Selasa, 21 Februari 2012

“Kehidupan orang Kristen haruslah didalam Roh” Roma 8:12-17

ROMA 8:14
"Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah".
Perikop kita hari ini sebaiknya dibaca dengan latar belakang ayat-ayat sebelumnya, khususnya ayat-ayat 9-11. Di bagian itu Paulus menegaskan bahwa kita yang percaya kepada Kristus tidak lagi hidup dalam daging melainkan dalam Roh. Roh Allah telah menghidupkan tubuh kita, dan sekarang Roh itu tinggal di dalam diri kita. Keadaan baru ini, yaitu hidup oleh Roh, menghasilkan perbedaan yang nyata dalam kehidupan kita secara nyata.
1. Ay. 12. Mengapa Paulus menyebut kita sebagai “orang berhutang”? Kepada siapa kita berhutang?
2. Ay. 13-16. Paulus memberikan pilihan hidup atau mati kepada kita. Apa yang harus kita lakukan agar kita hidup? Apa artinya? Apa yang dilakukan Roh bagi kita?
3. Ay. 17. Paulus menyebut kita sebagai “ahli waris.” Menurut Anda, apa artinya? Apa hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari?
4. Apa yang akan Anda lakukan agar hidup Anda dipimpin oleh Roh? Sebutkan minimal dua hal.
Renungan
Sejak percaya kepada karya penebusan Yesus Kristus kita memang telah dibebaskan dari hukuman dosa (8:1-2). Namun itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu lagi berjuang melawan dosa. Perjuangan melawan dosa harus tetap kita lakukan. Jika demikian, apa perbedaannya dengan mereka yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Perbedaannya sangat besar. Kita yang ada di dalam Kristus memiliki kekuatan untuk melawan dosa (keinginan daging).
Paulus mendorong jemaat di Roma – juga kepada kita, jemaat masa kini – agar mereka menjalankan hidup baru mereka dengan sungguh-sungguh. Paulus mengingatkan bahwa Roh Allah telah melakukan sesuatu yang penting bagi mereka, yaitu memulihkan hidup mereka (8:11). Karena itu mengingatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang berhutang kepada Roh.
Pilihan hidup atau mati tersedia di depan kita. Kita akan hidup jika kita tidak hidup menurut daging. Patut diperhatikan bahwa Paulus tidak berbicara mengenai pengertian yang teoritis, melainkan sikap dan cara hidup yang nyata. Tentu saja, ini tidak mudah. Keinginan daging yang dikuasai dosa mendorong kita melakukan perbuatan-perbuatan dosa (lihat juga Gal 5:19-21). Namun, dengan pertolongan Roh Allah kita sanggup mematikan perbuatan-perbuatan tersebut di dalam tubuh kita.
Paulus juga menegaskan status baru kita sebagai anak-anak Allah (ay.14). Status sebagai anak-anak Allah itu menjamin posisi kita sebagai ahli waris, yaitu orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah. Paulus mengatakan hal ini agar kita tabah bila kita menghadapi penderitaan (ay.17). Dengan demikian, hidup oleh Roh akan memberi kita kekuatan penting untuk menghadapi dua musuh besar kita, yaitu dosa dan penderitaan. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah begitu saja.
Dalam Yohanes 1:12 kita membaca bahwa setiap orang yang menerima Yesus Kristus mempunyai hak / wewenang (exousia) untuk menjadi anak-anak Allah. Tetapi dalam ayat pokok di atas dijelaskan bahwa yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah. Dalam Roma 8:15, 16 dinyatakan: Oleh Roh itu, kita berseru ya Abba, ya Bapa (kita menjadi anak Allah). Roh itu (Roh Kudus) bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Dalam bahasa Yunani Roh disebut Pneuma. Arti pneuma adalah angin (ruach= bhs. Ibrani). Angin, tidak dapat kita lihat tetapi dapat dapat kita rasakan. Demikian juga dengan kehadiran Roh Kudus. Kita tidak dapat melihat Roh Kudus dengan mata jasmani tetapi kita dapat merasakan kehadiranNya dan kuasaNya. Roh Kudus mempunyai kuasa untuk hal-hal yang lembut tetapi Roh Kudus juga dapat mengadakan sesuatu yang keras dan dahsyat, sebagaimana angin dapat bertiup dengan lembut, tetapi dapat juga bertiup kencang. Setiap kehadiran Roh Kudus selalu mendatangkan berkat-berkat rohani. Roh Kudus bersifat omni presence (mahahadir). Ia dapat hadir di tempat ini dan hadir juga di banyak tempat lain dalam waktu yang bersamaan.
Kenapa banyak orang Kristen dapat terpengaruh oleh hal-hal duniawi? Penyebab yang paling utama adalah belum dipenuhi dengan Roh Kudus. Setiap orang yang dipenuhi Roh Kudus diberikan kuasa (dunamis), kesanggupan untuk bersaksi, untuk menyembah, untuk berkorban dan untuk melawan iblis dan pengaruh-pengaruhnya.
Langkah untuk dapat dipenuhi dengan Roh Kudus adalah bertobat. KPR. 2:38. Fenomena yang terjadi pada hari Pentakosta di kamar loteng Yerusalem ialah pencurahan Roh Kudus bagi gerejaNya, dimana seratus dua puluh orang penuh dengan Roh Kudus dengan tanda berkata-kata dengan bahasa lidah. Angka 120 bermakna kesudahan segala daging (Nuh berkhotbah selama 120 tahun barulah Tuhan menghukum bumi ini dengan air bah). Orang yang masih terikat dengan keinginan-keinginan daging susah untuk dipenuhi Roh Kudus. Roh Kudus sesuai namanya bersifat suci. Apabila kita dipenuhi Roh Suci, timbul keinginan kuat untuk hidup kudus sesuai firman Allah.
Ada dua hal yang menghinggapi manusia yang saling bertentangan dan kedua kubu itu sangat bertolak belakang yakni antara Daging – Roh.
1. Daging menggambarkan manusia yang terikat, apabila dibiarkan manusia itu tidak dapat lepas dan tetap terikat, kalau dengan kemampuan sendiri manusia tidak akan mungkin dapat menolong dirinya. Ciri manusia yang hidup didalam keinginan daging adalah orang yang hanya mencukupkan diri dengan hidupnya yang hanya berpusat pada dirinya sendiri. Hidup dalam daging hanya berpusat kepada penghayatan hidup yang mengantar kepada kematian. Karena makna kematian, adalah merupakan pengasingan definitif dari Allah. Kematian adalah kekekalan berpisah dari Kasih Allah.
Ciri kehidupan orang yang berorientasi pada keinginan daging adalah :
• tidak memerlukan Allah
• tidak tunduk kepada seluruh perintah Allah
• tidak ada ketaatan kepada Allah.
• dan tidak memikirkan untuk menyenangkan hati Allah hidupnya untuk menyenangkan dirinya dan orang yang ada disekitarnya.
2. Roh menggambarkan pribadi yang terikat tetapi dipimpin oleh kekuatan yang memberi hidup yaitu Roh Allah. Manusia yang hidup didalam Roh Allah berpengharapan bahwa tiba saatnya ada kebangkitan dan yang membangkitkan semua manusia untuk dihakimi tetapi bagi yang mengenal Yesus akan bersama sama dengan Dia dalam kekekalan disebelah kanan Allah Bapa di surga.
Konflik antara Daging dan Roh itu selalu terjadi walaupun kita sudah mengikut Yesus. Ada yang menyatakan bahwa bagi pengikut Yesus konflik antara daging dan roh akan hilang dan manusia hanya dipimpin oleh Roh Allah, pernyataan itu tidaklah benar. Mari kita perhatikan surat-surat Paulus penuh dengan indikasi perang rohani yang selalu terjadi dalam diri orang percaya. (lih. Rm7). Benar bahwa pada kenyataannya kegagalan demi kegagalan sering kita perbuat. Memang ada kemenangan yang tersedia bilamana kita memberi diri dipimpin oleh Roh Allah. Karena itu sebagai ahli waris Kerajaan-Nya, hidup dalam Roh, Artinya selama kita dipimpin oleh Roh Kudus, hidup kita berkenan kepada Allah.
Amin. Pdt. R.H.L. Tobing.

KEBIJAKAN PELAYANAN DAN PROGRAM KERJA TAHUN 2012

KEPUTUSAN SIDANG MAJELIS RESORT KHUSUS RW. LUMBU

Tentang

KEBIJAKAN PELAYANAN DAN PROGRAM KERJA TAHUN 2012

Sub thema ;

MARROHA HOLONG MA HITA
1 Joh 4 : 16b-21

Ditetapkan berdasarkan :
Sidang Majelis Resort
Dilaksanakan di Rw. Lumbu
Pada Hari Minggu Tanggal 05 Februari 2012

GEREJA KRISTEN PROTESTAN INDONESIA
(GKPI) RESORT KHUSUS RW. LUMBU

SURAT KEPUTUSAN
GEREJA KRISTEN PROTESTAN INDONESIA
RESORT KHUSUS RW. LUMBU

NOMOR : SK.01/GKPI-RKRL/V/2012

Tentang

KEBIJAKAN PELAYANAN DAN PROGRAM KERJA TAHUN 2012

BADAN PEKERJA HARIAN RESORT KHUSUS

Setelah

Menimbang : a. Bahwa pegurus Majelis Resort Khusus GKPI Rawa. Lumbu, dengan rasa tanggungjawab sebagai pelayan akan berupaya melaksanakan tugas pelayanan selama tahun 2012 sesuai dengan jabatan pelayanannya masing masing ; yang harus diyakini atas penyertaan dan anugrah Tuhan Yesus Kristus.

b. Bahwa untuk mengevaluasi performansi pelayanan tahun 2011 dan sekaligus meyusun program dan kebijakan pelayanan tahun 2012 di Resort Khusus GKPI Rawa. Lumbu, dipandang perlu menyelenggarakan Sidang Majelis Resort.
c. Bahwa hasil keputusan Sidang Majelis Resort yang akan dijadikan pedoman dalam pelayanan diaras Jemaat kurun waktu tahun 2012 maka perlu ditetapkan dengan surat keputusan.

Mengingat : 1. Tata Gereja dan Peraturan Rumah Tangga GKPI tahun 2010.

2. Garis garis Kebijakan Umum (GKU) GKPI periode tahun 2010-2015.
3 Hasil Keputusan Sinode AM periode ke XIV tahun 2010.
Mendengar/
Memperhatikan : 1. Surat BPH Resort kepada anggota Majelis Resort Khusus. Perihal Undangan Sidang Majelis Resort melalui Warta Jemaat .

2. Pandangan Umum dan Laporan Evaluasi program pelayanan oleh Pendeta Resort.

3. Pokok Pokok Pemahaman Iman GKPI tahun 1993.

MEMUTUSKAN :

Pertama : Menetapkan langkah lngkah pembaharuan berdasarkan GKU GKPI 2010-2015 guna meningkatkan pelayanan di GKPI Rawa. Lumbu.
Kedua : Memberlakukan keputusan tentang kebijakan program pelayanan Bidang Kerohanian, Bidang Umum/Organisasi dan Bidang Keuangan.
Ketiga : Keputusan ini menjadi acuan/pedoman untuk dilaksanakan oleh Resort Khusus dalam pelayanan tahun 2012.
Keempat : Hal hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan ditetapkan oleh BPH Resort Khusus GKPI Rawa. Lumbu.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan hingga penyelenggaraan sidang majelis resort tahun 2013.


