Minggu, 27 November 2011

"Pembinaan Calon Penatua"

Pendidikan Dasar calon Penatua GKPI.
Bagian 1
Persiapan Pribadi
A.Enam Prinsip Persiapan Pribadi untuk Pelajaran Alkitab

1.Percaya kepada Yesus Kristus
Persiapan pribadi di dalam pelajaran Kitab Injil tidak dapat ditekankan terlalu berlebihan. Murid pertama-tama harus menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, karena “manusia duniawi” (orang yang tidak menerima Kristus) tidak dapat menerima atau memahami hal-hal mengenai Tuhan (1 Korintus 2:14). Oleh karena itu, keselamatan adalah oleh iman dalam Kristus sendiri (Efesus 2:8-9). Roh Allah membuat murid yang mempelajari Firman Tuhan dapat melihat hal-hal yang rohani.
2.Percaya Bahwa Alkitab Diilhami oleh Allah
Firman Allah yang menyatakan sendiri bahwa Alkitab diilhami oleh Allah (2 Timotius 3:16-17). Pelajaran Alkitab harus dimulai dengan mengakui fakta tersebut. “Lompatan” iman tidak perlu; hanya menerima bulat-bulat fakta bahwa Alkitab adalah benar dan cermat.
3.Berdoa
Berdoa diperlukan untuk dapat memahami Kitab Injil. Firman Allah memerintahkan bahwa apabila seseorang kurang berhikmat, dan memintanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikannya dengan cuma-cuma (Yakobus 1:5). Doa yang tulus untuk meminta pengenalan yang benar akan diberikan, karena hal-hal ini jelas merupakan kehendak Allah (1 Yohanes 5:14 bandingkan dengan Matius 7:7-8).
4.Belajar Secara Sungguh-Sungguh dan Bersabar
Karena banyak ayat-ayat dari Firman Allah yang belum dimengerti, maka kesungguh-sungguhan dan kesabaran diperlukan saat belajar (2 Timotius 2:15). Saat kita, sebagai mahluk hidup yang terbatas, berusaha untuk memahami pikiran Allah yang tidak terbatas, kita harus menyadari bahwa bahkan seorang juru bahasa yang cakap pun membutuhkan waktu lama.

5.Akui Dosa-Dosa Anda Secara Terus Menerus
Mengakui dosa anda secara terus menerus juga penting, mengijinkan Allah membersihkan kehidupan kita, sehingga persekutuan yang lebih akrab dengan-Nya dapat dicapai (1 Yohanes 1:6-10). Dengan menyadari perlunya mengakui dosa-dosa kita, membuat kita terus menerus peka terhadap pikiran, bicara, atau tindakan yang tidak sejalan dengan kehendak Allah.
6.Bersedia Hidup Sejalan Dengan Kehendak Allah
Tuhan Yesus Kristus berfirman, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu ajaran-Ku” (Yohanes 7:17). Apabila tujuannya untuk mengembangkan hubungan dengan Allah Yang Hidup, maka setiap pengetahuan yang didapat hendaknya mendukung dan memperjelas hubungan tersebut. Pengetahuan tanpa kasih mengakibatkan kesombongan (1 Korintus 8:1). Apabila tujuan anda sekedar merupakan suatu penyelidikan intelektual dan bukannya hubungan dengan Allah Yang Hidup, maka pengetahuan yang anda dapatkan itu akan berkurang dan menyimpang.
B.Lima Keuntungan dari Pelajaran Kitab Perorangan dari Firman Tuhan
1.Iman Yang Lebih Besar
Teolog terbesar Gereja, Rasul Paulus, berkata mengenai dirinya sendiri bahwa dia, “hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Korintus 5:7). Kita semua masuk ke dalam keselamatan oleh karena kasih karunia melalui iman (Efesus 2:8-9); dan menurut Paulus, karena kita sudah menerima Kristus, hendaklah kita hidup di dalam Dia (Kolose 2:6-7).
2.Pengetahuan Baru
Ada pengetahuan baru yang kita dapatkan dari Firman Tuhan karena kita “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Petrus 3:14-18). Pengetahuan ini menuntun kita kepada pengertian yang lebih besar lagi akan kasih karunia-Nya. Namun, seiring dengan bertumbuh dalam pengetahuan, kita bertumbuh dalam iman karena kita “mendengar” Firman Tuhan melalui Kitab Injil (Roma 10:17) dan mempercayai-Nya dalam segala hal.
3.Hidup Yang Dimurnikan
Firman Tuhan perlu bagi pemurnian hidup kita karena Firman-Nya adalah Kebenaran (Yohanes 17:17). Meskipun kita Orang-Orang Percaya, kita mempunyai masalah dengan dosa-dosa kita (1 Yohanes 1:6-10), jadi kita harus mempelajari Firman Tuhan untuk mengenali dosa yang mungkin akan terjadi. Dengan demikian kita dapat berdoa dengan sungguh-sungguh memohon kesembuhan dan penyucian (Mazmur 51). Harap catat bahwa Orang-orang Kristen seringkali “menambahkan kepada” Firman Tuhan dan membuat penambahan-penambahan itu sebagai dasar dari kebenaran. Hal ini disebut “legalisme”, yang artinya bahwa manusia telah membuat hukumnya sendiri sebagai standar kebenaran. Tuhan Yesus Kristus jelas menentang tindakan ini (Markus 7:1-13), jadi kita harus berhati-hati untuk memperhatikan dengan benar kepada standar-standar yang ditetapkan Tuhan.
4.Kekuatan Dalam Pelayanan

Dengan Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup kita saat kita belajar memiliki “pikiran Kristus” (1 Korintus 2:14-16), akan ada kuasa di dalam pelayanan kami (Efesus 2:10). Kita berada dalam peperangan dengan iblis dan kekuatan-kekuatannya, oleh karena itu kita membutuhkan kuasa di luar kekuatan dan kemampuan kita sendiri (Efesus 6:10-18). Kuasa berasal dari kepatuhan kita kepada kehendak Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja di dalam kita, “baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Filipi 2:13).
5.Perlengkapan Untuk Pelayanan
Dengan pengetahuan akan Firman Tuhan, kita dapat mempraktekkan kebenaran tersebut di dalam nama Tuhan Yesus (Kolose 3:16-17), dan menyatakannya kepada dunia yang hilang dan akan binasa ini (Yohanes 17:17-19; Ibrani 5:12). Tujuan utama untuk memberitakan Firman Tuhan adalah, “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Efesus 4:11-13). Untuk “memperlengkapi” orang-orang lainnya, maka kita harus memperlengkapi diri kita sendiri terlebih dahulu.
Pdt. R.H. Lumbantobing, S.Th.MA

"Wahyu 5: 1-14"

