Jumat, 26 Desember 2014

Khotbah Minggu 28 Desember 2014 Lukas 2:36-40 Tema : “Hiduplah Dalam Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus”



Pengantar:
Hana sebagai seorang nabi perempuan ikut menyaksikan sang bayi Yesus. Tidak banyak nabi perempuan di dalam Alkitab, tetapi setiap peran yang ditampilkan memberi kita sebuah harapan, bahwa untuk Tuhan kita Yesus Kristus, tidak ada soal terkait gender (dominasi Iaki-laki). Tampilan Hana yang telah berusia 84 tahun dan tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan tanpa henti terus berdoa serta berpuasa, memberi kita contoh / keteladanan. la tidak hanya datang untuk menyatakan rasa syukurnya kepada Allah, tetapi mau berbicara juga meyakinkan banyak orang tentang siapa Yesus itu. Yesus sangat diyakininya sebagai terang keselamatan untuk menutupi kegelapan.
Kehidupan baru di tahun 2014 hendaknya dipahami sebagai tahun anugerah di mana Yesus faktanya sudah lahir dan Dia beserta dengan kita ditengah kehidupan. Dia adalah Juruselamat. Dia adalah segala-galanya, serta bagi Dialah kehidupan ini dipertaruhkan. Hana dalam usia yang lanjut, masih berkarya demi Kristus, sangat disiplin memelihara spiritualitasnya dengan hadir selalu di Bait Allah. Dengan itu ia mampu meyakinkan banyak orang tentang Yesus. Begitulah juga seharusnya dengan kita. Berilah Yesus tempat yang mulia dalam seluruh kehidupan, agar kita pun dipermuliakan-Nya.
Yusuf dan Maria adalah orang tua yang taat berbakti kepada Allah (Luk 2:22,39). Mereka percaya bahwa warisan nilai-nilai kerohanian sama berharganya dengan warisan-warisan yang lain. Bahkan mungkin lebih. Sebab Yesus bukanlah anak kecil biasa. Karya-Nya kelak mendatangkan kelepasan bagi banyak orang (Luk 2:38). Setidaknya itu juga yang ditegaskan oleh Simeon dan Hana, orang-orang yang peduli bukan saja kesalehan diri mereka sendiri, tetapi kesalehan mereka telah menjadi berkat bagi keluarga Yusuf dan Maria yang semakin dikuatkan dalam iman, untuk membesarkan dan mendidik Yesus dalam asuhan yang benar menyambut karya besar-Nya kelak (Luk 2:40).
“Pendidikan nilai-nilai Kristiani sama penting dengan pendidikan keahlian pada umumnya bagi perkembangan pribadi manusia menghadapi tantangan zaman.”
“Semakin saleh seseorang, semakin karyanya memberikan manfaat kepada banyak orang”
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Renungan
Hana adalah nama yang umum di kalangan masyarakat Yahudi. Kita mengenal beberapa tokoh iman yang bernama Hana. Ada Hana, isteri Elkana, Ibu Samuel, yang berdoa memohon agar Tuhan mengaruniakan kepadanya seorang anak. Tuhan berkenan akan doa itu dan menganugerahinya seorang anak yang diberi nama Samuel yang di kemudian hari menjadi nabi besar orang-orang Israel (1Sam.1:1-28. Hari ini kita nertemu dengan Hana, seorang nabiah yang mendapat karunia melihat awal terpenuhinya rencana keselamatan Allah (Luk.2:36-40). Sesudah seaminya Fanuel meninggal dunia, ia mengisi seluruh masa berpuasa dan bermati raga, untuk menantikan kedatangan Mesias. Perjuangannya itu terbayar. Seperti Simeon, ia pun mendapat karunia melihat terwujudnya rencana Allah. Immanuel telah lahir dan akan menjadi Raja baru pembawa sukacita.
Melalui Khotbah ini kita menemukan dalam diri Keluarga kudus, Simeon dan Hana, perwujudan kehendak Tuhan mengangkat martabat manusia kecil yang biasanya dihina dunia. Tuhan memilih Maria dan Yosef, dua orang sederhana dari Nazareth untuk menjadi orang tua Mesias. Para gembala menjadi orang-orang yang pertama memperoleh kabar kelahiran Mesias dan percaya pada kabar itu. Kini Simeon dan Hana, dua sisa kecil orang-orang Israel yang setia dalam harapan akan datangnya Raja Damai, memperoleh karunia itu. Tak ada tokoh imam agung, tak ada orang Farisi, tak ada kalangan istana. Semuanya dari kalangan kecil. Dengan itu Tuhan menunjukkan konsitensi penciptanNya, semua manusia bermartabat sama di hadapanNya.
Mari belajar menghargai apa yang dihargai Tuhan, mencntai apa yang dicintai Tuhan dan mewartakan apa yang diwartakan Tuhan.