Ditetapkan di : Rawa Lumbu
BADAN PEKERJA HARIAN
GKPI RESORT KHUSUS




Pdt. R.H. Lumbantobing, STh.MA Pnt. Syahnan M. Panjaitan.SH.MH
Pimpinan Jemaat/ Resort Sekretaris


Khotbah Pembukaan Sidang
Majelis Resort GKPI Rawalumbu 05 Februari 2012
MARROHA HOLONG MA HITA
1 Joh 4 : 16b-21

Patujolo

Konteks ni jamita on ima na ro do tingki i tu angka halak naung porsea i angka panurirang pargapgap, Antikristus dohot parpoda haliluon, ima angka na mangasahon tondi na so marhatopothon Kristus. Masa do pangajarion na mamparsualhon taringot tu hadirion ni Jesus na sasintongna, anak ni Debata do Ibana manang jolma biasa? Jala boha do hadebataonNa i boi dipadomu tu hajolmaonNa?. Marhite angka pangajarion na songon i boi do gabe ganggu roha ni angka halak na porsea i jala lilu nasida, ido alana disurathon Apostel Johanes turpuk on laho manogu-nogu roha nasida asa unang madabu tu angka haliluon na songon i. Mansai ringkot do turpuk on lao patoguhon haporseaon ni jolma asa unang ganggu ala ni angka pangajarion haliluon. On ma na gabe alus na sintong laho mangalo sude poda haliluon i, ima asa masihaholongan nasida songon tanda na mangihuthon Kristus, ai ido karakter ni Debata dibagasan Jesus Kristus, ima haholongon. Marhite holong i do boi tatanda ha-Debata-on ni Kristus, ala nunga jumolo hita dihaholongi Ibana. Alani molo nunga masihaholongan hita, tandaonta ma marhite tondi i, ise do Kristus i sasintongna, Ima Debata Parholong roha i, jala manang ise na naeng mananda Kristus ingkon do marroha holong, Ai Debata do haholongon i. (Ay.16b).
Hatorangan
• Songon dia do holong i? Didok Ap. Paulus do di I Kor 13:13 “Asa tolu do na hot: I ma haporseaon, pangkirimon dohot haholongon; alai haholongon do na umbalga i”. Antong songon dia do ro haholongon i? Dibagasan ngolunta on, ra nunga tapatuduhon holong i tu angka donganta dibagasan ngulunta siganup ari. Alai ndang boi dope i tapatudos tu holong na binahen ni Jesus Kristus tu hita. Ai holong na di hajolmaon on ima holong na boi muba-uba do hombar tu situasi, ala hinorhon ni parsaoran pardagingon dohot emosional na olo munggil-unggil do holong ni hajolmaon i. Holong na sintong ima holong na tubu dibagasan roha ala panandaonta di Debata na manghaholongi hita, na mangalehon anakNa na sasada i mate tarsilang humophop hita, ima Jesus Kristus na olo manaon na porsuk, tarsilang jala mate Ibana ala holong ni rohaNa tu jolma pardosa i. (Pat. Joh. 3:16). Holong na sintong ima holong na so marpambuat, na ro sian roha na ias, ndang manghirim asa dapotan balosna, alai dibagasan tulus ni roha mangulahon holong i nionjar ni holong na ro marhite tondi ni Debata.
• Kristus do sitiruon taringot tu holong i. Molo nunga tajalo holong sian Kristus, ingkon marparbue ma i marhite na mangolu hita dibagasan holong. Ima holong ni roha na bulus sian nasa roha dohot sian nasa ate-ate, holong na hot ndang holan sangombas. Ingkon sude do halak na porsea marsiajar laho maniru holong naung binahen ni Kristus i.
• Holong na marpanghirimon, Halak na mangolu dibagasan holong, ima halak na marpanghirimon di Debata. Ai ndang holan panghirimon di portibion na taeahi asa taulahon holong i, alai dao umbalga sian i, ima panghirimon di las ni roha dohot hamonangan, tumpal sijaloonta di tingki ari paruhuman i (Pat. 1 Kor. 15:19). Boi do hita mangeahi angka na ringkot di portibion saleleng mangolu hita, alai ndang i sihirimonta na umporlu, alani molo mangula pe hita di portibion mangalului ngolu siganup ari, unang ma gabe mago holong i sian hita alani hagiot ni partibi on. Alai marroha holong ma hita di sude panggulmiton ni ngolunta, asa dohot donganta dapotan pasu-pasu marhite na masihaholongan i.
• Holong na marparbue, Holong ima parbue ni panandaonta di Debata naung parjolo manghaholongi hita. Alani molo dirajumi rohanta do naung jumolo Debata manghaholongi hita, tama ma hita manghaholongi Ibana. Boha do bahenonta manghaholongi Debata na so tarida i? Ima marhite na manghaholongi donganta jolma na tarida di jolonta. Ai ido pangarimpunan ni patik i, Ima holong maradophon Debata dohot holong maradophon dongan jolma. Na manghaholongi dongan, na manghaholongi Kristus do i. (Pat. Mat 25 : 40). Alani, suhat-suhat ni holongta maradophon Debata ima tarida do i marhite holongta tu dongan jolma. Ido asa didok di Ay. 20-21, “ Pargabus do halak na mandok: Holong rohana di Debata; hape dihosomi do donganna. Ai na so mangkaholongi donganna na niidana, tung songon dia ma haholonganna Debata na so niidana?......Ai na mangkaholongi Debata, i ma na mangkaholongi nang donganna”.
• Ise do sihaholongan? Ndang mardiaimbar jolma i dihaholongi Debata, na pogos-na mora, na poso-na matua, na bontar-na birong, na porsea dohot na so porsea, na sintong dohot pardosa. Antong molo didok : “Haholongi ma donganmu..”, Dongan na dia na nidokna disi? Dohot do dongan na marsogo ni roha mida hita, na mambahen hansit rohanta, na patupahon angka ulaon na so denggan dompak hita, na so olo masiseaan dosa dohot hita, na mambahen hita gabe musu? ALUSNA : Sude do jolma na ingkon sihaholonganta. Dang holan na manghaholongi hita, alai ingkon tu sude halak do patuduhonnta holong na sian Kristus i, ai nunga jumolo Kristus manaon haporsuhon alani dosanta, alai hot do holongna i tu hita na jolo, sadarion sahat ro di saleleng ni lelengna.
Sipahusor-husoron
• Diunjuni Parise do Tuhan Jesus uju di sungkun nasida dia do patik raja sian angka patik i? Dialusi Jesus ma nasida, on do patik raja sian sude patik i: Haholongi ma Tuhan Debatam sian nasa ateatem, sian nasa hosam dohot sian nasa roham! Jala Haholongi ma donganmi doshon dirim!, Asa Patik na dua on do mangkangkam nasa patik dohot hata ni panurirang. (Mat 22 : 34 – 40).
• Antong angka dia ma haholongon i? (Pat. 1 Kor 13:4-7)
a. Na lambas jala na sorta,
b. ndang na mangiburu,
c. ndang tenga,
d. ndang dipaburnangburnang dirina,
e. Maradat situtu,
f. ndang na ahut,
g. ndang olo pangarimason,
h. ndang dipajujurjujur na jahat,
i. Ndang las rohana mida hageduhon;
j. Tongtong manghalashon hasintongan,
k. Saluhut do ditanom rohana,
l. saluhut do dihaporseai, dihirimi jala ditaon
• Ndang na ra mansohot haholongan i saleleng ni lelengna. Molo mansohot pe angka panurirangon, parhataan dohot parbinotoan, alai Holong i hot do ro disalelengni lelengna. Antong gabe parroha holong ma hita. Masihaholongan ma hita sama hita, Ai “Na mangkaholongi Debata, i ma na mangkaholongi nang donganna”. AMEN !

==Ds. R.H.L Tobing, S.Th,MA==

Selamat Bersidang dengan Damai penuh kasih.
ARAH ATAU SASARAN
ROGRAM KERJA PELAYANAN TAHUN 2012
MAJELIS RESORT KHUSUS GKPI RAWA LUMBU

A. PENDAHULUAN :
Kita telah memasuki tahun 2012 tentu banyak hal yang kita lalui di tahun 2011, baik itu sukacita maupun dukacita, rintangan dan tantangan di dalam Pelayanan kita bersama, ada yang berhasil dalam mewujudkan Program ada yang sama sekali belum tersentuh. Banyak Pergumulan yang di hadapi jemaat selama kurun waktu 2011, di mana mulai nampaknya kelompok-kelompok, tanda-tanda perpecahan di antara Majelis, pasca Surat Penasehat ke Kantor Pusat yang di motori oleh beberapa Penatua yang seharusnya memberikan Pencerahan, untuk itu di tahun 2012 ini marilah kita upayakan hal-hal yang dapat membangun Jemaat, baik di bidang jasmani khususnya rohani. Di harapkan dan di mohon kepada seluruh anggota majelis, agar benar-benar memperhatikan dan ikut mengawal Program Kerja ini serta bersama-sama untuk mewujudkan melalui perbuatan nyata, bukan hanya teori, kata-kata belaka. Kita percaya bahwa semua Program ini akan berjalan jika kita benar-benar menyadari tugas dan tanggung jawab kita masing-masing, sehingga semua kebutuhan penyelenggaraan penatalayanan di GKPI Resort Khusus ini dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal ini, maka hal utama yang diperlukan yaitu adalah kesamaan Visi & Misi pelayanan GKPI, khususnya di jemaat kita. Maka dengan memperhatikan tema tahun 2012 yang diungkapkan oleh Bishop GKPI dalam sambutan Kebaktian Tahun Baru 2012, dan sesuai dengan Agenda Pelayanan GKPI untuk Tahun 2012 yaitu: TAHUN PEKABARAN INJIL maka kita secara bersama mengarahkan kepada tema tersebut yaitu : “RAHMAT TUHAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BELUM TERSENTUH SAMA SEKALI, MISKIN UNTUK HIDUP BERKECUKUPAN” (Luk 4: 16-21).Maka tahun 2012 ini adalah TAHUN YANG MENUNTUT PELAYANAN PEKABARAN INJIL dari setiap warga khususnya para Pelayan/Penatua secara benar, agar tercapai sasaran dimaksud, atau lebih tepat penekanannya:
Meningkatkan “PENYEMBAHAN DAN PERSEMBAHAN”
Dengan mengacu kepada himbauan Bishop itu maka ada beberapa alternatif yang dapat dijadikan tema tahun ini bagi jemaat kita antara lain :
● Pengenalan Allah lebih dari persembahan ( Roma 12: 1 ff) Dengan demikian kita dapat meningkatkan Penyembahan.
● Ucapan syukur lebih dari korban ( Maz 106: 1 – 3; I. Tes 5: 16-18), untuk itu kita harus meningkatkan Persembahan.
● Kejujuran dan ketulusan lebih dari kegiatan pelayanan (I. Tim 4:16 ; 6: 10-14;II. Tim 3:1-9)
Ada beberapa permasalahan pokok yang penting yang diusulkan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun arah dan tema tahun ini antara lain :
a. mengutamakan isi hati, niat, motivasi di dalam melayani,dalam melakukan sesuatu pelayanan, karena Allah melihat hati (ketulusan & kerendahan hati, keterbukaan konsistensi) serta peperangan Yesus adalah melawan kemunafikan.
b. Keseimbangan kehidupan anggota maupun pelayan dalam berbagai bidang seperti pelayanan, keluarga, pekerjaan, tetangga, sekolah sehingga hal ini memungkinkan pola “pelayanan sebagai gaya hidup”.
c. Koordinasi dan kerjasama antar seksi untuk saling mendukung dan bukan mementingkan kelompoknya saja ; serta konsolidasi (penyamaan komitmen) secara menyeluruh.
d. Mengusahakan perdamaian dengan menyelesaikan konflik dan mementingkan kebijakan (wise). Jangan ada penghalang dalam Pelayanan, hilangkan perbedaan.
e. Perhatian kepada orang kecil, lemah, atau miskin yang tidak terperhatikan, dalam hal ini berarti meningkatkan fungsi diakonia dan penginjilan.
Lebih rincinya hal diatas dapat diberi penjelasan tambahan antara lain :
1. Kesatuan : Kebersamaan yang melampaui batasan tempat dan waktu serta pemberdayaan karunia.
“ jadi karena dalam kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih m,esra dan balas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini : hendaklahkamu sehati sefikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan’. (Filipi 2 : 1-2).
“ dari padaNyalah seluruh tubuh yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih “. (Efesus 4 : 16).
2. Konsentrasi pada manusia batiniah, inner life, motivasi dan watak (kualitas) lebih dari pada penekanan pada penampilan luar (kuantitas).
“ sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari kesehari ….sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal “ (2 Korintus 4 : 16, 18)
“ Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel ; “ Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah ; “ manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati “ (1 Samuel 16 : 7).
“ Perbuatan daging telah nyata, yaitu : percabulan, kecemaran, hawa nafsu, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barang siapa yang melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.”
Tetapi buah roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri, tidak ada hukum yang menentang hal itu. (Galatia 5 : 19 - 23).
3. Mengutamakan doa/Penyembahan :
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yakobus 5 : 16). Mana mungkin kita mengarahkan warga jemaat agar bertekun dalam Doa, pada hal para penatuanya hanya 3 bulan satu kali datang berdoa, baik ke gereja khususnya kebaktian rumah tangga.
4. Mengusahakan Kedamaian/Persembahan :
Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketentraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. (Amal 17 : 1), jemaat dan warganya akan merasa aman dan sejahtera berjemaat jika para Pelayannya semua “Berdamai”.
Maka berdasarkan hal-hal diatas maka diusulkan arah dan subtema untuk tahun 2011 ini adalah :
“ DENGAN KUASA ROH KUDUS MELALUI YESUS YANG MEMBAWA DAMAI & DOA”
Mari Kita Tingkatkan Pelayanan dengan semangat Kebersamaan
Hal ini pun mengingat begitu kuatnya keinginan dari setiap warga jemaat biasa untuk mendapatkan pelayanan yang baik dinilai dari sisi ketulusan, kesatuan pemimpin, kebersamaan berjemaat dalam menghadapi tantangan kehidupan khususnya masalah external yang sedang berkembang.
Saya melihat kesulitan di jemaat untuk berkembang karena:
a. Sangat kurangnya penekanan penerapan iman akan janji-janji Tuhan dan doa dalam kehidupan anggota maupun pelayan ; karena selama ini terasa kuatnya argumen teknis dan logika jauh lebih diutamakan dari pada masalah ketergantungan penuh pada Allah. Pembangunan fisik tidak akan berarti jika pembangunan rohani kita tinggalkan.
b. Pelayanan yang terintregrasi secara menyeluruh, karena pelayanan selama ini terkotak kotak tanpa intregrasi benang merah dari sejak bayi sampai dengan manula maupun koordinasi antar bagian pelayanan.
c. Strategi jangka panjang, karena pelayanan selama ini cenderung menyelesaikan kasus yang muncul justru dari kalangan pelayan, maka dalam tahun Pekabaran Injil ini sudah selayaknya hal ini kita hindarkan.
d. Pemikiran tentang dukungan pekabaran injil (keluar) sangat kurang diperhatikan termasuk pengembangan warga jemaat melalui pemekaran/pembagian wijk atau sektor harus terus menerus dan berkesinambungan. Dengan jalan demikian kita dapat menerapkan Pelayanan Penginjilan dan Diakonia itu secara menyeluruh.