Khotbah Minggu 27 Nopember 2011
Wahyu 5:1-14


Tahun gereja merupakan suatu barisan yang teratur dari hari raya dan hari minggu yang tiap-tiap tahun berulang kembali.
Tahun gereja itu ditentukan oleh tiga hari raya yang terpenting di kalangan orang Kristen yaitu:
1.Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus
2.Hari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus
3.Hari Pentakosta atau turunnya Roh Kudus.
Tahun gereja tidak sama dengan tahun Negara yang memulai dari 1 Januari, tetapi tahun gereja dimulai dengan Minggu “Advent” yang pertama. Advent artinya “persiapan akan kedatangan”, empat minggu berturut-turut dipergunakan untuk menyiapkan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Jadi Advent adalah masa persiapan menyambut datangnya Kristus, yang mempunyai dua makna: Pertama, Sebagai peringatan kelahiran Tuhan Yesus dan kedua, sebagai penantian kedatangan-Nya kembali.
Kita diajak menghayati kedua makna itu sebagai pribadi dan sebagai jemaat melalui ibadah minggu-minggu Advent. Tiap minggu Advent dinyalakan satu lilin sampai minggu Advent keempat. Keempat lilin berturut-turut dinyalakan sebagai tanda semakin kuatnya iman, pengharapan dan kasih kita dalam berjuang menantikan kedatangan-Nya kembali. Dalam minggu Advent sebagai minggu permulaan Tahun Gereja, wajarlah setiap warga gereja mengetahui dan menghayati prinsip dasar dari gereja yaitu:
1.Bahwa prinsip dasar gereja bukanlah ciptaan atau buatan tangan manusia, melainkan Kasih Allah yang tak terhingga dan Anugerah Allah yang maha besar, yang dinyatakan pada manusia yang penuh dosa, penderitaan dan maut, agar setiap orang yang percaya beroleh keselamatan.
2.Setiap warga gereja harus menunjukkan rasa syukur dengan komitmen untuk tetap beriman kepada-Nya, karena kita adalah anak maka kita adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah.
3.Tuhan Allah, adalah Penyayang Ia tidak akan meninggalkan kita dan tidak akan melupakan perjanjian yang telah diucapkan-Nya, karena itu kita harus tetap berpengharapan dan beriman yang hidup akan kedatangan-Nya.
Pada minggu ini kita telah memasuki minggu advent I, yang ditandai dengan menyalanya lilin pertama, sebagai pertanda penyambutan buat Raja yang akan datang. Yesus Raja yang akan datang itu tidak sama dengan raja atau pemimpin dunia; karena Dia adalah Raja Damai dan Keadilan yang memerintah melalui Roh dan Takut akan Allah.
Barang siapa yang menaruh kepercayaan kepadaNya akan memperoleh kehidupan yang kekal (Joh. 3: 16) Dan barang siapa yang berjaga-jaga serta siap akan kedatanganNya, dialah yang mendapat tempat di sisiNya (Joh 3:28). Orang yang mempercayainya, secara langsung maupun tidak, diperhadapkan kepada suatu pertanggung jawaban yang Historis dan Religius. Hal ini sangat perlu dan sangat esensial, sebab sampai saat ini juga masih banyak orang yang tidak mempercayaiNya, walaupun sebenarnya sudah menerima Kristus sebagai Juru SelamatNya. Kristus hadir dalam sejarah, dalam konteks kehidupan, kehadiranNya nyata sejak kelahiranNya, dan akan hadir kelak pada kedatanganNya yang kedua kali (parusia)
John Wesley seorang penulis dan negarawan yang sangat terkenal, sebelum mengenal Kristus pernah berkata: “Jika aku percaya bahwa Yesus Kristus itu Anak Allah, dan Juru Selamatku, maka aku tidak akan menulis atau berbicara lagi tentang hal-hal yang lain, melainkan hanya mengenai Yesus saja. Dari pernyataan ini, dapat kita ambil kesimpulan bahwa begitu pentingnya: Iman Kepercayaan itu. Dan ini dibuktikannya setelah dia mengenal dan percaya kepada Kristus.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, sebenarnya tidak sulit bagi seseorang untuk mempertanggung jawabkan, kepercayaannya terhadap Yesus Kristus, apa bila ia mendasarkan kepercayaannya itu kepada nubuatan Firman Tuhan. Alkitab bukan saja mengajar kita tentang Kristus, sebagai Juru Selamat, tetapi juga menyatakan dengan jelas tentang ke IlahianNya sebagai Tuhan dan pemilik hidup kita ( Maz 100: 3).
Di dalam I. Tawarih 17:13, telah dinubuatkan juga tentang Mesias atau Kristus yang berada didalam kesatuan Ilahi: “Bahwa Aku kelak baginya menjadi Bapa, dan Dia menjadi AnakKu, Kasih setiaku akan tetap ada padaNya, sampai selama-lamanya” Berdasarkan nubuatan inilah Daud sebagai seorang raja menyaksikan bahwa “hatinya siap, menyanyi, bermazmur dan bersyukur kepada Allah” (Maz 108).
Karena itu saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus...! sesuai dengan minggu Advent= penantian atau penyambutan; marilah kita sambut Dia, bukan dengan persiapan duniawi, keamanan atau konsumsi; tetapi persiapan Hati. Bukan jalan yang perlu dirintis, tetapi hati kita yang penuh dengan benjolan dendam, dusta, dengki, iri, itu yang perlu kita bersihkan, sehingga Damai Sejahtera yang dibawaNya, benar-benar berdiam diantara kita.
Dalam perikope ini disebutkan tentang Gulungan Kitab dan Anak domba. Gulungan kitab ini berisi pernyataan dari apa yang telah Allah tetapkan utuk keadaan akhir dari dunia dan Umat manusia. Kitab ini menerangkan bagai mana dunia ini akan di hukum dan menggambarkan kemenangan Allah dan umatNya atas segala kejahatan.
Tetapi tidak ada seorangpun yang mampu membuka gulungan kitab itu baik yang disorga maupun yang di bumi, kecuali: ” Sesungguhnya singa dari suku Yehuda,yaitu tunas Daud, telah menang,sehingga ia dapat membuka gulungan Kitab itu dan membuka ketujuh meterainya” Kristus dilukiskan seperti singa yang menunjukkan bahwa Dia yang memerintah segala isi bumi dan Dia berasal dari Suku dan keturunan Daud. Gelar Yesus sebagai Mesias yang menang dan raja yang kekal seperti halnya juga juga-janji jani yang telah dibuat dengan Daud (band.Yesaya 11: 1,10)
Kristus yang menampakkan diri sebagai ”Anak domba”Allah membawa tanda-tanda bahwa Ia telah disembelih, dikorbankan, sebagai tanda penyerahan dirinya mati disalipkan semata-mata hanya untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Karena itu hanya Dialah yang layak dan yang berkuasa dan menang oleh karena kematiannya sebagai ”kurban” bagi manusia yang berdosa.”Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya;karena Engkau telah disembelihdan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi satu Kerajaan dan menjadi Imam-Imam bagi Allah kita dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” (ayat9-10) Itulah Kristus yang telah menang dan hanya Dia yang layak menerima kuasa hormat dan kemuliaan ” Anak domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa dan kekayaan,dan hikmat,dan kekuatan dan hormat dan kemuliaan dan puji-pujian” ( ayat12) Tetapi sebaliknya barang siapa yang menolak korban-Nya yaitu Dirinya yang telah menebus dengan mengorbankan diriNya di Salib maka akan datang hukuman, mendapat murka dari Allah (bd. Ayat 6:16-17 )
Karya Kristus bagi dunia adalah melalui pengorbananya yang telah dinubuatkan para nabi ( bandingkan Bacaan Zakaria 9: 9 -14) dan Dia telah meninggalkan tahta Surgawi dan datang seperti seorang hamba; ... Ia telah mengosongkan diriaNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” ( Pilipi 2:7) Dialah Raja Damai yng dinantikan, karena melalui KaryaNyalah kita diperdamaikan dengan Allah, dan itu merupakan kunci dari perdamaian dengan sesama manusia. Dengan menerima pengampuna dari Tuhan kita dimampukan berdamai dengan sesama dan kita sebagai pengikut Kristus harus meneladani DiriNya, PengorbananNya, PengampunanNya, dan melalui Dialah satu-satunya jalan keselamatan, dunia dan akhirat
Pointer Aplikasi :
1.Tuhan telah menawarkan jalan keselamatan melalui pengorbanan Anak Domba Allah yang telah mati tersalib, dan kepadaNya telah diberikan kuasa di surga dan dibumi, yang menerimanya akan selamat dan yang menolak akan binasa
2.Melalui Minggu Adven ini kita diajak untuk merenung kembali tentang sikap hidup kita selama ini,( sspiritualitas kita) apa yang telah kita perbuat, apa yang masih kurang, apa yang masih perlu kita diperbaiki, untuk disempurnakan
3.Kristus Melalui PengorbananNya telah membuka jalan Damai yaitu Damai dengan Allah dan damai dengan sesama, untuk itu melalui pertolongan Kuasa Roh Kudus sudah seharusnya terjadi tranformasi dalam kehidupan setiap pribadi, dala Keluarga, dan dalam Jemaat sebagai tanda kerajaan Allah telah ada didalam diri kita, dalam keluarga, dan ditengah-tengah Jemaat, dan menjadi garam dan terang di dunia sekitar kita sebagai tanda kehadiran Kerajaan Damai
4.Untuk missi Perdamaian ada ”pengorbanan”, rendah hati dan tidak mementingkan diri sendiri/egoisme sebagai mana ditekankan Oleh Rasul Paulaus ;”Sebab tidak ada seorangpun diantara kita yang hidup untuk dirinya sendiri,dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup,kita hidup untuk Tuhan,daan jika kita mati kita mati untuk Tuhan,jadi baik hidup atau mati,kita dalah milik Tuhan” ( Roma 14 : 7, 8 ) Inilah satu keteladanan yang perlu kita nyatakan dalam kehidupan sehari hari
5.Dalam konteks ”damai dalam Kristus” dibutuhkan perenungan yang mendalam, dan pembelajaran akan makna ”perdamaian” sehingga kita senantiasa : belajar mengubah pikiran, belajar mengubah perasaan, dan nilai hidup, dan juga belajar mengubah prilaku , dalam terang Firman Tuhan.-
Perikop yang baru saja kita baca bersama tentunya membangkitkan suatu perasaan kagum atau terpesona. Ada sesuatu yang menggetarkan hati mengenai keagungan di dalam Surga berdasarkan penglihatan Yohanes.
Ada takhta Allah, dan Allah yang Maha Kuasa sendiri kelihatan duduk di atasnya. Disekeliling-Nya adalah para tua-tua dan makhluk-makhluk Surga serta para malaikat. Di tangan kanan-Nya, Tuhan memegang sebuah gulungan, yaitu sebuah kitab. Kitab itu ditulisi di sebelah luar maupun sebelah dalamnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
Ketika Yohannes melihat pemandangan ini, seorang malaikat berseru: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?". Tetapi tidak ada satupun, baik di surga atau di bumu atau di bawah bumi, yang sanggup untuk membuka kitab tersebut.
Di balik meterai-meterai tersebut tertulis misteri tentang masa depan, serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan, namun tidak ada satupun yang dapat membuka buku itu. Karena itu Yohanes berkata, "Aku menangis dan menangis."
Tetapi salah seorang tua-tua berbicara kepada Yohanes dan berkata dalam Wahyu 5:5: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, Singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
Yohanes segera mencari-cari dengan penglihatannya dimana Singa yang baru saja diberitahukan kepadanya berada, tetapi ia tidak melihat Singa. Ia hanya melihat seekor Anak Domba. Bukan Domba sembarangan, tetapi seekor Domba dengan luka sembelihan. Yohanes dapat melihat darahnya dan luka dari Anak Domba tersebut.
Yohanes tentu saja sangat terkejut. Pada mulanya ia mencari-cari seekor Singa yang akan membuka meterai dengan cakarnya yang kuat, namun ia hanya menemukan seekor Anak Domba kecil yang terluka. Tetapi Anak Domba tersebut berjalan maju menghampiri Orang yang duduk di atas takhta dan mengambil gulungan kitab itu.
Pada pasal-pasal berikutnya kita dapat membaca, bahwa ketika Ia membuka meterai-meterai itu, tampaklah penglihatan mengenai kejadian demi kejadian yang akan berlangsung pada hari-hari terakhir dari sejarah bumi ini. Ketika kejadian-kejadian tersebut dilepaskan oleh anak domba, semuanya itu dilakukan dengan kekuasaan dan kemurkaan. Para penghuni Surga lalu tersungkur dan menyembah Anak Domba itu. Suatu pemandangan yang luar biasa dan sangat menakjubkan.
Dalam ayat 9 disebutkan, "Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru, katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa."
Disini kita melihat suatu paradox. Paradox adalah suatu pernyataan yang tampaknya kontradiktif atau bertolak belakang tetapi mengandung kebenaran. Bagaimana bisa seekor Singa ternyata adalah seekor Anak Domba? Keduanya sangat bertolak belakang. Singa adalah binatang pemburu dan domba adalah seekor mangsa yang diburu. Singa di tempatkan di dalam kandang yang diberi jeruji besi; sedangkan anak domba bisa dijadikan teman bermain oleh manusia.
Kita semua pernah mendengar suatu oxymoron. Oxymoron adalah suatu istilah yang terdiri dari kata-kata yang kontradiktif.
Contoh dari suatu oxymoron misalnya, "Rahasia Umum". Rahasia seharusnya tersembunyi, tetapi dalam hal ini diketahui umum.
Contoh lain, misalnya "Perang Suci"; orang suci seharusnya tidak berperang.
"Hampir Pasti"; sesuatu yang pasti adalah exact, sedangkan hampir bukanlah pasti.
Anak Domba seperti Singa adalah suatu oxymoron. Istilah Singa dan Anak Domba tidak pernah disatukan, kecuali di Surga. Disini Singa yang dimaksud adalah Anak Domba. Kekuasaan-Nya ditemukan di dalam kematian-Nya, karena dengan kematian-Nya, ia membeli jiwa-jiwa umat manusia, dan karena itu Dia layak untuk membuka gulungan kitab.