Minggu ini adalah minggu setelah Natal, Doa kita semangat natal itu bukan seperti gemerlapnya lampu natal hanya menyala setahun sekali itupun kelap-kelip (kadang menyala kadang mati), setelah itu di masukkan lagi kedalam gudang. Biarlah natal yang menghabiskan begitu banyak dana waktu dan perasaan menjadi spirit untuk senantiasa hidup dalam kasih karunia Tuhan.
Berbicara tentang kasih karunia Tuhan, kami memahami bahwa segala sesutau yang kita miliki adalah kasih karunia (pemberian Tuhan) mulai dari nafas kehidupan, tempat bekerja, hasil pekerjaan dan lain sebagainya semuanya adalah kasih karunia Tuhan. Tentang kasih karunia Tuhan kami membaginya menjadi 2, yaitu :
Kasih  diberikan kepada siapa saja, mau berdoa atau tidakèKarunia penciptaan  melakukan kejahatan atau kebaikan Tuhan memberikan “mata hari, hujan” sehingga tidak jarang kita melihat bahkan perampok, penjudi, penipu, koruptor, tidak pernah berdoa (beribadah) seakan hidup mereka aman-aman saja bahkan kelihatan lebih...”diberkati” dari orang orang yang rajin dalam peribadahan
 Seorang teologèKasih karunia keselamatan  Siprianus mengatakan : Extra Ecclesiam nulla salus (outside the church there is no salvation) kasih karunia ini hanya diberikan kepada orang yang hidup didalam gereja, orang yang taat beribadah dan hidup dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan.
Dan menurut hemat saya kasih karunia ini lebih kami runcingkan lagi pembagiannya dengan poin 1 kasih karunia sekunder dan point 2 adalah kasih karunia primer, dan jika kita perhadapaken dengan Matius 6:33 “ carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya maka semuanya itu ditambahkan kepadamu” disini Yesus bukan mengajukan sebuah pilihan...kerajaan Allah dan kebenarannya (primer) atau yang ditambahkan (sekunder) tetapi Yesus berkata tentang prioritas.... soal mana yang harus di dahulukan. Satu yang pasti kalau kita mendahulukan untuk mengejar yang sekunder kita tidak akan pernah mendapatkan yang primer, sehingga Yesus mengatakan supaya setiap orang percaya itu mengutamakan yang primer karena yang sekunder itu pasti akan mengikutinya. Dengan kata lain orang yang mngejar kasih karunia penciptaan tidak akan mendapatkan kasih karunia keselamatan (primer), tetapi sebaliknya orang yang mengejar kasih karunia keselamatan (primer) maka kasih karunia penciptaan (sekunder) itu pasti diberikan kepadanya.
Tema kita “hiduplah dalam kasih karunia Tuhan” yang dimaksud disini adalah kasih karunia keselamatan (primer), Kasih karunia keselatan itu dipenuhi di dalam Keristus Yesus dengan kata lain tema ini kami artikan hiduplah dalam Kristus Yesus. Karena hanya dalam Yesus ada keselamatan yang abadi, inilah yang dinanti-nantikan oleh smeon dan Hanna, di usia mereka yang sudah lanjut. Diusia yang lanjut mungkin begitu banyak sukacita yang merea rasakan tetapi sukacita mereka itu tidak ada artinya tanpa pertemuan dengan Yesus sang mesias.
 Di ay. 29 -32 nyanyian Semeon yang sangat luar biasa, maut sekali tidak mebuat dia gentar karena dia telah bertemu dengan “kasih Karunia yang Primer” yaitu Yesus sang juru selamat dunia.
Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan tidak menjamin kita lepas dari pergumulan
Hanna adalah orang yang hidup dalam kasih karunia, tetapi hidupnya juga tidak terlepas dari pergumulan hidup....menikah hanya 7 tahun bersama suaminya, pandangan Yahudi seorang janda itu menjadi kelas nomor dua, kurang dihargai. Tetapi sekali lagi saya katakan bahwa hidupnya tidak lebih buruk dari orang yang usia pernikahannya 50 tahun tetapi hidup di luar Kristus (diluar kasih karunia primer). Demikian juga dengan kita walaupun hidup dalam Kasih Karunia Tuhan, bukan berarti kita lepas dari pergumulan (masalah) kehidupan, Tetapi menurut iman percaya saya kehidupan kita tidak seburuk orang yang berlimpah kekayaan tetapi tidak hidup dalam kasih karunia (primer)
Hidup dalam Kasih karunia Tuhan, memampukan kita terus berguna dan menjadi berkat
Walaupun Hanna seorang janda yang sudah tua (84 tahun) dia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, siang malam beribadah berdoa dan berpuasa. Salah satu pergumulan orang tua yang lanjut usia adalah perasaan bahwa mereka tidak lagi dapat berbuat apa-apa, mereka menganggap diri tidak berguna bahkan ada yang merasa bahwa hidupnya itu menjadi beban bagi keluarga, sehingga penderitaan mereka bukan saja di sebabkan oleh kelemahan fungsi pisik mereka tetapi penderitaan di sebabkan oleh psikis (kejiwaan atau pikiran) mereka. Bagi orang tua-orang tua yang kami kasihi, Hanna adalah sebagai figur yang dapat kita teladani bahwa usia lanjut bukan halangan untuk hidup berguna, dia menjadi pendoa syafaat, bagi bangsanya keluarganya persekutuannya. Demikian jugalah kiranya dengan orang tua-orang tua kami jadilah pendoa syafaat bagi anak ,cucu, bangsa dan negara, gereja, karena doa mempunya kekuatan yang adikodrati jika didoakan dengan sungguh dan iman yang teguh.....jadi jangan kita menganggap bahwa usia menjadi penghalang untuk hidup bermakna...tetapi kuncinya adalah hiduplah dalam kasih karunia Tuhan
Hidup Dalam Kasih Karunia Tuhan membawa kita untuk melihat Sang Juruselamat
Hanna adalah orang yang memelihara hidupnya dalam kasih kerunia Tuhan, dengan tidak pernah meninggalkan Bait Allah beribadah dan berpuasa supaya terhindar dari kecemaran dosa. Dengan beribadah dan berpuasa akan terjadi proses pengudusan (penyucian) hati. Matius 5 : 8 “ Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Hanna yang terus menjaga kesucian hatinya dia diberi kesempatan oleh Tuhan bertemu dengan Yesus sang juruselamat dunia..
Hidup dalam kasih karunia Tuhan memampukan kita untuk bersyukur dan bersaksi
Walaupun Hanna sudah tua, mungkin secara pisik begitu banyak pergumulan dan pendertaan yang dia alami (bdk. Pengkhotbah 12:2-5) tetapi penderitaan atau kesengsaraan itu tidak berlaku bagi Hanna karena dia telah melihat kasih Karunia yang Primer (Yesus), sukacitanya mengalahkan umur yang sudah tua dan penderitaannya, sehingga dia mendapat kekutan untuk terus bersaksi tentang kasih karunia yang primer (Yesus atau Anak) itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan.
Hidup dalam Kasih Karunia Tuhan mebuat kita dapat bertumbuh dalam iman dan pengharapan
Yesus lahir seperti manusia yang diawali dari bayi yang kecil dan mungil, dalam kasih karunia Tuhan Dia mengalami pertumbuhan bukan saja dalam hal pisik tetapi dalam hal hikmat dan kasih karunia. Pertumbuhan adalah sesuatu yang diharapkan bagi setiap makhluk hidup, demikian juga dengan kerohaninan kita membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan itu akan subur jika kita hidup dalam kasih karunia Tuhan....
Hiduplah di dalam kasih Karunia Tuhan.... sehingga kita dapat bersinar seperti cahaya yang menyala seperti suluh , agar semua bangsa melihat kebenaran dan kemuliaan kita, sehingga kita mendapat nama yang baru sesuai dengan keinginan Tuhan ...,menjadi mahkota keagungan dan serban kerajaan di tangan Allah. Amen.

Khotbah Minggu 21 Desember 2014 Lukas 1:26-38) “Bagi Allah tidak ada yang Mustahil”