B. Pandangan Umum
1. Tingkat Pencapaian Target
Rancangan program kegiatan pelayanan tahun 2012 dari masing-masing seksi hendaknya terlaksana sepenuhnya. (Semua seksi sudah harus benar-benar membuat program, jangan program dadakan), dan diharapkan program dadakan akan benar-benar dihindari tahun ini.
2. Harapan Ke Depan
Gereja adalah pusat pencerahan dan damai sejahtera bagi jemaat – umat Kristiani secara khusus, dan masyarakat luas pada umumnya. Oleh karena itu, fungsi pelayanan gereja, pada tataran normatif, gereja harus menjadi sumber atas pencerahan dan damai sejahtera itu. Pada tataran strategis, gereja harus menjadi katalisator dan penggerak terciptanya damai sejahtera itu.
BPH Resort Khusus hendaknya mengarahkan tanggungjawab pelayanannya pada :
• Tataran Manajerial
a. BPH Resort adalah motivator dan inisiator penggerak kegiatan di tingkat Resort. Oleh karena itu, hendaknya kebijakan-kebijakan manajerial diberikan sepenuhnya pada BPH Resort. Untuk itu, perlu di tentukan batas-batas wewenang dan tanggungjawab BPH Resort.
b. Pimpinan Resort khusus adalah Pendeta. Oleh karena itu, perlu kita pahami fungsi pendeta sebagai gembala dan sebagai pimpinan di GKPI.
c. Batas-batas kebijakan

BPH Resort khusus Pdt. Selaku Pimpinan Resort Koordinator Seksi-seksi Koster/Urusan Rumah Tangga
• Kebijakan Manajerial
• Kebijakan kepenatuaan
• Kebijakan materi dan acara-acara sermon
• Kebijakan umum sistem pelaksanaan kegiatan-kegiatan pelayanan

• Kebijakan apostolat, pasrorat, dan diakonat
• Kebijakan penggembalaan
• Kebijakan kurikulum pendidikan penatua, katekisasi
• Kebijakan konseling pernikahan

• Kebijakan Operasional
• Kebijakan teknis
• Kebijakan Operasional Dapur.
• Bertanggung jawab terhadap Kebersihan Gereja dalam Ruang Kebaktian dan Halaman Gereja.
• Bertanggung Jawab terhadap perangkat Kebaktian, Kantong Kollekte kesiapan Sound System.

d. Setiap kebijakan yang telah diputuskan Majelis/ BPHR bersama Pelayan, wajib menjadi landasan operasionalisasi.
e. Setiap kebijakan yang telah diputuskan wajib dimonitoring oleh BPH Resort khusus dan dievaluasi untuk perbaikan menuju peningkatan mutu yang optimal

BIDANG ORGANISAI DAN UMUM

1. Materi Pembahasan:
a. Struktur hubungan dan mekanisme organisasi
b. Hubungan atar seksi, Penatua dan BPH
c. Pengembangan Pelayanan

2. Komisi II/Bidang II yang membidangi organisasi dan pengembangan merupakan komisi kerja yang tergolong vital dan juga sangat menentukan di dalam menciptakan sebuah keharmonisan bagi pertumbuhan dan perkembangan pelayanan di jemaat GKPI Rawa Lumbu. Struktur organisasi dan mekanisme kerja organisai serta hubungan antar seksi, penatua, dan BPH Jemaat khusus. Jemaat harus selalu mengarah pada pengembangan pelayanan dan harus senantiasa mencerminkan kasih yang hanya dari Kristus Yesus. Berangkat dari pemikiran ini, maka Komisi II mencoba memberikan masukan bagi sidang pleno Resort sebagai bahan kajian atas materi yang disajikan tersebut di atas dalam rangka Pengembangan Institusi dan Pelayanan adalah sebagai berikut:
Materi, Struktur Hubungan dan Mekanisme Organisasi
• Resort agar memperbaiki struktur organisasi yang senantiasa hanya mangacu pada pasal 16 dan pasal 17 PRT
• Dalam mengisi jabatan Koordinator seksi, seksi sebagaimana pasal 16 ayat 2 PRT senantiasa memperhatikan fungsi Koordinator oleh karenanya pasal ini ditafsir bahwa koordinator berfungsi mengkoordinasi seluruh seksi-seksi yang ada di jemaat

C. Hasil Keputusan Sidang Majelis Resort

1. Bidang Apostolat
Melihat situasi dan kondisi GKPI Resort Rawa Lumbu yang masih baru ini maka sudah sepantasnya Gereja lebih dapat menjawab tantangan kebutuhan warga jemaat, maka di Bidang Apostolat, yaitu: Pemberitaan Firman Allah, Peribadatan, Pemberian Sakramen Baptisan dan Perjamuan Kudus sudah sangat perlu:
a. Peningkatan sumberdaya manusia para pelayan sebagai pelaksana/ operasional pelayanan di jemaat.
b. Maka untuk tahun 2012 sangat perlu diadakan Pembinaan para Majelis dan Penatua, bagi Anggota Majelis yang Facum perlu diminta kesiapannya kembali.
2. Bidang Pastorat
Hampir merata disetiap Jemaat di GKPI tidak mempunyai peraturan yang tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran peraturan gereja, maka sudah saatnya kita memberikan pembinaan yang menyeluruh tentang fungsi para pelayan-pelayan yang melaksanakan pendidikan dan pengajaran di dalam firman Tuhan, untuk itu sudah selayaknya bahwa di jemaat perlu diadakan reorganisasi untuk penempatan pelayanan demi tercapainya peningkatan pelayanan itu sendiri.
3. Bidang Diakonat
Salah satu tugas dan fungsi gereja yang Misioner adalah, aktifnya pelayanan kasih dan pengembangan masyarakat, bnd. Kis. 6:1-4, I Kor. 16:1-4. Salah satu kemunduran (degradasi) di Gereja Protestan/ GKPI adalah kurangnya perhatian/ kepedulian sosial antar sesama warga dan juga terhadap masyarakat yang lain, maka sudah seharusnya kita pikirkan agar disetiap jemaat diadakan:
a. 1 (satu) kali 1 (satu) bulan Perjamuan Kasih, disamping melanjutkan program Diakoni Sosial yang telah membudaya di Jemaat umpamanya: Kunjungan terhadap orang sakit, bantuan untuk para janda, kebakaran, yang berduka dan lain-lain. Namun sudah perlu di Jemaat membuat anggaran yang pantas untuk Diakoni sosial.
b. Pada bulan Juni sebagai mana tahun 2010 yang lalu akan dilaksanakan kegiatan “Masa Penghayatan Hidup berkeluarga” yang seluruh pesertanya adalah seluruh warga jemaat khususnya keluarga Majelis Jemaat harus benar-benar menjadi anutan dalam pelaksanaan ini.
4. Organisasi
Untuk melayani gereja atau jemaat yang merupakan wujud dari tubuh Kristus di dunia ini, maka diperlukan para pelayan yang mengerti akan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing.
Perlu disadari bahwa, pengangkatan itu merupakan “Panggilan Tuhan” (Kis. 14:23, Titus 1:5, Kis. 20:28) yang tentu dikerjakan dan dilaksanakan menurut kewibaan Tuhan dan dipertanggungjawabkan kepadaNya (Rm. 14:12), maka sangat diperlukan para pelayan:
a. “Yang Takut akan Tuhan”
b. Jujur (bukan hamba uang, Ibr. 13:5, Bnd. 1 Tim. 6:10)
c. Memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pelayanan
d. Memiliki visi yang tajam
e. Fleksibel
f. Bagi Anggota Majelis yang tidak aktip atau hanya namanya tercantum, sebaiknya diganti, atau yang bersangkutan mundur teratur secara terhormat, karena Pertanggung jawabannya bukan kepada manusia tetapi kepada Tuhan Yesus Raja Gereja itu.
g. Proaktif, dinamis, bukan hanya pada Rapat hadir, hal tersebut diatas dapat kita capai jika sistem organisasi di Jemaat berjalan dengan baik, maka sudah selayaknya setiap jemaat memberdayakan:
• Seluruh komponen-komponen yang ada (komisi-komisi)
• Mengaktifkan fungsi masing-masing jabatan (pembagian tugas)
• Seluruh Penatua harus mengikuti sermon di Jemaat, termasuk sermon Resort
• Setiap jemaat agar membenahi/ menata administrasi dan inventaris jemaat/harta benda serta keuangan.
5. Keuangan/ Harta Benda
a. Rencana Anggaran Belanja, agar lebih menitik beratkan pengeluaran kepada “Apostolat, Pastorat dan Diakonat”, karena tahun ini Tahun Diakonia maka sudah waktunya kita membuat pesta Diakonia dalam tahun ini.
b. Persembahan berkala ke Kantor Pusat (kurban-kurban khusus) harus disetorkan seluruhnya.
c. Target Pusat kita harus anggarkan ke setiap warga jemaat, walaupun belum sepenuhnya kita dapat wujudkan agar mengacu kepada Putusan Majelis Pusat GKPI yaitu Rp. 30.000/ Keluarga ini sejalan dengan Keputusan Majelis Pusat GKPI. Namun dengan adanya Keputusan Sinode Am GKPI tentang Sistem Penggajian Pelayan/Pekerja Penuh Waktu GKPI; melalui SKEP Pimpinan Pusat No. 1949/A.1/XI/2010 tentang Penetapan Bakti Bulanan/Persembahan Bulanan/Persepuluhan ditetapkan Rp. 3.500.000/Bulan ditambah 1 X Persembahan setiap Minggu/ Bulan.
d. Transport pengkhotbah menyesuaikan kepada gereja tetangga dan sesuai dengan transport tahun yang lalu, ditetapkan Rp. 500.000 (Lima ratus ribu rupiah) dari luar Bekasi dan Rp. 300.000 dalam kota.
6. Hubungan Masyarakat
a. Mengadakan hubungan pertukaran Mimbar atau perkunjungan koor kepada jemaat-jemaat yang tergabung dalam wadah PGIS setempat.
b. Menjalin hubungan kepada masyarakat lain khususnya didekat lingkungan gedung gereja
c. Mengadakan study Perbandingan ke Jemaat di luar GKPI.
d. Mengadakan hubungan kepada Pejabat pemerintahan, mulai dari tingkat RT sampai yang paling atas
e. Berusaha untuk mengadakan pendekatan melalui budaya setempat yang bernuansa Kekristenan yaitu kasih.

A. SUB BIDANG APOSTOLAT & DIAKONAT:
I. KEBAKTIAN UMUM HARI MINGGU:
1. Jadwal Kebaktian :
a. Tetap dilaksanakan jam masuk 10.00 wib tepat.
b. Pedoman Firman Tetap menggunakan bahan sesuai dengan Almanak GKPI 2012.
2. Bahan Firman:
Diambil dari Bahan gereja-gereja fartner UIM dan Suara GKPI.
Tata Ibadah:
a. Mengikuti urutan Agenda GKPI.
b. Kebaktian Rumah Tangga memakai Evistel minggu.
3. Jubah Pelayan: Jubah Pelayan :
Pemakaian jubah bagi petugas liturgis diwajibkan, sedang penatua yang lain dapat menyebar ketempat duduk warga jemaat tanpa jubah, namun pada perayaan-perayaan khusus semua penatua diwajibkan pakai jubah.
Pelayanan Non Liturgis :
Penatua yang tidak bertugas supaya lebih fokus untuk menerima tamu/warga jemaat, dan memperhatikan tempat duduk yang kosong, sambil mengantar ketempat duduk yang kosong tersebut.

4. KEBAKTIAN ANAK-ANAK (SEKOLAH MINGGU)\

- Bahan:
Diperiksa/dibahas oleh Pendeta, Bidang Kerohanian, Paniroi.

-Nyanyian Pujian:
Diperiksa/dibahas oleh Pendeta, Bidang Kerohanian, Paniroi dan seksi nyanyian/koor.

-Tata Ibadah:
Mengawali kebaktian Sekolah Minggu harus ada Votum oleh Penatua.