Apa arti dari penglihatan aneh yang mengungkapkan mengenai kejadian-kejadian yang akan berlangsung pada akhir zaman tersebut?
1. Fakta pertama yang ingin diungkapkan kepada kita sehingga membuat iman kita menjadi kuat adalah bahwa, Kekuatan Tuhan Terselubung Sebagai Kelemahan.
Rahasia dari kekuatan Tuhan yang luar biasa ada di dalam kelemahan yang kelihatan. Lihatlah Anak Domba Allah yang mati di kayu salib. Apakah pernah ada pertunjukan oleh Allah tentang kelemahan yang sedemikian besar? Mereka mengolok-olok Dia dan berkata dalam Mat 27:40: "Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!". Ironisnya adalah bahwa Ia sanggup untuk turun dari salib, tetapi Ia memilih untuk tidak melakukannya.. Apa yang sedang dilakukan oleh Tuhan adalah suatu perbuatan yang menimbulkan kuasa yang paling besar dibandingkan dengan perbuatan-perbuatan lainnya yang akan atau yang pernah dilakukan-Nya.
Penebusan oleh Kristus di atas kayu salib adalah pekerjaan Tuhan yang lebih hebat dibandingkan dengan penciptaan dunia. Penebusan oleh Kristus di kayu salib adalah pekerjaan Tuhan yang juga lebih hebat dari pada tindakan Tuhan untuk membuat dunia ini berakhir. Kekuatan-Nya tersembunyi, tetapi itulah saat-saat yang penuh kuasa. Dengan perbuatan Tuhan yang rendah hati tersebut, Iblis dipermalukan dan dirampas kuasanya. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di Surga selama periode antara Minggu Palem dan Minggu Paskah. Tetapi satu hal yang kita tahu adalah, bahwa Anak Domba sudah menjadi Singa.
Kita ingin agar Tuhan selalu mempertunjukkan kuasa-Nya dan memperlihatkan kepada manusia bahwa kita berada di pihak pemenang, tetapi Tuhan cukup puas dengan penampilan kelemahan. Tujuan Tuhan disini sangatlah luar biasa. Apa jadinya jika Tuhan selalu tampak menang?
Apa jadinya jika Tuhan selalu berkemenangan dan orang yang melakukan hal-hal yang benar akan selalu mendapatkan upah?
Maka orang akan datang berduyun-duyun mengikut Tuhan. Orang akan melakukan hal-hal yang membawa manfaat bagi pribadi mereka. Dan orang-orang juga ingin berada di pihak yang menang. Hal itu akan membuat mereka merasa menjadi orang penting. Maka Tuhan dapat memenangkan dunia melalui pertunjukan kuasa yang terus menerus.
Tetapi dimana hati manusia berada?
Apakah mereka akan mengasihi Tuhan demi Tuhan sendiri atau demi kuasa-Nya?
Apakah mereka akan mengasihi Tuhan ataukah takut kepada Tuhan?
Apakah mereka ingin Tuhan memakai hidup mereka, atau apakah mereka ingin memakai Tuhan untuk tujuan mereka sendiri?
Bagaimana dengan Tuhan yang tampaknya lemah?
Bagaimana jika tampaknya Iblis yang menang dan kebanyakan orang berada di pihak Iblis?
Bagaimana jika orang yang mengikut Kristus diolok-olok dan bahkan dianiaya?
Bagaimana jika menjadi orang Kristen adalah suatu kerugian?
Apa jadinya?
Maka hanya orang-orang yang benar-benar mengasihi Tuhan akan mengikut Tuhan dan hidup bagi Dia.
Hanya mereka yang mengasihi Tuhan karena Ia adalah Tuhan, bukan karena alasan apa yang dapat diperoleh dari Tuhan, berani dipanggil dengan nama-Nya. Hanya mereka yang cinta kebenaran, terlepas dari bagaimana lemahnya atau tidak relevannya hal itu di mata dunia, akan mengikuti kebenaran.
Tidak diperlukan keberanian untuk mengikuti apa yang dipercaya atau dilakukan oleh setiap orang, tetapi diperlukan keberanian untuk mengikuti kebenaran ketika orang-orang lain tidak mengerti dan meremehkan apa yang anda percayai.
Diperlukan keberanian untuk melakukan hal yang benar meskipun anda dihukum karena hal itu di kantor ataupun di sekolah.
Diperlukan keberanian untuk membela yang benar ketika setiap orang berpendapat bahwa anda salah.
Inilah orang-orang yang Tuhan inginkan untuk menjadi pengikut-Nya. Siapapun dapat memilih jalan yang mudah, dan anda tidak perlu menjadi orang yang khusus untuk melakukannya. Tetapi Yesus berkata dalam Mat 7:13, kita harus, "masuk melalui pintu yang sesak itu. Karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya."
Pikirkanlah mengenai kerendahan hati Tuhan ketika ia mencoba untuk melakukan pekerjaan-Nya melalui diri kita.
Pikirkanlah akan kerendahan hati Tuhan ketika Ia memutuskan untuk datang ke dunia dalam wujud manusia.
Kuasa apakah yang disembunyikan di dalam kelemahan yang diperlihatkan-Nya. Yesaya bernubuat mengenai Dia (Yes 53:7), katanya, "Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya."
Kemauan-Nya demikian besar untuk menundukkan dirinya pada kelemahan, dan karena itu sebaliknya alangkah besar kuasanya!.
Kita tidak merasa nyaman dengan kenyataan bahwa Yesus meminta kita untuk bergabung dengan Dia di dalam kelemahan-Nya. Ketika Ia di bumi, Ia berkata dalam Mat 11:29, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan".
Ia seringkali meminta kita untuk melakukan hal-hal yang berlawanan dengan cara pikir orang dunia. Yesus berkata dalam Mat 23:11-12, "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, Ia akan direndahkan dan barangsiapamerendahkan diri, Ia akan ditinggikan."
Ia berkata dalam Mat 5:39, bahwa janganlah kita melawan kejahatan dengan kekerasan. Ia mendukung pernyataan-Nya tersebut dengan hidup-Nya. Alkitab mengatakan dalam 1 Pet 2:21-23, "Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil."
Tuhan tidak peduli akan penampilan kelemahan, karena disitulah letak kekuatan-Nya. Tuhan tidak tertarik pada penampilan, karena ia lebih tertarik pada kenyataan. Kenyataannya adalah bahwa Ia memerintah alam semesta terlepas dari apapun pendapat orang, dan Ia akan membuat dunia ini mencapai titik akhir.
Alkitab mengatakan dalam 1 Kor 1:25, 27-29, "(25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. .......... (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah."
2. Fakta kedua yang ingin diungkapkan kepada kita sehingga membuat iman kita kuat adalah bahwa Tuhan Mempunyai Rencana.
Sangat penting untuk memahami betapa pentingnya gulungan kitab di dalam pasal Firman Tuhan ini. Ada gulungan. Ada rencana. Rencana itu ditulis oleh tangan Tuhan sendiri dan akan digenapi. Tuhan mempunyai rencana dan Ia dengan hati-hati akan melaksanakannya. Sejarah diarahkan ke suatu tempat. Gulungan kitab ditulisi pada kedua sisinya, luar dan dalam, dari ujung ke ujung, supaya tidak ada kesempatan bagi siapapun untuk memberi tambahan pada rencana Tuhan. Ada agama yang tidak percaya bahwa ada suatu arah dari sejarah dunia. Agama itu percaya bahwa kehidupan akan berlangsung selama-lamanya melalui siklus-siklus. Terus menerus hidup akan berjalan dengan tidak terbatas. Karena itu mereka percaya pada reinkarnasi. Tidak ada seorangpun yang akan mati, setiap orang akan lahir kembali dalam bentuk yang lain. Tidak ada tujuan dalam hidup ini. Juga tidak ada arah dalam hidup ini.
Tetapi Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan punya rencana, dan rencana untuk dunia ini diungkapkan dalam Kitab Kejadian, Kitab Injil, dan pada akhirnya Kitab Wahyu. Alkitab memberitahukan dengan jelas apa yang menjadi rencana Tuhan, karena dikatakan dalam Ef 1:9-12, "(9) Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus (10) sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. (11) Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- 12) supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."
Jadi rencana besar dari Tuhan untuk dunia adalah bahwa hidup Sdr akan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Ia telah menciptakan dunia untuk tujuan tersebut, dan Ia akan membuat sistem dunia saat ini berakhir agar validitas hidup Sdr dan rencana-Nya dapat dilihat oleh semua orang.
Tuhan akan menang pada akhirnya karena ada gulungan kitab. Rencana ada di dalam tangan-Nya.
3. Fakta ketiga yang ingin diungkapkan kepada kita untuk menguatkan iman kita adalah bahwa Tuhan Memegang Kendali.
Kerendahan hati Tuhan lahir dari sikap percaya diri. Sdr dapat bersikap rendah hati jika Sdr tahu bahwa Sdr pada akhirnya akan menang. Sdr tidak perlu memperlihatkan kekuasaan yang lebih tinggi kepada setiap orang dalam setiap keadaan. Kadang-kadang kita melihat di dunia ini seakan-akan Iblis akan menang. Tetapi jangan lupa kita mempunyai gulungan Kitab, dan kita tahu siapa yang akan menang pada akhirnya.
Tuhan memegang kendali. Apa yang kelihatan dapat menipu. Segala sesuatu tidak selalu sama dengan apa yang kelihatan. Singa itu adalah seekor Anak Domba, tetapi Anak Domba itu juga adalah seekor Singa.
Apakah Sdr ingat mengenai keadaan di Taman Getsemani? Para prajurit datang untuk menngkap Yesus. Mereka dipersenjatai dengan pedang dan tongkat. Petrus menarik pedangnya dan memotong telinga salah satu prajurit, tetapi Yesus berkata dalam Mat 26:52-53, "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?".
Yesus sepenuhnya memegang kendali, meskipun Ia mengijinkan seolah-olah orang lain yang memegang kendali terhadap Dia. Yohanes menuliskan peristiwa di Taman Getsemani sedikit berbeda dengan Matius, Markus dan Lukas. Yohanes tidak melukiskan tanda yang dilakukan oleh Yudas untuk menunjukkan Yesus kepada para prajurit, tetapi menggantinya dengan pengakuan Yesus sendiri. Dalam Yoh 18:4-6, ketika para prajurit Romawi yang akan menawan Yesus datang kepada Kristus, Yesus bertanya kepada mereka, "Siapakah yang kamu cari?" Mereka menjawab, "Yesus dari Nazaret." Yesus memperkenalkan diri-Nya, bahwa Ia adalah Orang yang dicari. Ketika Yesus mengatakan, "Akulah Dia", sesuatu yang mengherankan terjadi. Para prajurit itu mundur dan jatuh ke tanah. Mereka jatuh ke tanah seperti balok-balok kayu yang jatuh. Kristus mempunyai kuasa yang besar. Ia sedang memegang kendali sepenuhnya pada saat itu. Yesus juga masih memegang kendali sepenuhnya saat ini.
Kita biasanya membayangkan bahwa seekor Anak Domba yang kecil adalah tidak berbahaya. Tetapi dengarlah apa yang terjadi ketika Anak Domba membuka meterai kelima dalam Kitab Wahyu 6:15-17, "Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. (16) Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." (17) Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?
Anak Domba Allah akan mengalahkan semua kuasa di bumi. Orang-orang yang berkuasa di bumi akan memilih lebih baik mati daripada menghadapi Anak Domba. Dan ketika hal itu terjadi, kita akan bersama-sama dengan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya. Tuhan bukan hanya meminta kita untuk bersama-sama dengan Dia di dalam kelemahan-Nya, tetapi kita juga akan diminta bersama-sama dengan Dia di dalam kekuatan-Nya,
Jadi saya ingin mengatakan kepada Saudara hari ini: "Perjuangan kita tidak lah sia-sia. Peperangan (pergumulan) kita mungkin sudah berlangsung lama dan mungkin melelahkan. Barangkali kelihatannya Sdr kalah. Tetapi bersandarlah terus kepada Tuhan, dan meskipun kelihatan oleh orang lain sebagai kelemahan, namun sebenarnya hal ini adalah kekuatan Saudara. Dan Sdr akan menang pada akhirnya."
Paulus berkata di dalam 2 Kor 12:10, "Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat"
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Izinkanlah saya mengajukan beberapa saran praktis yang harus kita lakukan karena kita mengakui bahwa Yesus tetap memegang kendali.
§ Pertama, kita harus mengikuti contoh yang dilakukan oleh makhluk-makhluk Surga: Mereka menyembah Tuhan dengan segenap kekuatan mereka. Mereka bernyanyi dengan keras, memuji, meninggikan Dia. Kita harus melakukan yang sama. Teruslah memuji Tuhan. Tetaplah ingat kebesaran-Nya. Tetaplah nyatakan kasihmu kepada-Nya.
§ Kedua, kita harus berdoa. Kitab Wahyu memperlihatkan sesuatu kepada kita mengenai doa dari umat Tuhan. Yohanes memberitahukan kepada kita bahwa doa-doa kita dikumpulkan di dalam sebuah "cawan" (Wahyu 5:8: "........ masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus." Setelah cawan itu penuh, Tuhan bertindak. Saya suka gambaran tersebut. Setiap doa yang kita naikkan, setiap permintaan yang kita ucapkan, setiap saat kita melepaskan keprihatinan kita, beban-beban kita dan kepedulian kita, cawan itu sedang diisi. Tindakan Tuhan segera datang.
§ Ketiga, kita harus mengenal Tuhan dengan lebih baik. Kasihan mereka yang tidak mengenal Tuhan. Dalam masa krisis, mereka tidak memiliki tempat bersandar. Kenali Tuhan melalui Firman-Nya. Kita juga dapat mengenal Tuhan melalui suaran-Nya. Kita harus mendengarkan dengan hati-hati ketika Ia berbicara kepada kita. Dengarkanlah Tuhan dengan hati dan pikiran Sdr.
§ Akhirnya, setiap kita harus terus percaya kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya. Percayalah kepada Tuhanmu, Ia berkuasa. Jalan-jalan-Nya mungkin kelihatan lemah pada statu waktu, tetapi sebenarnya Ia kuat. Percayalah kepada-Nya, Ia punya rencana. Percayalah kepada rencana-Nya. Ia tahu kemana Saudara dan saya pergi. Ia tahu tujuan kita. Percayalah kepada-Nya, Ia memegang kendali.