Berita kelahiran Yesus disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Maria. Melalui Nats ini kita akan belajar dari Maria bagaimana hidup bergembira dalam rencana Allah, sekalipun rencana tersebut adakalanya membuat hidup kita terasa berat.
1. Ayat 31-33: Berita baik apa yang diterima oleh Maria?
2. Ayat 27, 34: Pergumulan apa yang dihadapi oleh Maria pada saat mendengar kabar baik tersebut?
3. Bagaimana respon Maria terhadap berita itu pada akhirnya? (ay.46)
4. Mengapa dalam pergumulan yang demikian berat, Maria tetap dapat memuliakan Tuhan dan hatinya bergembira? (ay. 35-36)
5. Belajar dari Maria, bagaimana caranya kita dapat bergembira dalam rencana Allah?
Penjelasan:
Kabar baik yang diterima Maria adalah kehadiran seorang bayi bernama Yesus, yang nantinya akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Ia adalah Raja untuk selama-lamanya dan KerajaanNya tidak berkesudahan. Ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa dan mencengangkan. Sudah sepantasnyalah semua orang bergembira dengan kabar baik ini. Tetapi sebagaimana umumnya yang terjadi dalam keseharian kita, tidak semua kabar yang dinilai baik bagi seseorang akan menjadi kabar baik pula untuk orang yang lain. Demikian pula yang terjadi pada Maria. Berita yang sangat istimewa ini tidak membuat Maria lupa bahwa walau ia yang dipercaya untuk mengandung dan melahirkan bayi itu, tetapi ia tetap adalah seorang perawan yang masih terikat status pertunangan dengan Yusuf. Ada risiko besar yang harus ditanggungnya bila sampai masyarakat mengetahui tentang kehamilannya. Kabar baik itu sepintas lalu memang sepertinya tidak baik untuk seorang Maria. Tetapi tidak demikian kenyataannya. Maria bersukacita, bergembira karena kabar tersebut. Bagaimana bisa itu terjadi dalam hidup kita? Bisa saja! Asalkan kita mau memilih jalan yang dipilih Maria, yaitu jalan kerendahan hati. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Hingga hari ini Tuhan terus menggemakan kabar baik bagi setiap kita yang hidup di dalamNya. Namun sayang, tidak semua orang Kristen mau bergembira di dalam kabar baik rencana Allah. Ada orang-orang yang lebih percaya kepada rencanaNya, kepada jalan hidupnya sendiri. Sehingga kabar baik dari Allah tidak pernah dirasakan baik olehnya, melainkan ditolak, dihindari, dan bahkan diabaikan. Untuk bisa merasakan kegembiraan seperti Maria, maka marilah kita belajar merendahkan diri di hadapan Allah kita yang besar. Karena Allah terlalu besar, terlalu tinggi untuk kita selami pikiranNya, karena itu cukuplah dengan percaya kepada kesetiaanNya dan merendahkan hati. Sama seperti Maria yakin bahwa situasi yang sulit bisa ia hadapi karena ‘kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi’ (ay.35), maka kuasa Allah yang sama juga sedang menaungi kita melewati perjalanan hidup kita sehingga kita sungguh dapat bergembira di dalam Dia.
Orang yang menerima anugerah adalah orang yang diberkati di antara kaumnya.
a. Baca Luk 1:26-28 !!!
Kata ‘MALAIKAT’ di situ diambil dari kata ‘AGGELO’ (pengucapan: angelo) yang punya arti utusan atau pembawa pesan Allah. Pesan apa yagn dibawa oleh malaikat Gabriel ini kepada Maria?
Kata ‘DIBERKATI’ di situ berasal dari kata ‘EULOGEO’ yang punya arti DIBUAT MAKMUR, DIBUAT BERBAHAGIA, DAN DILIMPAHI DENGAN BERKAT.
c. Jadi dari ayat ini kita mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa ORANG YANG MENDAPAT ANUGERAH BESAR DARI TUHAN HIDUPNYA AKAN MAKMUR, BERBAHAGIA, DAN BERKELIMPAHAN BERKAT MELAMPAUI ORANG-ORANG DI SEKELILINGNYA.
Lihat kehidupan Maria: Pada awalnya dia adalah seorang gadis biasa yang sederhana dan polos. Tidak banyak orang yang mengenal dia, bukan berasal dari keluarga kerajaan yang punya kekuasaan besar atau kekayaan yang besar. Mungkin dia seperti kebanyakan dari kita yang hadir pada saat ini. Tapi perhatikan baik-baik: Ketika dia mendapatkan anugerah Allah yang besar itu, hidupnya disertai Tuhan, langkah-langkahnya diatur oleh Tuhan, dan dia dipakai secara luarbiasa untuk melahirkan bayi Yesus, namanya harum dicatat dalam Alkitab, dan melalui hidupnya banyak orang-orang yang diberkati. INILAH ANUGERAH BESAR ITU!
d. Apa artinya bagi kita? Tidak peduli seberapapun sederhananya keadaan kita saat ini, tidak peduli seberapapun rendahnya kedudukan kita sekarang, tidak peduli seterbatas apapun kita – kalau anugerah Tuhan turun atas hidup kita, maka hidup kita tidak akan tetap sama, kita akan melihat tingkap-tingkap langit terbuka, bahkan pintu gerbang Surga terbuka dan hidup kita dilimpahi dengan kemakmuran, kebahagiaan dan berkat yang luarbiasa. JADI TERIMA ANUGERAH ITU PADA HARI INI.
e. Kalaupun saat ini rumah tangga anda sedang berantakan dan keluarga terasa porak poranda – tidak ada lagi kerukunan dan keharmonisan, yang ada setiap hari ada kata-kata kasar yang saling menyakiti, pandangan mata yang curiga, amarah, kebencian dan kekecewaan satu dengan yang lain – jangan pernah menyerah, jangan biarkan Iblis menang dengan perceraian, tapi biarlah hari ini hati kita terbuka lebar sehingga kasih karunia Allah bisa turun dalam rumah tangga dan keluarga kita. ANUGERAH itu ibaratnya seperti TERANG KEMULIAAN ALLAH – Bangkitlah menjadi teranglah sebab kemuliaan Tuhan telah terbit atasmu. Kalau kemuliaan Tuhan terbit atas keluarga kita, maka kita akan melihat malaikan Tuhan bekerja dan memulihkan keluarga kita menjadi indah kembali.