5. Kebaktian Seksi Wanita
Kebaktian Seksi Wanita dilaksanakan 2 X sebulan, jumat minggu 1 dan 3.
Bahan : Diambil dari Almanak GKPI
Tata Ibadah : Berbentuk Pemahaman Alkitab (PA)
6. Kebaktian Seksi Pria
Mulai Februari 2012 ini akan dilaksanakan Kebaktian/PA Seksi Pria 1 X sebulan.
Bahan akan diambil dari Almanak GKPI melanjutkan Tahun 2011 yang mandek di tengah jalan.
7. Kebaktian PP/Remaja
Diharapkan juga agar Kebaktian PP/Remaja dapat kita laksanakan 1 X sebulan yang waktunya ditetapkan tidak berbarengan dengan seksi Pria, dan di mohon Paniroi PP aktip, jika Pengurus PP kurang aktip, supaya di adkan Pemilihan Pengurus yang Baru.
8. Kebaktian Ikat Janji Dan Pemberkatan Nikah
Bimbingan Pra Nikah :
Diadakan 1 bulan sebelum pernikahan dengan melibatkan para pelayan yang memiliki karunia mengajar/konseling. Mengenai waktu pertemuan tergantung sikon pasangan dan pelayan, namun diharapkan paling sedikit 4 kali pertemuan. Di harapkan penatua wijk wajib mengikuti pelayanan konseling ini.
Acara pemberkatan nikah tetap melaksanakan tata cara yang berlaku di GKPI.
9. Pelayanan Sakramen dan Baptisan Kudus

PELAYANAN SAKRAMEN DAN BAPTISAN KUDUS.
Dijadwalkan sekali dalam 6 bulan (tiap minggu ke-1), tanpa mempertimbangkan jumlahnya. Tata ibadah dicopy dan diberikan kepada orang tua anak pada waktu bimbingan sehingga orang tua dapat mengetahui, juga salinan tersebut dilampirkan pada Surat Baptis.
1. Bimbingan kepada orang tua perlu diberikan 1x (satu kali) kali pertemuan. Khusus untuk Baptisan anak ke-1 (satu) diberikan bimbingan 2x (dua kali) pertemuan dengan topik-topik pendidikan rohani tentang membesarkan anak. Untuk itu perlu dibuatkan materi baku sehingga Penatua dapat lebih diberdayakan tanpa perlu bergantung kepada seseorang yang mempunyai talenta untuk bimbingan.
2. Tata tertib pendaftaran harus melalui Penatua wijk yang bersangkutan yang kemudian diserahkan kepada BPHR atau Pendeta.
3. Perlu pembekalan bagi Penatua untuk Pelayanan dan Bimbingan Babtisan.

4. Sakramen Perjamuan Kudus :
a. Penjelasan tertulis mengenai arti dan maksud perjamuan Kudus sebaiknya dibagikan kepada anggota jemaat seminggu sebelum diadakannya Perjamuan Kudus atau diWarta Jemaatkan.
b. Pemberian gelas/seloki anggur dan roti/kosti dilakukan di depan altar atau di bangku, sesuai kondisi dan situasional.
Penggunaan baju hitam/gelap bukan merupakan keharusan, tapi disesuaikan (yang terpenting mengaku dosa secara pribadi dan bertobat)
c. Perjamuan Kudus bagi yang sakit dapat dilakukan oleh Pendeta asal ada permintaan dari keluarga.

5. Pelayanan Peneguhan Sidi :
a. Buku katekisasi GKPI yang digunakan adalah dari Pendeta Dr. J.S Aritonang (yang sudah diterima Synode Am GKPI 1993) dan bahan lain untuk melengkapi bahan tersebut.
b. Pengajar (Pendeta, dan Penatua, Anggota Jemaat biasa yang memiliki karunia/talenta).
c. Pelaksanaan Kathekisasi setiap hari Sabtu jam 17 : 00 s/d 19.

B. SUB BIDANG PASTORAT:
PEMBINAAN PARA PELAYAN:

1. Para Pelayan :
a. Diwajibkan memiliki daftar dan alamat anggota wijk yang ada dibawah binaannya dan informasi mengenai data Penatua disampaikan kepada anggota Jemaat.
b. Mempunyai jadwal rencana kunjungan anggota dan melaporkan hasilnya dalam Sermon Penatua.
c. Pemanfaatan teknologi informasi call center 021-86201978 untuk penyampaian informasi pelayanan.
d. Retreat Kel. Penatua/ Pembinaan Para Penatua direncanakan di Luar Kota 1 Hari penuh. Waktunya akan dibicarakan pada waktu Libur Umum ini adalah melanjutkan Program yang belum terlaksana tahun 2011 yang lalu.

2. Sermon Penatua/Majelis :
a. Diutamakan membahas bahan renungan untuk Kebaktian Rumah Tangga Epistel dan masalah-masalah Jemaat. Bahan khotbah (Evangelium) dibuat tertulis oleh yang ditugaskan oleh Pendeta agar ada sebagai pertimbangan tambahan dalam diskusi KRT.
b. Waktu pelaksanaan sermon ini setiap hari Rabu jam 20.00 s/d 21.30 wib. Di wajibkan diikuti oleh semua Penatua.
c. Pada waktu sermon Penatua Wijk wajib melaporkan kondisi jemaat di masing-masing wijk.

C.BIDANG KEUANGAN
1. Anggaran Pengeluaran
Dalam penyusunan anggaran pengeluaran bahwa disamping biaya rutin dan kewajiban kekantor pusat berorientasi pada pembangunan rohani, pelayanan pembinaan (Apostolat, Pastorat, Diakonat) serta mewujudkan program Seksi-seksi untuk membangun gairah aktivitas Gereja, regenerasi pemuda/pemudi dan anak-anak sekolah minggu dan remaja agar dimasa datang lebih handal terutama dalam kehidupan, kerohanian, serta memiliki keinginan untuk turut dalam aktivitas gereja.
2. Peninjauan kembali pemberian uang duka/diakonia sebagai berikut :
Uang duka dan karangan bunga untuk keluarga yang berduka cita dari warga jemaat Rp. 1.000.000 (masih tetap),- dan Rp. 200.000,(Kalau yg meninggal warga jemaat)
Catatan : karangan bunga dapat diganti dengan uang melihat kondisi yang berkabung.
3. Pos pengeluaran untuk transport pelayan diganti dengan Pos Konpensasi
4. Pos pengeluaran rekening telepon, listrik, dengan Pos Daya dan Fasilitas.
1. Anggaran Penerimaan :
Pos penerimaan antara lain :
ii. Persembahan Kebaktian Umum
iii. Persembahan Kebaktian Khusus
iv. Persembahan Kebaktian Rumah Tangga
v. Persembahan Kebaktian Sekolah Minggu
vi. Persembahan Kebaktian Sermon Seksi-seksi
vii. Persembahan Bulanan (Iuaran Bulanan)
viii. Iuran Pembangunan
ix. Ucapan Syukur
x. Perpuluhan, dll
Untuk meningkatkan penerimaan dana yang diperlukan untuk pelayanan perlu disosialisasikan “ Pemberian Perpuluhan/Ucapan Syukur “ dari anggota Jemaat

Selasa, 31 Januari 2012

Khotbah Minggu 05 Feb 2012 Yesaya 40:21-31

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22)
Setiap orang memiliki alasan saat hendak atau saat sedang melakukan sesuatu. Ada motif yang menyebabkan seseorang untuk melakukan sesuatu. Bahkan, kualitas hasil pekerjaan seseorang sangat dipengaruhi oleh motivasinya.
Namun, ada kalanya seseorang kehilangan motivasi dan semangat ketika hendak melakukan sesuatu. Pernahkah Sdr/i kehilangan motivasi dan semangat ? sdr yang mulanya menggebu-gebu mengerjakan suatu hal – ternyata setelah beberapa waktu – akhirnya kehilangan minat untuk melanjutkan atau menyelesaikan pekerjaan tersebut; pernahkah sdr mengalaminya?
Penyebab hilangnya semangat dan motivasi dalam diri seseorang bisa bermacam-macam. Ada orang yang kehilangan semangat karena banyaknya masalah yang dihadapinya. Ada orang yang vitalitasnya menurun karena banyaknya kesibukan yang membebaninya. Ada orang yang semangatnya menurun karena masalah disorientasi atas tujuan hidupnya. Ada pula orang yang kehilangan semangat karena merasa tidak ada yang mendukung dirinya saat melakukan suatu pekerjaan.
Kehilangan motivasi dan semangat pernah di alami bangsa Israel setelah mereka dibuang. Mereka ragu atas diri mereka sendiri sebagai bangsa pilihan Allah. Apa sebabnya? Yerusalem sudah porak-poranda; Israel dibuang dan pembuangan itu berlangsung sangat lama. Mereka juga mengalami kehidupan yang sulit di Babel. Bangsa Israel menganggap bahwa Allah telah melupakan mereka dan akan membiarkan mereka hancur. (Yesaya 40:27; 49:14).
Itu sebabnya dalam khotbah minggu ini (Yesaya 40:21-31), Yesaya dengan keras bertanya dengan gaya retoris sampai tiga kali: tidakkah kamu tahu; tidakkah kamu dengar; tidakkah kamu mengerti – kepada bangsa Israel. Dalam pertanyaan ini kelihatan bahwa Yesaya seolah kecewa melihat orang Israel yang semangatnya sudah menurun.
Pada zaman ini banyak sekali orang yang merasa putus asa dan kecewa secara berlebihan dan berlarut-larut. Perasaan ini sering di sebut dengan depresi. Depresi tidak memandang bulu, orang dari golongan atas atau rendah, kaya atau miskin, terpelajar atau tidak, tua atau muda semuanya dapat di serang oleh perasaan ini. Depresi telah menyelinap kedalam kehidupan manusia, membawa kesusahan yang tak terkatakan.
Tujuan universal manusia ialah memperoleh damai sejahtera serta kebahagiaan yang sempurna, semua orang ingin meperoleh kepuasan hati. Diseluruh dunia sejumlah besar dokter, pendeta, ahli jiwa, psikiater sibuk dalam usaha untuk menolong orang-orang untuk mendapatkan kebahagiaan.
Usaha untuk mendapatkan damai sejahtera itu sering kali tidak mebuahkan seperti yang diharapkan. Dalam mencari kepuasan pribadi, berjuta-juta orang akhirnya menemui kegagalan dan yang menyedihkan.
Jika anak Tuhan kalah terhadap masalah, akan mempengaruhi kehidupan pribadinya maupun kesaksiannya sebagai orang Kristen. Hal ini akan merusak hubungan pribadi seseorang dengan Allah, kebahagiaan mereka akan hilang hal ini juga akan menggerogoti inti kehidupan rumah tangga dan hubungan dengan orang lain.
Semua orang pasti pernah merasakan, kecewa, takut, khawatir dan was-was perasaan itu membuat tubuh menjadi lemas dan semangat menjadi pudar, dari manakah kita mendapat kekuatan yang baru ?
Nats renungan kita ini adalah penghiburan bagi umat Allah, dimana Allah akan mengakhiri perhambaan mereka. Perhambaan ini memang di sebabkan oleh dosa dan kesalahan mereka, tetapi dosa dan kesalahan itu telah diampuni oleh Tuhan. Tuhan akan datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya yang berkuasa. umat Isarael kembali diajak merenungkan “siapa yang paling besar dalam dunia ini”. Karena pada waktu itu umat yang di buang ke babel, merasakan tidak ada yang lebih besar dari kerajaan dan dewa Babel. Pola pikir seperti ini membuat hilangnya pengharapan merea akan kebebasan. Mereka lebih takut kepada manusia dari pada Allah. (Illustrasi: Bom di Prancis) Karena itu…:
1.Hiduplah dan bekerjalah bersama Kristus.Hidup baru bersama Kristus adalah hidup yang tidak pesimis (rendah) , putus asa, tetapi adalah hidup yang penuh semangat, optimis, kuat dan dipenuhi oleh pengharapan.
2.Perubahan hidup dari segi negatif (rendah, tidak bermutu) bisa berubah menjadi hidup yang baik dan berguna, jika kita mau menerima Kristus dalam hidup kita (2 Kor 5:17)
3.Jaman sekarang adalah jaman yang penuh dengan berbagai macam problema hidup. Problema hidup itu acapkali mengganggu stabilitas hidup kita, sehingga kita sering merasa kecewa, tidak berdaya, dan putus asa. Kadangkala kita menggugat Tuhan, seraya berkata bahwa Tuhan itu tidak adil, Tuhan tidak bekerja lagi buat hidup dan kehidupan saya. Sebenarnya Tuhan mengetahui semuanya itu, Tuhan mengetahui apa yang mau diperbuatnya, yang penting bagi kita, apakah kita mau berserah kepadaNya dan memohon bimbingannya dalam perjalanan hidup kita, niscaya Tuhan akan memberikan segala yang perlu bagi kita, berkat yang berkelimphan (bnd Rm 11:33-36)
Mengalami masalah seperti ini (kehilangan semangat) sesungguhnya sangat berbahaya. Bangsa kita ini juga sedang berada dalam situasi serupa. Kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin negara sudah berkurang. Tindak kejahatan semakin bertambah. Keadilan tidak bisa ditegakkan. Akibatnya masyarakat menjadi pesimis atas nasib bangsa ini. Masyarakat kehilangan semangat dan vitalitasnya untuk membangun dirinya. Sehingga tidak heran, seorang pengamat pernah mengatakan, “Seharusnya Bangsa Indonesia sudah collapse saat ini.” Jika sebuah bangsa kehilangan semangat dan vitalitasnya, bangsa tersebut bisa punah.
Nah, jika itu mungkin terjadi pada sebuah bangsa, maka bagaimana jika itu kita alami sendiri? Mudah-mudahan tidak turut punah, seperti kata Ayub, “Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan” (Ayub 17:1).
Pada dasarnya Allah menghendaki bahwa kehidupan Kristen itu sebagai kehidupan yang penuh gairah dan bersemangat. Semangat yang ada dalam diri orang Kristen berasal dari Roh Kudus. Ialah causa yang menggerakkan orang-orang Kristen untuk berbuat hal-hal benar dan besar dalam kehidupan.
Melalui Firman Allah ini, Tuhan mengatakan kepada kita bahwa segala kendala yang kita hadapi dalam hidup tidak boleh membuat kita takut, lemah, dan kehilangan keberanian kita. Kekuasaan orang lain yang berusaha membatasi ruang gerak kita tidak boleh membuat kita minder atau tawar hati. Tapi hendaklah kita mengikuti kata Paulus, “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Tentu, Allahlah yang menguatkan kita dalam setiap keluh kesah kita.
Tuhan tidak pernah tersembunyi dan meninggalkan sdr/i dari setiap pergumulan yang sdr hadapi. Ini adalah kesaksian Yesaya. Allah tidak pernah menjadi lelah dan menjadi lesu melihat kelemahan yang ada dalam diri kita. “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yesaya 40:29).
Allah berkuasa untuk menaklukkan segala kekuasaan yang menghalangi kita untuk melakukan kebaikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Ia mampu menjauhkan kita dari segala usaha jahat yang melemahkan jiwa kita. Oleh sebab itu, ketika Anda kehilangan gairah dalam hidup Anda untuk melakukan yang terbaik, nantikanlah Tuhan, sebab Anda akan mendapat kekuatan baru (Yesaya 40:31). Amin