Senin, 21 November 2011

Khotbah Pembukaan KONAS POUK se Indonesia 22 Nop 2011

ALLAH ITU BAIK BAGI SEMUA ORANG
Mazmur 145:9b
Allah itu baik bagi semua orang. Inilah statement pemazmur dalam Mazmur 145:9b. Statemen ini tentunya bukan sekedar ucapan, tetapi berdasarkan pengalaman hidup Pemazmur, dalam hal ini Daud. Inilah salah satu alasan mengapa Daud memuji Tuhan, bahwa Allah itu baik bagi semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya. Artinya tidak hanya kepada orang tertentu atau bangsa tertentu saja, tapi kepada semua orang. Statemen ini adalah suatu penghiburan dan juga sekaligus suatu peringatan kepada kita. Penghiburan, karena kita mendapat kepastian bahwa Allah itu baik kepada semua orang, berarti juga baik kepada kita tanpa terkecuali. Kebaikan Allah itu sangat sempurna. Kebaikannya tidak berdasarkan untung rugi, tidak berdasarkan apakah ia orang kristen atau tidak, sesama anggota gereja atau tidak, satu kampung atau tidak, satu marga atau tidak, dsb, seperti yang sering dipraktekkan manusia. Ia baik kepada semua orang karena ia mengasihi manusia. Dan kebaikan Allah sangat spektakuler. Dikatakan spektakuler karena kebaikan itu sesungguhnya tidak pantas diberikan kepada manusia yang tidak tahu diri, yang selalu melawan Allah melalui perbuatannya yang jahat. Inilah yang menurut Bonhoeffer sebagai anugrah yang mahal. Walaupun diberikan dengan cuma-cuma, tetapi harganya sangat besar bagi Allah, yaitu hidup anakNya sendiri diberikan bagi manusia. Kalau demikian bagaimanakah seharusnya sikap kita? Sikap kita seharusnya menyambut anugrah Allah (kebaikan Allah) tersebut dengan sikap hidup yang rela berbuat baik kepada semua orang. Dan kebaikan itu dapat dijabarkan dalam bentuk nyata di tempat kita masing-masing.
Juga sebagai peringatan kepada kita yang mengaku beragama, mengaku percaya kepada Allah yang baik, khususnya kepada yang mengaku kristen namun kelakuannya tidak lebih baik dari mereka yang diluar kristen. Dalam hal ini Yesus pernah memberi peringatan kepada pendengarnya pada waktu itu, khususnya kepada mereka yang mengaku sebagai umat Tuhan: “kalau engkau berbuat baik kepada orang yang baik kepadamu apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Maksud Yesus sangat jelas, harus nampak nilai lebih dari setiap orang percaya (orang kristen), yakni tidak hanya kebaikan berdasarkan ukuran dunia tetapi melampaui itu.
Kalau kita baca Mazmur 145 secara keseluruhan, kita menemukan apa saja kebaikan Allah menurut Pemazmur. Disebutkan antara lain: Ia adalah penopang bagi semua orang yang jatuh, Ia adalah penegak bagi semua orang yang tertunduk, Ia memberikan makanan kepada mereka pada waktunya, Ia adil dalam segala jalan-Nya, Ia penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya, Ia dekat pada semua orang yang berseru pada-Nya dalam kesetiaan, Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, Ia mendengarkan teriakan mereka dan menyelamatkan mereka, Ia menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, Ia akan membinasakan semua orang fasik.
Yesus ingatkan kita pada hari ini, bahwa kita jangan sampai tidak menyambut mereka yang datang kepadamu. Siapapun itu, karena sekali lagi, kita tidak pernah tahu siapa mereka. Jangan-jangan mereka adalah orang-orang yang sengaja Tuhan kirim untuk menguji hatimu. Siapa tahu ketika engkau sama sekali tidak menyambut mereka, atau memperlakukan mereka dengan tidak adil, maka ternyata mereka adalah anak-anak Tuhan yang memang Tuhan kirim untuk melihat hatimu selama ini. Dan seperti yang Tuhan katakan, kalau kita tidak menyambut mereka, maka artinya kita tidak menyambut Dia, dan itu juga artinya kita tidak menyambut Bapa kita di sorga.
Jadi jagalah persahabatan dengan semua orang (Khususnya POUK2), bahkan dengan orang-orang yang mungkin tidak menyukai kita atau malah mereka yang memusuhi kita. Jangan kita menjadi serupa dengan dunia ini. Dunia mungkin akan mengajarkan kita untuk terus menjadi seteru dengan kebaikan, karena dunia ini pada dasarnya memang sedang menuju pada kebinasaan. Tapi tidak dengan kita anak-anak Tuhan. Kita harus hidup dengan setiap Firman yang kita dengar.
Amsal 17:13 Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya.
1 Tesalonika 5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
1 Petrus 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
Begitu banyak nasehat mengenai hal ini. Bukan hanya tiga Nats ini, tapi sebenarnya ada banyak lagi. Tapi ini mewakili isi hati Tuhan, bagaimana Dia ingin membentuk anak-anaknya, persis seperti orang tua kepada anak-anaknya. Rasanya tidak ada orang tua yang baik yang menasehatkan sesuatu yang buruk. Begitu juga dengan Tuhan. Ia mau anak-anakNya dibentuk dengan baik. Karena itulah Ia menasehatkan hal ini.
Coba saja kita bandingkan dengan apa yang dunia ajarkan ketika sesuatu yang menyakitkan terjadi pada kita. Kalau kita dicaci maki, dunia akan menyuruh kita untuk mencaci maki lagi. Jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Ketika ada yang mengutuk kita, balas dengan kutukan yang sama. Kalau ada yang menyerang kita, serang balik untuk mempertahankan harga diri kita. Itu yang diajarkan dunia. Karena menurut dunia, kalau kita tidak membalas mereka maka kita akan dianggap pengecut, tidak berani dan merusak harga diri kita. Mereka tidak mengenal yang namanya kasih, mereka tidak perduli dengan perdamaian, Tapi tidak demikian dengan Tuhan kita. Bapa kita ini sangat memperdulikan orang lain. Nasihat-nasihatNya sangat menggambarkan isi hatiNya. Dia bahkan mengajar kita untuk mengasihi musuh kita. Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Apakah kamu mengerti hal ini dengan baik ?
Jadi, ketika musuhmu menganiaya kamu, doakan mereka. Ketika mereka menyakiti kamu, berkati mereka. Usahakan perdamaian dengan semua orang.
Karena itu, jika anda tahu perasaan itu atau pernah punya pengalaman itu, maka berhati-hatilah dalam segala tindakanmu. Akan lebih baik jika kita terus menjaga hubungan yang baik dengan semua orang. Ibrani 13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
Pesan hari ini adalah agar kita bisa belajar menerima semua orang, memberkati semua orang, dan berbuat baik kepada semua orang. Mari kita lakukan dengan tekun dan setia menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat ini. Tapi lakukanlah semuanya itu di dalam Tuhan, karena tidak ada seorangpun dari kita yang sanggup melakukannya tanpa pertolongan Tuhan. Amin.
Pdt. R.H.L. Tobing, S.Th. MA

Jumat, 18 November 2011

Tata Ibadah Tutup dan Buka Tahun

TATA IBADAH TUTUP TAHUN
31 DESEMBER 2011


C:\BG natal 1\reindeer3.gif C:\BG natal 1\reindee

JEMAAT GKPI Se Jabodetabek

TATA IBADAH TUTUP TAHUN 31 DESEMBER 2011

LITURGIS: PNT.

1. NYANYIAN KJ No. 329 : 1 – 3 “Tinggal Sertaku”
- Tingggal sertaku, hari t’lah senja. Glap ,makin turun.
Tuhan, tinggalah ! Lain pertolongan tiada kutemu,
Maha penolong, tinggal sertaku.
- Hidupku surut, ajal mendekat, nikmat duniawi hanyut melenyap
Tiada yang tahan, tiada yang teguh
Kau yang abadi, tinggal sertaku.
- Aku perlukan Dikua tiap jam dalam cobaan Kaulah kupegang
Siapa penuntun yang setaraMu ?
Siang dan Malam tinggal sertaku.

2. VOTUM /INTROITUS (BERDIRI)
P : Ibadah Tutup Tahun ini berlangsung di dalam nama Allah Bapa dan nama
Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus. Amin.
J : Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu
telah dikatakan kepada kamu oleh Rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
P : Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu : “Menjelang akhir zaman akan
tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsukefasikan
mereka”.
J : Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan
dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
P : Akan Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri
diatas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah Dalam Roh Kudus.
J : Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat
Tuhan kita, Yesus Kristus untuk hidup yang kekal.
P : Tunjukanlah belaskasihan kepada mereka yang ragu-ragu.
J : Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi
tunjukanlah belas kasihanyang disertai ketakutan kepada orang-orang
lainjuga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-
keinginan dosa.
P : Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya kamu jangan kamu tersandung dan
yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan dihadapan
kemuliaanNya.
J : Allah yang Esa, Juru Selamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia
adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan
sekarang dan sampai selama-lamanya. amin
P : Mari kita berdoa : Ya Tuhan Allah, Bapa Yang Maha Pengasih Engkautelah
menempatkan anakMu yang kekasih itu kebawah hukum Taurat, agar dia
menyelamatkan semua orang yang berada dibawah genggaman TauratMu.
Tolonglah kami ya Tuhan, agar kami menerima keselamatan itu, dan tetap
tinggal didalam kerajaanMu. Engkau menyelamatakan kami sampai akhir Tahun
ini. Terimakasih Tuhan, didalam kasih anakMu Yesus Kristus. Amin

3. NYANYIAN KJ No. 401 : 1+3 “MAKIN DEKAT, TUHAN”
• Makin dekat, Tuhan, kepadaMu ; walaupun saliblah mengangkatku, inilah laguku
: Dekat kepadaMu ; makin dekat, Tuhan, kepadaMu.
• Buatlah tanganMu tampak jelas, dan para malaikatMu yang bergegas mengimbau
diriku dekat kepadaMu ; makin dekat, Tuhan, KepadaMu.

4. EPISTEL : (Dibacakan oleh 4 org Penatua)
a. Lukas 13 : 6 – 9 :
b. Yesaya 30 : 15 – 17 :
c. Roma 8 : 37 – 39 :
d. 2 Timotius 3 : 16 – 17 :

5. KOOR :
6. RESPONSORIA (DOA PENGAKUAN DOSA DAN IKRAR HIDUP BARU)

P : Ya Tuhan, tatkala mulut dan hati kami mengaku Engkaulah Tuhan
pencipta dan pemelihara hidup ini, serempak kami mengaku dosa kami.
J : Ya Tuhan, kami mengakui dosa dan pelanggaran kami sepanjang tahun ini.
P : Dengan sadar dan sengaja kami berpaling dari hadapanMu dan menuruti
keinginan hati kami.
J : Ampunilah kami, Ya Tuhan !
P : Kami sering menyia-nyiakan berkat dan anugerahMu, termasuk waktu, tenaga
dan berbagai karunia rohani yang telah kami terima dariMu.
J : Kasihanilah kami ya Tuhan !
P : Kami kurang sungguh-sungguh memperlihatkan kasih dan kesetiaan kami
kepadaMu maupun terhadap sesama kami, kami lebih suka mementingkan diri
sendiri.
J : Hapuskanlah semua dosa kami ya Tuhan !
P : Dipenghujung tahun 2011 ini dan diambang tahun 2012 ini kami berjanji
membaharui hidup, kasih kesetiaan, ketatan, semangat dan ketekunan. Kami
bertekad meninggalkan seluruh sifat-sifat, watak dan tabiat kami yang
bertentangan dengan kehendakMu, serta mengenakan kemanusiaan baru yang
telah Tuhan tetapkan bagi kami.
J : Kuatkan dan perbaharuilah kami, ya Tuhan !
P+J : Dengarlah seruan permohonan dan ikrar kami ini, ya Tuhan. Amin

7. NYANYIAN 261 : 1 “YERUSALEM, MULIA DAN KUDUS”
Yerusalem, mulia dan kudus, rinduan hatiku !
Ku tergerak hendak terbang terus ke puncak bukitmu,
di atas hutan rimba dan gunung dan lembah,
supaya aku tiba di negeri baka.