f. Jika sakit penyakit terus menggerogoti tubuh anda dan dokter berkata yang begini harus operasi dan biayanya sangat tinggi. Mungkin saat ini saudara datang dalam keadaan putus asa, rasanya tidak ada lagi harapan, tidak ada lagi yang bisa menolong, hanya tinggal menunggu waktu saja. Saya katakan pada saudara saat ini, ada yang lebih tinggi dari dokter, ada yang lebih berkhasiat dari obat, ada yang lebih hebat dari rumah sakit – itu namanya anugerah Tuhan. Terimalah anugerah itu sekarang dan lihat tubuh kita akan dipulihkan kembali.
Masalahnya seringkali kita tidak menyadari kalau anugerah Tuhan itu sedang datang dalam kehidupan kita. Ini masuk dalam poin kedua:
2. Seringkali kita tidak sadar kalau Allah sedang memberikan kasih karuniaNya kepada kita.
a. Baca Lukas 1:29-33 !!!
b. Pertama kali Maria mendengar pesan anugerah yang disampaikan itu, Maria TERKEJUT – Alkitab bahasa Inggris menulis Maria TERGANGGU, GELISAH, TAKUT, TIDAK MENGERTI. Ini adalah respon pertama kalau anugerah Tuhan turun atas hidup seseorang. Seringkali kita punya pandangan tersendiri tentang anugerah sehingga kita berpikir: kalau anugerah Tuhan turun, pasti yang ada hanyalah berkat, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Padahal Allah katakan: JalanKu bukan jalanmu, caraKu bukan caramu; sejauh langit dari bumi, demikian bedanya racanganKu dengan rancanganmu. Supaya YUSUF bisa mendapatkan apa yang sudah dijanjikan melalui mimpi (keluarganya tunduk dan menghormati Yusuf), terlebih dahulu Tuhan harus membawa dia ke Mesir. Dan proses menuju janji Tuhan yang luarbiasa itu terasa sangat menyekitkan bagi Yusuf: dia harus hidup jauh dari keluarga dan orang tuanya, dia dijual sebagai budak, dia difitnah dan diperlakukan tidak adil, dia ditipu dan dilupakan.
Mungkin saja respoon Yusuf sama dengan Maria pada waktu pertama kali menarima anugerah Tuhan itu: YUSUF BINGUNG, TIDAK MENGERTI, GELISAH, TAKUT, DST. Akan tetapi karena dia tetap setia kepada Tuhan, maka apa yang sudah dijanjikan Tuhan diberikan dalam hidupnya – dalam sekejab nasibnya berubah menjadi orang besar yang berkuasa dan sangat berpengaruh, bahkan keluarganya tunduk kepadanya.
c. Jangan-jangan anda tidak menyadari bahwa situasi yang tidak menyenagkan yang sedang anda rasakan pada saat ini adalah JALAN ANUGERAH TUHAN. Jangan-jangan anda mengeluh, bersungut, dan menyalahkan Tuhan. Jangan-jangan anda mulai berpikir untuk pergi dan meninggalkan Tuhan. Jangan-jangan anda sudah mulai undur dalam pelayanan. Jangan-jangan anda capai untuk berdoa, mendengar Firman, apalagi memberitakan Injil.
Hari ini dengarkan baik-baik: Janganlah jemu-jemu berbuat baik, karena kalau kita tidak menjadi lemah, maka kita akan menuai pada waktunya.
3. Anugerah adalah pemberian cuma-cuma.
b. Sewaktu Maria mendengar tentang berita anugerah tersebut respon berikutnya yang muncul adalah PERTANYAAN – Bagaimana mungkin itu terjadi, bukankah aku belum bersuami? Mana mungkin aku hamil, aku masih perawan?! Kok bisa, tidak masuk akal!
Seringkali kita juga bertanya-tanya kepada Tuhan: Apa iya Tuhan berikan masa depan yang indah bagiku? Masak sih keluarga saya masih bisa dipulihkan? Mana mungkin orang tua saya dipersatukan kembali? Rasanya mustahil studi saya selesai! Bagaimana caranya membayar utang yang sudah menggunung ini! 7 keturunanpun rasanya tidak mungkin selesai!
c. Pada saat Maria bertanya seperti itu, malaikat tersebut menjawab: Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Artinya tanpa benih laki-laki, Maria bisa hamil karena Tuhan memberi benih ilahi dalam rahimnya, dan benih tersebut yang menjadikan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tanpa benih ini, mustahil Maria hamil, tapi dengan benih ilahi, Maria hamil dan melahirkan bayi Yesus. Jadi bukan dengan benih kekuatan manusia, tapi melalui benih kekuatan Allah.
Tuhan tau dengan keadaan kita yang sekarang tidak mungkin bagi kita sendiri untuk menggenapi rencana Tuhan dan mewarisi kepenuhan janji FirmanNya dalam hidup kita. Ada hal-hal tertentu yang tidak mungkin kita alami hanya dengan keberadaan kita sekarang ini. Oleh karena itu, perlu campur tangan eksternal / pihak luar. Kalau itu tidak mungkin bagi manusia, itu porsinya Allah – waktunya untuk Allah bergerak dan memberikan benih ilahi / kekuatan ilahi tersebut dalam hidup kita – itulah yang disebut dengan anugerah. Dengan anugerahNya, ada perkara-perkara mustahil yang terjadi dalam hidup kita. Jadi belajarlah hidup dalam anugerah.
d. Anugerah bukan sesuatu yang kita terima sebagai upah / hasil kerja kita. Anugerah adalah sebuah pemberian cuma-cuma dari Tuhan. Mengapa? Karena Allah tau bahwa berusahapun tidak mungkin bagi kita untuk mendapatkan hal tersebut, sebagai Bapa yang baik, Dia memilih untuk memberikannya sebagai anugerah kepada kita. Allah tau sekeras apapun manusia berusaha, tetap saja akan binasa dalam api neraka, oleh karena itu, Yesus menyerahkan nyawaNya untuk memberikan keselamatan kepada kita, itulah anugerah.
Daud adalah orang yang sederhana, setiap hari dia di padang menggembalakan domba, masa depan sebaik apa yang bisa dia harapkan. Kalau sampai dia bisa menjadi raja, itulah anugerah Tuhan.
Tadinya kita hidup dalam dosa dan jauh dari Tuhan, sekarang kita bisa terlibat dalam pelayanan, beribadah tiap minggu, bertumbuh kehidupan rohani kita, dan menyelematkan jiwa-jiwa – itupun anugerah Tuhan. Amen