Jumat, 20 Januari 2012

"JAMITA"

I Timoteus 6 : 9-11

Huria ni Tuhanta Yesus Kristus..!

Adong do umpama batak mandok: Pat ni manuk paturengreng, marrara mata mida hepeng, sian umpama on boi buatonta kesimpulan, na mansai penting situtu do hepeng I, jala mempunyai daya tarik na mempesonakan, na boi manarik jolma I tu hangaluton. Adong do na mandok: hepeng do mangatur negara on, molo piningkiran sungguh mengherankan, barang na so berharga I boi mangatur ngolu ni jolma, toho ma nanidok ni angka na malo I, Hepeng on ima; Habang so marhabong mardalan so mar pat, manginsir so marimbulu, ibana do na umburju laos ibana do na jumungkat.
Mansai toho do pandohan on sipata, ai boi do rasahononta, songon dia pengaruh ni hepeng I di ngolunta siapari on, sonang manang susa jolma I tergantung tu adong do hepeng na manang dang, ala ni onma umbahen jotjot jolma I menghalalkan segala cara, laho mangalului hepeng i. Lapatanna manangko pe taho asal ma hepeng, manggabusi halak manang mangangkali pe taho asal dalan ni hepeng. Ise ulaning sian hita on na so olo mamora, jala ise na so olo mangomo ? Ra, sude do halak sai mangusahahon pangomoan jala mangalui hamoraon di bagasan ngoluna.
Marasing- asing do dalan ni ganup halak laho mangalului pangmoanna. Maragam cara ditahi jala diula laho mangeahi hamoraon i. Di falsafah ni halak Batak pe, termasuk do hamoraon songon sada sintasinta ni ngolu na ideal songon na tarida sian ungkapan “ Hamoraon, Hasangapon, Hagabeon”. Persoalanna nuaeng, beha do hita menilai angka pangomoanta manang hamoraon I ? Beha do hita mangadopi angka arta manang hepeng na adong di hita ? Ondo nanaeng tangkasanta di turpukta sadari on.

Nahinaholongan dibagasan goar ni Tuhanta,,!

Juara bagas do hita di ngolunta on, sitiop jala siramoti na pinasahat ni Debata, dipangke Jesus dohot angka siseanNa do hepeng, suang songoni nang si Paulus, hita pe tapangke do hepeng, alai dipaingot Jesus do hita taringot tu mara ni hepeng I, ala ni ima umbahen didok; Pasu-pasu ni Jahowa do mambahen mamora, jala dang mardongan hangaluton dibahen tu hita. Manang aha pe na adong di hita, hamoraon, hagabeon nang hasangapon, sude I dang milikta, milik ni Debata do, ala ni ima ingkon manta hita asa unang tapansuasaehon arta na pinasahat ni Debata, alai asa tapangke tu lomo ni rohaNa. Laos ido na tong diondolhon Apostel Paulus di suratna tu si Timoteus on, ala adong angka pangajari pargapgap na so marsitiopan tu hata na tingkos di tonga-tonga ni huria na parjolo I, na mangajari nasida mandok: ia di ula pe angka na denggan manang hadaulaton asa manjalo upah do, asa mandapot pangomoan, panghorhon ni on, boi do patubu kecendrungan materialisme manang gulutan di hepeng di huria na parjolo I (ay 3-5).

Huria ni Tuhanta Jesus…!
Diakui panurat ni buku on do ia hadaulaton memang sada sumber do i laho mandapot pangomoan (ay. 6.) Alai marasing do pangantusionna taringot tu pangamoan i ndang na gabe berupa “ kemewahan material”, alai asal ma sae tu haporluan ngolungolu siganup ari. Jala laos i do diajarhon Tuhan Jesus di Tangiang Ale Amanami : “ lehon ma di hami sadari on hangoluan siapari “ (tumangkas di bagasan bahasa Indonesia didok : makanan kami yang secukupnya). Hasabamon maradophon sinadongan sisongon i tung mansai godang lapatanna tu ngolu ni jolma asa boi malua sian ketergantungan tu angka rumang ni materi manag arta.

Adong 2 alasan na di kemukakan Apostel Paulus di turpukta on, unang bergantung hita tu materi/hepeng
a. Sada kenyataan do na so a dong agia aha taboan tu portibion (ay 7.a) Na marlapatan do i, ia angka materi/arta//hepeng/sinadongan i angka na ro doi muse ; ndang sada bagian na hakiki ni hajolmaon i. Jala ia tung godang pe angka arta tapapungu di hasiangan on, ndang marlapatan i molo dung mate hita; ndang tarboan hita i tu udean, tading do sudena I, marlapatan do i, na so kekal do arta i, parsatongkinan do.

b. Roha na holongan tu arta/hepeng, ido urat ni nasa hajahaton (ayat 10) jala hamoraon boi do gabe sada rumang ni pangunjungan di ngolu on (ayat 9). Molo taida angka na masa ditongatonga ni masyarakatta, masa pe angka perselisihan, perampokan, korupsi, dohot lan naasing, godangan i tubu marurat sian arta/hepeng do. Hape kenyataanna, hamoraon ndang menjamin hadameon manang hasonangan di ngolu on, angka parungkilon dohot angka permasalahan ni ngolu tong do godang tubu diangka na mora.

Nahinaholongan dibagasan goar ni Tuhanta Jesus..!
Turpuk on ndang na naeng mambahen paraloan tu angka na mora. Ndang na gabe ingkon hasogohononta angka arta/hepeng. Ndang na naeng dohonon ni turpuk on tu hita asa unang talului pangomoan. Alai na ringkot nuaeng, be ha do hita mandok mauliate tu Tuhanta na pasahathon i tu hita. So tung gabe tubu panghilalaan na so denggan taringot tu angka arta i, ai sudena i basabasa ni Debata do (I Tim. 4:4). Denggan jala badia do angka arta i (4:5), persoalan nuaeng beha do penilaianta jala sikapta mamangke saluhutna i. Ido umbahen di ayat na mangihut di toru ni turpukta on dipaandar do dalan laho mamangke angka arta i dohot denggan. Tu angka na mora, asa unang gabe hamoraonna i dihaposi melebihi Debata na pasahatton (ay 17); asa marroha na buas ai angka arta i na laho pangkeon do, laho nikmatan jala na girgir marsibasabasa (ay.18), memberi jala membagi. Ai marhite ido hita asa dapotan Pasu-pasu. Didok si Epicurus ahli filsafat Junani: “Jolma na so umboto mandok mauliate jala sabar di na otik, dang mungkin di boto I mandok mauliate jala sabar di na godang, asa ingkon sian mulai na metmet manang na otik do hita marsiajar mandok mauliate, asa taboto mandok mauliate di na godang.
Ala ni ima hamu nahinaholongan marhite turpukta sadari on dipaingot hita :

1.Marpanumpak do habisuhon, hapistaran, ulaon dohot halojaonta tu bahat ni angka arta/sinadongan na bot tapapungu/tasari. Betak hinorhon ni i do umbahen na marasingasing penilaianta taringot tu arta i, nang tu haroroan ni arta i di ngolunta. Beha do hita manimbangi i ?

2.Ndang na maralo hape angka arta i tu ngolu hakristenonta, jala songon i do ndang maralo hamoraon i tu haporseaonta. Gariada denggan do i di jolo ni Debata.
Alai tong do boi gabe manusai, manegai jala mambahen sursar ngolunta, molo so tapargunahon dohot denggan. Beha do sikapta laho mangadopi huhut mamangke angka arta/sinadongan na adong di hita asa unang masa sisongon i ?


3.Jotjot do tubu holso ni jolma na mandok, “ molo dang adong hepenghu, sai hira na so suman do na mangolu on” , nang pe ianggo haporluan ni ngoluna siapari cukup do nian. Di ngolunta sandiri pe ra jotjot do tubu pamingkirion sisongon i. Sian i tarida do, na so marnasae do ianggo sinadongan on di ngolunta. Tung maol do patubuhon roha na “merasa cukup”. Beha do manghasabamhon nasa na adong di hita jala pataridahon i di ngolunta ? Adong do pardomuan ni on tu pola hidup sederhana na nianjurhon ni pamarenta ?

4.Nuaeng on tung mansai ringkot do na menabung, isara ni Tabanas, dna, jala godang situtu do panghorhon ni on tu pendidikan ni angka dakdanak; apalagi mangeahi ngolu na naeng ro masa. Menabung i ma gerakan penghematan huhut parade angka na porlu tu tingki na mangihut. Alai di lain pihak, godang do on gabe sidalian di deba halak laho mangholit. Beha do hita marnida batasbatas ni na mangholit dohot na manabung ?

5.Boi do marhite angka arta/hepeng marmulia Goar ni Debata di portibion, lapatanna, gabe dipangke Debata arta/hepeng i songon sada alatNa marhite-hite hita. Alai olo do sabalikna gabe hinorhon ni arta/hepeng i ndang diargahon jolma i Debata. Dia ma perananta songon halak Kristen hita mangadopi angka situasi sisongon on ? Talusi ma ganup dibagasan rohanta be. Amen

RHL.Tobing

"MENGENAL ALKITAB"

Di seluruh dunia sampai akhir tahun 1988, Alkitab – baik lengkap atau bagian-bagiannya – telah diterjemahkan ke dalam 1.907 bahasa (terdiri dari 310 Alkitab, 695 Perjanjian Baru dan 902 bagian Alkitab – minimal satu kitab dari Alkitab). Sedangkan di Indonesia, menurut catatan Lembaga Alkitab Indonesia, sampai pertengahan tahun 1990, Alkitab maupun bagian-bagiannya telah diterjemahkan ke dalam 127 bahasa (terdiri dari 13 Alkitab, 21 Perjanjian Baru dan 93 bagian Alkitab/porsion – minimal satu kitab/bagian dari Alkitab). Jadi, Alkitab merupakan satu-satunya buku yang paling banyak diterjemahkan

Mengapa Alkitab begitu penting? Karena isinya sangat mempengaruhi sejarah kehidupan manusia di dunia ini. Pengaruh tersebut dapat dirasakan dalam bidang kebudayaan, kesenian, politik dan kebudayaan serta bidang-bidang lainnya. Alkitab merupakan sumber kepercayaan bagi umat kritiani karena berisikan ajaran yang dinyatakan oleh Allah, serta merupakan kumpulan peraturan-peraturan bagaimana umat kristiani dapat hidup menurut rencana Allah. Alkitab juga merupakan landasan keberadaan gereja, dasar ibadah kristiani, serta merupakan satu dokumen tentang perkembangan iman kita. Sejak lama pemikir-pemikir teologis dan filosofis mencari pilihan dari Alkitab. Alkitab juga berguna bagi setiap orang, sebagaimana sumber indpirasi dan pengetahuan rohani, sebagai penuntun untuk dapat hidup dengan adil dan mengasihi orang lain, dan sebagai pedoman serta panduan untuk menghadapi masalah dan kesempatan dalam hidup ini.