8. PETUNJUK HIDUP BARU : Wahyu 3 : 10 – 13
P : Karena engkau menuruti firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka akupun
akan melindungi engkaudari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh
dunia untuk mencobai mereka yang diam dibumi.
J : Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun
mengambil mahkotamu.
P : Barang siapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru didalam Bait suci Allahku,
dan ia tidak akan keluar lagi dari situ, dan padanya akan kutuliskan nama
Allahku, nama kota Allahku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga
dari Allahku, dan namaku yang baru.
J : Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada
jemaat-jemaat.

9. NYANYIAN 358 : 1+4 “SEMUA YANG LETIH LESU”
• Semua yang letih lesu, berdosa, bercela,terima rahmat Tuhanmu, percaya
sabdaNya. Datang saja pada Yesus; kini saatnya! Datang saja pada Yesus,
t’rima rahmatnya.
• Bersama, mari ikutlah kesorga mulia, tempat kekal sejahtera, penuh bahagia.
10. PEMBACAAN IKHTISAR LAPORAN TAHUNAN JEMAAT
- GURU JEMAAT & SEKRETARIS
11. NYANYIAN 402 : 1 – 2 “KUPERLUKAN JURU S’LAMAT”
• Ku perlukan juru s’lamat, kalau tidak, kusesat ; s’lalu harus kurasakan
bahwa Tuhanku dekat. Maka jiwaku tenang, takan takut dan enggan ; bila
Tuhanku membimbing,’ku dimalampun tent’ram.
• Kuperlukan juru s’lamat, kar’na imanku lemah. HiburanNya menguatkan ;
sungguh tiada bandingnya.
12. SAMBUTAN : KESAN & PESAN ATAS LAPORAN TAHUNAN
- Mewakili Warga Jemaat Wanita :
- Mewakili Warga Jemaat Pria :

13. NYANYIAN KJ 408 : 2 “DIJALANKU KUDIIRINGI”

Dijalanku yang berliku dihiburNya hatiku ; bila tiba pencobaan, dikuatkan
imanku. Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap, dari cadas didepanku
datang air yang sedap ; dari cadas didepanku datang air yang sedap.
14. DOA SYAFAAT

15. NYANYIAN KIDUNG BARU NO. 188. 1 (ES =DO)
0 5 1 3 5 5 6 5 2 3 3
Tiap langkahku diatur oleh Tuhan,
Dan tangan kasihNya membimbingku.
Ditengah badai dunia menakutkan
Hatiku tetap tenang teduh.
Tiap langkahku kutahu Tuhan yang pimpin
Ketempat tinggi ku diantarNya
Hingga sekali nanti aku tiba
Dirumah Bapa, Surga yang baka.

16. RENUNGAN :
17. KOOR

18. NYANYIAN KJ No. 266 : 1 “ADA KOTA YANG INDAH CERAH”

Ada kota yang indah cerah, nampaklah bagi mata iman : rumah Bapa di Sorga
baka bagi orang yangsudah menang

Refrein : “ Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai. Indahnya saatnya
kita jumpa di kota permai.

19. PERSEMBAHAN (Lagu Persembahan KJ. 392 : 3) “KU BERBAHAGIA”
Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku hatiku teduh.
Sambil menyongsaong kembaliNya, “kudiliputi anugerah.
Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya 2x

20. DOA PENUTUP/BERKAT
Disambut jemaat dengan Amin 3x


II. KEBAKTIAN KELUARGA
tgl. 01 Januari 2012 pkl. 00.00 Wib

Petunjuk
:

P
=
Pemimpin
OT
=
Orangtua
J = Jemaat
A
=
Anak-Anak

PERSIAPAN :

• Anggota keluarga mempersiapkan diri . . . saat teduh ( 3 menit)
• Ajakan beribadah

KEBAKTIAN :

Buku Ende NO. 64 : 1 - 2 “Naung moru do muse sa-taon ”

Ayat-1
Setahun sudah lewat lagi, makin bertambah umurku.
Adakah baik sehari hari, tindakan dan perangaiku?
Apakah imanku bertambah, dan rasa kasih sayangku
terhadap Yesus serta Allah maupun pada sesamaku?

Ayat-2
Kalau harus kub’ri jawaban, tentulah malu diriku
Mengingat sifat kelancangan, buruknya perbuatanku
Sebab tanganku penuh dosa, hatiku jahat durhaka
Baik kaki lidah serta mata membuat salah semua

RESPONSORIA

P : AdalAdalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan

J : Dan untuk menyanyikan mazmur bagi namaMu yang Mahatinggi
P : Untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi
J : Dan juga kesetiaan-Mu di waktu malam
P : Halleluya Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan; yang sangat suka
kepada perintah-Nya.
A : Anak cucunya akan perkasa di bumi;
J : Angkatan orang benar akan diberkati.
P : Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya
J : Kebajikannya tetap untuk selamanya
P+J : Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, yaTuhan; dan sangat dalamnya
rancangan-rancangan-Mu. Sungguh segala hari-hari kami berlalu karena
gemas-Mu
OT : Kami mengahabiskan tahun-tahun kami seperti keluh; masa
hidup kami tujuh puluh tahun, dan jika kami kuat delapan puluh
tahun.Dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan
P+J : Ajar Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian rupa,
hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

BERNYANYI BE No. 66 : 1 – 3 “Debata baen donganmi! ”

Ayat-1
:
Debata baen donganmi! Lao mangula ulaonmu
Baen Ibana haposanmu, sai paserep rohami
Debata baen donganmi, Debata baen donganmi

Ayat-2
:
Debata baen donganmi, molo Debata donganmu
Ndang tarbahen ho be lilu, sai ture do langkami
Debata baen donganmi, Debata baen donganmi

Ayat-3
:
Debata baen donganmi, sai na saut do ulaonmu
Sai na tulus do sangkapmu, jala sonang rohami
Debata baen donganmi, Debata baen donganmi

RENUNGAN SINGKAT : Mateus 18: 21-35 (Dibacakan secara responsoria)

Bernyanyi: BE 70 : 1 – 3 “O Jesus Sipangolu Au”

Naung salpu taon na buruk i , Ho ma hupuji Tuhanki
Ai diramoti Ho tongtong tondingku dohot dagingkon 2X
O Jesus sai asi roham, paian denggan ni basam
Muse di taon naimbaru on, di nasa huriam tongtong 2X
Sai tong paian hatami, na mangapuli roha i
Alai pangago sasude, padao ma sian hami be 2X

DOA SYAFAAT

BERNYANYI KJ No. 393 : 1-3 “Tuhan, Betapa Banyaknya”

Ayat-1
Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri
Teristimewa rahmatMu dan hidup abadi
Ref. Trimakasih, ya Tuhanku atas keselamatanku
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi
Ayat-2
Sanak saudara dan teman Kau bri kepadaku
Berkat terindah ialah:’Ku jadi anakMu.
Ref.: Trimakasih…
Ayat-3
Setiap hari rahmatMu tiada putusnya:
Hendak kupuji namaMu tetap selamanya.
Ref.: Trimakasih…

KATA-KATA NASEHAT ORANGTUA

PERSEMBAHAN (MATIUS 6: 3-4)

 BERNYANYI KJ. No. 302 : 1 - 2 “Ku’bri Persembahan”
(sambil mengumpulkan persembahan)

Ku’bri persembahan pada Tuhanku
Sambil puji Yesus Juru s’lamatku
Dengan sukaria kub’ri padaMu
dan merasa kaya dalam Tuhanku

DOA PENUTUP

“PENGAMPUNAN DAN REKONSILIASI”

Mateus 6: 12

“Prinsip mendasar dalam rekonsiliasi adalah pengampunan, dengan adanya pengampunan, segala masalah dapat diselesaikan, dan bersama-sama membangun masa depan yang penuh harapan”. Tahun 2012 kita buka dengan memulai prinsip dasar ini, baik di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan gereja, agar berkat Tuhan mengalir sepanjang tahun ini. Sebagai orang Kristen, kita harus dapat mengajarkan ajaran tentang pengampunan (forgiveness) sebagai prasyarat untuk rekonsiliasi. Sebab penemu ajaran tentang pengampunan ini adalah Yesus Kristus Juru selamat kita. Dalam Khotbah di Bukit Dia mengajarkan murid-muridNya berdoa“, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Mat 6:12).
Allah akan mengampuni dosa seseorang bila orang itu sudah mengampuni orang lain yang bersalah kepadanya. Ketika Petrus menanyakan kepada Yesus, apakah sudah cukup mengampuni seseorang sebanyak tujuh kali(sesuai aturan Jahudi), Yesus mengatakan tidak cukup sampai tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali, artinya tidak ada batas untuk pengampunan.
Kuasa pengampunan yang diajarkan Tuhan Yesus itu memang luar biasa, ini dapat kita lihat sewaktu Ia disalibkan (Luk 23:35) pada puncak penghinaan yang diterimaNya, Yesus berdoa “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, dan mendengar Doa yang “aneh” inilah sehingga seorang penjahat yang berada disebelah kanan-Nya ‘bertobat, dan memohon kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja”. Mengapa penjahat itu berubah dan bertobat...? Dia terharu karena Yesus mendoakan musuh-musuh-Nya Bagi orang Jahudi dan bagi peradaban dunia pada waktu itu, hukum yang berlaku adalah hukum pembalasan. Mata ganti mata, gigi ganti gigi, dasarnya adalah hukum pembalasan demi keadilan (Kel 21:24). Tetapi Yesus mengajarkan hukum yang baru, ...kasihilah musuhmu, berbuat baiklah kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat kepada orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang mencaci kamu, (Luk 6:27-28). Dalam konteks kuasa pengampunan inilah kita hendaknya menjalani tahun 2012 ini, jika ada perselisihan antara bapak kepada isterinya, antara bapak/ibu terhadap anaknya, antara anak dengan saudaranya, pakailah senjata “kuasa pengampunan Yesus ini”.
Tentu saja mengampuni musuh sangat sulit, tetapi Yesus telah memulainya dan harus kita wujudkan sebagai ahli waris-Nya di dunia ini.
Salib adalah lambang kemenangan. Kemenangan yang telah lebih dahulu diperjuangkan Yesus. Kemenangan yang diperjuangkan dengan cara penyerahan. Jika demikian, bagi mereka yang memiliki lambang kemenangan, daripanya dituntut penyerahan kepada Yesus.
Ada satu ceritera dimana suatu ketika diadakan perlombaan menghabiskan sepiring bubur kacang hijau dengan menggunakan sebuah sendok yang panjangnya satu meter, setelah hitungan dimulai para peserta berusaha untuk menghabiskannya, tetapi sampai selesai tidak ada yang jadi pemenang, hanya tertawaan dari para penonton yang menjadi pemenang, sebab pemenang hanya ada jika diantara mereka ada kerja sama, seharusnya keinginan untuk jadi pemenang secara pribadi harus diurungkan. Jika ingin menjadi pemenang, maka kerja sama dengan seorang teman harus dilaksanakan. Oleh karena itu tidak perlu ngotot dan tetap bertahan pada keakuan menanggung bebanmu. Tidak perlu mancari jalan yang tidak benar untuk menjadi pemenang. Rasul Paulus berkata kepada jemaat Galatia 6:2 :”bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu, demikian kamu memenuhi hukum Kristus”. Sejalan dengan ucapan Paulus, Dietrich Bonhoeffer mengatakan: “seperti Kristus menanggung beban kita, demikian jugalah kita harus menanggung beban saudara-saudara kita”.
Memilih kerjasama berarti berusaha menghindarkan atau paling tidak mengurangi persoalan atau beban. Memilih kerjasama berarti mengutamakan kebersamaan, yang juga mengutamakan tugas panggilan. Dalam melaksanakan tugas panggilan, perlu ada kerjasama untuk mewujudkan suatu tujuan bersama. Amin.
Selamat Tahun Baru. Pdt. R.H.L. Tobing.