Minggu, 21 Desember 2014

“Iman, Pengharapan dan Kasih”

Khotbah Natal HIPMI senin Tgl. 22 Des 2014
Thema: “Iman, Pengharapan dan Kasih”
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)

Thema Natal kita malam ini sangat relevan sekali dgn organisasi HIPMI.
Menurut Alkitab, bahwa seorang Kristen sejati itu harus memiliki tiga faktor penting dalam kehidupannya, yaitu: Iman, pengharapan , dan kasih. Tiga hal tersebut adalah merupakan theological virtue atau kebajikan ilahi. Kebajikan Ilahi inilah yang memampukan orang percaya dapat berbuat sesuai dengan moralitas yang dituntut oleh Yesus, sehingga dapat menjadi anak-anak Allah. Tiga hal ini bersifat supernatural, yang juga menjadi landasan untuk kebajikan kehidupan, yang terdiri dari: kebijaksanaan (prudence), keadilan (justice), keberanian (fortitude), penguasaan diri (temperance). "Iman" adalah sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang mengandung kuasa! Melalui iman banyak perkara besar yang dapat dilakukan, bahkan perkara-perkara yang di luar jangkauan nalar kewajaran kita sebagai manusia. Betapa tidak? Baca saja peristiwa-peristiwa besar yang terjadi seperti dicatat dalam Alkitab tentang tindakan Musa, orang Israel, peristiwa runtuhnya tembok Yerikho, bahkan tindakan Rahab sampai ia diselamatkan (Ibr. 11:28-31). Ya, itulah kuasa iman. Iman, melalui mana kuasa Allah dinyatakan!
Melalui Iman Kita harus optimis bahwa Indonesia akan menjadi sentral perekonomian ASEAN pada 2045 mendatang.
Indonesia akan menghadapi pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan dimulai awal Januari 2015 dimana para pelaku usaha dari luar akan dapat berkompetisi bersama di Indonesia. Pemberlakuan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut bukan sebagai kendala, tetapi tantangan yang memberikan peluang bagi Indonesia. Sebab didalam Dia tidak ada yagng mustahil.
“Pemberlakuan ASEAN Economic Community bukan halangan, tetapi anak tangga menuju Indonesia sejahtera pada usia 1 abad tahun 2045 mendatang. Untuk itu, semua elemen harus menyiapkan diri, persiapan jasmani terlebih rohani. Sehingga semua anggota Hipmi tidak melulu mengumpul harta duniawi tetapi juga sorgawi. (Bawa mas ke sorga)
HIPMI sebagai wadah bagi para calon-calon pengusaha besar dan pemimpin-pemimpin bangsa kelak. “HIPMI itu organisasi anak-anak muda calon-calon pengusaha dan pemimpin bangsa. Karena Boleh jadi satu saat  mereka akan terjun di dunia politik”,
Natal ini boleh jadi merupakan Pra Munas Hipmi atau Advent nya ke Musyawarah Nasional (Munas) ke-XV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang akan dilaksanakan pada 12-14 Januari 2015 mendatang.
Trimakasih kepada Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI juga kepada bp. Raja Sapta Oktohari yang mendukung Natal ini, walau di tengah2 maraknya larangan mengucapkan Selamat Natal bagi yg beragama di luar Kristen.
Iman memegang peranan penting dalam kehidupan orang percaya. Rasul Paulus sendiri menyatakan:"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah." (Ibr. 11:6a). Bahkan, Yesus sendiri menegaskan: "Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana,-maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." (Mat.17:20b). Ya, itulah kuasa iman! Mengapa iman dapat melakukan kemampuan yg begitu besar? Oleh karena kuasa iman membuat orang yg dikuasainya lebih besar dari kenyataan orang yg dikuasainya.
Lalu tentang “pengharapan”? Pengharapan adalah salah satu faktor yang penting dalam hidup. Bayangkan jika kita tidak punya harapan, tidak punya mimpi, tidak punya cita-cita, lalu apa yang mau kita raih dalam hidup ini? Pengharapan adalah keyakinan bahwa masalah-masalah yang ada tidak akan berlangsung selamanya. Kayakinan bahwa luka-luka batin kita akan dipulihkan dan masalah-masalah akan diatasi.Pengaharapan adalalah keyakinan bahwa Tuhan memberikan kekuatan untuk membawa kita keluar dari kegelapan menuju kepada terang. Pengharapan tertinggi semua manusia adalah keinginan untuk mencapai surga, kehidupan kekal, persatuan dengan Allah. Dan setiap manusia mempunyai harapan akan kebahagiaan sejati yang telah ditanamkan dalam setiap hati manusia. Pengharapan adalah suatu keinginan hati berdasarkan iman.
Tanpa iman, maka manusia tidak akan mempunyai pengharapan dan kasih yang sejati. Pengharapan membuat manusia mampu bertahan menanggung segala macam penderitaan dan kesulitan hidup, karena berharap akan kehidupan kekal di surga. Pengharapanlah yang membuat manusia dapat berdiri tegak di tengah-tengah badai kehidupan bahkan dapat melakukan kasih. Dapat dikatakan bahwa Pengharapan adalah pra-syarat yang membuat kita hidup.Yang membuat orang bisa bertahan hidup adalah pengharapan. Modal utama hidup kita adalah pengharapan. Kita berpengharapanselama kita hidup, dan kita hidup selama kita berpengharapan.
Disamping iman dan pengharapan, ada satu faktor penting lainnya, yaitu Kasih. Dalam 1 Kor 13:13, dikatakan bahwa “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih“. Tiga hal di atas merupakan theological virtue atau kebajikan ilahi, dimana kasih adalah yang terbesar dan mengarahkan iman dan pengharapan. Ketiga faktor inilah yang memampukan orang percaya dapat berbuat sesuai dengan moralitas yang dituntut oleh Yesus, sehingga dapat menjadi anak-anak Allah.Tiga hal ini bersifat supernatural, yang juga menjadi landasan  kebajikan, yang terdiri dari: kebijaksanaan (prudence), keadilan (justice), keberanian (fortitude), penguasaan diri (temperance).
Kasih mengarahkan iman dan pengharapan. Iman tanpa kasih kepada Tuhan akan berakhir denganiman yang mati (1 Kor 13:3), karena kasihlah yang menyebabkan seseorang dengan penuh sukacita untuk mau belajar tentang Tuhan dengan lebih lagi setiap hari. Kasih juga yang membuat kita dengan penuh kesediaan dan sukacita melayani sesama kita. Harapan tanpa kasih kepada Tuhan adalah sia-sia (1 Kor 13:3). Kasih kita kepada Tuhanlah yang menyebabkan kita terus berharap akan persatuan dengan Tuhan di tengah-tengah setiap penderitaan dan kesulitan yang kita alami. Harapan yang mati hanya berharap demi kesenangan pribadi, namun harapan yang dilandasi kasih membuat kita bersedia berkurban untuk orang yang kita kasihi, demi kasih kita kepada Tuhan. Dan ini yang menyebabkan kita turut bersukacita dalam setiap penderitaan dan kesulitan karena kita berpartisipasi dalam penderitaan Kristus.
Saudara, Maxmilian Kolbe adalah seorang tokoh Kristen pada jamannya adalah contoh bagi kita dalam hal iman, pengharapan dan kasih. Pada bulan Februari tahun 1941, Maxmilian Kolbe ditangkap oleh tentara Nazi karena menolong orang-orang Yahudi melarikan diri dari teror Nazi. setelah berbulan-bulan dipenjarakan, para narapidana itu mencoba untuk melarikan diri. Bila tertangkap, para narapidana yang mencoba melarikan diri akan ditempatkan dalam satu kelompok yang terdiri dari 10 orang dan dimasukkan dalam satu sel dimana mereka dibiarkan mati kelaparan. Hal itu dilakukan untuk menghentikan para narapidana lain yang akan mencoba melarikan diri. Beberapa narapidana tertangkap dan dipanggil satu persatu namanya. Tibalah seorang Yahudi dari Polandia yang bernama Frandiskek Gasovnachek. Ia menangis dan berkata: "Tunggu, aku mempunyai istri dan anak-anak," Tiba-tiba Kolbe maju ke depan dan berkata: "Aku akan menggantikan dia." Kolbe diarak menuju satu sel bersama 9 orang lainnya. Ia hidup sampai tanggal 14 Agustus. Tentara Nazi lalu membunuhnya dengan suntikan dan mengkremasikan tubuhnya.
Kisah ini ditayangkan di televisi beberapa tahun yang lalu. Pada waktu itu Gasovnachek berumur 82 tahun dan berlinang air mata. Satu kamera mengikutinya berjalan di rumahnya yang berwarna putih. Ia berjalan menuju satu monumen yang dihiasi dengan bunga. Di batu monumen itu tertulis "In memory of Maximilian Kolbe. He died in my place." Sejak tahun 1941, setiap hari Gasovnachek hidup dengan kenangan: "Aku hidup karena seseorang mati menggantikan aku." Setiap tahun pada tanggal 14 Agustus ia pergi ke Auschwitz untuk memperingati Kolbe. Seperti itulah yang dilakukan oleh Yesus untuk kita (Yoh 3:16). Ia mati menggantikan kita supaya kita beroleh hidup. Iman, pengharapan, dan kasih yang dipunyai Kolbe dapat menyelamatkan orang lain. Begitu juga kita, dapat memberitakan Yesus dan orang diselamatkan melalui kita. Inilah Natal yg kita laksanakan hari ini. Agar seluruh anggota HIPMI dapat menjadi saluran berkat bagi Bangsa/Negara dan sesama manusia.
Amen.