1. Apakah Alkitab itu?
Alkitab adalah kumpulan tulisan-tulisan suci tentang hubungan Allah dengan manusia, dan pernyataan tentang apa yang Allah kehendaki. Alkitab berasal dari kata Arab “KITAB” dengan kata sandang “AL” yang dalam bahsa Yunaninya “BIBLIA” – yaitu bentuk jamak dari “BIBLION” yang berarti “KITAB-KITAB” (atau buku’buku). Dari kata itulah kita mendapat “BIBLIA” (bahsa latin, bahsa Portugis dan bahsa Spanyol), “BIBLE” (bahasa Inggris dan bahsa Prancis), “BIBEL” (bahsa Jerman, yang kemudian juga disebut dalam bahasa Batak), dan “BIJBEL” (bahsa Belanda).

2. Bagaimana Alkitab ditulis?
Bagian-bagian dari Alkitab tidak ditulis sekaligus, setelah lewat berabad-abad barulah kumpulan kitab-kitab ini diselesaikan, dan kemudian ditetapkan sebagai bagian dari Kitab Suci.
Bagian-bagian dari Alkitab ditulis oleh orang-orang yang diilhami (banding 2 Tim. 3:16). Allah memenuhkan mereka dengan Roh Kudus (banding 2 Ptr. 1:21) untuk dapat memahami dan menyampaikan secara tepat berita keselamatan Allah untuk manusia yang hidup di segala jaman. Mereka menulis berita dari Allah itu dengan gaya bahasa dan ungkapan yang sesuai dengan adat, kebiasaan, dan zaman mereka masing-masing; itulah sebabnya kata, istilah, susunan kalimat dan wacana yang mereka pakai, perlu dipelajari menurut latar belakang sejarah, bahasa dan kebudayaan pada waktu itu.
Dalam penulisan tiap-tiap buku itu dimanfaatkan sumber-sumber yang lebih tua dan tradisi lama. Dalam Alkitab disebutkan nama beberapa sumber tersebut antara lain “Kitab Peperangan Tuhan” (Bil. 21:14), “Kitab Orang Jujur” (Yos. 10:13; 2 Sam. 1:18), “Kitab Riwayat Salomo” (1 Raja. 11:41), “Kitab Sejarah Raja-raja Israel” (1 Raja. 14:19), “Kitab Sejarah Raja-raja Yehuda” (1 Raja 14:29) dan “Tafsiran Kitab Kitab Raja-raja” (2 Taw. 24:27), “Riwayat Nabi Natan”, “Nubuat Ahia”, “Penglihatan-penglihatan Nabi Ido” (2 Taw. 9:29), serta “Kitab Sejarah Nabi Ido” (2 Taw. 13:22).
Buku para nabi memuat ucapan-ucapan para nabi dan bagian-bagian dari riwayat hidup mereka. Memang dalam bentuk dan susunannya yang sekarang ini, kita berhutang budi untuk pencatatan dan penyusunannya kepada pengikut-pengikut nabi dan penyusun yang lain. Alkitab sendiri mencatat bahwa Yeremia banyak dibantu oleh juru tulisnya yang bernama barukh (Yer. 36:4 dst) dan Yesaya memerintahkan pengikutnya menjaga/melestarikan berita dari Allah yang telah disampaikan kepadanya (Yes. 8:16). Juga disebutkan bahwa sebagian dari buku Amsal dikumpulkan oleh pegawai-pegawai Raja Hizkia (Am. 25:1).

3. Kanonisasi Alkitab
kitab-kitab dari Alkitab dikumpulkan secara bertahap dalam kurun waktu kurang lebih 1500 tahun. Penulisannya oleh orang-orang yang berbeda, dalam berbagai bahasa (Ibrani, Aram dan Yunani) serta ditempat yang berbeda pula (Mesopotamia, Babilonia, Mesir, Palestina dan Yunani).
Kanonisasi berasal dari kata Yunani “kanon” yang berarti ukuran/patokan (banding Gal. 6:16; 2 Kor. 10:13, 15, 16). Prosesnya sendiri cukup rumit dan memakan waktu yang lama. Arti umum kanon Alkitab adalah kumpulan atau daftar kitab-kitab/buku-buku yang diakui sebagai patokan iman dan pelaksanaannya. Apapun rintisan kanonisasi tersebut dapat dilihat dari dalam Alkitab itu sendiri, misalnya dalam Ul. 4:12; 12:32; Yer. 26:2; Ams 30:6; Pkh. 3:14; 2 Ptr 3:15-16; Why. 22:6-8, 18-19.
Jadi, kanonisasi Alkitab adalah pengakuan pada buku-buku yang benar-benar merupakan bagian dari Kitab suci – yakni yang diilhami oleh Allah, dan pengesahannya sebagai kumpulan tulisan suci yaitu Firman Tuhan dalam bahasa manusia, karena di dalamnya dimuat sabda Allah yang tertulis. Sabda inilah yang menyatakan kasih Allah dan kehendak Allah yang bermanfaat bagi umat manusia di segala zaman.

a.Perjanjian lama
Bagian ini sebenarnya adalah kitab suci umat Yahudi yang disampaikan, ditulis dan dihimpun dalam waktu lebih dari 1000 tahun. Semuanya ditulis dalam bahasa Ibrani kecuali sebagia Kitab Daniel (2:4-7:28) dan sebagian Kitab Ezra (4:8-16:18; 7:12-26), yang ditulis dalam bahsa Aram. Bahsa Aram adalah bahasa resmi pada masa kejayaan Kerajaan Persia.
Pada mulanya kisah-kisah mengenai Allah dan hubunganNya dengan umat Israel disampaikan dari mulut ke mulut. Baru sekitar tahun 1200-1000 SM kisah-kisah itu mulai dituliskan. Sekitar 600 SM buku ulangan dijadikan norma pelaksanaan keagamaan, yaitu dalam rangkaian pembaruan-pembaruan yang diadakan oleh Raja Yosia (2 Raja 22-23). Sekitar tahun 400 SM Taurat atau “kelima buku Musa” (bahasa Yunani “Pentateukh”) diterima sebagai tulisan suci. Buku nabi-nabi diterima sebagai tulisan suci antara tahun 400-200 SM. Buku-buku lain yang berisi puisi, pengajaran, nubuatan, dan sejarah diterima sebagai tulisan suci menjelang zaman Perjanjian Baru. Walaupun begitu pada waktu itu masih ada buku-buku yang diragukan kewibawaannya sebagai tulisan suci, antara lain pengkhotbah, Ester, Yehezkiel dan Kidung Agung.
Demikianlah Kanon Ibrani terus bertambah; akan tetapi setelah jatuhnya kota Yerusalem kedalam tangan musuh kurang lebih tahun 70 M, kecenderungan Kanon Ibrani adalah membatasi tulisan-tulisan yang diterima sebagai Kitab Suci.
Selanjutnya sekitar tahun 90, guru-guru agama Yahudi di bawah pimpinan Jahonanan ben Zakkai mengadakan sidang di Jamnia (Jabneh). Mereka meninjau, menimbang tulisan-tulisan itu dan membukukan Kitab Suci mereka. Mereka memutuskan untuk menerima 39 buku yang merupakan Kitab Suci, serta menolak buku-buku tambahan yang dimuat dalam Septuaginta, yaitu terjemahan pertama Kitab Suci ke dalam bahasa Yunani. Buku-buku tambahan ini aslinya tidak ditulis dalam bahasa Ibrani tetapi Yunani. Buku-buku inilah kemudian dikenal dengan sebutan Deutrokanonika – artinya “kanon kedua” yang terdiri dari : Tobit, Yudit, tambahan-tambahan pada buku Ester, kebijaksanaan Salomo, Yesus anak Sirakh, Barukh, Surat Nabi Yeremia, Tambahan-tambahan pada buku Daniel, serta I Makabe dan II Makabe.
Berdasarkan kata-kata Paulus tentang dua perjajian, umat Kristiani menyambut ke 39 buku dlam kanon Ibrani ini Perjanjian Lama, karena bagian ini berisi perjanjian Allah khususnya dengan Abraham dan keturunannya. Ini untuk membedakan dari Perjanjian Baru, yang merupakan perjanjian yang dibarui antara Allah dengan semua orang, yaitu melalui pribadi Yesus Kristus. Memang Perjanjian Lama sudah dipakai pada zaman rasul-rasul dan dalam kebaktian-kebaktian kristiani. Perjanjian Lama dianggap penting dalam hubungannya dengan Kristus dan pekerjaannya. Penting juga dicatat bahwa Perjanjian Lama adalah Alkitab Yesus Kristus ajaran Yesus didasarkan pada Perjanjian Lama, dan Yesus menyatakan bahwa nubuat-nubuat Perjanjian Lama digenapi dalam diriNya.
Pada awal abad ke 3 M, Bapa-bapa gereja mulai membedakan buku-buku Deutrokanonika dari ke 39 buku Perjanjian Lama, tetapi mereka masih pakai keduanya. Pada abad ke 4 sampai abad pertengahan, dalam Sidang-sidang Gereja setempat, mula-mula dimasukan 39 buku Perjanjian Lama, 27 buku Perjanjian Baru dan buku-buku Deutrokanonika dalam kanon Alkitab. Walaupun seorang Bapa Gereja yang bernama Jerome tidak menyetujui bahwa buku-buku Deutrokanonika adalah tulisan suci, tetapi secara tradisi pemakaian buku-buku itu berjalan terus.
Setelah reformasi, Gereja Protestan menolak buku-buku Deutrokanonika yang mereka sebut Apokripa artinya “tersembunyi”. Sebaliknya Gereja Roma Katolik pada sidang gereja (konsili) di Trent tahun 1546 menentuka satu daftar buku-buku yang termasuk kanon, termasuk di dalamnya buku-buku Deutrokanonika. Sedangkan Gereja Yunani Ortodoks pada Sidang Sinode di Yerusalem tahun 1672 menerima buku-buku yang diperdebatkan itu, sedangkan Barukh, I Makabe dan II Makabe ditolak. Patut dicatat, bahwa penulis-penulis Perjanjian Baru mengutip 38 dari ke-39 buku Perjanjian Lama. Tetapi penulis-penulis Perjanjian Baru tidak mengutip dari Deutrokanonika.
 Pembagian Perjanjian Lama dalam Teks Ibrani
Sebenarnya ke 39 buku Perjanjian Lama itu menurut kanon Ibrani hanyalah 24 buku. Berbeda dari urutan ke 39 buku Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristiani, ke 24 buku dalam naskah Ibrani dikelompokan dalam 3 bagian. Sebenarnya perbedaan ini bukanlah perbedaan isinya, melainkan sekedar perbedaan perhitungan dan pengelompokannya. Pada umumnya Alkitab kristiani mengikuti apa yang disebut kanon Yunani (dikenal juga dengan sebutan kanon Aleksandria) yang dikelompokan dalam 4 bagian. Berikut ini disampaikan pengelompokan menurut kanon Ibrani dan kanon Yunani:
Kanon Ibrani
a.Taurat (Torah): 1. Kejadian; 2. Keluaran; 3. Imamat; 4. Bilangan; 5. Ulangan
b.Nabi-nabi (Neviim): nabi-nabi terdahulu 6. Yosua; 7. Hakim-hakim; 8. Samuel; 9. Raja-raja nabi-nabi kemudian 10. Yesaya; 11. Yeremia; 12. Yehezkiel; 13. Duabelas Nabi
c.Kitab-kitab (Ketuvim): 14. Mazmur; 15. Amsal; 16. Ayub; 17. Kidung Agung; 18. Rut; 19. Ratapan; 20. Pengkhotbah; 21. Ester; 22. Daniel; 23. Ezra-Nehemia; 24. Tawarikh
Kanon Yunani
a.Taurat: 1. Kejadian; 2. Keluaran; 3. Imamat; 4. Bilangan; 5. Ulangan
b.Sejarah: Sejarah Pertama 6. Yosua; 7. Hakim-hakim; 8. Rut; 9. I Samuel; 10. II Samuel; 11. I Raja-raja; 12 II Raja-raja; Sejarah Kedua 13. I Tawarikh; 14. II Tawarikh; 15. Ezra; 16. Nehemia; 17. Ester
c.Sastra: Nabi-nabi Besar: 23. Yesaya; 24. Yeremia; 25. Ratapan; 26. Yehezkiel; 27. Daniel; Nabi-nabi Kecil: 28. Hosea; 29. Yoel; 30. Amos; 31. Obaja; 32. Yunus; 33. Mikha; 34. Nahum; 35. Habakuk; 36. Zefanya; 37. Hagai; 38. Zakharia; 39. Maleakhi
Taurat :
 Seringkali bagian ini disebut Pentateukh.
Bagian ini merupakan dasar Alkitab Ibrani, dan tidak ada perbedaan pengelompokan antara kanon Ibrani dan Kanon Yunani.
 Berisi peraturan-peraturan mengenai tingkah laku hidup, cara ibadah yang sesuai dengan kehendak Allah, serta asal usul bangsa Israel.
Nabi-nabi:
“Nabi-nabi terdahulu” memuat lebih banyak sejarah.
“Nabi-nabi Terkemudian” lebih banyak memuat nubuatan-nubuatan, sebab itu dalam kanon Yunani digolongkan “Nubuat”. “Nabi-nabi Besar” dan “Nabi-nabi Kecil” bukan menyatakan perbedaan status kenabian mereka, melainkan sekedar perbedaan besar dan kecilnya buku, yaitu banyak dan sedikitnya tulisan dalam buku itu; yang lebih banyak disebut “Nabi-nabi Besar”, yang lebih sedikit disebut “Nabi-nabi kecil”.
Berisi sejarah bersatunya 12 suku bangsa Israel dan pemberitaan-pemberitaan (nubuatan-nubuatan) dari Allah agar mereka kembali pada jalan yang ditentukan Allah.
Kitab-kitab:
Sering juga bagian ini disebut Hagiographa.
Kelompok ini dibagi dalam kanon Yunani menurut jenisnya: Mazmur, Amsal, ayub dan Kidung Agung dikelompokan sebagai “Sastra” ; Rut, ester, Ezra-Nehemia dan Tawarikh dikelompokkan “Sejarah”; sedang Ratapan dan Daniel dikelompokkan “Nubuat”.
Berisi puisi dan Kidung/ nyanyian, nasihat-nasihat untuk hidup, filsafat, dan sejarah.

