah ia seorang pemalas yang harus mengalami dampak dari “kristalisasi kemalasannya?” Ternyata Bartimeus bukanlah tipe orang yang malas, yang tidak mau bangkit dari keadaan seperti anggapan orang saat itu. Justru Bartimeus adalah tipe orang yang berkemauan keras dan berkeyakinan bahwa suatu saat ia akan terbebas dari penderitaan. Apakah keyakinan Bartimeus berlebihan? Secara kasat mata mustahil bagi Bartimeus untuk terpenuhi harapannya. Tetapi, semua keraguan kebanyakan orang saat itu pupus ketika Yesus melintasi kota Yerikho, dalam perjalanan menuju Yerusalem.
Berita bahwa Yesus akan lewat, membuat hati Bartimeus tergerak untuk meminta perhatian Yesus. Cemoohan dan hardikan orang banyak bukan penghalang bagi Bartimeus untuk terus berseru kepada Yesus. Bartimeus yakin bahwa inilah saat yang tepat baginya untuk bangkit dari ketidakberdayaan, untuk hidup normal seperti kebanyakan orang. Usaha kerasnya tidak sia-sia. Sapaan “Anak Daud, kasihanilah aku” menunjukkan bahwa siapa Yesus telah sampai ke telinga Bartimeus, dan itu menggerakkan hati Yesus.
Bartimeus Bergumul Dalam Pengharapan.
Bartimeus mengakhiri pergumulan hidupnya dengan merefleksikan hidupnya dalam terang jawaban Allah. Kita juga melihat bahwa harapan Bartimeus yang dilandasi iman, yaitu agar ia dapat melihat, digenapi. Harapan itu menuntun dia memasuki masa pemuridan dan pengenalannya akan Yesus, yang saat itu dalam perjalanan menuju salib. Peristiwa ini juga memperlihatkan sikap Bartimeus sebagai seorang murid. Responsnya untuk meninggalkan segala sesuatu demi mengikut Yesus, yang dilambangkan dengan ‘melemparkan jubahnya’ (ayat 50), bertolak belakang dengan orang kaya yang tidak rela meninggalkan harta miliknya (ayat 17 dst). Keinginannya ‘hanya untuk dapat melihat’ juga bertolak belakang dengan Yakobus dan Yohanes yang minta kedudukan. Belajar dari Bartimeus, sesungguhnya kita dapat menghayati, meskipun ia buta secara fisik, tetapi dapat melihat Tuhan dengan imannya.
Bartimeus Bergumul Dalam Iman.
Dari Bartimeus kita belajar tentang iman yang benar, yaitu iman yang diarahkan kepada Allah sendiri. Keyakinan yang didasari iman yang hidup itu tidak hanya membuatnya mampu bertahan tetapi lebih lagi membuatnya mengalami perkara besar dalam hidupnya.
Masing-masing kita, baik tua maupun muda, dapat terhisab dalam perkara besar Allah sejauh dasarnya adalah iman yang benar dan hidup. Di balik mahkota, mesti ada salibnya. Mahkota tanpa salib adalah hampa. Kenikmatan tanpa sebuah perjuangan menjadi kosong, kurang memiliki nilai. Mari beriman di balik perjuangan bahkan penderitaan, di balik itu ada makna dan pengharapan. Hidup memang berjalan terus, namun segala sesuatu ada waktunya. Badai datangpun akan berlalu. Lihatlah cakrawala baru dari Allah dan temukan keindahan dalam misteri Ilahi.