Rabu, 10 Desember 2014

MEMBANGUN HIDUP YANG BERHASIL “1 Korintus 3:11-12″


“Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami” I Korintus 3:11-12
Dalam Alkitab kita tercantum ada 202 ayat yang mengandung kata keberhasilan. Ini membuktikkan bahwa Allah serius ingin memberikan kita hidup yang berhasil. Jika Allah membuat kita berhasil, Ia ingin kita bukan hanya berhasil untuk diri kita sendiri, tetapi kita juga berhasil untuk membawa orang mengenal Tuhan. Dunia memiliki ukuran sendiri untuk menilai orang seperti apa yang nantinya akan berhasil. Menurut dunia orang yang miskin dan bodoh mungkin akan jauh dari keberhasilan. Tetapi tercatat ada orang-orang sukses di dunia yang dulunya dianggap bodoh. Beberapa diantaranya adalah: Thomas A. Edison, Beethoven, Abraham Lincoln, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg. (I Korintus 1:27) 5 Langkah untuk mencapai keberhasilan :
1. MELETAKKAN DASAR YANG TEPAT (I Korintus 3:11-12)
 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”à Orang yang bijak adalah orang yang tau meletakkan pondasi yang benar dalam kehidupannya. Jangan menggunakan kekuatan dan hikmat manusia sebagai dasar. Orang yang membangun iman diatas dasar Kristus adalah orang yang mengandalkan Allah. Maka bagi orang tersebut Allah menyediakan janji ini Yeremia 17:7-8 àDasar yang tepat adalah Yesus Kristus. Matius 7:24
Dasar kita harus tepat baru kita dapat berbuah bahkan di tahun-tahun kering. Jadilah pribadi yang bukan hanya tahu mengenai Firman Allah, tetapi juga melakukannya.
2. CARILAH PENASEHAT YANG BENAR (Mazmur 1:1-3)
Dalam Alkitab tersedia begitu banyak nasehat yang Allah berikan untuk keuntungan kita. Jangan sampai kita salah melangkah dan rugi besar hanya karena kita salah memilih penasehat. Dalam I Raja-raja 12 tercatat kisah mengenai Raja Yerobeam yang pada waktu itu memimpin kerajaan Israel, tetapi karena salah mendengarkan nasehat maka terjadi pemberontakan rakyat dan kerajaan Israel terbagi mejadi dua. Carilah dan dengarkanlah nasehat yang tepat. Apabila kita meminta nasehat dari orang yang mengenal Tuhan bukan hanya sekedar nasehat yang kita dapatkan tetapi minimal mereka akan berdoa untuk kita.
3. JANGAN MENCONTOH ORANG BERDOSA (Mazmur 1:1)
 tidak ada masa depan dan harapan bagi mereka.
àDalam Terjemahan sehari-hari ayat ini berbunyi: “Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah” bagaimana kehidupan orang berdosa yang tidak pantas kita contoh? Yaitu ketika mereka menjadi orang-orang yang tidak peduli dengan sesama, egois dan mementingan keuntungan diri sendiri, menipu dalam perdagangan dan bahkan menggunakan kuasa iblis untuk mendapatkan keuntungan. Jangan mencontoh mereka dan bahkan kita tidak perlu iri akan apa yang mereka peroleh Amsal 24:19-22 dan Mazmur 1:4-6
4. MENJAGA PERGAULAN (Mazmur1:1c BIS)
Pergaulan memiliki dua dampak dalam kehidupan kita:
- Pergaulan ita akan berdampak pada kehidupan jasmani kita. Pergaulan akan mempengaruhi pola pikir kita (I Korintus 15:33). Pergaulan akan membentuk kebiasaan, dan kebiasaan akan membentuk karakter, karakter akan menentukan masa depan kita. Jadi mari jaga pergaulan kita. Kita memiliki begitu banyak kegiatan gereja dalam sepekan untuk menjaga pergaulan kita tetap ada dalam lingkungan keluarga Allah. Karena itu mari terlibat di dalamnya!
- Dampak kehidupan rohani. Apa yang terjadi dalam roh terimpartasi dalam tubuh jasmani. Karena itu jika secara jasmani kita sudah tercemar maka pasti roh kita pun telah dicemari. Mari jaga kehidupan kita dengan menjaga pergaulan kita.
5. HIDUP DALAM FIRMAN TUHAN (Mazmur 1:2-3)
Orang yang berhasil dan diberkati adalah orang yang memiliki “kesukaan” akan firman Tuhan. Kesukaan sama dengan hobby/ kegemaran. Mari ganti hobby kita dengan merenungkan FirmanNya siang dan malam sehingga apapun yang kita kerjakan akan berhasil dan kita akan beruntung di setiap jalan-jalan kita.
Ketika Allah selesai menciptakan dunia dengan segala isinya, lembaga yang kali pertama Ia ijinkan untuk beroperasi adalah lembaga perkawinan. Alkitab mencantumkan begitu jelas "rules" untuk sebuah pernikahan. 
Lembaga perkawinan melahirkan sebuah keluarga. Itu sebabnya pernikahan merupakan kondisi normal atau keadaan alamiah yang mau tidak mau berlangsung dalam kehidupan semua umat manusia, tanpa terkecuali. Pernikahan merupakan hak asasi yang Tuhan berikan kepada semua umat manusia. Lembaga perkawinan merupakan suatu persahabatan atau suatu kesatuan yang jauh melebihi seks (Maleakhi 2:14). Pernikahan adalah suatu kesatuan sosial dan spiritual, juga kesatuan seksual. Pernikahan yang dibangun atas dasar hubungan persekutuan persahabatan, dimana suami-istri saling mengasihi dan mencintai akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan pernikahan yang dibangun karena hubungan seksual. Pernikahan juga merupakan kesatuan yang tercipta dari suatu komitmen dari janji-janji yang timbal balik. Komitmen ini tersirat dari sejak mulanya di dalam konsep meninggalkan orangtua dan bersatu dengan istrinya (Maleakhi 2:14; Amsal 2:17). Allah adalah saksi atas suatu pernikahan. Dialah yang mengadakan pernikahan dan menjadi saksi atas janji-janji tersebut (Matius 19 :6). Mengapa seorang lagi-lagi dianjurkan menikah? Apa tujuan pernikahan menurut Allah? 
Pertama, Pernikahan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan emosional, "Tidak baik manusia seorang diri" (kejadian 2:18). 
Kedua, Pernikahan mempunyai tujuan sosial, ''Beranak-cuculah dan bertambah banyak..." (Kejadian 1:28). 
Ketiga, Pernikahan bertujuan mencegah imoralitas, "... tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah seorang laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri" (1 Korintus 7:2). 

Keempat, Pernikahan ditetapkan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan rohani, agar suami istri mengalami kepenuhan di dalam kasih Kristus (Efesus 5:22-23), serta memancarkan kasih-Nya kepada sekelilingnya.

Selasa, 09 Desember 2014

Khotbah Minggu 14 Desember 2014 Yesaya 61:1-4;8-11

Tema : 
Menyampaikan Injil kepada Orang2 Sengsara/Kita dipanggil untuk membawa/menyampaikan kabar baik.