b.Perjanjian Baru
Bagian ini adalah tulisan suci umat kristiani yang ditulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umat kristiani yang baru mengenal kristus dan ajaranNya dan untuk menentang ajaran-ajaran yang salah. Mulanya orang-orang kristiani melanjutkan kebiasan membaca dari Perjanjian Lama. Pengikut-pengikut Yesus yang mengenal Yesus semasa hidupNya dapat mengisahkan riwayat Yesus dan ajaranNya. Tetapi setelah rasul-rasul Yesus meninggal dunia, tulisan-tulisan mengenai Yesus dan ajaranNya makin bertambah peranannya.
Buku-buku yang termasuk dalam Perjanjian Baru ini, ditulis dalam jangka waktu kurang lebih 50 tahun dan ditulis dalam bahasa Yunani Koine, yaitu bahasa Yunani sehari-hari (bukan bahsa sastra). Dengan demikian Perjanjian Baru melengkapi Perjanjian Lama, yaitu dengan memberikan panduan tentang bagaimana membentuk gereja, petunjuk-petunjuk mengenai ajaran-ajaran dan patokan kepercayaan gereja. Dengan demikian Alkitab Kristiani sekarang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Seperti halnya kanon Ibrani, Perjanjian Baru pun dikanonkan dengan tujuan yang sama. Surat-surat Paulus telah digunakan dalam kebaktian-kebaktian Jemaat dan dibacakan sebagai khotbah. Tahun 95 M surat-surat itu dikumpulkan dan menjadi bagian yang baku dalam Kebaktian-kebaktian jemaat, begitu juga dengan kisah rasul-rasul. Surat Yakobus, Petrus, Yohanes dan Yudas yang juga Paulus dan menjadi kumpulan surat pada tahun 100-105 M.
Sementara itu kisah dari mulut ke mulut tentang Yesus kristus dituliskan antara tahun 70-100 M. Injil Markus, Matius dan Lukas yang disebut Injil Sinoptik ditulis lebih awal daripada Injil Yohanes. Injil (bahasa Yunani “euanggelion” yang artinya Kabar Baik) sudah banyak dipakai oleh masyarakat Kristiani. Ke-empat Injil itu dikumpulkan dan dibakukan pada tahun 15 M. akhirnya pada tahun 180 M, Injil dan surat-surat digabungkan menjadi satu pengakuan kepercayaan dan sumber iman kristiani. (Catatan: Injil Sinoptik adalah ketiga Injil yang saling berhubungan, artinya: Berpandangan sama).
Saat itu juga beredar tulisan-tulisan lain dalam bahsa Yunani seperti: I Clement, Surat Barnabas, Hermas, Didakhe (=ajaran) 12 rasul, Surat-surat Ignatius dan Polycarpus. (Catatan: Injil Barnabas yang sering dianggap menghebohkan, ternyata tidak termasuk dalam tulisan-tulisan lain ini, karena baru ditulis pada abad ke-15 dan dalam bahasa Italia).
Kejadian-kejadian ini telah mendorong kanonisasi Perjanjian Baru. Pada tahun 140 M, seorang guru yang berpengaruh bernama Marcion membuat satu daftar yang membuat buku-buku yang menurut ukurannya sendiri “suci” yaitu Injil Lukas dan sejumlah Surat Paulus. Marcion menolak semua buku-buku Perjanjian Lama karena berlatarbelakang Yahudi dan tidak bersangkut paut dengan kekristenan. Kejadian ini menyebabkan pemimpin-pemimpin gereja sadar akan kebutuhan satu daftar yang diakui dan disahkan oleh gereja.
Pada akhir abad kedua terdapat beberapa kanon antara lain dari Irenacus, Muratorian, tertullian dan Clement dari Aleksandria yang merupakan daftar sementara buku-buku yang diilhami. Walau demikian, II Petrus, II dan III Yohanes, Yakobus, Yudas, Ibrani dan Wahyu masih dipermasalahkan kewibawaannya sebagai tulisan suci.
Pada tahun 200 M, untuk menghadapi tantangan dari ajaran sesat gnotik (ajaran yang menekankan bahwa pengetahuan akan kebenaran rohani adalah pengetahuan yang dirahasiakan dan hanya mereka yang mengetahui akan diselamatkan), gereja menentukan bahwa buku-buku yang diilhami adalah:
 Yang ditulis oleh rasul atau orang yang dekat dengan rasul.
 Yang dipakai dalam kebaktian-kebaktian umu.
Pada awal abad ke-3, seorang imam dan pakar Alkitab yang bernama Origen memperjelas keadaan dengan menggolongkan buku-buku sebagai berikut:
 Yang diakui (dipakai dan diterima dimana-mana)
 Yang dipertentangkan (tetapi akhirnya diterima)
 Yang ditolak (dinyatakan sebagai buku-buku biasa, kemudian dikenal dengan istilah pseudopigrafa).
Kemudian Eusebius membuat daftar yang makin mendekati Perjanjian Baru kita yang sekarang ini. Akhirnya, pada tahun 367 M daftar yang disampaikan oleh Athanasius, Uskup Aleksandria, menjadi daftar buku tulisan suci yang memuat ke-27 buku Perjanjian Baru. Jadi, ke-27 buku Perjanjian Baru dan ke-39 buku Perjanjian Lama inilah yang menjadi ke-66 buku Alkitab kita dalam bentuk yang sekarang ini.

1.Pembagian Perjanjian Baru
Buku-buku Perjanjian Baru, dapat dikelompokan dalam 4 bagian:
aInjil (Kabar Baik): 1. Matius; 2. Markus; 3. Lukas; 4. Yohanes
b.5. Kisah Rasul-rasul
c.Surat-surat: 6. Roma; 7. I Korintus; 8. II Korintus; 9. Galatia; 10. efesus; 11. Filipi; 12. Kolose; 13. I Tesalonika; 14. II Tesalonika; 15. I Timotius; 16. II Timotius; 17. Titus; 18. Filemon; 19. Ibrani; 20. Yakobus; 21. I Petrus; 22. II Petrus; 23. I Yohanes; 24. II Yohanes; 25. III Yohanes; 26. Yudas
d. Wahyu: 27. Wahyu
Injil:
Ketiga Injil pertama disebut: Injil Sinoptik yang artinya dilihat dari pandangan yang sama. Memang ke-3 injil itu susunan dan ungkapan katanya mirip satu sama lain.
Berisi: kehidupan dan ajaran Yesus, merupakan dasar seluruh Perjanjian Baru.
Kisah Rasul-rasul:
Berisi: Keadaan Gereja kristiani mula-mula, dan bagaimana pengabar-pengabar Injil khususnya Petrus dan Paulus menyebarkan iman kristiani ke dunia sekitar mereka.
Surat-surat:
I & II Timotius dan Titus disebut Surat Pastoral (Pengembalan). Yakobus I & II Petrus, Yudas, I-III Yohanes disebut surat umum.
Berisi: Surat-surat pribadi untuk perorangan dan surat-surat umum untuk dibacakan di depan Jemaat/Gereja.
Wahyu:
 Berisi: Apa yang dilihat oleh Yohanes, yaitu pergumulan antara gereja Kristus dengan Iblis, dan puncak kemenangan Allah yang memerintah sebagai Raja (juga disebut apokaliptik).

c.Kewibawaan Perjanjian Lama dan Baru
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mendapat kewibawaannya dari Yesus Kristus, Sang firman Allah sendiri. Kewibawaan Yesus lebih besar daripada kewibawaan Perjanjian Lama (bnd. Mat. 5:21-22, 27-28, 31-32, 33-34, 38-39, 43-44 “Kalian tahu ada ajaran seperti ini…, tetapi sekarang Aku berkata kepadamu….”). karena itu Gereja menerima kewibawaan Perjanjian Baru paling tidak setingkat dengan kewibawaan Perjanjian Lama. Rasul Paulus pun menekankan bahwa apa yang disampaikannya diterima dari Tuhan Yesus, atau adalah ajaran Tuhan Yesus (bnd. 1 Kor. 7:10; 9:14; 11:23-26; 1 Tes. 4:15).
Jadi Perjanjian Lama berwibawa atas Gereja karena Yesus memeteraikan kewibawaanNya atas Perjanjian Lama dan menafsirkannya sebagai pembuka jalan bagi diriNya. Perjanjian Baru berwibawa atas gereja karena rasul-rasul memberi kesaksian tentang pribadi Yesus Kristus. Dengan kata lain, kewibawaan Alkitab terletak pada Allah dalam Perjanjian Lama dan kesaksian tentang Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru, agar kita dapat mendengar dan menerima Firman Allah yaitu Yesus Kristus sendiri!

d.Kesimpulan
Betapa besar jasa penyalin-penyalin naskah Alkitab! Dari proses penulisan dan kanonisasi yang panjang dan berliku-liku tsb, tampak sekali ketekunan dan ketelitian penyalin-penyalin naskah Alkitab. Walaupun dalam penyalinan naskah Alkitab selang beratus-ratus tahun kesalahan menulis dan menyalin tidak dapat dihindarkan, perbedaan yang ada tidak mengaburkan ajaran-ajaran yang penting dan pokok tentang iman kristiani. Kita telah melihat bahwa proses Kanonisasi Alkitab secara ketat membedakan ajaran yang dinyatakan dari Allah dari ajaran-ajaran yang salah. Jadi, sekarang kita dapat membaca Alkitab kita dan menerima kewibawaan Alkitab dengan yakin bahwa isi Alkitab benar-benar Firman Allah.