Pendeta Resort, Majelis Jemaat, dan Para Pelayan GKPI se Jabodetabek
mengucapkan :

Selamat Hari Natal 2011
&
Tahun Baru 2012

Kamis, 17 November 2011

Khotbah dari Roma 12: 12-21

Pendahuluan
Dalam kitab Roma pasal 1-11 Paulus banyak sekali membicarakan masalah-masalah dogmatika, namun dalam pasal 12 ini Paulus mengajak jemaat di Roma untuk mempraktekkan teori yang sudah di dapat. Paulus memberikan perintah-perintah yang bersifat ajakan dengan harapan bahwa mereka mulai mencoba untuk hidup bersama dengan orang-orang lain dan tetap menerapkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan.Dari bacaan tersebut diatas, sepintas keadaan di kota Roma memang tidak mendukung keberadaan orang-orang yang percaya Tuhan Yesus, bahkan ada indikasi bahwa banyak orang Kristen yang diperlakukan tidak baik dan tidak adil (ay 12-15, 17-21). Dalam keadaan yang sulit bagi orang Kristen ini maka Paulus menasihati, supaya mereka bertahan dalam iman yang benar dan mereka justru harus tetap mempraktekkan kasih itu. Karena bagi Paulus kasih itu bukan sekedar perkataan saja namun tindakan kasih itu jauh lebih penting. Ada 2 hal yang sedang diperjuangkan oleh Paulus, yang pertama berkaitan dengan kehidupan di dalam jemaat sendiri. Paulus mengharapkan jemaat saling mengasihi, memberi hormat, membantu orang lain yang kekurangan, memberikan tumpangan, sehati sepikir, bertekun dalam doa dan tetap melayani Tuhan. Kedua, berkaitan dengan masyarakat atau orang luar. Paulus menasehatkan untuk bersabar dalam kesesakan, minta berkat untuk orang-orang yang menganiayanya, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, mengasihi seterunya dengan tindakan yang nyata. Paulus melihat bahwa akan ada orang-orang yang tidak suka dengan orang Kristen, bagi Paulus yang pertama harus dilakukan orang percaya adalah hidupnya berkenan dulu kepada Tuhan,biarkan Tuhan terlebih dahulu mengubah hidupnya, kemudian Paulus mengharapkan agar orang Kristen menjadi berkat bagi orang lain, dengan cara jangan membalas kejahatan mereka dengan melakukan kejahatan pula. Paulus mendorong jemaatnya untuk melawan mereka dengan cara yang berbeda yaitu melakukan kebaikan bagi mereka. Paulus ingin orang yang percaya mempunyai inisiatif aktif untuk terwujudnya perdamaian, apalagi kalau hal itu bergantung pada kita sebagai orang Kristen. Maka melakukan hal yang baik bagi semua orang merupakan ciri hidup orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Bagi orang percaya hidup bukanlah kebetulan. Kehidupan diberikan sang Maha Kuasa. Dan hal ini disaksikan dalam kitab Kejadian. Berarti hidup adalah anugrah yang seharusnya disyukuri. Wujud syukur dapat sangat beragam, namun satu hal yang sama menjadikan hidup sesuai dengan kehendak Allah menciptakan masing-masing kita. Setiap orang juga tidak sama kemampuannya, potensinya atau talentanya. Mungkin seseorang diberi lima, yang lain dua, atau ada yang satu. Itu hak Allah. Dan kalau kita menyelami lebih dalam itu juga merupakan pengenalan Allah terhadap kita. Ia memberikan sesuai dengan kesanggupan kita. Oleh karena itu yang penting di dalam menjalankan hidup sebagaimana yang dikemukakan Paulus dalam nas renungan kita mengambil hidup tersebut sebagai persembahan yang hidup yang berkenan kepada Allah. Kata kunci disini ialah bagaimana kita dengan setia menjadikan hidup kita secara totalitas sesuai dengan kehendak Allah - menjadi persembahan yang hidup.

Penjelasan
Bagaimana kita menghindari konflik dan mewujudkan bahwa orang Kristen adalah surat Kristus yang kelihatan....?
Pertama, tetaplah berpengharapan, bersabar dan berdoa, apa pun konflik yang sedang dihadapi (ayat 12). Paulus mengajak jemaat untuk tidak menyerah kepada konflik yang pahit, tetapi bertekun dan bersikap positif dalam menggapai penyelesaian. Ketika dunia tidak lagi memberikan harapan yang baik kepada manusia, kita diminta untuk tetap bersukacita, sabar dan senantiasa tekun dalam doa. Itulah sikap orang Kristen yang benar dalam menyikapi situasi sesulit apapun, sehingga kita tidak jatuh kepada keputusasaan.

Kedua, kemurahan hati adalah prinsip penting dalam mencegah konflik, bahkan mengobati jika konflik ini terjadi (ayat 13). Sebab kesombongan dan kecongkakan malah akan memperbesar konflik yang sedang terjadi bukan meredamnya. Perhatikan konflik-konflik yang terjadi di Indonesia, bukankah kecongkakan adalah salah satu akar yang paling utama?
Ketiga, bangkitkanlah semangat menjunjung tinggi persatuan dan kesehatian (14-16). Kita harus selalu menunjukkan kebaikan, meskipun kepada orang yang menganiaya kita. Ketika orang lain sedang bersusah hati, kita ikut bersusah hati, demikian pula sebaliknya, ketika orang lain bersukacita, kita pun larut di dalamnya. Simpati dan empati adalah dua kata yang amat dalam dan penting artinya di dalam memelihara kesatuan. Kita diminta untuk tidak merasa lebih unggul, lebih pandai, atau lebih penting daripada orang lain. Sikap demikian adalah penghancur kesatuan dan kesehatian.
Keempat, berusahalah hidup damai dengan semua orang; Bukan dengan hantu/begu (17-20). Bahkan dengan musuh yang paling menyakitkan pun, orang Kristen harus berinisiatif untuk hidup damai dan berdamai. Pelayanan yang kita lakukan kepada teman dan sahabat kita, harus kita lakukan juga kepada mereka yang telah berbuat jahat. Tugas kita adalah memberkati dan berbuat kebaikan. Pembalasan adalah hak Tuhan.
Refleksi
Kita tentu mengenal - setidaknya - satu orang, yang lebih sering berkonflik daripada berdamai dengan kita. Ketidakserasian bisa muncul dalam berbagai bentuk: dua kepribadian bisa tidak cocok; sistem kepercayaan dan ideologi yang berbeda bisa menimbulkan perdebatan; kata dan perbuatan bisa disalahpahami. Tetapi melalui Yesus Kristus, hampir semua perbedaan dapat diatasi. Orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang damai. Tuhan Yesus memanggil setiap orang percaya untuk menjadi sumber penghiburan dan pertolongan bagi orang lain, bukan menjadi sumber konflik.

Konflik timbul akibat hidup di dalam `daging’ (keinginan dasar manusia untuk memuaskan diri sendiri dengan segala cara). Tetapi orang percaya sudah diberi Roh Kudus agar bisa bertindak dalam Roh, bukan dalam daging. Jika kita menyerahkan kendali hidup kita kepada Tuhan, kebajikan dan anugerah-Nya akan mengalir melalui hidup kita, dan menciptakan keharmonisan.

Anugerah-Nya itu akan terungkap melalui doa, ketika kita melakukan kebiasaan untuk membawa orang lain kepada Bapa. Kemudian, kita akan dengan tulus membicarakan masalah relasi itu dengannya, entah itu berupa luka lama, anggapan yang salah, maupun pola pikir yang tidak sehat. Hanya ada satu cara untuk mengatasi sumber konflik: kita harus bersedia menunjukkan perhatian kita dan mendengarkan sudut pandang orang lain. Kadang mungkin diperlukan bantuan konselor yang baik untuk melakukan langkah ini. Akhirnya, jika akar persoalan sudah ditemukan, kedua pihak bisa sama-sama memulihkan keharmonisan dengan bersedia menyelesaikan masalah baru jika diperlukan.

Allah menghendaki orang percaya hidup dalam perdamaian, tetapi Dia tahu kita tidak akan dapat mencapai keharmonisan itu sendirian. Karena itulah Dia memberi kita Penolong, yaitu Roh Kudus. Amin.

Kamis, 08 September 2011

"Hubungan Mertua dan Menantu"

Hubungan Yang Benar antara Mertua dan Menantu
Kel. 18: 1-27 dan Rut 1: 11-19
POUK Kota Wisata 11 Sep 2011.

Ada sebuah pepatah mengatakan: "Setajam-tajamnya duri lidah buaya,
masih lebih tajam lidah ibu mertua." Pepatah ini menggambarkan
hubungan yang tidak akur antara menantu dan mertua. Untuk itu, bila
ada seorang istri yang menceritakan hubungannya dengan ibu mertuanya
cukup harmonis, maka komentar yang muncul adalah, "Wah hebat, kasus
langka!" Sebaliknya, jika diceritakan sang menantu perempuan yang
sering konflik dengan ibu mertuanya, maka komentar yang akan keluar
adalah "Ah itu sih, biasa!"

Sebuah studi mengatakan bahwa 60 persen hubungan mertua perempuan
dengan menantu perempuan berada di dalam ketegangan.Beda dengan Hub Mertua Laki2 dengan Menantu laki2 seperti Musa dan Yitro. Mengapa banyak hubungan mertua dan menantu kurang baik? Alasannya adalah:

1. Ibu mertua merasa anak lelakinya "diambil" oleh menantunya.
2. Ibu mertua merasa telah "disia-siakan" oleh anak lelakinya.
3. Ibu mertua merasa tidak "dirawat" karena anaknya memilih hidup
dengan orang lain.

Karena perasaan-perasaan itu, sering kali ibu mertua bersikap sinis,
galak, dan selalu mengkritik menantu perempuannya. Segala hal mengenai
menantu perempuannya dinilai kurang. Semua yang dilakukan menantunya
tidak memenuhi kualifikasinya. Sementara itu, istri merasa bahwa ibu
mertuanya terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka, selalu
mengkritik pekerjaannya, tidak pantas untuk anaknya, dsb.. Sikap ibu
mertua semakin menjadi-jadi jika dulu pernikahan anaknya itu tidak
direstui olehnya. Hal ini dapat menjadi alasan bagi ibu mertua untuk
"menjatuhkan" menantu perempuannya itu. Dalam kasus seperti ini sering
kali menantu perempuan menjadi pihak yang "kalah". Akibatnya menantu
perempuan sering mengeluh bahwa hidup dengan mertua perempuan bagaikan hidup dengan ibu tiri.