I. Pendahuluan
Salah satu tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus adalah bersaksi dan menyampaikan kabar baik kepada dunia sekitar kita.Tugas dan tanggung jawab itu kita lakukan untuk mewujudkan rasa syukur atas penyertaan Allah bagi kehidupan kita.Dengan demikian orang yang mau dan mampu bersaksi menyampaikan kabar baik dari Tuhan adalah orang-orang selalu mampu mengucap syukur,karena kesaksian kita bukanlah keberhasilan yang di raih tapi dengan menunjukkan sikap dan perbuatan dalam kebenaran Allah dalam dunia ini.
Dalam situasi kehidupan kita sekarang ini yang penuh dengan tekanan,berita yang tidak pasti,keadaan yang selalu berubah-ubah,membuat orang lain ingin mendengar kabar baik,dan lebih jauh tidak hanya sekedar mendengar kabar baik itu tapi merasakannya sebagai suatu penghiburan,kebebasan dari belenggu dosa serta perbaikan hidup yang penuh damai sejahtera.Yesus adalah kabar baik,dalam diri dan kehidupanYesus Dia mewujudkan nubuatan para nabi,dalam kehidupanNya terlihat penggenapan nubuatan nabi Yesaya.Ia melepaskan orang-orang yang menderita,termasuk penderitaan yang mendatangkan dosa.Pertanyaan bagi kita sekarang adalah maukah kita menjadi saksi Kristus yang membawa kabar baik itu?
II. Penjelasan
Siapa yang tidak mendambakan "kabar selamat" dari Tuhan ? Tentu semua orang  menginginkan hal tersebut, lepas dari penderitaan dan mengalami pemulihan, seperti layaknya bangsa Israel. Melalui teks khotbah ini kabar keselamatan itu dinyatakan Tuhan  melalui perantaraan nabi Yesaya dan kabar keselamatan tersebut dihubungkan dengan peristiwa Tahun Yobel (Tahun Pembebasan) yang ditunggu-tunggu oleh umat Tuhan. Pada tahun Yobel umat Tuhan mengenang, merayakan,dan mengalami kembali kasih dan kuasa Tuhan yang membebaskan umat-Nya dari berbagai macam penindasan. Agar umat Tuhan dapat mempersiapkan diri menyambut Tahun Yobel, maka Tuhan mengirim hamba-Nya untuk mewartakannya pada masa-masa menjelang datangnya saat pembebasan tersebut. Hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik mendapat pengurapan Roh Tuhan. Pengurapan ini diperlukan agar kuasa Tuhan senantiasa menyertai hamba Tuhan itu sehingga ia mampu melakukan tugas perwartaan itu dengan baik. Kuasa ilahi ini diperlukan karena pada waktu itu umat Tuhan sedang tertindas oleh penderitaan yang hebat. Mereka berada dalam kondisi tidak berdaya dan putus asa. Hal ini nampak jelas dari serangkaian panjang kata-kata yang dipergunakan di ayat 1b-3: sengsara, remuk hati, tawanan, dari penjara, berkabung, dan semangat yang pudar. Dalam "kabar keselamatan" itu Tuhan Allah hendak menyatakan bahwa Ia akan memberkati umat pilihanNya  Israel, menyatakan kasih serta kuasaNya kepada mereka, Allah akan menghibur mereka yang remuk hatinya, mereka yang sengsara, mereka yang tertawan, mereka yang berkabung.  Tuhan akan memberkati dan mengadakan pemulihan bagi umatNya tapi Tuhan juga menginginkan bangsaNya juga melakukan pertobatan dan tidak melakukan kembali kekejian dimata Tuhan serta menyaksikan kemuliaan dan kuasa Tuhan kepada bangsa-bangsa lain.
Berita Sukacita ini dipercayakan pada seorang utusan-Nya, yang dipercayai-Nya untuk hanya menyampaikan Firman-Nya. Dia akan menjadi perantara antara Allah dengan umat. Minggu-minggu Advent adalah minggu penantian kedatangan Anak Allah dalam diri Tuhan Yesus yang akan membebaskan dan memberi keselamatan bagi manusia dan dunia.  Tuhan Yesuslah yang pertama membuat semua claim bahwa semua yang dinyatakan dalam Yesaya 61:1-2 telah terealisasi dalam kedatangan Diri-Nya dan karya-Nya bagi keselamatan Israel maupun Dunia. Tuhan Yesus hanya mengutip dua ayat Yesaya 61.  Inilah Inti Berita Kedatangan Tuhan : 
"Roh Tuhan ada pada-Ku, Oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, Untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orng-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku,  Untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,  dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas. Untuk memberitakan Tahun rahmat Tuhan telah datang.
Lalu inilah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus:"Pada hari ini, genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya" (Lukas 4:21). 
Tuhan Yesus adalah Pemenuhan dari semua Berita Keselamatan atau Pembebasan ini. Dia adalah Pembawa Kabar Baik itu. Kita harus dapat membedakan antara Hanya Messenger atau Penyampai Kabar dan Pembawa Kabar. Messenger hanya menyampaikan suatu Berita, tetapi Yesus adalah : The Personified Message of Salvation;   membawa di dalam diri-Nya dan misi-Nya Keselamatan bagi Umat Manusia.  Ia adalah Kabar Baik itu. Dia yang akan mewujudnyatakan nubuat nabi Yesaya itu. Dalam karya kehidupan-Nya, terlihat penggenapan nubuat Yesaya . Ia melepaskan orang-orang yang menderita, termasuk bentuk penderitaan yang menghasilkan maut sebagau upah dosa. Melalui kedatangan-Nya, manusia menjadi percaya pada Kabar Baik yang hidup didalam diri-Nya.
 Kabar baik yang berisi pemulihan, pembebasan, dan penghiburan itu juga diperlukan bagi masyarakat masa kini. Di sekitar kita begitu mudah ditemui orang-orang yang terhimpit oleh berbagai macam penderitaan: kesulitan ekonomi, sakit-penyakit, kekurangan pangan, dan sebagainya. Tidak sedikit dari mereka yang tidak berdaya dan putus asa. Siapakah yang harus memberitakan kabar baik bagi mereka? Tentu saja Tuhan tetap mengutus hamba-Nya, yaitu gereja dan kita, orang-orang percaya. Sudahkah kita mengerjakan tugas ini dengan baik? Terus terang, masih jauh dari yang semestinya. Bahkan, tidak sedikit gereja dan orang-orang Kristen tidak peduli dengan keadaan masyarakat di sekitar mereka. Bagaimana dengan gereja kita? Bagaimana dengan Anda sendiri? 
Sebagai Pengikut Kristus,  kita dipanggil melanjutkan tugas pengutusan Yesus, menyampaikan Kabar Baik dan melakukan Kabar Baik itu kepada sesama kita yang dalam keadaan menderita melalui perbuatan kasih dan tindakan nyata  sehingga mereka sudah berada  pada semangat yang patah mengalami pemulihan dan memperoleh keselamatan.
III. Penutup
Roh Tuhan Allah akan mengurapi orang untuk mampu memberitakan kabar baik dari Allah kepada orang lain (Yes 61:1,9). Orang yang diurapi Allah membuat orang lain menyadari kehadiran Allah melalui tindakan-tindakan yang diperbuat oleh orang itu (Mzm 126, 2-3). Mereka menjadi saksi-saksi kebaikan Allah bagi orang lain. Hidup mereka menjadi hidup yang terarah kepada Allah dan juga mengarahkan orang lain kepada Allah.

Namun dapat terjadi, urapan Roh Tuhan Allah yang baik itu padam. Saat seseorang enggan untuk mengenali karya Allah yang melintasi ruang dan waktu. Saat seseorang mudah lupa akan penyertaan Allah pada masa silam dan janji penyertaan-Nya pada masa mendatang. Oleh sebab itu Paulus menasihatkan, agar orang Kristen jangan memadamkan Roh atau menganggap rendah apa-apa yang sudah dituliskan dalam Kitab Suci. Paulus mendorong orang Kristen untuk belajar kebenaran-kebenaran yang dari Allah agar hikmat Allah digunakan dalam menelaah dan mengambil keputusan-keputusan hidup (1 Tes 5:19-20). 

Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat Dunia. Dialah Sumber Kebenaran dan Hidup, yang diurapi Allah. Dialah Mesias/Kristus. Di dalam Dia nyata kebaikan Allah. Melalui Dia orang dimampukan untuk mengenali dan memberlakukan kebaikan Allah dalam kehidupan, menjadi orang yang diberkati. Tetapi bukan berhenti sampai disitu saja. Kristus, Terang Dunia, membuat orang bersukacita untuk melanjutkan kebaikan Allah bagi orang lain dengan setia. 