Senin, 16 Januari 2012

"MASA LALU TELAH LAMA HILANG"

MASA LALU TELAH LAMA HILANG
MASA BARU KITA JALANI
(Yesaya 43: 18-25 )

Yesaya adalah salah satu kitab terpenting dalam Perjanjian Lama karena pengajaran teologis di dalamnya. Salah satu yang terpenting ialah pengajaran tentang Allah. Allah adalah Yang Mahakudus. Ungkapan Yesaya yang khas, “Yang Mahakudus, Allah Israel” (Yes. 6:5). Yesaya diutus kepada bangsa yang berdosa, bukan karena ibadat mereka tidak memadai, tetapi karena mereka menolak mendengarkan firman Allah (Yes. 6:9-10), berkelakuan tidak pantas, mengabaikan keadilan dan kebenaran (1:16-7, 22-23). Jika penghukuman atas bangsa itu disebabkan oleh kenajisan mereka, yakni pelanggaran terhadap kekudusan Allah, maka pemulihan bangsa itu juga meliputi semacam penyucian dan penebusan dari dosa (1:18).
Bagian Kitab Yesaya ini bertema keselamatan. Utusan Tuhan membawa penghiburan kepada umat-Nya. Penghakiman (Yes 1:1-39:8) tidak dapat dihilangkan dari setiap tulisan yang berhubungan dengan penyelamatan, tetapi pasal-pasal ini, Yes 40:1-66:24, membicarakan mengenai Allah yang siap untuk menyelamatkan, berapa pun harganya.
"Yesaya" berarti "Tuhan adalah keselamatan" dan dia adalah nabi keselamatan. Namun, keselamatan dan penghakiman selalu bersama-sama dalam Alkitab; jika Anda tidak mau diselamatkan, maka Anda akan dihakimi. Oleh karena itu, Yesaya menggabungkan kedua tema ini: penghakiman (Yes 1:1-35:10) dan keselamatan (Yes 40:1-66:24).
Perhatikan bahwa Tuhan membuat pernyataan, “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pem-berontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar! (Yesaya 43: 25-26). Tuhan, melalui perantara nabi Yesaya, menyampaikan pesan ini kepada orang Israel, tetapi pesan ini juga dapat diterapkan kepada kita karena kita sekarang adalah anak-anak Allah (Roma 8:16). Dan Ibrani 9:12-14 menjelaskan bagaimana darah Kristus telah menghapus dosa pemberontakan kita!
Menurut penulis novel asal Inggris, Aldous Huxley, "Tidak ada langkah mundur pada papan catur kehidupan." Namun kita tetap menyadari akan hal-hal yang telah kita lakukan dan hal-hal yang kita biarkan terbengkalai. Dosa-dosa kita membuat kita cemas. Dosa-dosa itu mendorong kita untuk sangat berharap dapat memperbaiki masa lalu. Apakah Anda mencemaskan sesuatu yang telah Anda lakukan di masa lalu ? Bersukacitalah ! Allah telah berfirman, , : "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Tuhan sudah berjanji akan membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, sudahkah kita mengetahuinya? (ay. 18-19). Bahkan sesuatu yang sangat baru, yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1Kor 2:9), bukan untuk semua orang, hanya mereka yang hidupnya terus menerus diperbaharui. Jika Anda beriman dan memohon kepada-Nya untuk mengampuni Anda, masa lalu Anda benar-benar dilupakan. "Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita" (Mazmur 103:12). Tuhan melakukannya untuk Dia sendiri! Salah satu alasan mengapa Dia melakukannya untuk DiriNya sendiri adalah karena Dia ingin memberkati kita. Dan Dia tidak dapat memberkati kita jika Dia tidak menghapus dosa pemberontakan kita dan mengampuni segala kesalahan-kesalahan kita. Percaya dan bersukacitalah! –

“KETIDAK BERUBAHAN TUHAN YANG BAIK”

Khotbah Pelantikan Majelis POUK BDP
Yes 41:4; 48:12; Yak 1:17

Masalah ketuhanan Yesus sebagai Mesias yang dinanti-nantikan adalah sebuah masalah yang penting dalam Perjanjian Baru. Banyak pertentangan yang timbul ketika Yesus muncul sebagai Mesias di dunia. Ketika Yesus mengklaim bahwa Dia adalah utusan Allah dan bahkan Dia adalah Allah, secara langsung orang-orang yang mengetahuinya harus mengambil keputusan bersikap pro atau kontra. Percaya atau tidak percaya, itulah yang sedang dihadapi oleh jemaat-jemaat asuhan Yohanes yang terdiri dari orang-orang Kristen asal Yahudi dan bukan Yahudi. Dalam Yohanes 8:21-29 diberitakan bahwa Tuhan Yesus berasal dai Bapa ("Aku dari atas...., Aku bukan dari dunia ini") dan setelah Ia melaksanakan seluruh karya penyelamatan-Nya bagi umat manusia, Ia akan kembali kepada Bapa di sorga. Namun, manusia berdosa berasal dari "bawah", dari "dunia" ini (ayat 23) sehingga tidak mungkin bagi mereka datang kepada Bapa di sorga (ayat 21: "mati dalam dosamu... ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang"). Mereka pasti binasa kecuali mereka percaya bahwa Yesuslah Mesias (ayat 24). Ungkapan "Akulah Dia" (bahasa Yunani ego eimi, dalam ayat 24 dan 28) merujuk pada pernyataan Allah di Yesaya (bahasa Ibrani ani hu yang berarti "Aku tetap Dia": Yes. 41:4;10, 13, 25; 46:4; 48:12) yaitu Allah penyelamat. Yesuslah satu-satunya penyelamatan Allah bagi umat manusia. Klaim Yesus "Akulah Dia" menunjuk kepada kesatuan-Nya dengan Bapa (ayat 26, 28) serta kepada penyertaan Bapa pada Yesus dalam menggenapi rencana keselamatan Bapa (ayat 29). Hanya ketika manusia berdosa menerima karya Kristus disalib ("meninggikan Anak Manusia") mereka dimampukan untuk mengerti dan menerima Yesus sebagai Mesias dari Allah (ayat 28)
Ketidakberubahan Allah adalah sesuatu hal yang sangat fundamental bagi keadaan-Nya yang bermula dari diri-Nya sendiri. Ketidakberubahan ini adalah kesempurnaan dari Allah, yang dengan-Nya Ia tak mungkin mengalami perubahan, bukan saja dalam keberadaan-Nya, tetapi juga dalam segala kesempurnaan-Nya, dan dalam tujuan serta janji-janji-Nya. Dalam kebaikan dari sifat ini Ia ditinggikan di atas segala-galanya, dan terbebas sepenuhnya dari segala yang mengecilkan-Nya atau dari segala pertumbuhan atau penyusutan, dalam keberadaan dan kesempurnaan-Nya. Pengetahuan dan rencana-Nya, prinsip-prinsip moral dan tindakan-Nya tetap untuk selamanya. Bahkan juga proses berpikir mengajarkan kepada kita bahwa tidak mungkin ada perubahan dalam diri Allah, sebab suatu perubahan bisa berarti perubahan yang baik maupun buruk. Akan tetapi dalam diri Allah, sebagai Kesempurnaan yang mutlak, perkembangan dan kemerosotan sama-sama tidak mungkin. Ketidakberubahan Allah ini jelas diajarkan oleh Alkitab spt dalam ayat-ayat berikut
Kel 3:14; Maz 102:26-28; Yes 41:4; 48:12; Mal 3:6; Rom
1:23; Ibr 1:11-12; Yak 1:17.
Sdr/I yang dikasihi Tuhan.
1. Yesus adalah Allah, Ia adalah Mesias yang diutus Allah datang ke dunia untuk menyelematkan manusia dan manusia memperoleh hidup kekal bersama Allah. Kita menjadi anak2llah; lahir dari Fir; Allah dan Roh Kudus.
2. Yesus tidak pernah gentar menghadapi penolakan atas diri-Nya. Dia tetap menyatakan diri-Nya bahkan Dia memberi diri-Nya untuk mati di kayu salib ("Meninggikan Anak Manusia"), sebagai bukti bahwa hanya melalui kematian-Nya saja, orang menjadi percaya dan menerima Dia sebagai Mesias yang diutus Allah. Kematian-Nya sama dengan pembebasan manusia dari dosa. Melalui kematian-Nya manusia dibebaskan dari belenggu dosa dan menjadi percaya kepada-Nya. Itulah cara yang hanya dapat ditempuh dalam menyatakan diri-Nya sebagai yang diutus Allah.
3. Yesus telah membabaskan manusia dari belenggu dosa. Pernyataan yang dibuat Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya membuktikan bahwa manusia selamat. Keselamatan hidup ini harus mewarnai perjalanan hidup manusia, sehingga manusia selalu bersyukur. Dengan demikian kehidupan yang telah diselamatkan dan dimerdekakan itu ditandai dengan ungkapan syukur di dalamnya.
4. Kematian Yesus sebagai tanda penyataan diri-Nya yang diutus Allah berlaku sekali untuk selamanya. Orang percaya yang sudah diselamatkan, hidup hanya di dalam pengasihan-Nya saja. Tidak ada kekuatan yang mampu membaharui hidup ini kecuali Yesus yang mati dan bangkit untuk kita. Bersandarlah kepada-Nya yang telah membuat pernyataan bahwa hanya melalui kematian dan kebangkitan-Nya, manusia menjadi selamat.
Dewasa ini masyarakat kita makin familiar dengan
istilah facebook. Facebook adalah sebuah website
jejaring
sosial yang kini semakin mendapat tempat di hati
masyarakat Indonesia. Malah kini diberitakan oleh
barbagai media kalau Indonesia adalah salah satu
negara pengguna facebook terbesar di
dunia. Facebook memungkinkan seseorang dapat berkomunikasi secara luas dan tanpa batas lewat dunia maya. Dengan facebook seseorang yang berada di kota Manado misalnya, bisa berkominikasi dengan seseorang yang ada di kota lain atau di negara yang berbeda. Tapi, berita yang mengejutkan darifacebook adalah seperti yang dirilis oleh inilah.com yakni "Anti Tuhan Galam Masa di Facebook". Tahun 2009 anggotanya ada 350 orang, Tahun 2012 berapa..? Komunitas ini sedang mengkampanyakan berbagai keyakinan yang meragukan keberadaan Tuhan. Sementara itu, diperkirakan pengguna internet di kalangan warga POUK BDP makin hari makin meluas. Internet kini tidak lagi milik kalangan tertentu (berpunya), atau tidak lagi milik orang perkotaan. Internet kini telah menjadi milik semua orang bahkan datang dari segala usia. Sejauh ini masih amat minim upaya untuk memproteksi dampak-dampak negatif dari internet, termasukfacebook. Saat ini, musuh Gereja bukan lagi terbatas pada seorang yang datang sebagai "nabi palsu" secara kelihatan yang menyesatkan iman percaya, tapi mungkin datang dengan "baju" baru seperti internet berupa facebook dan jejaring sosial yang lain yang amat digandrungi banyak orang. Dengan maksud mempengaruhi supaya meragukan bahkan menolak keberadaan Tuhan. Ini pertanda bahwa warga gereja harus waspada dalam segala hal. Dan ini adalah tugas Penatua.
• Disadari atau tidak masih ada juga dengan apa yang disebut dualisme kepercayaan. Bahkan seringkali orang-orang yang mempraktekkan dualisme kepercayaan ini adalah justru orang yang beragama. Mereka melakukan ritual-ritual khusus untuk memohon pada roh-roh supranatural (ilmu-ilmu klenik) agar diberikan "jodoh", "jabatan", "kesehatan",
• "perlindungan" atau kekebalan", "kekayaan", bahkan santet, white magic, dll.
• Dewasa ini masih tumbuh ajaran-ajaran atau paham-paham yang menolak Yesus sebagai Tuhan Allah. Saksi Yehova misalnya, bagi mereka Yesus adalah Allah yang lebih rendah dari Bapa, dan karena itu Yesus adalah pribadi yang berbeda dengan Allah Bapa yang berperan sebagai pelayan utama Yehova.
• Masih terdapat warga Gereja yang menjadikan Tuhan sebagai "ban reserep = ban cadangan). Tuhan diperlukan jika ada pergumulan, musibah, kesulitan atau Tuhan diperlukan jika ada hari-hari khusus, seperti membaptis anak, perkawinan, dll. Di luar itu Tuhan tidak diperhitungkan sama sekali. Kekristenan seperti itu adalah Kekristenan KTP (Kristen Tanpa Pertobatan).
• Ajaran Hadasah yg mengajarkan bahwa Org tua hanya melahirkan setelah itu milik Tuhan. Saksi Ahli dari PGIW
TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH.
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Yakobus 1:17.
Ada satu hal yang harus kita ketahui dan pahami dengan sungguh, sebagaimana disampaikan Yakobus dalam nats ini,
yaitu bahwa Allah baik!
Tidak hanya dalam waktu-waktu tertentu Dia baik, tetapi untuk selama-lamanya Ia selalu baik.
Jadi, Tuhan itu memang baik, tanpa ada embel-embel tertentu.
Pemazmur menegaskan pula, “Sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:5). Yakobus pun mengatakan bahwa Allah tidak berubah, dan AnakNya, Yesus Kristus, juga tidak pernah berubah: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” (Ibrani 13:8).
Dan dalam Yohanes 10:30 dijelaskan bahwa Yesus dan Allah adalah sama.
Jika Allah tidak pernah berubah, Yesus pun tidak pernah berubah; jadi Bapa, Putera dan Roh Kudus tetap sama.
Jika saat ini kita sedang dalam kesulitan atau pergumulan berat, jangan pernah putus asa, apalagi lari dan minta pertolongan kepada ‘allah’ lain. Datanglah kepada Yesus karena Ia sangat bisa kita andalkan. KuasaNya, kasihNya, kesetiaanNya dan kebaikanNya tidak pernah berubah.
Dia rindu melakukan perkara-perkara yang baik bagi kita bukan karena kita ini baik dan layak;
Ia melakukan perkara-perkara yang baik bagi kita karena Ia memang baik.
Bahkan, “…Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8b).
Kita patut berbahagia, sebab walaupun segala sesuatu di dunia ini berubah, Tuhan tetap sama.
Ia mengasihi kita tanpa syarat; Ia tidak mengasihi kita jika kita baik, lalu berhenti mengasihi jika kita tidak baik.
Ingatlah, Tuhan selalu mengasihi kita, berlimpah anugerah, belas kasihan dan selalu siap untuk mengampuni.
Jadi Tuhan tidak pernah berubah setiap kali keadaan kita berubah.
Bukankah kita yang seringkali berubah tidak lagi setia, bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan,
ketika melihat keadaan di sekitar kita sedang tidak baik?
Tetapkan hati dan jangan pernah goyah karena kita memiliki Tuhan yang tidak berubah!
Pdt. RH.L. Tobing, S.Th.MA