Bagaimana menjalin sebuah hubungan yang baik dengan mertua? Apa yang
harus dilakukan oleh menantu? Mari, kita belajar dari teladan Musa dan Yitro Rut dan Naomi tentang sikapnya terhadap mertuanya.

a. Rut menganggap mertuanya sebagai orang tuanya sendiri yang perlu
ditemani, dirawat, dan dikasihi. Perhatikanlah perkataan Rut kepada
Naomi, "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan
tidak mengikuti engkau; ...." (Rut 1:16-17) Sikap Rut yang demikian
manis kepada mertuanya, diketahui dan dipuji-puji oleh banyak orang,
termasuk oleh Boas (Rut 2:11). Mertua Rut memang baik, tidak seperti
kebanyakan mertua sekarang. Namun, sikap yang menganggap mertua
sebagai orang tua sendiri perlu ditiru. Jadi, anggaplah mertua Anda
sebagai ibu Anda sendiri. Kasih ini harus Anda tunjukkan dengan
mengunjunginya secara teratur, dan menerimanya dengan ramah jika dia
datang berkunjung. Dengan demikian, ibu mertua Anda tidak merasa
disisihkan, apalagi disingkirkan. Jika Anda mengalami masalah,
terutama menyangkut kehidupan rumah tangga, cobalah meminta nasihat
kepada ibu mertua Anda. Tindakan ini akan membuat ibu mertua Anda
merasa dihargai. Di samping itu, dengan berkonsultasi kepadanya,
komunikasi Anda akan terjalin dengan indah dan harmonis, dan Anda akan disayangi mertua. Seperti Rut, ia mau mendengar nasihat mertuanya (Rut 3:5). Kita Bandingkan Sikap Musa terhadap Yitro…Ay. 7 Sujudlah Musa dan menciumnya.

b. Hargailah mertua Anda. Ingatlah bahwa mertua Anda adalah orang yang sudah membesarkan pasangan Anda. Oleh karena itu, berikanlah kepadanya penghargaan dan penghormatan, bagaimanapun buruknya dia. Kita harus menyadari bahwa orang tua sudah banyak berkorban dan kita harus menghargai pengorbanan mereka. Misalnya, kita mengingat ulang
tahunnya. Prinsipnya adalah buatlah hal-hal yang membuat mertua merasa dihargai. Bandingkan dengan Musa Atas petunjuk Yitro, Musa mendelegasikan tugas pelayanan kepada orang lain. Ada bagian yang tetap ia pegang sesuai kapasitasnya sebagai pemimpin utama, yang lain ia delegasikan kepada mereka yang memenuhi kriteria tertentu. Orang-orang tersebut perlu diperlengkapi dengan kebenaran firman Tuhan (ayat 20) serta memiliki kualitas karakter yang sepadan dengan tugas kepemimpinan itu (ayat 21). Kualitas itu antara lain: cakap atau terampil melayani, takut akan Tuhan, dapat dipercaya dan diandalkan, serta memiliki integritas tinggi.

Seperti Tuhan memercayakan tugas pelayanan dan memperlakukan kita sebagai partner-Nya, mari kita mengga-lang kemitraan dengan sesama anak Tuhan. Mereka yang memerlukan bimbingan, perlu kita dampingi dan beri kepercayaan. Mereka yang sudah mampu, perlu kita utus dan beri tanggung jawab. Mari bahu membahu melayani Tuhan kita.
c. Bijaksanalah terhadap tuntutan mertua. Mungkin mertua Anda benar
karena dia lebih banyak makan asam garam. Tuntutannya perlu
dipertimbangkan. Jika terjadi konflik, ingatlah bahwa mertua Anda
bukan musuh. Dia adalah ibu pasangan Anda.

d. Bersabar dan berdoa. Sebenarnya, ibu mertua tidak ingin sinis
terhadap Anda. Koreksi diri juga penting. Mungkin selama ini ada sikap
Anda yang membuat ibu mertua tidak berkenan. Ingat, jika Anda dapat
bersabar, selalu memberi perhatian, dan bersikap positif terhadap ibu
mertua, lama-lama ibu mertua pun akan lunak hatinya. Jika perilaku
negatif dibalas negatif, maka sering kali hasilnya tidak
menggembirakan. Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah sikap Iblis. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah sikap dunia. Tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan adalah sikap anak-anak Tuhan.
=+Kisah ini berasal dari tradisi Elohista dan bersangkutan dengan ceritera tentang Musa di tanah Midian, Kel 2:11-4:31. Ada sementara ahli yang berpendapat bahwa tradisi Yahwista berasal dari Midian: di tanah Midian nama TUHAN (YHWH) dinyatakan kepada Musa, Kel 3:1 dst; Yitro adalah "imam di Midian", Kel 18:1, ia menyeru nama TUHAN, Kel 18:10, mempersembahkan korban kepadaNya dan mengetuai perjamuan yang menyusul, Kel 18:12. Tetapi apa yang dimaksudkan ialah: Yitro mengakui kebesaran dan kuasa TUHAN, hal mana tidak berarti bahwa YHWH adalah allahnya Yitro atau bahwa Yitro selanjutnya memeluk agama TUHAN meskipun tradisi barangkali mengartikan keterangannya begitu rupa sehingga Yitro dijadikan pemuja YHWH, Kel 18:12. "Gunung Allah", Yitro hanya datang ke situ mendapatkan Musa, lalu kembali ke negerinya sendiri,
Kel 18:2 - disuruh pulang Tidak ada ayat lain yang berkata bahwa Musa menyuruh isterinya pulang. Ini sebuah tradisi yang tidak bersangkutan dengan tradisi yang tercantum dalam Kel 4:19-20,24-26.
Fasal ini memuat tradisi tentang kaum-kerabat Musa serta hubungannja dengan suku Madianit, dan bermaksud djuga melukiskan terbentuknja susunan kemasjarakatan.
Pertemuan dengan Jetro ditjeritakan disini, kiranja karena umat Israel telah sampai dekat gunung Sinai (aj.5 jadi dalam wilajah kediaman Jetro .Mungkin sekali djuga sebelum Perwahjuan digunung Sinai sudah terasa kebutuhan adanja organisasi (walaupun amat sederhana), dan beberapa peraturan.
Dalam Kitab Sutji Musa terutama tampil kemuka dalam hubungannja dengan Tuhan. Hidup kekeluargaannja hampir-hampir tidak berperanan. Bahwa ia telah menjuruh isterinja pulang kerumah ajahnja, hingga kini belum pernah disebutkan.
Ada dua hal yang menjadi penyebab. Pertama, ternyata orang-orang Israel pada masa itu belum atau kurang mengerti firman Tuhan. Hal ini wajar karena Taurat belum ditulis waktu itu. Karena itu Musalah yang mengajarkan kepada mereka segala ketetapan dan perintah yang dia terima langsung dari Allah. Kedua, Musa adalah satu-satunya hakim bagi bangsa Israel, sehingga setiap permasalahan di antara mereka harus diselesaikan oleh Musa. Musa memang seorang pemimpin jempolan yang mampu mengurus bangsa secara keseluruhan sekaligus memperhatikan masalah perseorangan juga. Hal ini menunjukkan kasih dan perhatian seorang pemimpin kepada setiap pribadi yang dia pimpin. Namun di sini Musa harus belajar mengenali batas-batas kapasitas dirinya.
Kita telah banyak mendengar ketidakcocokan dan pertengkaran antara menantu dengan ibu mertua, ipar, dan saudara-saudara lainnya. Tetapi, marilah kita tinjau sebentar cerita Rut dan Naomi yang terdapat di dalam Alkitab (Rut 1:1-9). Mari kita melihat sebab-sebabnya sehingga hubungan yang luar biasa ini dapat terjadi. Peristiwa ini tidaklah mustahil dapat terjadi pada masa sekarang apabila kita hayati inti dari kebenaran cerita.
1. Iman Naomi yang tetap teguh
Naomi adalah seorang ibu yang beriman. Rut, menantunya, belum mengenal Allah yang benar. Naomi tinggal di negeri Moab yang kafir setelah ia pindah dari Israel. Imannya kepada Allah dilihat oleh menantunya. Kita tidak tahu bagaimana ia menunjukkan imannya kepada Allahnya, tetapi yang kita tahu dengan pasti ialah bahwa hati Rut telah diserahkan pada Tuhan. Naomi membuktikan iman yang tetap teguh meskipun di dalam kesulitan di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Allah yang hidup.
2. Kasih yang memenangkan
Kasih Naomi terhadap menantunya membuktikan imannya kepada Tuhan. Tidak ada kesempatan yang lebih besar lagi bagi seorang ibu Kristen untuk bersaksi tentang ibadahnya kepada Tuhan yang disembahnya di hadapan istri anaknya supaya terang keselamatan Tuhan bercahaya di dalam hati menantunya yang masih gelap.
Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menguji kerohanian seorang ibu selain dari mengasihi istri anaknya. Dan tiada cara lagi yang lebih baik untuk menguji keteguhan iman seorang ibu selain dari kasih yang diberikan menantunya.
Kasih yang memenangkan ini dapat dibuktikan kebenarannya, namun memerlukan waktu yang lama serta menghadapi berbagai kesulitan. Kasih dengan sendirinya tidak dapat dibatasi oleh keadaan-keadaan apa pun juga dari hubungan keluarga, karena Allah sendiri tidak dapat dibatasi. Manusia yang menutup hatinyalah yang membatasi kasih itu.
Amin. Pdt. R.H.L. Tobing

Selasa, 28 Juni 2011

"PERHIASAN WANITA"

Khotbah Pada Keb. Sie Perempuan GKPI se Jabodetabek di GKPI Res Khusus Rawalumbu.
1 Tim 2: 9-15; 1 Pet 3:1-4
Thema: Perhiasan Batiniah yg berasal dari Roh yg Lemah Lembut dan Tentram sangat berharga di mata Allah.
Sub. Thema: Bagaimana Perempuan Pilihan Allah yg telah di Kuduskan dan dikasihiNya terus menerus dibaharui untuk memperoleh Pengetahuan yg benar menurut gambar Khalik kita.