"Khotbah Bersukacita di dalam Tuhan" Fil 4:4


FILIPI 4:4 “ Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:Bersukacitalah!
Rasul Paulus mengingatkan kita agar senantiasa Bersukacita dalam Tuhan, bahkan diulang dua kali Apa bedanya sukacita didalam Tuhan dan sukacita yang dunia berikan?
Kalau Sukacita dunia hanya sementara, tetapi sukacita yang dari Tuhan itu bersifat Kekal Sukacita kita bukan di dasari uang, pangkat, harta kemewahan karena kalau kita bersukacita karena hal-hal yang bersifat materi, kita akan sangat kecewa.
Sukacita merupakan hal yang penting untuk membangun karakter yang kuat dan tangguh.
Sukacita juga adalah salah satu cara pola hidup sehat karena” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”( Amsal 17:22) orang yang mempunyai hati yang gembira pasti ada sukacita dan orang yang bersukacita pasti mempunyai semangat hidup.
Tuhan Yesus berkata didalam Yohanes 15:11 “Semuanya itu kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” Bagaimana caranya supaya kita selalu hidup penuh dengan sukacita?
1.Ingatlah akan masa lalu yang baik. (Mazmur 143:5, Ratapan 3:20, Amsal 10:7).
Mengingat dan merenungkan kembali kebaikan Tuhan akan menolong kita mengatasi pikiran dan perasaan buruk yang membuat kita kehilangan sukacita. 
Mengingat kebaikan orang-orang yang pernah menolong kita akan mendatangkan berkat dan sukacita tetapi sebaliknya kalau kita mengingat hal-hal yang buruk yang menimpa kita akan membuat kita sakit hati,kecewa susah ,sedih dan tertekan sehingga kita akan kehilangan sukacita oleh sebab itu pikirkanlah hal-hal yang positif (Filipi 4:8).

2.Tetap memuji Tuhan dan menyembah Tuhan di tengah-tengah masalah (Yesaya 61:3c) Nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, jadi cara kita kita menganti perkabungan dengan sukacita adalah dengan memuji Tuhan.
Saya percaya disaat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh maka Allah akan bertahta diatas pujian kita dan Dia akan datang melawat kita dan membebaskan kita Contoh Paulus dan Silas saat di penjara (Kis. 16:25-26).
Mungking saat ini ada di antara saudara merasakan seperti dalam penjara misalnya di penjara dengan sakit-penyakit, dipenjara dengan kegagalan, dipenjara dengan kesulitan-kesulitan ekonomi atau saudara sedang mengalami keadaan yang paling buruk tetaplah memuji dan menyembah Tuhan maka Allah akan datang menolong dan memberikan kebebasan sehingga hidup saudara dipenuhi dengan sukacita dari Sorga.
Pujian dan sorak-sorai dapat meruntuhkan tembok Yerikho, apapun yang menjadi tembok atau penghalang bagi kita untuk maju Allah sanggup meruntuhkannya.
Pujian membawa mujizat terjadi dan hati kita terhibur, tetaplah memuji Tuhan apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini.

3.Mintalah pertolongan Tuhan (Mazmur 143:7)
Raja Daud meminta pertongan Tuhan saat menghadapi masalah yang berat. Dalam menghadapi masalah, seringkali kita lebih dulu mencari pertongan manusia, bahkan ada yang sering pergi ke paranormal, dukung dan hasilnya hanya kekecewaaan dan masalah yang makin berat.
Pertolongan dari manusia terbatas tetapi pertolongan dari Tuhan tidak terbatas.
Kadangkala ketika kita meminta pertolongan manusia 1x dia tolong kita, 2x dia masih tolong kita tetapi 3x dia bukan tolong tapi dia todong kita.
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11:28 Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan member kelegaan kepadamu.
Yesus menyuruh agar kita datang menghampiriNya , responilah undangan Yesus .
Yesus sanggup memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita yang letih lesu dan berbeban berat.
Tuhan Yesus tidak sekedar mengundang untuk siapa saja yang datang padaNya, melainkan Ia akan memberi kelegaan, memulihkan setiap persoalan kita oleh sebab itu
terimalah kelegaan yang Yesus berikan.
Di bawah kaki Yesus segala beban hidup kita pasti terlepas dan Dia sanggup menganti dukacita menjadi sukacita, air mata jadi mata air, tidak ada yang Mustahil bagiNya dan bagi orang yang percaya.

4. Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal (1 Tes. 5:18)
Dalam segala keadaan dan situasi , susah maupun senang, kita harus tetap mengucap syukur. 
Keputusasaan, kegagalan jangan membuat kita bersungut-sungut karena persungutan tidak menyelesaikan masalah, malah menambah masalah dan beban kita bertambah berat , mengucap syukurlah senantiasa. Walaupun ditahun ini mungkin banyak kita mengalami tantangan dan pencobaan tetapi janganlah itu menjadi penghalang bagi kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Ucapan syukur akan menyenangkan hati Tuhan, dan membuat hidup kita penuh dengan sukacita.
Ucapan syukur adalah obat kekurangan kita (Yohanes 6:11)
Ucapan syukur membuat kita mengalami kuasa kebangkitan (Yohanes 11:41)
Ucapan syukur adalah kunci kemenangan kita.
Ucapan syukur membuat berkat yang lebih cepat lebih baik. 
“SEMAKIN KITA BERSYUKUR, SEMAKIN BESARLAH KEKUATAN KITA UNTUK MEMPEROLEH BERKAT”
Bersyukurlah dan bersukacitalah senantiasa, walaupun beban dan penderitaan terasa berat. 

5. Lakukanlah hal-hal yang baik (Galatia 6:9-10) 
Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai nanti.
Jika kita menabur kejahatan kita akan menuai kejahatan tetapi sebaliknya jika kita menabur kebaikan kita akan menuai kebaikan juga. Orang yang menabur kebaikan hidupnya pasti dipenuhi dengan sukacita.
Yesus selalu memberikan teladan kasih dan kebaikan bagi UmatNya.
Sebab itu , dimana pun kita berada, kita harus jadi berkat buat orang lain. Bagaimana kehidupan kita mencerminkan Kristus, jika kasih Yesus tidak ada dalam diri kita? 
Bagaimana orang dapat meneladani sikap dan cara hidup kita, jika permusuhan dan dendam mewarnai hati kita?
Firman Tuhan hari ini dengan tegas mengatakan bahwa kita harus selalu berbuat baik dengan siapa pun.
Jangan jadikan sikap berbuat baik itu sebagai paksaan tetapi kita harus selalu memberi dengan sukacita .
Sebagai orang percaya kita harus memiliki Kasih Kristus, hidup dalam damai dan memancarkan kebaikan bagi setiap orang.
Janganlah bosan berbuat baik dan biarlah di sepanjang hari ini, kita selalu memberikan kedamaian serta memancarkan kebaikan bagi sesama kita agar namaTuhan dipermuliakan.
Maju terus dalam Tuhan dan jadikanlah sukacita itu menjadi gaya hidup kita, Tuhan Yesus Memberkati.

“S E N Y U M” 
Sekali senyum curiga hilang 
Duakali senyum jadi sahabat 
Tigakali senyum hati penuh damai 
Empatkali senyum beban jadi ringan 
Limakali senyum rejeki datang 
Enamkali senyum gigi jadi kering 

" T E R T A W A "
Sekali tertawa pusing kepala hilang
Dua kali tertawa bencipun sirna
Tigakali tertawa persoalan lari 
Empatkali tertawa penyakit sembuh
Limakali tertawa jadi awet muda
Enamkali tertawa hati penuh sukacita 
Tetapi awas, jangan senyum-senyum dan tertawa sendirian, nanti dikira orang gila.

Ayat penutup: Mazmur 37:4  dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan
 kepadamu apa yang diinginkan hatimu .