Peran perempuan tak kalah pentingnya dalam hidup keluarga maupun bergereja. Contoh tugas ibu2: Selain seorang istri dan ibu yg harus memperhatikan kebutuhan keluarga besarnya, baik dari pihaknya maupun pihak suaminya. Ngak cuma ngurusin keluarga intinya saja. Bisa kebayang kan berapa banyak orangnya? Kemudian, dia juga harus memperhatikan kondisi rumah (ya kalo ada yang bocor, ada yang retak, rusak.. intinya maintenance alat-alat rumah tangga) serta melakukan pembayaran listrik, air, gas. Jadi seorang istri dan ibu itu artinya: jadi dokter iya, ahli gizi iya, guru iya, pendengar setia iya, koki iya, tukang listrik/ledeng/gas iya dan juga Karena para suami sibuk di tempat kerja, para istrilah yang punya kepedulian tinggi terhadap pelayanan gereja. Mengurus konsumsi. Melawat yang sakit dan berduka. Mengatur rumah tangga gereja. Bahkan, memimpin jemaat. Sungguh, peran perempuan tak boleh dipandang sebelah mata, namun bukan berarti perempuan itu jadi kepala di tengah-tengah keluarga. Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan….!
Allah menghendaki wanita Kristen berdandan dengan pantas dan sopan. Kata "pantas" (Yun. –aidos-) mengandung arti merasa malu bila menampakkan bagian tubuh. Kata ini meliputi penolakan untuk berdandan sedemikian rupa sehingga menarik perhatian kepada tubuh dan melewati batas-batas kesenonohan yang patut. Sumber kesenonohan seseorang terletak di dalam sifat atau batin. Dengan kata lain, kesenonohan adalah manifestasi lahir dari kemurnian batin.
• Berdandan secara tidak pantas yang mungkin menggairahkan keinginan yang tidak suci merupakan kesalahan yang sama besarnya dengan keinginan mesum yang terangsang. Tidak ada aktivitas atau keadaan yang membenarkan hal berpakaian secara tidak pantas yang akan memperlihatkan tubuh sehingga merangsang hawa nafsu dalam orang lain (bd. Gal 5:13; Ef 4:27; Tit 2:11-12; lihat juga Mat 5:28).
• Adalah suatu kesaksian yang menyedihkan jikalau gereja mengabaikan standar alkitabiah untuk berdandan dengan pantas dan malah menerima mode duniawi. Pada dewasa ini yang serba membolehkan di bidang seksual, gereja harus bertindak dan berdandan berbeda dari masyarakat yang bobrok yang mengabaikan dan mencemoohkan keinginan Roh untuk kesenonohan, kemurnian, dan pengekangan yang saleh (bd. Rom 12:1-2).
Saat ini kalau kita lihat di kota-kota bahkan di desa makin banyak dibuka salon-salon kecantikan, beauty salon. Beauty salon dan klinik-klinik kecantikan itu menawarkan tidak hanya potong rambut biasa,tapi juga ribonding, cream bath, mandi lulur, tatoalis, menghilangkan bekas jerawat, memutihkan wajah, memancungkan hidung, sampai operasi plastic?.
Ternyata kaum wanita saat ini semakin suka berdandan, bahkan rela membayar dengan ongkos yg mahal agar kelihatan semakin cantik. Bagi istri-isti kelihatan cantik dihadapan suami sendiri okey2 saja tidak masalah, wajar. Asal jangan ingin kelihatan cantik dengan pria lain. Bahaya.
Memang salah satu cara agar suami betah di rumah adalah sang istri tetap menjaga penampilannya, tetap kelihatan menarik dan cantik. Jangan istri kelihatan cantik pada waktu baru nikah saja, setelah sekian tahun menikah, tidak mau merawat badan lagi, bisa-bisa sang suami bosan. Memang kecantikan secara fisik bagi wanita itu penting dan juga umumnya kaum pria suka melihat wanita yang cantik, bersih, dan harum. Namun kecantikan secara fisik itu tidak akan bertahan lama. Secara alami kita semua akan semakin tua. Waktu gadis kulit masih kencang, sudah punya 2 atau 3 anak pipi mulai kendor, badannya tidak langsing lagi, mulai muncul keriput di wajah, Operasi plastic tidak bisa menyembunyikan proses penuaan, umur terus bertambah. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji ( Ams 31: 30). Pasti kaum ibu senang menjadi istri yang dipuji-puji suami, walaupun tidak cantik lagi seperti waktu pacaran dulu?
Bagaimana caranya ? Yaitu dengan mengembangkan kecantikan batiniah atau inner beauty seperti yg Alkitab ajarkan : Berdandan dengan pantas bandingkan dengan:
1 Pet 3 : ay. 4 Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yg tersembunyi , dengan perhiasan yg tidak binasa yg berasal dari roh yg lemah lembut dan tenteram.
Memiliki roh yang lemah lembut dan tenteram adalah sumber kecantikan batiniah yang memancar dari dalam hati. Kecantikan fisik yang eksternal tidak menjamin terpancarnya kecantikan batiniah.
Ada manusia batiniah ada manusia lahiriah. Manusia batiniah yg tersembunyi adalah kualitas hati yg tidak bisa dilihat secara langsung. Manusia lahiriah adalah bisa dilihat secara fisik. Rasul Paulus menjelakan dalam 2 Kor 4 : 16 bahwa dalam diri seorang manusia ada dua dimensi : “ Sebab itu kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari kesehari.”
Menjadi wanita atau istri yg cantik hatinya pada ay. 4 diibaratkan mengenakan perhiasan batiniah yg tidak bisa binasa. merosot. Pada ayat 3 sebelumnya, perhiasan batiniah dibandingkan dengan perhiasan yg secara lahiriah, yang eksternal, dari luar, bisa dilihat secara langsung , bisa binasa, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau mengenakan pakaian-pakaian ygn indah-indah. Model rambut, perhiasan emas dan fashion ini adalah mengacu kepada fashion dan model rambut yg sangat mahal dan mewah dari wanita-wanita di abad pertama di Roma Yunani. Wanita Kristen harus bijaksana dalam membelanjakan uang. Jangan sampai karena tergoda dgn kemewahan uang belanja untuk biaya sekolah anak-anak, keperluan dapur, dikorbankan. Dan juga jangan sebagai istri menekan suami untuk membeli barang-barang mewah yg tidak dibutuhkan tapi karena gengsi, latah, sehingga suami bisa – bisa jadi korupsi, karena lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan, lebih besar pasak daripada tiang.
Bagaimana seseorang itu bisa menjadi manusia batiniah yg memiliki roh yg lemah lembut dan tentram? Manusia batiniah yg tersembunyi ini adalah pribadi baru yg telah diubahkan secara supranatural oleh Roh Kudus ketika mengalami kelahiran baru dalam Kristus Yesus. Barang siapa di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru , yg lama sudah berlalu yg baru sudah datang. ( 2 kor 5: 17). Seperti janji Allah dalam Yehz 36: 26: Kamu akan Ku berikan hati yg baru, dan roh yg baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yg keras dan Kuberikan kepadamu hati yg taat. Setelah diselamatkan oleh Yesus, kita memiliki hati yg baru, roh yg baru dan mengenakan perhiasan yg tidak binasa yg berasal dari roh yg lemah lembut dan tenteram. Kalau Yesus Kristus sifatnya lemah lembut, wanita Kristen haruslah lemah lembut. Lemah lembut sebagai istri terhadap suami yakni sabar, tidak mendendam, tidak cepat marah, tersinggung kalau suami marah. Lemah lembut bukan berarti diam saja kalau suami salah, tetapi bisa menegor, menasihati suami dengan kasih. Wanita yang rohnya tenteram, itu tenang dalam mengasuh rumah tangganya, damai, tidak suka ribut, taat sama suami, bisa menguasai diri , yang penting baginya adalah anak-anak bisa dirawat dengan baik, dikasihi, diperhatikan, suaminya diperhatikan makannya, kesehatannya, ia memikirkan bagaimana suaminya betah di rumah setelah bekerja.dll.
Seperti firman Tuhan ini katakan :
“ Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yg tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup istri mereka itu.” (1 Pet 3 : 1-2)
Maksudnya ayat 1 dan 2 ini dikaitkan dengan ayat 4 adalah dengan memiliki roh yg lemah lembut dan tenteram seorang istri dari suami yg belum percaya atau tidak seiman ( atau suami yg belum bertobat sungguh-sungguh) pasti dengan rela tunduk kepada suaminya, memiliki kelakuan sehari-hari dengan murni dan saleh akan menjadi kesaksian Injil yg lebih kuat daripada kesaksian secara verbal semata.
Kecantikan hati yang berasal dari roh yg lemah lembut dan tentram yang dikembangkan melalui hubungan yg dekat dengan Tuhan akan membuat istri-istri tetap menarik bagi suami-suami , meskipun kecantikan fisik semakin meredup sepanjang tahun.

Bagaimana dengan 1 Timotius 2:12?
Istri-istri dilarang mengajar jika ajaran mereka bisa diartikan oleh seseorang sebagai dia memerintah atau menjadi tuan atas suaminya! Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.
Istri yang baik adalah kebanggaan dan kebahagiaan suaminya, istri yang membuat suaminya malu adalah bagaikan penyakit tulang yang menggerogoti.
Istri yang baik adalah sukacita dan mahkota suaminya, tetapi istri yang merongrong hidup suaminya dan menghambat segala pekerjaannya sangat memalukan.
Seorang istri yang baik budi, seolah-olah makota suaminya, tetapi istri yang mendatangkan malu, seperti bisa dalam tulang-tulangnya.
“…perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” 1 Petrus 3:4
Alkitab jelas menyatakan bahwa yang menjadi perhiasan bagi wanita bukanlah ‘penampilan luarnya’ semisal tata rias wajah, rambut, pakaian indah atau pun perhiasan yang ia kenakan (emas, berlian, permata) yang mengundang decak kagum siapa saja yang memandangnya, tetapi perhiasan seorang wanita adalah manusia batiniah atau kecantikan batiniahnya (inner beauty)! Penulis amsal berkata, “Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.” (Amsal 11:22). Kecantikan fisik (lahiriah) wanita tak akan berarti apa-apa. “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia,” (Amsal 31:30a) bila tidak diimbangi dengan moral yang baik. Wanita yang berbudi harus memiliki roh yang lemah lembut dan penguasaan diri dalam segala hal sehingga keberadaannya senantiasa menjadi berkat, karena “Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.” (Amsal 31:26).
Banyak contoh wanita-wanita dalam Alkitab yang hidupnya menjadi teladan karena cantik batinnya. Ester adalah perempuan Yahudi yang berani mempertaruhkan reputasi dan juga nyawanya demi keselamatan bangsanya dari rencana jahat Haman; ia berjuang menegakkan kebenaran dan dengan tegas melawan ketidakadilan. Debora dipilih Tuhan untuk membebaskan bangsanya dari tangan Yabin, raja Kanaan. Ia pun mendukung dan memberi semangat kepada Barak menghadapi panglima perang raja Yabin yaitu Sisera. Kata Debora, “Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab Tuhan akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan.” (Hakim-Hakim 4:9).
Seorang wanita tidak hanya pandai berbicara, tetapi ia juga akan memberi semangat, berdoa dan turut merasakan pergumulan yang dialami suami atau keluarga, serta mau membuka telinga terhadap keluh-kesah orang lain dan memiliki hati yang penuh dengan belas kasih dan pengampunan.
Jangan bangga karena kecantikan fisik, berbanggalah bila hidup kita bisa menjadi berkat dan teladan bagi orang lain!
4 langkah untuk membangun manusia batiniah :
1. Batin kita harus dibersihkan
Pada saat kita jatuh dalam dosa, maka batin kita rusak dan kita tidak punya kemampuan untuk berhubungan dengan Tuhan.
Ibrani 9 : 14 “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.”
Hanya darah Yesus yang bisa membersihkan batin dan roh kita dari dari dosa.
2. Batin kita harus diberi makan
Matius 4 : 4 “Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Ada 2 jenis makanan, yaitu roti sebagai makanan jasmani, dan makanan rohani yaitu setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.
Jika kita memberi makan jasmani kita setiap hari, maka kitapun harus memberi makan rohani kita setiap hari.
3. Batin kita harus diperbaharui
Rohani kita bisa mengalami kemunduran, tetapi rohani jugabisa diperbaharui sehingga kita makin maju dan makin kuat dalam Tuhan.
2 Korintus 4 : 16 -17
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4. Batin kita harus dilatih
1 Tim 4 : 7-8
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Dalam melakukan Ibadah, kita perlu latihan. Memberi dan berbuat baik itu juga perlu dilatih, agar menjadi kebiasaan. Awalnya terpaksa, lama-lama jadi biasa, namun akhirnya jadi sukacita.
Jika kita berhasil melakukan keempat hal di atas, maka :
1. Manusia batiniah dapat melihat
Roh yang tadinya lemah akan menjadi kuat, jika roh jadi kuat maka penglihatan rohani juga menjadi kuat.
Efesus 3 : 8 “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,”
2. Manusia batiniah dapat mendengar
Matius 13: 9 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Pada akhir zaman ini penuh dengan suara, suara yang membingungkan dan nasihat yang menyesatkan, tetapi jika kita punya roh yang hidup dan bangkit, kita akan mendengar suara Tuhan.
3. Manusia batiniah dapat merasakan
Mazmur 34 : 9 “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”
Jika kita mampu membangun batin kita, maka kita akan merasakan dan menikmati kebaikan Tuhan yang luar biasa.
Pdt. R.H.L. Tobing, S.Th.MA